Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Kebenaran dan kebodohan


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺


Arnav dan Kayla yang telah menemukan bukti ketidak bersalah nya Vira, bergegas pulang untuk menghentikan Alvin melakukan kesalahan.


"Mas, ku harap kita belum terlambat." Ujar Kayla


"Iya, aku tak ingin Vira bersedih. Cukup dia menangis dan menderita."


Arnav memacu mobil nya dengan kecepatan tinggi, tak lama kemudian. Mobil Arnav memasuki rumah yang ditinggali keluarga Pandey di Indonesia.


"Assalamu'alaikum." Ujar Arnav dan Kayla.


Dilihat sang mama yang menangis, membuat Kayla panik. Kayla pun langsung berlari kearah sang mama terduduk.


"Mah, kenapa ? Kenapa mama menangis ?" Tanya Kayla.


"Vira... Kay.. Hiks....hiks Vira"


"Kenapa sama kak Vira mah ?"


"Vira hiks... dia meninggal kan rumah ini ! Alvin menjatuhkan talak 3 pada nya."


JDRRRR.....


"Apa maksud nama ?" Tanya Arnav


"Dia telah menjatuhkan talak 3 pada Vira, hiks...."


"ALVIN....... KELUAR KAU ....." Teriak Arnav


Alvin yang mendengar namanya di panggil segera keluar dari kamarnya. Dan turun kelantai bawah.


"Kenapa kau teriak teriak ? Pingin bikin kuping orang tuli apa ?." Ujar Alvin


"Sialan kau, b*j**g*n kau !" Ujar Arnav sembari memukul Alvin.


"Aww, sialan " Teriak Alvin kesakitan saat menerima tinju dari Arnav dan langsung membalas tinju dari Arnav.


Mereka berdua pun berkelahi sengit, dan tiba" Kayla menghentikan perkelahian mereka.


"Hentikan !! Apa ini saat nya kalian berkelahi ?! Saat ini kita harus mencari kak Vira !!" Ujar Kayla


"Dan kau kak, kau telah jatuh ke perangkap Lutfia ! Dia yang membuat nenek terluka ! Bukan kak Vira !!" Lanjut Kayla sembari menunjuk ke arah alvin


"Apa !!! Apa maksud mu kay ! Jangan berbohong !!"

__ADS_1


"Kau tak percaya ?! Baiklah lihat bukti yang aku dan mas Arnav temukan di tempat kejadian !" Sembari menyerahkan flashdisk yang berisi rekaman cctv mall tersebut.


Mereka pun bersama-sama melihat rekaman itu, bertapa hancur nya Alvin bahwa dia telah salah besar kepada Vira. Sekali lagi dia menyakitinya.


"Puas ? Selamat kau telah menyia-nyiakan kesempatan yang Vira berikan padamu." Ucap Arnav dengan sinis.


"Maaf....Aku salah...Maaf .." Gumam Alvin


"Sudah berapa lama Vira meninggalkan rumah ini mah ?" Tanya Arnav pada mama yang masih menangis setelah mengetahui kenyataan.


"Sudah 2 jam lebih , nak."


Tiba-tiba Alvin berdiri dan segera naik ke kamarnya untuk mengambil kunci mobil. Saat hendak keluar rumah Arnav bertanya.


"Mau kemana kau ?"


"Aku akan mencari Vira dan anak ku." ucap alvin


"Terlambat ! Meski kau berhasil menemuinya, aku akan membawanya pergi jauh dari mu."


"Tidak!!! Kau tidak bisa membawanya pergi dari ku ! Vira milik ku."


"Kau lupa ? Beberapa jam lalu kau telah menjatuhkan talak padanya !"


Brukkk.....


Alvin yang mendengar ucapan Arnav, tersungkur tak berdaya dilantai. Ucapan Arnav bagai bumerang bagi nya, benar apa hak ku, siapa aku sekarang ? Hahahaha bodohnya aku .


🌺🌺🌺🌺


Lutfia sengaja mengikuti Vira agar ia mempunyai kesempatan untuk mencelakakan Vira. Saat jalanan sudah sepi, ia sengaja menyalakan lampu mobilnya, dan menabrak Vira.


Vira, yang mendengar suara klakson mobil dari arah belakang pun segera menengok ke belakang. Karena silau dari lampu mobil membuat Vira tak melihat orang yang mengendarai mobil tersebut. Mobil terus melaju dan menabrak dirinya. Pandangan Vira semakin gelap dan suram, tak lama Vira kehilangan kesadaran nya sepenuhnya.


