Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
#65


__ADS_3

Azka terkejut ketika melihat mamanya berdiri sambil tersenyum dan memamerkan kantong kresek yang ia bawa.


"mama ngapain kesini? ini tengah malam loh ma." tanya Azka kepada mamanya.


"mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dita,dan tadi mama tidak senagaja bertemu dengan kurir di depan katanya kamu pesan ini jadi mama bawa sekalian." ucap Irina sembari berjalan menuju dapur dan menyiapkan makanan yang ia bawa.


"Dita pasti sedang ngidam kan?kebetulan mama juga bawa beberapa camilan untuknya ibu hamil biasanya akan lebih suka ngemil." ungkap sang mama.


"pesananya sudah datang ya mas,kok gak pa...."ucapan Dita terhenti kala melihat sosok yang ia takuti sedang berada di dapur tengah menyiapkan makanan.


Irina yang mendengar suara Dita langsung menoleh ke asal suara dan berjalan ke arahnya.


"sayang...akhirnya mama ketemu sama kamu..." ucap Irina langsung memeluk tubuh Dita.


Dita yangbdi peluk secara mendadak sontak menegang,dia hanya diam tak membalas pelukan dari Irina.


Irina yang merasa Dita tak membalas pelukannya lalu melepaskan pelukanya dan menatap Dita lekat. Irina mengambil tangan Dita dan menggenggamnya erat,


"mama tahu kalau mama tidak pantas di maafkan,tetapi beri mama kesempatan untuk memperbaikinya." Irina memohon dengan sangat kepada menantunya itu.


Dita membalas tatapan Irina,lalu mengusap air mata Irina yang telah jatuh meluncur di kedua pipinya.


"sebelum nyonya meminta maaf saya sudah memaafkan anda nyonya,saya juga meminta maaf karena masih belum berani menemui anda." ucap Dita.


"tidak...tidak...tolong jangan panggil aku nyonya,panggil aku mama,tolong anggap aku sebagai mama kamu ya nak. ijinkan mama untuk menebus semua kesalahan mama terhadap kedua orang tuamu dan kesalahan mama terhadapmu. ijinkan mama menggantikan kedua orang tuamu anggaplah mama sebagai mama kamu sendiri Dita,mama mohon..." mohon Irina sambil menangis.


Dita mengangguk sambil mengeluarkan air mata bahagianya.


"tentu...tentu ma,Dita akan menganggap mama seperti orang tua Dita sendiri. terima kasih sudah mau menerima Dita sebagai anak mama." ucap Dita sembari menangis haru.


"tidak seharusnya mama yang berterima kasih karena kamu sudah mau kembali dengan Azka dan memberi kami kesempatan untuk memperbaiki semuanya."


Dita mengangguk,dia sangat bahagia karena mama mertuanya akhirnya mau membuka hatinya untuk menerima dirinya,Dita memeluk erat mertuanya sejujurnya dia sangat merindukan pelukan seorang Ibu dan kali ini dia dapatkan dari Irina.


mereka berpelukan melepas rasa rindu mereka,Irina sangat merindukan Dita,begitu sebaliknya meskipun sikap Irina tak baik terhadapnya tetapi Dita menyayangi Irina dan ia juga merindukan mama mertuanya itu.

__ADS_1


"hei...apa kalian ingin berpelukan terus,ayo makan nasi gorengnya sebelum dingin." ucap Azka membuat keduanya melepas pelukan mereka dan tersenyum lalu mengangguk.


mereka berjalan ke arah meja makan dan Mai memakan nasi goreng yang sudah mereka pesan.


"Dita bagaimana kabar cucu mama ini?" ucap Irina sambil mengelus perut buncit Dita. saat ini mereka tengah bersantai di ruang keluarga.


setah menghabiskan makan malam,mereka memutuskan untuk mengobrol sebentar di ruang keluarga.


"sayang ..lebih baik kamu tidur sekarang tidak baik ibu hamil tidur malam-malam." perintah Irina lembut.


"iya ma,kalau begitu Dita masuk kamar dulu ya." pamit Dita lalu mencium pipi Irina,Azka sudah sigap berdiri untuk membantu sang istri untuk menuju kamar.


