Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
pergi untuk sesaat


__ADS_3

"mas...hiks...hiks..." Dita menangis dalam pelukan Azka,dia sangat merasa bersalah kepada suaminya ini karena sudah tega mengkhianatinya.


"dek,kamu kenapa?kenapa nangis,apa ada yang sakit?" tanya Azka beruntun,bahkan dia mencoba melepas pelukanya,tetapi Dita sekuat tenaga menahan agar Azka tak melepas pelukanya.


"jangan,jangan di lepas aku mohon ijinkan aku memelukmu sepuasku." gumam Dita lirih,


tak ada pilihan lain untuk Azka selain menuruti sang istri,ingin sekali ia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tetapi melihat Dita yang menangis jadi dia membiarkan Dita menangis dalam pelukanya dan membiarkan agar istrinya lebih tenang


"dek...ya ampun,kamu kemana aja dek?mas..." Azka menghentikan ucapan Abi dengan isyarat,Abi yang mengerti dengan isyarat Azka langsung mengerti dan tak bertanya apa-apa lagi.


Abi menghela nafas dalam,lalu menggangguk meninggalkan kedua pasangan suami istri itu.


Azka membawa Dita dalam gendongannya dan membawanya ke kakamr mereka. Dita tak menolak kala Azka menggendongnya dan membawanya ke kamar mereka.


"bagaimana apa sudah mendingan?" tanya Azka saat Dita sudah mulai tenang dan melepas pelukanya.


Dita menunduk tak berani menatap Azka,lalu menggangguk ragu.


"bagaimana?apa sudah siap buat cerita sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Azka lembut,tanganya menghapus sisa air mata di wajah istrinya itu.


"m-mas,kalau aku cerita apa mas akan percaya sama aku?" tanya Dita ragu,masih tak berani menatap Azka.


Azka tersenyum dan mengangkat dagu istrinya, "tentu aku akan percaya padamu dek,aku yakin kamu tidak akan pernah membohongi mas."


Ting...


saat Dita akan membuka mulutnya,terdengar suara notifikasi pesan dari ponsel Azka,tetapi dia membiarkan ponselnya berbunyi dan kembali fokus kepada istrinya.


Dita menatap Azka dengan pandangan bersalah dan memohon.


"aku akan ceritakan semuanya mas,tapi mas harus janji untuk tetap percaya padaku dan jangan pernah tinggalin aku." ucap Dita sedih.

__ADS_1


Azka semakin dibuat pernasaran dengan apa yang terjadi dengan Dita,Azka mengambil tangan Dita untuk dia genggam,


"mas janji dek,apapun yang terjadi mas tidak akan marah dan akan percaya padamu,dan mas tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi." ucap Azka yakin dan mencium tangan istrinya itu.


Dita menarik nafasnya dalam dan mengeluarkan secara perlahan,dia mengulanginya sampai beberapa kali,untuk mengurangi rasa sesak di dadanya.


setelah merasa siap Dita mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang ia tutupi.


Dita memberanikan diri menatap Azka,yang sedari tadi diam tak bereaksi saat dirinya menceritakan semuanya.


Dita merasa takut kala melihat kilat kemarahan di mata sang suami,kedua tangan Azka mengepal gigi-giginya gemlutuk menahan amarah.


"m-mas,mas percaya kan sama aku?" dengan takut Dita mencoba bertanya.


tanpa menjawab sepatah katapun Azka,menurunkan Dita dari pangkuannya. dia segera mengambil ponselnya,dia teringat dengan pesan masuk yang belum ia buka.


amarahnya semakin memuncak saat melihat foto-foto mesra Dita bersama lelaki lain. dan Azka sangat tahu betul siapa lelaki itu.


"bre Ng sek..." Azka mengumpat,dia menatap istrinya yang juga tengah menatapnya,dia bisa melihat istrinya yang begitu ketakutan.


"tunggu mas,mas akan menyelesaikannya." ucap Azka lembut dan segera meninggalkan Dita tanpa mendengar jawaban Dita.


