Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
124. Kaget


__ADS_3

"Gak sabar banget sih Dek", ucap Kennan saat Tita langsung membuka kotak martabak begitu memasuki mobil.


Padahal Kennan masih sedikit membungkukkan tubuh jangkungnya di sebelah Tita, hendak menutupkan pintu mobil pada sisi penumpang.


Tita membau martabak telur pada kotak yang telah terbuka di tangannya dengan memejamkan mata. Kemudian membuka mata dan menolehkan wajahnya pada Kennan, seraya berucap, "Baunya menggoda banget Bang..."


"Mau incip sekarang?", tanya Kennan dengan masih setengah membungkuk dengan tangan kiri berpegangan pada pintu mobil sedangkan tangan kanannya menumpu pada sandaran jok mobil tempat Tita duduk.


"Boleh ya Bang....?", Tita memohon.


Kennan urung beranjak, bahkan kini duduk berjongkok pada trotoar hingga membuat tingginya hampir sejajar dengan dada Tita karena isterinya itu duduk menghadap Kennan dengan kaki menjuntai keluar.


"Ambil botol minum itu gih.... cuci tangan dulu", Kennan menunjuk botol air mineral yang berada di sela jok mobil.


Tita pun mengambil botol air mineral yang masih bersegel tersebut dengan memutar tubuhnya ke belakang.


"Sini gue bukain", Kennan mengambil botol air mineral dari tangan isterinya kemudian membukanya.


Setelah botol air mineral terbuka Kennan menarik kedua tangan Tita dan mengusap kedua telapak tangan isterinya dibawah guyuran air mineral.


Seketika Tita terpaku mendapat perhatian dari suami kulkas dua pintunya. "Kok Abang perhatian banget seh.... ada yang kegeser apa yak sel otaknya...", tanya Tita dalam hati.


Namun tetap saja hatinya menghangat mendapati perlakuan dari Kennan yang menurutnya manis tersebut.


"Ambil tisu gih, keringin dulu tangan lo. Baru makan!", titah Kennan yang langsung dieksekusi oleh Tita.


"Enak...?", tanya Kennan saat Tita terlihat menikmati potongan martabak di mulutnya.


Tita mengangguk karena mulutnya masih penuh dengan martabak.


"Abang mau?", Tita bertanya dengan menyodorkan kotak martabak setelah menelan gigitan martabak dalam mulutnya.


Kennan menggeleng, "Enggak.... elo aja"


Kennan lebih memilih memandangi Tita yang memakan potongan martabak telur dengan lahap.



"Enak lo Bang... Cobain deh", lagi Tita menyodorkan kotak berisi martabak telur ke depan Kennan.


Lagi Kennan menggeleng.


Akan tetapi tiba - tiba saja,


Sret


Kennan meraih tangan kanan Tita yang memegang potongan martabak bekas gigitan isterinya, kemudian menggigit dan memasukkan ke dalam mulutnya.


Tak ayal Tita pun menbelalakkan matanya kaget.


"Kok makan bekas Tita seh Bang?!"


"Gak papa.... Beneran enak jadinya", Kennan nyengir kuda sambil mengunyah potongan martabak di mulutnya.


"Aa...", Kennan menyuruh Tita membuka mulutnya saat tangan kanan Tita yang masih memegang sisa potongan martabak diarahkan ke depan mulut isterinya oleh Kennan.


Awalnya Tita ragu namun akhirnya membuka mulutnya dan melahap habis sisa potongan martabak di tangan kanannya dengan menundukkan kepala, tersipu malu.


"Lebih enak_kan...?!", Kennan tersenyum dengan mengedipkan sebelah matanya pada Tita yang masih saja malu - malu tiap kali mendapat perlakuan manis darinya.

__ADS_1


...🍭🍭🍭🍭...


Ceklek.


Kennan mendapati Tita sudah membaringkan tubuhnya di ranjang saat dirinya memasuki kamar malam ini.


Kennan berjalan perlahan mendekati ranjang. Dengan sedikit membungkukkan badannya, Kennan menyingkap helaian anak rambut yang menutupi wajah Tita dengan hati - hati. Kemudian memandangi wajah isterinya yang terlihat memejamkan matanya rapat. Senyum berbinar tercetak pada wajah Kennan saat ini.


Setelah puas memandangi wajah cantik isterinya, Kennan memasuki kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil air wudhu karena dirinya melewatkan sholat Isya' nya sore tadi.


Kennan merangkak menaiki ranjang setelah menyelesaikan sholat Isya' nya. Kemudian merebahkan tubuhnya di belakang Tita yang tidur dengan memunggunginya.


Tak lama kemudian Kennan memiringkan tubuhnya menghadap punggung Tita.


Set,


Kennan merengkuh dan memeluk tubuh ramping itu dari belakang lalu menelusupkan telapak tangan kekarnya pada perut Tita. Perlahan Kennan mengusap perut rata itu dengan lembut.


"Maafin papa ya sayang, karena papa terlambat memenuhi keinginan kamu...", Kennan setengah berbisik di belakang ceruk leher Tita sambil tidak berhenti mengusap lembut perut Tita.


