Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Harapan memiliki buah hati


__ADS_3

Mohon maaf bila masih banyak typo πŸ™πŸ™.


Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


🌺🌺🌺


Sudah beberapa hari ini aku membujuk Alvin untuk mau berpisah, tapi tetap saja ia tidak mau. Malah ia mengabaikan ku. Katanya silakan saja aku menggugat cerainya, ia tinggal menolak saja. Katanya gugatan ku juga tak akan diterima karena alasan nya tidak kuat. Hanya karena tidak mencintai ? Banyak yang bertahan tanpa cinta. Kecuali Alvin melakukan kekerasan atau penipuan, baru bisa dilakukan proses perceraian walau Alvin menolaknya.


Ya Tuhan, kenapa semua jadi rumit seperti ini. Apa yang harus ku lakukan ? Apa aku pergi saja, tiba-tiba menghilang gitu ? Ahhh, tidak taulah. Semua ini sungguh benar benar membuatku frustasi.


Aku memang bukan tipe orang yang cepat menyerah. Kebetulan hari ini Alvin libur, jadi ku gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk membujuk Alvin agar mau bercerai. Aku keluar kamar, berjalan ke arah kamar Alvin. Aku hendak mengetuk pintu, tapi pintu terbuka lebih dulu memperhatikan seorang Alvin.


Baru saja ingin bicara, Alvin sudah menutup pintu. Aku mendengus kesal. Issh nih orang nyebelin banget. Belum juga ngomong udah main tutup pintu aja 😠. Kali ini aku tidak boleh terlalu lemah. Aku tunggu saja Alvin keluar. Sudah 1½ jam, ia belum juga keluar. Kaki ku capek, rasanya kakiku minta di istirahat kan. Aku duduk bersandar di tembok tepat di sebelah pintu kamar alvin.


Perlahan ku buka mata ini, menatap sekeliling yang ternyata adalah kamar ku. Pasti tadi aku ketiduran dan Alvin yang membawa ku kesini. Aku langsung bangun berniat menemui Alvin lagi. Ketika baru beberapa langkah tiba-tiba mataku gelap dan hampir saja terjatuh kalau saja Alvin tidak sigap menopang tubuhku. Alvin membantu ku berjalan sampai aku terduduk ditepi ranjang.


Ketika Alvin hendak pergi, aku menggapai tangannya, menggenggamnya erat agar Alvin tidak pergi. Alvin duduk di sebelahku dengan posisi menghadap kearah ku, aku pun melakukan hal yang sama.


"Cukup, Vi !." Ujar Alvin dengan tatapan dalam.


"Kenapa mas tidak mau berpisah sekarang ? Sekarang atau 1 tahun lagi hasilnya tetap saja sama."

__ADS_1


"Sama memang belum bisa mencintai mu. Tapi satu hal yang perlu kamu tau, kalau saya tidak bisa kehilangan mu."


"Kenapa, mas tidak bisa kehilangan ku ? Kalau mas saja tidak mencintai ku... jangan buat ku bingung, mas."


"Mungkin karena saya sudah nyaman dan terbiasa dengan kehadiran kamu. Tidak bisakah kamu bertahan ? Saya akan belajar mencintaimu."


Terselip rasa bahagia dalam hati. Tapi tetap saja aku takut jika Alvin tidak akan menepati janjinya. Keputusan apa yang harus ku ambil ?.


Aku menghela nafas panjang. "Baiklah. Aku akan bertahan selama 1 tahun lagi."


Itulah keputusan ku. Aku memberi Alvin kesempatan. Karena aku masih begitu takut jika ucapan Alvin hanya sebuah ucapan, aku akan berusaha untuk mempertahankan hatiku. Jangan sampai aku jatuh cinta.


🌺🌺🌺


"Nanti saya mau punya anak 3."


Aku menoleh dengan ekspresi datar. "Kayak kekasih kamu mau saja, mas. Palingan juga dia cuma mau 1." Lalu terkekeh, pelan.


Alvin menghentikan langkahnya, sehingga aku pun ikut berhenti. Kan tangan kaki masih menyatu.


"Kenapa kamu bisa berpikir saya mau punya anak dengan kekasih saya ?." Sembari menatapku.

__ADS_1


"Ya kan mas sendiri yang pernah bilang ingin menikah dengan nya."


Alvin hanya tak berkata apapun lagi. Kami melanjutkan jalan lagi. Kenapa Alvin bertanya seperti itu ? Bukankah semuanya sudah jelas jika ia begitu ingin menikah dengan kekasihnya. Jangan pernah bilang, ucapannya soal anak itu tertuju padaku. Jangan.


Dahi ku mengernyit, ketika Alvin membawaku ke toko perlengkapan bayi. Ketika ku tanya untuk apa kesini, katanya cuma mau lihat lihat saja, aneh. Aku dan Alvin berpisah. Aku yang sedang melihat baju bayi, Alvin yang asyik melihat tempat tidur bayi. Ini semua benar benar membuatku binggu. Aku berjalan menghampiri Alvin.


"Mas !." panggil ku.


Alvin menoleh. "kenapa ?."


"Sebenarnya ada apa ?."


"Tidak ada apa apa, Vi."


"Apa kekasih mu sedang hamil... anak mu ?."


Alvin terdiam. Ku mohon jawab tidak, mas. Baru saja aku memilih memberimu kesempatan. Tapi jika dilihat dari wajah yang antusias melihat perlengkapan bayi, aku jadi yakin ada hal yang ia sembunyikan. Aku tidak hamil. Itu berarti kemungkinan terbesar ada pada kekasihnya yang di Amerika. Tapi kapan Alvin melakukan itu ? Selama 1 tahun ini ia tidak pernah pergi perjalanan bisnis ke Amerika, atau Alvin diam diam pernah berbohong.


🌺🌺🌺🌺


Terimakasih atas dukungannya.πŸ™πŸ™

__ADS_1


Terus dukung author dengan kalian like dan komen ya. πŸ€—πŸ€—


#Kalau author kuat akan update 1 episode lagi.😌


__ADS_2