
Dita membuka matanya saat Azka sudah menyuruhnya. hal pertama yang ia lihat adalah Azka yang tengah tersenyum sangat manis,dan seluruh keluarganya berada di belakang Azka sedang berdiri menatapnya dan tersenyum.
"ada apa ini mas?" tanya Dita bingung.
Azka tersenyum manis,ia meraih tangan Dita,dan berjongkok dihadapan Dita yang semakin keheranan di buatnya.
Azka mengulurkan sebuah cincin berlian yang terlihat sangat indah,senyum manis di bibirnya tak pernah luntur dan matanya terus menatap kedua mata Dita.
"Nandita Alvaro apakah kau mau menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Azka dengan lantang,matanya penuh harapan Dita akan menerima cincin darinya.
Dita membekap mulutnya,sungguh ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat saat ini,tanpa ragu Dita mengangguk,
"tentu aku mau mas,aku mau." ucap Dita antusias. Azka yang mendengar jawaban dari Dita sontak langsung berdiri dan memeluk Dita,sungguh ia sangat bahagia karena Dita mau menerima lamarannya,segera ia memakaikan cincin itu ke jari manis Dita,dan mencium punggung tangan istrinya dengan lembut.
"makasih sayang,karena mau menerima mas untuk yang kedua kalinya." ucap Azka lalu segera membawa istrinya ke dalam pelukanya.
sorak Sorai tepuk tangan terdengar dari para tamu undangan dan keluarganya,bahkan mereka tak henti-hentinya mengucapkan selamat kepada kedua pasangan.
"Dita,selamat ya akhirnya hubungan kalian akan di resmikan dan acara lamaran malam ini sukses." Rani memberi selamat.
"iya makasih Rani,semua juga berkat bantuan kamu aku yakin yang mendekor ini semua pasti kamukan?"
"he...he ..he...tau saja kamu."
__ADS_1
"tentu saja aku tahu,tidak ada yang tahu bagaimana dekor impian untuk acara lamaranku ini selain kamu." ucap Dita.
Azka datang menghampiri sang istri dan menarik pinggangnya mesra,
"ingat masih ada aku disini." Rani mencibir melihat tingkah Azka.
"makanya kamu cepat cari pasangan biar gak jomblo." Dita mengejek.
"cek...lebih baik aku sama Rafa saja,dari pada disini kalian terus saja mengejekku." kesal Rani dan hanya di balas kekehan oleh Dita dan Azka,sementara Abi masih sibuk mengobrol dengan rekan bisnisnya,matanya juga sesekali melirik Rani yang terlihat kesal dan berjalan menghampiri Rafa yang sedang berada di gendongan Omanya.
"bagaimana sayang apa kau menyukai kekuatanku?" tanya Azka berbisik,tanganya memeluk erat pinggang Dita,keningnya di tempelkan di kening Dita.
"tentu aku sangat menyukainya mas,apalagi pemandangannya dan dekorasinya sama persis sepeti impianku,terima kasih karena sudah mau memenuhi impianku mas." ucap Dita tulus,ia mengecup singkat bibir Azka dan memeluknya erat.
"apa tidak terlalu cepat mas?"tanya Dita sambil membalas pelukan Azka tak kalah erat,sungguh sangat nyaman berada di pelukan suaminya ini.
"bagiku itu sangat lama sayang,tetapi mama sudah mencarikan hari baik dan itu jatuh pada hari dan tanggal di bulan depan,karena jujur mas sudah tidak sabar untuk segera memperkenalkan mu pada seluruh dunia kalau kamu adalah milik mas seorang." ucap Azka sambil mengecup puncak kepala Dita.
"aku terserah kamu saja mas,karena bagiku selalu berada di sampingmu sudah sangat membuatku bahagia,terima kasih karena sudah mau menerimaku sebagai istri dan ibu dari anak-anakmu mas." ucap Dita tulus.
"seharusnya aku yang berterima kasih dek,karena kamu sudah mau menerima mas dan memberiku kesempatan untuk berada di sisiku. anggaplah ini hadiah karena sudah mau menerimaku kembali dek,aku hanya ingin lamaran dan pernikahan kita di adakan seperti layaknya pasangan pada umunya.mas ingin menghapus kenangan buruk dan memulai hubungan kita dengan yang baru bersama anak kita." ucap Azka.
Dita mengangguk setuju dengan ucapan Azka,sungguh Dita benar-benar bahagia dia juga tak menyangka jika Azka memiliki pemikiran yang demikian,dan Dita merasa beruntung bisa memiliki suami seperti Azka yang sangat mencintai dirinya dan juga anaknya.
__ADS_1
Azka dan Dita begitu bahagia tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap tak suka melihat kebahagiaan mereka,wanita itu mengepalkan kedua tanganya menahan amarah yang memuncak sampai di ubun-ubun,
"sabarlah sayang,kita akan membalas sakit hatimu itu sebentar lagi." ucap seorang pria merangkul bahu Stella mencoba untuk menenangkannya.
ya ,wanita itu adalah Stella dia selalu mengikuti dan bahkan selalu mengintai kegiatan pasangan suami istri itu,dendam di hatinya begitu dalam dan kebencian terhadap Dita semakin besar apalagi Azka memperlakukan Dita dengan sangat baik bahkan lelaki yang di cintainya itu tak segan menunjukkan kepada semua orang kalau dirinya begitu mencintai Dita istrinya.
"aku tak rela wanita si alan itu bahagia di atas penderitaanku." ucap stella mengepalkan kedua tanganya,sungguh ingin sekali ia mengacaukan acara malam ini tetapi sekuat tenaga dia tahan,karena dia tak ingin di tangkap polisi sebelum bisa menyingkirkan wanita yang sudah merebut lelaki yang di cintainya.
"bersabarlah dulu,sebentar lagi kita akan mulai rencana kita dan aku jamin hubungan mereka tidak akan bertahan lama,dan jika itu terjadi maka akan ada peluang besar untukmu kembali kepada lelakimu itu." ucap Reyhan kepada Stella.
Stella menatap Reyhan sambil tersenyum penuh arti,ia sengaja meminta bantuan kepada Reihan karena ia tahu kalau Reihan adalah musuh Azka dari dulu.
"sepertinya aku tidak salah dalam meminta bantuan." ucap Stella tersenyum licik.
"tentu saja,kau tahu kalau aku orang pertama yang tak bisa melihat Azka bahagia aku hanya ingin dia menderita,dan aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kita cintai." ucap Reyhan penuh dendam.
Reyhan adalah orang yang membenci Azka, sebenarnya Reyhan adalah sahabat Azka,mereka bersahabat saat masih kuliah. tetapi karena semenjak adiknya meninggal dunia Reyhan sangat membenci Azka dan memendam dendam terhadap lelaki yang menyandang sebagai suami Dita itu.
dan Stella mengetahui hal itu,maka dia meminta bantuan kepada Reyhan untuk memisahkan Azka dan Dita. tentu saja Reyhan menyetujuinya karena dia tidak rela jika Azka hidup bahagia bersama wanita yang di cintainya.
Reyhan tidak rela melihat Azka bahagia,karena baginya Azka adalah penyebab kematian adik tercintanya.
dan Reyhan secara suka rela membantu Stella karena dirinya bisa menikmati tubuh Stella yang begitu menggoda kapanpun yang ia mau,karena jujur Reyhan sudah sangat menginginkan Stella di bawah kendalinya. dan tanpa Stella sadari dia akan terjebak seumur hidup dengan Reyhan si pria licik dengan tipu muslihat yang dia miliki.
__ADS_1