Hal itu membuat tubuh Tita tiba - tiba bergerak perlahan.


"Maksud Abang apaan....?", Tita menolehkan kepalanya ke belakang dengan kening berkerut.


Kennan pun sedikit kaget lalu menegakkan leher kepalanya.


"Loh.... elo belum tidur Ta...?", Kennan bingung karena setaunya Tita sudah terlihat tidur dengan nyenyak sejak dirinya memasuki kamar tadi.


Tita terkekeh lirih, "Belum..."


"Kirain udah tidur... kelihatan nyenyak banget tadi...", lagi Kennan bingung bin heran.


"Tita belum tidur Bang"


Tita mengangguk setelah mengalihkan tubuhnya menjadi tidur terlentang.


Masih dengan tubuh miring Kennan menumpu kepalanya dengan tangan kiri.


"Berarti elo tau waktu gue masuk kamar dong?"


Tita menganggukkan kepalanya berulang, "Tau"


Kennan membuka lebar kedua bola matanya.


"Jadi.... elo pura - pura tidur?!"


Kali ini Kita menggelengkan kepalanya. "Enggak gitu Bang.... Tita gak pura - pura, emang Tita belum bisa tidur meski udah berusaha merem"


"Kenapa lo diem wae waktu gue masuk kamar... elo juga tau kan kalau gue benerin rambut lo....?!"


"Tita gak tau.... tapi kerasa, kan Tita merem Bang....", Tita cecengiran.


"Ck... dasar anak nakal, elo ngerjain gue kan...", Kennan menjepit ujung hidung mbangir milik isterinya dengan gemas.


Tita berusaha menepis tangan Kennan yang menjepit hidung mbangirnya. Akan tetapi malah membuat Kennan menjepit hidungnya makin kuat bahkan menggerakkan pucuk hidung Tita ke kanan dan ke kiri.


Heh... hah.... heh.... hah..


Tita berusaha mengatur nafasnya dengan menghirup oksigen banyak - banyak dari hidungnya dan mengeluarkannya perlahan melalui mulutnya untuk menghilangkan efek pengar dari jepitan kuat tangan suaminya.

__ADS_1


"Makanya jangan ngerjain gue....", ucap Kennan tertawa kecil pada tingkah isterinya yang seolah - olah telah kehilangan banyak oksigen.


"Siapa yang ngerjain coba.... orang Tita emang belum tidur kok, Abang aja yang salah kira...", bibir Tita


mengerucut.


"Terus ngapain merem wae... kalau udah ngerasa ada gue", Kennan menyentil pelan kening Tita dan itu membuat Tita semakin mengerucut.


"Pengen wae... Lagian Tita itu sebenernya ngantuk tapi perutnya kerasa begah, gak nyaman. Kekenyangan apa ya Bang.... tadi kan makan banyak di tambah martabak telur tadi, Tita hampir makan satu kotak... ", ucap Tita dengan mengusap keningnya perlahan.


Kening Kennan berkerut. Kemudian tangan kanannya kembali mengusap perut Tita di bawah piyama tidur isterinya.


"Masih begah...?", tanya Kennan dengan nada khawatir.


"Dikit.... diusap sama Abang kok berkurang ya begahnya", Tita tersenyum sambil menahan geli.


"Besok kita pergi ke dokter ya Dek...!"


"Ngapain... Abang sakit?", tanya Tita dengan mengerutkan kening.


"Bukan gue, tapi elo yang harus ke dokter...", Kennan menoel pucuk hidung Tita.


Tita berdecak.


"Ck... orang Tita cuma ngerasa begah kok, paling cuma karena kekenyangan tadi. Ini wae udah mendingan"


"Tapi kan kita juga perlu tau usia dedek bayinya Ta...", ucap Kennan dengan menatap Tita.


Tita mengernyit sambil menatap suaminya bingung, "Dedek bayi... Dedek bayi siapa Bang...?!"


"Iya dedek bayi, calon anak kita. Yang ada di sini...", jawab Kennan menepuk pelan perut rata Tita dan kembali mengusap perut isterinya lembut.


Tita terkejut dengan jawaban Kennan, dia pun reflek mendudukkan dirinya saking kagetnya. Hingga membuat Kennan sedikit memundurkan wajahnya agar tidak berbenturan dengan tubuh isterinya.


Bagaimana Tita tidak kaget jika tiba - tiba Kennan membicarakan tentang sosok makhluk bernyawa yang tumbuh di dalam perutnya, padahal dirinya tidak tau apa - apa tentang hal itu.


Dan lagi darimana suaminya itu berfikiran dirinya hamil. Tita saja tidak merasakan tanda - tanda kehamilan dan lagi dirinya tidak pernah mengeluhkan ataupun memberitahukan perihal kehamilan pada suami kulkas dua pintunya tersebut.


"Maksud Abang Tita hamil gitu...?", Tita bertanya dengan menggerakkan kedua tangannya seolah - olah membuat tanda perut besar di depan perutnya.


"Iya", sahut Kennan dengan mengangguk pasti.


Hah.


Tita membelalakkan kedua matanya dengan lebar.



🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2