"ma,Azka tidur dulu ya selamat malam ma." pamit Azka lalu membawa Dita untuk ke kemar mereka.


Irina menatap kepergian anak dan menantunya sambil tersenyum,


"mudah-mudahan tak ada lagi yang mengganggu hubungan kalian,semoga kalian selalu bahagia." doa Irina dengan tulus.


setelah memastikan Azka dan Dita sudah kembali ke kamarnya,Irina memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya di kamar tamu.


sebenarnya Irina menyarankan agar Dita dan Azka tinggal di rumahnya tetapi Azka menolaknya dan memberi penjelasan serta memberitahu syarat dari Abi.


πŸ₯€πŸ₯€


pagi hari Dita terbangun seperti biasa,dia berjalan keluar kamar dan ingin menuju dapur


"bau masakan?siapa yang masak?" gumam Dita.


"mama..."panggil Dita saat sudah sampai di dapur,ternyata Dita lupa kalau Irina masih disini.


"hei...sudah bangun?mama Azka?"


"mas Azka masih mandi ma,mama kenapa masak biar Dita saja nanti mama capek Lo." ucap Dita sambil mendekat ke arah Irina ingin membantunya.


"eh...tidak usah,lebih baik kamu duduk saja biar mama yang mengerjakan." usir Irina.

__ADS_1


tapi Dita tak menuruti ucapan Irina dia masih tetap kekeuh membantu mama mertuanya. Irina tak dapat menolak karena Dita menggunakan cucunya " cucu mama ingin dekat dengan neneknya." Dita beralasan mau tidak mau irina menurutinya.


mereka memasak sambil berbincang-bincang, Samapi tak terasa masakan mereka sudah jadi.


berbagai menu hidangan terhidang di atas meja makan.


"waaahhh...masak banyak banget hari ini?" ucap Azka saat melihat berbagai menu makanan di atas meja makan.


"loh mas,kok belum siap?gak kerja?" tanya Dita sambil mengambilkan makanan untuk Azka.


"iya emang kamu gak kerja?" timpal Irina.


"kerja tapi nanti siang aku berangkat,tadinya mau libur tapi nanti siang ada meeting dan harus aku yang datang tidak bisa di wakilkan terpaksa aku berangkat." ungkap Azka.


mereka berdua manggut-manggut mengerti.


"mas Dita mau belanja sama mama boleh?" tanya Dita saat mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka.


"tentu saja boleh sayang,nanti biar mas antar sekalian berangkat ke kantor ucap Azka."


"bagaimana ma?" tanya Dita pada sang mama.


Irina mengangguk tersenyum dan menyodorkan segelas susu ibu hamil kepada Dita.


"mama tidak perlu repot,nanti biar Dita bikin sendiri." ucap Dita sambil menerima susu khusus untuknya.


"tidak apa-apa sayang,mama senang melakukanya." ucap Irina mengelus lembut rambut Dita.


"terima kasih ma..."


Azka melihat ke akraban istri dan mamanya merasa sangat bahagia,ini lah yang sedari dulu azka inginkan,sebenarnya mamanya ini wanita yang lembut dan penyayang tetapi karena masa lalunya mamanya itu menjadi seorang yang mudah marah dan pendendam.


Azka mengakui kalau sejak kecil mamanya sering melakukan kekerasan fisik terhadapnya bahkan sering membentaknya. tetapi pada saat dirinya jatuh sakit mamanya akan merawatnya dengan penuh kasih sayang,dan ketika dulu dirinya di tinggal oleh Shella Azka sempat depresi dan melukai dirinya sendiri tetapi mamanya tak pernah berhenti untuk menyemangatinya. oleh sebab itu Azka sangat menyayangi mamanya lebih dari dirinya sendiri.


"MAAF YA KALAU OTHOR JARANG UP,KARENA MEMANG OTHOR HARUS MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP YANG BEGITU PAHIT SEHINGGA MEMBUAT MOOD OTHOR ANJLOK.

__ADS_1


LAH...MALAJ CURHATπŸ€­πŸ€­πŸ˜…πŸ˜…


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA TERIMA KASIH SUDAH MAU MAMPIR.πŸ€—πŸ€—"


__ADS_2