Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
111. Kennan Tita Satu Kelaskah??


__ADS_3

Kennan membalikkan tubuhnya meninggalkan papan pengumuman tanpa mengajak teman - temannya.


Masih dengan kedua tangan yang berada di saku celana seragam, Kennan melangkahkan kaki lebar meninggalkan tempat itu dengan hati yang memanas.


Berkali - kali membuang nafasnya dengan kasar. Entahlah....setelah mendapati kenyataan bahwa Tita berada dalam kelas yang sama dengan Irsyad yang notabene mencintai isterinya tersebut, Kennan tak bisa menahan emosi.


Apalagi dengan melihat Tita yang sedang asyik bercerita dengan senyum sangat bahagia membuat hatinya terpercik rasa cemburu.


Belum habis rasa khawatirnya pada kedekatan Tita dengan si ketos Andra, eh malah Tita satu kelas dengan Irsyad yang mana secara jelas teman satu tim basketnya itu telah secara gamblang ingin merebut Tita darinya.


Ah....sepertinya Kennan harus banyak menahan emosi selamat satu tahun ke depan.....


Di antara keempat pemain geng basket intinya kenapa harus Irsyad yang berada dalam satu kelas dengan Tita, padahal ada Aldi, Bima atau Arya. Atau dirinya lah yang seharusnya sekelas dengan Tita, agar bisa menjaga dan mengawasi gadis yang telah menguasai hatinya sekarang.


Meskipun Irsyad sudah mengetahui status Kennan dan Tita adalah pasangan yang sudah menikah, namun dirinya masih merasa cemas dengan ancaman Irsyad yang akan merebut Tita dari dirinya. Apalagi Irsyad berucap dengan sungguh - sungguh.


Huuhh...


Lagi Kennan menghembuskan nafas dengan kesal.


"Kenn....Kennan...!!!"


"Wooyyy....mau kemana lo.... sialan lo pergi gak ngajak kita nj*ng", Aldi berteriak pada Kennan yang telah menjauh dari papan pengumuman, diiringi tatapan bingung dari duo kembar Arya dan Bima.


Tita yang mendengar nama Kennan disebut, menolehkan pandangannya pada sisi papan pengumuman yang tadi sempat di belakanginya karena asyik berbincang dengan Hani sahabatnya.


Kening Tita berkerut mendapati tubuh Kennan yang terlihat tergesa meninggalkan tempat papan pengumuman.


"Abang kenapa ya...kek aneh gitu...", tanya Tita dalam hati.


"Ada apa....?", Hani.


Tita mengalihkan pandangan dari menatap punggung Kennan yang semakin menjauh. Lalu menggedikkan bahu dan menggandeng tangan Hani untuk segera beranjak pergi dari sana.


...🍭🍭🍭🍭...


Kennan bergegas menuju kelas XII IPA 5 setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi, dimana Irsyad dan Tita berada di kelas yang sama. Tak sabar rasanya hati Kennan untuk memperingati Irsyad agar menjaga jaraknya dengan Tita.


Dengan melongokkan kepalanya, Kennan memindai isi kelas tersebut namun zonk. Hanya beberapa gelintir anak yang masih berada di dalam kelas, sedangkan Irsyad dan Tita sudah tidak terlihat batang hidungnya.


Seorang anak lelaki yang mengenal Kennan bertanya, "Ngapain Ken?"


Kennan memijit pelipisnya pelan, "Itu ehm....Irsyad sudah pulang?"


"Sudah dari tadi", jawab anak lelaki yang pernah berada di kelas yang sama dengan Kennan saat duduk di kelas IX itu.


"Oh gitu ya....tanks Dab...gue duluan...", Kennan mengangkat tangannya lalu memutar tubuhnya untuk menuju tempat parkir sekolah.


"Woke", sahut anak lelaki itu sedikit terdengar di gendang telinga Kennan.


Setelah sampai di parkiran sekolah Kennan segera memasuki mobilnya kemudian memutar ponselnya berulang, terlihat sedang berfikir dan menimbang sesuatu di benaknya.


Beberapa saat kemudian Kennan memutuskan membuka aplikasi chat pada ponselnya, kemudian terlihat mengetik pada ponsel berlogo apel tergigit tersebut.


Kenn


Jaga jarak lo sama Tita....


Meski elo sekelas sama dia, bukan berarti elo bisa seenaknya deketin dia.


Elo harus inget kalo Tita udah bersuami dan suaminya itu gue......!!!!


Kennan mengirimkan chat peringatan pada Irsyad teman geng basketnya. Namun sudah lima menit Kennan menunggu tidak ada tanda kalau Irsyad membalas ataupun membuka chat darinya.


Kennan mengeram kesal. Bahkan kini sudah lebih dari sepuluh menit dirinya duduk di dalam mobil. Kennan belum juga menyalakan mobil untuk meninggalkan parkiran sekolah.


"Arrrrggghhhh shit", Kennan kesal sambil mengacak rambutnya kasar, kemudian menelungkupkan kepalanya pada kemudi mobil untuk meredam emosi yang menguasainya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berhasil meredam kekesalannya, akhirnya Kennan menjalankan Honda HRV nya untuk keluar dari sekolah. Menghampiri Tita yang pastinya sudah menunggu lama di depan minimarket seperti biasa.


