
Mohon maaf bila masih banyak typo yang bertebaran πππππ.
Selamat membaca π€π€π€π€.
πΊπΊπΊ
Setelah hari itu aku sudah tidak tinggal dengan kak Arnav. Aku kembali tinggal dengan Alvin, walaupun aku sudah kembali dengan Alvin. Kak Arnav menegaskan bahwa aku masih tetap adiknya, jika Alvin menyakiti aku atau membuat ku menangis dia akan tanggung resiko nya. Hehehe kakak the best ku bangetπ€π€.
Hari ini aku sangat bosan, biasanya aku akan pergi kekantor untuk membantu kakak. Dan disini aku hanya dirumah, selama 5 tahun ini aku selalu sibuk dengan kuliah dan kantor. Tidak seperti sebelum kecelakaan itu, aku bisa betah di rumah seharian. Benar kata orang kalau banyak uang bisa mengubah seseorang, dan aku salah satunya. Kakak terlalu memanjakan aku, dia tahun pertama aku masih belum terbiasa dan kelama-lamaan aku terbiasa dengan berbelanja dan pekerjaan kantor. Sudah ku putuskan, hari ini aku akan berkeliling taman.
"Ahhh, aku sangat bahagia. Terkurung didalam rumah membuatku frustasi."
Tak terasa aku telah menghabiskan waktu di taman sangat lama, kulihat matahari sudah ingin tengelam. Aku bergegas pulang dan mandi.
Kini waktunya kami makan malam bersama, aku dan Alvin kembali tinggal dirumah yang dulu kami tempati. Semenjak kembali Alvin sangat seperti anak kecil. Ya mungkin dia rindu dengan ku. π€π€π€
Setelah makan malam, aku mencuci semua piring kotor dan Alvin merapikan meja makan. Saat sedang mencuci piring, aku terkejut sebuah tangan melingkar tepat dipinggang ku. Ya aku tak terlalu kaget seperti dulu karena aku sudah tau itu siapa, kalau bukan bayi besar ku.
"Vi.."
"Ya, mas."
"Vira berjanji lah kau tidak akan meninggalkan aku lagi."
What ? Tadi aku ngak salah denger kan, mas Alvin pake kata aku bukan saya lagi. Wah ternyata 5 tahun bisa mengubah banyak hal.
"Itu... aku tidak bisa janji mas."
"Vi.." Sembari memutar badanku menghadap ke arahnya dan dia mulai berlutut.
"Alvira Singh Bundhela maukah kau menjadi istri ku ?"
"Hah !! Mas, aku kan sudah menjadi istri mu."
__ADS_1
"Ya aku tau, tapi aku belum pernah melamar mu sebelumnya. Jadi sekarang aku akan melamar mu, jadi aku ulangi lagi. Alvira Singh Bundhela maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku, maukah kau menjadi istri ku ?."
"Aku... mau. Sangat mau." Sembari memeluk erat.
Setelah Alvin melamar ku, dia mengajak ku nonton film bersama. Eettt jangan salah paham kami tidak keluar, kami nonton film di bioskop mini kami. Ya rumah ini cukup komplit dari sebelumnya, sekarang terdapat ruangan khusus kami menonton, ruang gym, dan bermusik. Katanya Alvin merancangnya untuk calon anak anak kami kelak .π€π€
πΊπΊπΊ
Hari ini adalah festival holly, ahh festival yang aku suka. Dimana kita akan bermain warna dan air. Sudah hampir 5 tahun tidak merayakan nya. Ahh, kalau di ingat-ingat lagi festival holly terakhir ku sangat membosankan. Gimana tidak aku saja masih canggung dengan Alvin dan keluarganya. Tapi lihatlah sekarang Alvin sangat berbeda, sejak pagi dia sudah mengekor dibelakang ku.
"Mas."
"Iya."
"Bisakah, kau tidak mengikuti ku terus."
