
Keesokan harinya, Arnav berkunjung kerumah Vira. Di sana Arnav menceritakan semua yang terjadi selama 3 bulan terakhir. Dari masalah kematian nenek, rencana Lutfia dan Zain.
"Percuma kak, kau membujukku." Ucap Vira sembari membelakangi Arnav.
"Kakak tau, Vi. Karena kejadian itu kau kehilangan anak mu. Jadi wajar kau tak bisa memaafkan Alvin."
"Bukan itu aja kak, alasanku tak bisa memaafkan nya. Dia selalu seperti itu. Tak pernah mau mencari kebenaran dan gegabah."
"Kakak tau, tapi..... kakak tau kau masih mencintainya, Vi."
"Kak, sampai kapan pun aku akan mencintai satu orang kak. Dan orang itu Alvin ."
Tanpa Vira dan Arnav sadari sedari tadi Alvin dan Kayla mendengarkan pembicaraan mereka. Alvin yang mendengar ucapan Vira pun senang, dan langsung berlari memeluk vira.
"Maaf kan aku, Vi. Aku juga sangat mencintaimu." Ucap Alvin sembari memeluk Vira dan mencium pucuk rambut Vira.
Vira yang memang sudah sangat merindukan Alvin pun menangis didalam pelukan Alvin.
"Kenapa mas....hiks tidak percaya padaku....aku benci kamu mas...hiks.... tapi aku lebih mencintai mu .." ucap Vira
"Mas, juga sangat mencintaimu Vi. Maaf kan ,mas."
"Jadi.....kak Vira mau rujuk lagi sama kak Alvin ?." Tanya Kayla yang sangat antusias.
Vira pun mengangguk sambil tersenyum dan menghapus sisa air mata nya.
"Kakak turut senang Vi, dengan keputusan mu." Ucap Arnav.
"Tapi.... kakak tidak bisa langsung rujuk dengan kak Vira. Kak Vira harus menikah dulu dan bercerai dari suaminya baru bisa menikah lagi dengan kak Alvin." Ujar Kayla dengan wajah sedihnya.
"Kau benar kay, tapi siapa yang mau menikahi Vira dan akan langsung memberikan talak pada Vira ?." Tanya Alvin.
Mereka pun bingung dengan hal itu, tanpa mereka sadari sedari tadi sudah ada yang mendengarkan percakapan mereka. Rayhan .
__ADS_1
"AKU YANG AKAN MENIKAHI MU."
Semua orang termasuk Vira terkejut saat mendengar hal tersebut. Dan mereka pun melihat ke sumber suara tersebut.
"Rayhan !" ucap mereka kompak.
"Ray, apa kau yakin ?." Tanya Vira.
"Betul, apa kau mau membantuku ?." Tanya Alvin.
"Ya aku bersedia menikahi Vira, dengan syarat." Ucap Rayhan.
"Syarat ? Syarat apa yang kau ajukan ?." Tanya Arnav.
"Aku bersedia menikah dengan Vira dengan jangka waktunya 3 bulan. Dalam setiap bulan, aku akan menjatuhkan talak padanya."
"Tidak bisa !! Aku tak akan membiarkan Vira terlama bersama nya." Tolak Alvin.
"Tapi...." Belum selesai Alvin berbicara sudah dipotong oleh Arnav.
"Kau sebaiknya, diam Alvin. Sebelum Rayhan berubah pikiran." Ujar Arnav.
Alvin pun hanya bisa diam, dia tau kalau Rayhan juga menyukai Vira. Jadi wajar baginya merasa waspada takut Rayhan melanggar janji nya.
" Maaf kan aku Vi, jika nanti aku akan melanggar sedikit perjanjian kita." Batin Rayhan.
πΊπΊπΊ
Dua Minggu berlalu, persiapan pernikahan Vira dan Rayhan pun sudah hampir selesai. Banyak orang dan keluarga Rayhan yang senang dengan keputusan Rayhan menikahi Vira. Dan ada juga yang sedih mengetahui alasan Rayhan menikahi Vira. Saat ibu Rayhan pertama kali bertemu Vira, ia tau bahwa putranya sangat menyukai Vira. Tapi.... 2 bulan lalu, saat ia mengantarkan Rayhan kerumah sakit ia baru tahu bahwa putranya tidak bisa hidup lebih lama. Ia ingin memberikan kebahagiaan yang paling Rayhan inginkan, yaitu bersama Vira. Dan kesempatan ini tidak akan dilewatkan oleh ibu Rayhan demi putra nya bahagia.
Kini mereka disibukan dengan persiapan akhir dari pernikahan Rayhan. Karena lusa adalah hari yang paling membahagiakan untuk Rayhan. Pernikahan nya akan dilangsungkan lusa dengan tradisi pernikahan seperti pada umumnya di Indonesia. Mereka tidak menggunakan tradisi di india. Walaupun begitu mereka masih menggunakan baju India.
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. Hari ini adalah hari dimana Rayhan dan Vira akan menikah. Vira yang sudah siap mengenakan pakaian pengantinnya yang berwarna merah muda, dan segala aksesoris nya. Begitu pun Rayhan yang sudah menunggu Vira di pelaminan. Setelah usai mengucapkan ijab qobul, Rayhan menunggu Vira keluar dari ruangan dia menunggu.
__ADS_1
Saat di atas pelaminan, kondisi tubuh Rayhan menurun dan dia pun panik kalau sampai Vira tau. Sang ibu yang melihat anak nya kesakitan itu pun, mencari cara agar Rayhan dapat meminum obatnya tanpa sepengetahuan siapapun. Alvin yang melihat ada yang aneh dengan Rayhan pun curiga, dia pun mengikuti Rayhan ke toilet. Saat hendak pergi Alvin ditahan oleh Kayla, dan Rayhan yang mengetahui Alvin mengikuti nya pun semakin panik.
Didepan toilet, ibu Rayhan telah menunggu dengan segelas air dan obat obatan Rayhan. Rayhan yang baru tiba pun langsung meminum semua obat tersebut.
"Nak, apa kau tak akan memberitahukan kepada Vira ? Tentang kondisimu ?." Tanya sang ibu
"Tidak, mah. Belum saat nya Vira tau. Aku tak ingin menjadi bebannya, biarkan aku melihat senyumannya sampai saat aku tak sanggup lagi."
"Kenapa nak ? Dia istri mu !."
"Dia memang istriku, mah. Tapi cintanya hanya untuk suami pertamanya. Apa salah nya aku menginginkan dia untuk menemani ku sampai aku tertidur untuk selamanya ?." Ujar Rayhan sembari tersenyum.
"Semoga kau bahagia, nak. Dengan keputusan mu."
Mereka pun kembali ke dalam acara tanpa ada yang curiga, tapi tidak dengan Gehna yang tanpa sengaja mendengar percakapan Rayhan dan bibi nya tersebut.
πΊπΊπΊπΊ
Maaf ya kalau ada hal yang kurang pas, atau apalah.
Jangan lupa like komen Favorit dan vote π
Dukung author di sistem rangking dengan vote pake poin / koin π€
1 poin \= 1 vote
1 koin \= 1 vote
Terimakasih salam sayang dari author
ΰ€ΰ€Ήΰ€¨ΰ€Ύ
(Ratna)
__ADS_1