Drrt....drrt...


Kennan meraih ponselnya yang bergetar di atas dasbord mobil. Segera membuka aplikasi berlogo hijau tersebut. Setelah Kennan melihat notif chat dari Irsyad, dia segera membuka untuk mengetahui balasan dari Irsyad.


Pak Ustad


Walau elo suaminya....gue gak takut.....


Kita lihat Tita lebih memilih siapa......


Hati tak akan salah memilih untuk bersandar pada siapa yang mampu membuatnya nyaman.....!!!!!


Setelah membaca chat dari Irsyad, Kennan kembali mengeram kesal hingga membuat raut wajahnya memerah.


Kenn


Lo nantangin gue??!!


Pak Ustad


Y....


Kenapa....


Elo pikir gue takut sama Lo....


Kenn


Gue sama Tita udah nikah, bukan pacaran


Pak Ustad


Terus???


Kenn


Pak Ustad


Kalo gue gak mau... Mau apa lo...


Elo takut Tita milih gue kan!!!


Kenn


Ngapain gue takut sama lo, Tita gak bakalan mau sama lo!!!


Pak Ustad


Kita buktiin....


Elo pikir Tita cinta sama cowok kaku kek elo...


Mendingan gue kemana - mana...


"Sialan lo Syad!!". Geram Kennan, memilih mengakhiri chatnya dengan Irsyad sebelum hatinya terbakar emosi melihat balasan chat Irsyad.


Lalu melempar ponsel ke atas dasbor mobil asal, kemudian tanpa sadar mengumpat dan memukul kemudi mobilnya cukup keras hingga membuat Tita yang baru saja memasuki mobil menoleh ke arahnya.


"Abang kenapa...?!", Tita bertanya keheranan sambil menyelidik raut muka Kennan yang terlihat amat sangat kesal.


Kennan terjengit kaget mendengar pertanyaan dari isterinya. Lalu menggeleng pelan, memilih menutupi perihal yang membuatnya kesal.


Tita pun mengabaikan rasa herannya meski dalam hati masih bertanya - tanya, apalagi peristiwa kesal Kennan saat di depan papan pengumuman tadi pagi masih terlihat jelas di benaknya.


"Udah...?",Kennan bertanya setelah sesaat melirik Tita yang selesai memasang seatbelt nya.

__ADS_1


"Iya", sahut Tita pendek.


Hening.


Tidak ada sepatah katapun terucap dari bibir pasangan suami isteri remaja yang masih duduk di bangku SMU itu. Hanya suara deru angin pada ac mobil yang mendominasi.


"Abang ada masalah...?". Tanya Tita dengan memiringkan tubuhnya ke arah Kennan yang sedari masuk mobil saat pulang sekolah hingga sekarang hanya diam saja. Padahal sudah lebih dari separuh perjalanan mereka menuju apartemen.


Kennan yang hanya menggunakan tangan kirinya untuk menyetir sedangkan tangan kanannya ditumpukan pada pintu dengan jemari yang tak henti bergerak di depan mulut Kennan, seakan ada banyak hal yang membuatnya gelisah hanya terdiam tidak sekecappun menyahuti pertanyaan Tita.


"Bang...", ulang Tita memanggil Kennan masih dengan menatap Kennan dengan tatapan menyelidik.


Kennan tetap bergeming.


Tita menghela nafas pelan.


"Apa yang terjadi pada kulkas dua pintu di sekolah tadi...apa dia kesambet jin sekolah makanya mode kulkas dua pintunya kembali on....", tanya Tita dalam hati.


Dengan memberanikan diri Tita menyentuh bahu kiri Kennan, "Bang....Abang...."


Kennan dengan setengah terkaget menoleh, "Apa?"


"Abang kenapa?!", tanya Tita dengan hati - hati takut membuat kesalahan.


"Gue....", Kennan mengarahkan jari telunjuk ke dadanya.


Tita mengangguk.


"Gak kenapa - napa, ada apa emang....", sahut Kennan cengo.


Tita berdecak. "Ck....aneh banget sih ini orang, gak ngerasa apa kalo dari tadi dia berubah diem tidak seperti saat berangkat tadi pagi...." Tita membatin dengan menghela nafas pelan.


"Kok lo gak jawab sih....aneh...", Kennan mengerucutkan bibirnya.


"Abang yang aneh...."


"Kok gue....?!!"


"Iya....Emang Abang yang aneh. Gak ngerasa po dari tadi diem wae gak ngajakin Tita ngomong...", gerutu Tita lalu memilih beralih memandang ke arah luar jendela kaca di samping kirinya.


Kennan menghela nafas panjang.


Bingung.... ya itulah yang ada di benaknya sekarang.


Kennan bingung bagaimana caranya dia bisa mengungkapkan hal yang membuatnya gelisah saat ini.


Berbagai bayangan Irsyad yang dapat dengan leluasa mendekati Tita berkelebat di pelupuk mata Kennan, hingga membuatnya tanpa sadar mengeram kesal.


Setelah beberapa saat berlalu.


"Elo senengkan bisa satu kelas sama Irsyad....", pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Kennan .


"Hah", Tita menoleh kaget dengan dahi yang berkerut.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀

__ADS_1


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2