Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
kecelakaan.


__ADS_3

Azka terbangun dari tidurnya kala mendengar Rafa menangis,dia menghangatkan asi yang sudah di siapkan oleh Dita di dalam botol. bayinya ini sekarang terlihat lebih berisi dan berat badanya naik secara bertahap.


Azka memberikan asi kepada Rafa sambil menggendongnya.


"mas..." panggil Dita saat terbangun dan melihat Azka tengah memberikan susu kepada Rafa dan juga menepuk pelan pantat Rafa agar tertidur lagi.


"mas,kok gak bangunin aku sih?" Dita mendudukkan dirinya.


"gak apa-apa sayang,pasti kamu capek." jawab Azka dengan tersenyum lembut.


"tapi kan besok kamu kerja mas." ucap Dita


"besok kan hari Minggu,jadi mas libur."


"oh...sebentar lagi subuh mas,Dita mau bersih-bersih dulu." ucap Dita beranjak dari tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,dia melilitkan selimut ke tubuhnya dan segera berjalan ke kamar mandi.


setelah yakin Rafa tenang dan kembali tidur,Azka menaruhnya di box bayi dan segera menyusul Dita ke kamar mandi.


aaaa....


Dita terkejut kala saat sedang membuka selimutnya yang membelit tubuhnya,ia berusaha menutupi tubuhnya.


"apa yang kamu tutupi dek,aku bahkan sudah sering melihatnya." ucap Azka menggoda,ia berjalan mendekati Dita dan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya.


"aku malu mas,tubuhku berubah habis melahirkan." ucap Dita yang masih berusaha menutupi tubuhnya dengan tanganya.


Azka membawa Dita ke depan cermin lalu memeluk tubuh berisi Dita,


"iya berubah ****,dan ini semakin besar." ucap Azka sambil menggenggam da da Dita yang berubah tampak lebih besar,dan mengendus leher Dita,tanganya bermain dengan nakal di bagian da da Dita memilin dan bahkan mencubitnya karena gemas.


"mas,geli ih...." Dita mencoba melepas tangan Azka,bukanya melepas Azka malah semakin menggodanya.


"aku menyukai apapun yang ada di dirimu,jadi jangan pernah malu dengan perubahan tubuh mu dek." Azka membalikkan badan Dita dan meraup bibir yang sudah menjadi favoritnya itu. mereka kembali mengulangi mengejar ke nik matan,seolah tak akan puas jika melakukanya hanya sekali.


🌷🌷🌷


Azka dan Dita pergi jalan-jalan pagi membawa rafa ke taman dekat perumahan mereka.

__ADS_1


Dita dan Azka menikmati suasana pagi yang terlihat menyegarkan cahaya matahari yang cukup bagus untuk tubuh tak dia sia-siakanya untuk menikmatinya.


dan tanpa mereka sadari Stella sedari tadi mengawasi dan mengikuti. tanganya terkepal menahan amarah karena melihat kemesraan dan kebahagiaan mereka berdua.


Stella terus mengawasi hingga sosok Azka pergi meninggalkan Dita entah kemana.


"mas kayaknya aku mau roti goreng sama susu kedelai itu deh mas." Dita menunjuk pada pedagang roti goreng dan di sebelahnya terdapat penjual susu kedelai, Azka melihat kemana arah jari Dita menunjuk. ia menoleh ke arah sang istri dan tersenyum tanganya terulur mengelus puncak rambutnya.


"baiklah mas belikan,kamu tunggu disini ya."


setelah mendapat anggukan dari Dita Azka berlari kecil menuju pedagang yang di maksud oleh Dita,dan hal ini tak di lewatkan oleh Stella melihat Azka menjauh dari istrinya Stella berjalan mendekati Dita dengan langkah lebar.


Dita tersentak kaget kala merasakan ada benda tajam menodong tepat di belakang pinggangnya.


"hai...kelihatanya hidupmu bahagia ya?tapi sayang aku takkan membiarkan hal itu berlangsung lama." Stella berucap sambil menodong pi sau tepat di pinggang Dita.


dan Dita terkejut kala mendengar suara yang tak asing baginya,dan dia sangat tahu betul siapa pemilik suara itu.


"s-stella mau apa kamu?" tanya Dita ketakutan Kala Stella semakin menekan pi sau itu.