"apakah kamu akan meninggalkanku mas?tapi aku yakin semalam tidak terjadi apa-apa,tolong percaya sama aku." gumam Dita tangisnya kembali pecah karena Azka pergi meninggalkanya,dia mengira kalau suaminya itu tidak mempercayainya dan sekarang marah besar terhadapnya.


"dek..." Abi memanggil sambil menggendong Rafa,


"dek,kamu kenapa?kamu susui dulu Rafa ya,setelah itu cerita sama kakak oke." ucap Abi membujuk Dita.


Dita menghapus kasar air matanya,dan segera mengambil Rafa dari gendongan Abi lalu menciuminya. sungguh ia tak tega jika Rafa harus kehilangan kasih sayang ayahnya akibat kebodohanya,Dita menyusui Rafa sambil menangis.


"maafin mama sayang,doakan hubungan mama dan papa akan baik-baik saja." ucap Dita lirih yang masih bisa di dengar Abi.

__ADS_1


memang tadi sempat berpapasan dengan Azka,dia bisa melihat kilat kemarahan dari wajah adik iparnya itu,ia menghentikan langkah Azka dan bertanya apa yang terjadi.


"nanti aku akan menceritakan semuanya,sekarang aku harus menemui seseorang terlebih dahulu."


setelah mengatakan hal itu,Azka segera meninggalkan rumah itu dengan amarah yang memuncak.


"sebenarnya apa yang terjadi dek?kenapa Azka terlihat begitu marah?" tanya Abi saat Dita sudah menidurkan Rafa di ranjang box miliknya.


Dita berjalan mendekati Abi dan memeluknya dengan erat, "aku takut mas Azka akan meninggalkanku kak,ini semua karena kebodohan Dita yang tak bisa menjaga diri Dita dengan baik kak." adu Dita kepada Abi.


"apa maksud kamu dek?dan semalam sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Abi menatap Dita.


Dita menghembuskan nafas kasar,dia mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi.


"bre Ng sek....siapa dia dek apa kamu mengenalnya?' umpat Abi marah,dia tak terima dengan apa yang telah di lakukan pria asing itu.


"tidak kak,aku bahkan baru bertemu denganya kemarin saat dia membawa Dita kak." Dita berkata lirih.


"tapi Dita takut mas Azka akan ninggalin aku dan Rafa kak." lanjut Dita sambil mengeratkan pelukannya.


"ssttt...jangan berpikiran yang macam-macam kakak yakin Azka tidak akan meninggalkanmu." ucap Abi menenagkan.


"tapi mas Azka sekarang pergi tanpa memberitahu kemana dia akan pergi kak."


"kakak yakin Azka,sedang merencanakan sesuatu dan menangkap orang yang sudah menjebakmu. sudahlah...percaya saja sama suamimu itu." ucap Abi berusaha menenangkan Dita,karena dia yakin kalau Azka mengetahui sesuatu dan akan segera bertindak ,apalagi ini menyangkut kehormatan orang yang sangat di cintainya.


Dita menangis dalam pelukan Abi,berbagai macam pikiran buruk merasukinya dan Abi tetap setia berada di samping adiknya,berbagai macam cara ia lakukan untuk menenangkan adiknya itu. hingga Dita tertidur karena kelelahan menangis.


setelah yakin Dita tertidur,Abi keluar kamar Dita,dan dia mengambil ponselnya lalu segera menghubungi Azka saat mendapati pesan dari Azka.


dan Abi segera keluar rumah dan mengendarai mobilnya saat Azka memintanya untuk menemuinya.

__ADS_1


"apa yang terjadi,apa kau tak ingin menjelaskanya sekarang?" tanya Abi saat sudah duduk berhadapan dengan Azka.


"aku butuh bantuanmu,aku harap kau merasahasiakan ini dari Dita. dan mungkin untuk beberapa hari ini aku tidak akan pulang,aku harus mencari orang itu dan menjelaskan sesuatu agar dia tak salah paham,dan menganggu keluarga kecilku." ucap Azka panjang lebar,berharap Abi mau membantunya.


__ADS_2