Saat tersadar Vira melihat dinding putih dan aroma obat yang kuat.


"Ternyata aku ada dirumah sakit." Pikir Vira


Tapi.... Siapa yang membawa ku kerumah sakit ? Kalau dilihat dari ruangan ini, sangat mahal. Dia pasti orang baik.


Kembali ke Alvin dan keluarganya. Mereka terus mencari keberadaan Vira. Begitupun Arnav, ia hanya menemukan koper dan tas yang Vira bawa. Tanpa tau dimana keberadaan adiknya.


"Vi... dimana kamu, semoga kamu dan anak mu baik baik saja." batin Arnav


Kembali ke Vira, tak lama seorang suster masuk untuk memeriksa keadaan Vira. Suster tersebut kaget melihat Vira yang sudah sadar, segera ia memanggil dokter dan orang yang membawa Vira kerumah sakit ini.


Tak butuh waktu lama, dokter dan seorang pria masuk kedalam kamar rawat Vira dengan panik.

__ADS_1


"Apa ada yang sakit ?." Tanya pria itu. Sementara itu,dokter sedang memeriksa keadaan Vira.


"Tidak, terimakasih tuan sudah menyelamatkan saya dan anak sa..." ucap Vira sembari memegangi perutnya, ia merasakan ada yang salah dengan perutnya. Kenapa perutnya rata ? Dimana anak nya ?.


"Dok, kenapa perut saya rata ? Dimana anak saya ?! Dimana dok !." Tanya Vira dengan sedikit teriak.


"Maaf Nona, anda mengalami keguguran."


JDERRRR......


"Hahahaha..... Anak ku pun direnggut dari ku... Kenapa kau sangat kejam padaku tuhan.." Teriak Vira. Tanpa sadar air mata pun keluar tanpa diminta.


"Ini semua salah mu alvin !!! Andai kau percaya padaku, mungkin anak kita masih ada bersama kita.... hiks..." Racau Vira.


Vira terus menangis, hingga dia lelah dan air matanya pun mengering. Berasa sudah cukup tenang, pria itu mendekati Vira dan mulai memperkenalkan diri nya.


"Perkenalkan nama saya Rayhan Gupta. Maaf, jika saya lebih cepat membawa nyonya kerumah sakit... mungkin bayi nyonya bisa selamat." Ujar Rayhan


"Tidak, tuan. Memang bukan takdir anak itu terlahir di rahim ku. Terimakasih telah membawa saya ke rumah sakit."


"Kalau boleh tau, siapa nama nyonya ? Dan dimana keluarga nyonya ? Biar saya bisa menghubungi suami dan keluarga nyonya."


"Nama saya Alvira, tuan bisa memanggil saya Vira. Tanpa embel-embel nyonya, saya rasa umur kita tidak beda jauh. Tidak perlu menghubungi suami saya, kami telah bercerai."


"Oh, maaf Vira. Baiklah kau juga jangan panggil aku tuan, panggil namaku saja Rayhan." Ujar Rayhan sembari tersenyum.


🌺🌺🌺


Sudah 3 hari Vira dirawat dirumah sakit tersebut, kini Vira sudah di ijinkan untuk keluar dari rumah sakit.


"Vira, apa rencana mu setelah keluar rumah sakit ? Apa kau punya tujuan ?." Tanya Rayhan


"Aku juga tidak tau, Ray. Aku terlalu sakit untuk kembali ke dalam keluarga itu..."


"Sudah hentikan, tak perlu bahas orang-orang yang telah menyakiti mu. Bagaimana kalau kau ikut denganku, tinggal di Bali ?."


"Bali ? Aku tak ingin merepotkan mu lagi, Ray."


"Kau bisa berkerja di salah satu restoran ku disana, Vi. Jika kau tak ingin merepotkan ku. Setidaknya, aku tidak perlu cemas."


"Baiklah, terimakasih atas bantuannya." Sembari tersenyum ke Rayhan.


Ditempat lain, Alvin masih frustasi mencari keberadaan Vira. Rasa yang kini ia rasakan lebih dari saat Vira hilang dulu. Saat ini dia hanya berharap bahwa Vira bisa memanfaatkan nya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Yeyyy sekian dulu ya .......

__ADS_1


Ada yang mau saran lagi ?


Kasih tau author ya 🀭


__ADS_2