"jangan,jangan sakiti Rafa. baiklah aku akan mengikutimu."


mau tidak mau Dita mengangguk dan mengikuti kemana Stella membawanya.


"dek..." Abi yang baru saja datang dan ingin menghampiri adiknya,di buat heran karena adiknya bersama dengan wanita yang tak dia kenali,setelah dia mendekat betapa terkejutnya dia saat yang ada di samping adiknya itu adalah Stella mantan dari Azka bahkan sekarang dia menjadi buronan polisi karena kasusnya yang terlibat dengan Reyhan.


Stella yang panik langsung mengarahkan pi saunya ke lehernya.


"jangan mendekat,kalau kau tidak ingin dia terluka."


Abi menghentikan langkahnya,dan membiarkan Stella membawa Dita,dia harus bersikap tenang jika tidak ingin adiknya maupun keponakanya terluka.


Azka yang melihat dari kejauhan dan sangat tahu kalau wanita yang sedang bersama istrinya adalah Stella langsung berlari mengabaikan pedagang yang sedang menyodorkan pesananya.


degh...


jantung Azka serasa mau copot saat melihat stella menekan pisau di leher Dita hingga melukai leher istrinya dan mengeluarkan cairan kental yang berwarna merah.

__ADS_1


"lepaskan dia." sentak Azka saat dia sudah dekat dengan mereka.


"jangan mendekat,..." ancam Stella semakin menekan pi sau yang ada di leher Dita hingga Dita meringis menahan sakit.


Azka mengepalkan kedua tanganya dan perlahan mundur memberi jalan kepada Stella.


Stella menyuruh Dita masuk ke dalam mobilnya dan di susul oleh Stella lalu ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan dua orang lelaki yang tengah mengkhawatirkan tawananya.


"Abi tolong bawa Rafa pulang dan telpon polisi,aku akan mengejar mereka,agar tak kehilangan jejak."


Abi mengangguk dan menelpon polisi,lalu setelah itu ia membawa Rafa pulang,dan sementara Azka menaiki taxi untuk mengejar mobil Stella.


sementara itu di dalam mobil Dita terlihat begitu tenang,dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi terhadapnya.


"sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku Stella?jika kamu ingin membubuhku kenapa tak langsung kau tusuk saja aku." Dita yakin kalau Stella tak sungguh-sungguh ingin membunuhnya,jika ia ingin pasti sudah sedari tadi Stella menu suknya.


"aku tak menginginkan nyawamu yang aku inginkan hanya ingin membuatmu menderita,karena kamu sudah merebut Azka dariku."


Dita terdiam sejenak, dan Stella mengumpat karena lampu merah yang mengharuskan menghambat perjalanannya.


"maafkan aku Stella,aku tak bermaksud untuk merebut mas Azka darimu tetapi takdir yang sudah mempertemukan ku denganya.lagi pula jika kau menyingkirkanku aku yakin mas Azka takkan mau kembali denganmu setelah apa yang kau lakukan saat ini."


Stella yang sedang menyetir menjadi tidak fokus karena mendengar ucapan Dita,hingga membuat mobilnya hilang kendali dan berguling-guling.


Dita sama sekali tak berani membuka matanya saat merasakan tubuhnya terasa berguling kesamping kedepan kebelakang dan akhirnya mobil berhenti bergerak ia masih tak berani membuka matanya.


ia hanya bisa berdoa dalam hati untuk keselamatanya,


"ya Allah apakah aku selamat?atau aku sudah pergi dari dunia ini?" gumam hatinya.


dan saat ia merasakan tubuhnya melayang dan mendarat di tempat yang empuk,barulah ia berani untuk membuka matanya,saat membuka mata Dita dapat melihat sorot kekawatiran di dalamnya,


"mas..." panggil Dita saat menyadari sosok yang ada di depanya.


Azka langsung memeluk erat Dita,ia lega karena istrinya baik-baik saja.jantungnya hampir saja berhenti berdetak saat melihat mobil Stella menabrak pembatas jalan dan berguling-guling,ia takut kalau terjadi sesuatu pada istri kecilnya itu.


"dek...syukurlah kamu selamat." tak bisa ia bayangkan kalau terjadi sesuatu dengan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2