
"Dek... boleh ya?" ucap Kennan serak tepat di depan wajah Tita dengan pandangan yang berkabut hasrat.
Tita yang mengerti akan maksud Kennan, perlahan menganggukkan kepala menyetujui permintaan sang suami.
"Tita gak mau dilaknat Allah sampai pagi Bang."
Kennan tersenyum senang mendengar jawaban Tita. Karena malam yang diinginkannya akan terlaksana malam ini. Rasanya sudah tidak kuat menahan hasrat yang selalu saja tertunda karena keadaan yang tidak mengijinkan.
"Kenapa abang senyum kek gitu?" tanya Tita dengan dada yang berdetak semakin kencang.
"Senyum gue kenapa?" Bukannya menghentikan senyum senangnya yang terlihat menggoda. Kali ini Kennan menggoda dengan menaikkturunkan salah satu alis matanya.
"Bikin jantung Tita dag dig dug." jawab Tita tersenyum dengan merona malu.
"Der nya belom." Kennan tetap saja menggoda Tita yang pipi cabinya mulai merona merah.
"Abang becanda mulu."
"Jadi ... pengennya diseriusin nih?"
"Harus Tita jawab gitu?"
"Cieee ... yang udah gak sabar." Kennan dengan senyum nakalnya menatap Tita lekat.
Tita menelan salivanya kelat.
Dalam hati Tita membatin kesal karena suami mesumnya itu selalu menggodanya, tanpa peduli jika dirinya kini luar biasa gugup.
"Abb...,"
Belum selesai Tita berucap kata, Kennan langsung meraup bibir di bawahnya dengan rakus, hingga membuat gadis di bawahnya itu gelagapan.
Sedetik kemudian memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut yang perlahan Kennan berikan.
Dengan tidak menghentikan cecapan manis pada bibir Tita, jemari tangan Kennan mulai menelusup punggung sang isteri.
Membuka pengait lalu membuang sembarang penutup gunung kembarnya dan mulai memainkan dua benda squisy tersebut, memilin lalu meremasnya silih berganti.
Kennan melakukannya dengan hati hati, memberikan sentuhan yang lembut pada tubuh polos bagian atas Tita.
Memberinya pemanasan agar gadis di bawahnya perlahan mengurangi ketegangan pada tubuhnya. Kennan tidak ingin melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya, seperti yang pernah dirinya lakukan saat pertama memaksa mengambil mahkota isterinya.
Sensasi hangat mulai menjalari tubuh keduanya,Tita pun semakin menikmati sentuhan nakal Kennan yang mulai bergerilya ke seluruh tubuhnya.
Kennan melepas tautan bibirnya, memberikan kesempatan Tita untuk bernafas. Beralih menciumi seluruh wajah terpejam Tita lalu memberikan gigitan kecil pada telinganya.
Tita menggigit bibir bawahnya karena tak kuasa menahan sensasi yang membuat jantungnya berdetak menggila. Bahkan tubuhnya mulai meremang seolah tersengat belut listrik.
Loh kok belut listrik seh thor?? Biarin suka suka othor lahπ
__ADS_1
"Nikmati dek, gak usah malu." bisik Kennan pada telinga Tita, lalu kembali mencecap dan memberikan gigitan kecil di sana.
Bisikan lembut yang diiringi dengan nafas menderu itu membuat desahan dan lenguhan kecil lolos dari mulut Tita.
Kennan pun tersenyum nakal.
Bibir tebalnya mulai menyusuri lekuk tubuh polos bagian atas Tita yang sudah tidak tertutupi sehelai benang pun.
Perlahan jemari kekarnya membuka resleting celana bahan yang masih menutupi tubuh bagian bawah sang isteri. Lalu menariknya ke bawah hingga menyisakan kain segitiga yang menutup palung laut isterinya.
Tubuh Tita kembali menegang saat jemari kekar itu dengan lembut menarik kain tipis terakhir yang akan membuat tubuhnya menjadi polos tanpa sehelai benang pun. Bahkan sesaat setelahnya, jemari kekar Kennan mengusapnya lembut.
"Dek ... bantuin." Kennan yang telah berhasil membuka seluruh penutup tubuh isterinya sedikit membungkukkan kepala dengan kaos putih yang sudah bergelung menutup wajahnya.
Dengan tangan yang bergetar Tita pun membantu menarik gulungan kaos putih tipis Kennan hingga membuat otot dada dan perut sixspacknya terpampang terbuka di depan matanya.
Tita memalingkan wajahnya, malu mendapati tubuh polos bagian atas Kennan yang sekarang bersentuhan dengan kulit lembutnya. Belum lagi hadirnya sensasi luar biasa yang belum pernah Tita rasakan seumur hidupnya.
Kennan tersenyum kecil.
"Lo gak pengen liat punya gue?!" ucap Kennan sembari memalingkan wajah Tita untuk menghadapnya.
Tita memejamkan mata, rasanya masih canggung untuk menikmati tubuh polos Kennan.