"Tidak bisa. Nanti ada yang mengambil istri cantik ku."
Saat aku sedang berdebat dengan Alvin kayla datang memberikan lassi padaku.
"Kak minumlah dulu." Ujar Kayla.
"Iya kak, aku sudah ambilkan 2 yang tanpa bagh."
Aku dan Alvin langsung meminumnya, saat sudah selesai meminumnya sampai habis Kayla langsung mengambil kedua gelas tersebut dan dia tersenyum jahil.
"Maaf, kak. Aku lupa bilang kalau aku telah salah bawa lassi, yang kakak minum itu mengandung bagh." Sembari lari meninggalkan kami.
Sial, harusnya aku tak usah percaya dengan Kayla. Dia kan sangat jail. Kepalaku mulai terasa pening, aku aku mulai tidak terkontrol. Ahh hancur sudah citraku.
Untuk menghindari kekacauan yang berlebihan aku dan Alvin memutuskan masuk kembali kedalam rumah. Kami bermain kejar-kejaran tanpa sadar aku berlari kearah kamar. Aku sangat lelah harus berlarian kesana kemari, aku pun berhenti dipinggir tempat tidur. Alvin masih saja berlari dan menabrakkan tubuh padaku. Sehingga aku terjatuh dengan posisi yang sangat berbahaya. Bentar kayak devaju deh.
"Aaau." Runtih ku saat tubuhku terjatuh ke kasur dengan kencang.
"Vira....Aku mencintai mu."
__ADS_1
Perlahan Alvin memajukan wajahnya, dan.....
CUP..
Kecupan lembut jatuh dibibir ku. Ohh tidak !!! Ciuman pertama ku....
Perlahan kecupan itu menjadi ciuman yang panas.
Dan acara selanjutnya kalian bayangin sendiri ya author ngak tau. Intinya ya 'Itu'.
Aku terbangun karena suara alarm hp ku. Saat terbangun aku merasakan sakit di bagian sensitif ku. Ku lihat Alvin tertidur tanpa busana dan aku juga. Ahh sial, ini semua karena minuman itu. Semoga aku tak melakukan hal yang memalukan dipesta holly, tapi aku senang bisa memberikan hak Alvin yang seharusnya ia dapatkan dulu. Ya walaupun ngak sadar.
Aku bergegas mandi dan kedapur untuk membuat sarapan. Ya karena habis festival kemarin, hampir sebagian keluarga menginap. Jadi harus extra membuat sarapan. Karena bibi sedang cuti aku memasak sendiri. Setelah selesai memasak, aku naik ke atas untuk membangunkan Alvin. Jangan tanya apa dia masih susah bangun. Tentu saja, bahkan dia kadang sengaja pura-pura tidur agar bisa menarikku dalam pelukannya.
"Mas, bangun."
Kulihat Alvin hanya menggeliat tanpa membuka matanya. Aku keluarkan jurus andalan ku, ku mulai berbisik lembut ditelinga nya.
"Sayang, bangun atau...." Belum selesai aku berbicara, Alvin langsung menarik ku sehingga aku terjatuh diatasnya.
Cup...
"Morning kiss, sayang."
Aku yang dicium hanya bisa tertegun. Aku masih loading dengan apa yang baru saja terjadi. Walau kami telah melakukan itu, tapi itu pun aku sedang mabuk. Jadi wajar kalau masih terkejut.
"Mulai sekarang aku akan bangun jika kamu sudah memberikan aku morning kiss."
Apa ? Setiap pagi ? Ya ampun sejak kapan suamiku jadi begini.π³π³π³
Kejutan demi kejutan berdatangan, aku belum siap.......
πΊπΊπΊ
Hallo readers ku tersayang ππππ
__ADS_1
Maaf ya kalo author up nya agak lama, author belum dapat pencerahan π€π€π€ jadi loading nya lama..
Mohon maaf kalo ada yang kurang dan banyak typo yang bertebaran ππππ