Kennan mendaratkan kecupan pada mata Tita yang terpejam silih berganti.
"Buka mata lo dek." suara serak Kennan terdengar mendesah di gendang telinga Tita.
Sangat gugup, itulah yang Tita rasakan saat ini. Belum lagi degub jantungnya yang berdetak kencang saling bersahutan dengan degub jantung Kennan yang saling berhimpitan dengannya.
Deru nafas keduanya memburu, Kennan pun kembali mencium rakus bibir tipis di bawahnya. Tangan kekar Kennan mengikuti dengan memberikan sentuhan sentuhan yang membuat tubuh Tita merasakan kenikmatan akan sentuhan liarnya.
Tanpa disadari oleh Tita, kedua tangannya memeluk punggung polos Kennan. Mengelus punggung polos itu dengan lembut.
Tidak ada lagi ketegangan pada diri Tita, ia sudah pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kennan pada tubuh polosnya. Membiarkan suami kulkas dua pintunya itu untuk mendapatkan haknya, dab sudah menjadi kewajibannnya untuk memberikan.
Saat Kennan melepaskan tautan bibirnya, Tita mendongakkan kepalanya seolah memberikan ruang untuk Kennan menikmati leher jenjangnya.
Kennan yang mendapati sinyal welcome itu, semakin bergairah. Tidak dapat lagi membendung hasratnya yang membuat si jojo menegang sempurna dan membuat celana jinsnya mengetat.
Dengan tidak menghentikan bibirnya menjamah setiap inci tubuh polos Tita, Kennan membuka resleting celananya dan menurunkannya. Dengan gusar Kennan segera melepas seluruh penutup tubuh bagian bawahnya segera, hingga kini tubuh keduanya sama sama polos tanpa sehelai benang pun.
Gelenyer aneh dan sensasi luar biasa kembali menerpa kedua pasangan remaja yang saling berhimpitan tersebut. Apalagi saat tubuh bagian bawah keduanya saling bersentuhan. Rasa hangat yang semula hadir berganti dengan rasa panas, bahkan pendingin ruangan yang menyala tidak mampu mendinginkan tubuh keduanya.
Hemmm ... lenguhan lirih kembali meluncur dari bibir tipis Tita yang sedikit terbuka saat tangan kekar Kennan memberikan sentuhan pada gunung kembar Tita. Bahkan bagian tubuhnya berkedut saat Kennan menekan miliknya pada tubuh bagian bawahnya.
Kennan tidak berhenti mengendus dengan sesekali mencecap tubuh polos istrinya, meninggalkan banyak jejak tanda merah di seluruh tubuhnya.
Perlahan bibirnya bergerak turun, menyusuri tubuh polos isterinya. Hingga bibir tebal itu berhenti pada bibir palung laut yang menjadi jalan masuk sang teripang laut miliknya.
__ADS_1
Beberapa saat bermain main di sana hingga membuat pangkal paha Tita tidak berhenti bergerak menggelinjang saat merasakan sentuhan tak biasa dari Kennan.
Lagi lagi Tita tidak mampu menahan lenguhannya, bahkan kali ini terdengar lebih keras dan memburu hingga memenuhi seluruh sudut kamar yang mereka tempati saat ini.
Kennan tersenyum menyeringai saat Tita terlihat menikmati setiap sentuhannya.
Perlahan tubuhnya merangkak naik kembali, lagi lagi senyum membingkai wajah tampannya saat melihat kedua gunung kembar milik isterinya membusung sempurna.
Kembali mencium pucuknya silih berganti lalu mendongakkan kepala ke wajah Tita yang perlahan membuka kedua matanya.
"Dek ... sekarang ya?"
Pandangan keduanya bertemu.
Tita yang mendapati kedua mata Kennan yang berkabut hasrat, mengangguk mengiyakan.
"Pelan - pelan ya Bang." mohon Tita pada Kennan.
Kennan pun langsung memberikan sentuhan lembut pada bibir tipis Tita.
"Gue janji bakal pelan. Gue bakal bikin malam ini menjadi malam yang gak bakal kita lupakan sayang." bisik lembut Kennan pada telinga Tita, dengan tak lupa memberikan gigitan kecil sebelum bibirnya kembali bergerak menelusuri setiap inci tubuh polos isterinya.
π¨π¨π¨π¨
Maaf maaf nih jika pada part ini tidak sesuai dengan ekspektasi para pembaca ππ»ππ»ππ»
Othor takut jika ada sebagian yang belum cukup umur ikut membaca tulisan receh othor.
Othor berusaha sebisa mungkin untuk membatasi kata kata vulgar yang akan mengkontaminasi otak polos para readersku yang budiman.
Bijaklah dalam memilih bacaan.
Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.
Salam sehat, tetap semangat...πππ
Tengyu so much buat My Beloved Readers yang selalu setia menunggu jemari lentik ini menghasilkan karya tulisan meskipun receh hohohoho....emmuaacchhhh
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
__ADS_1
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