Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
masuk perngkap


__ADS_3

rasa hangat dari sebuah pelukan membuat Dita enggan membuka matanya,dia hanya ingin menelusup kan dirinya lebih dalam ke sebuah pelukan.tersenyum dengan Maya terpejam mencari kehangatan,tidak peduli jika matahari sudah meninggi.ia hanya ingin lebih lama berada di dalam pelukan suaminya.


Alih-alih terbangun Dita malah semakin memjamkan matanya dengan rapat,mencari kehangatan saat hawa dingin menusuk kulitnya.dita heran bukankah dia menggunakan selimut tetapi hawa dingin begitu sangat terasa,hingga ia tak punya pilihan lain mencari kehangatan disana. sayangnya Dita merasakan perbedaan pada tubuh suaminya,membuat Dita yang ingin kembali memejamkan matanya menjadi urung.


merasa hari memang sudah sangat siap untuk Azka yang masih setia bergelung di bawah selimut bersamanya.


mau tidak mau Dita memaksa matanya untuk segera terbuka,mendapati tubuh Azka yang telanjang di depan mata,Dita langsung mengguncang lengan Azka dengan lembut.


"mas,bangun bukanya kamu harus ker..." Dita menghentikan ucapannya kala mendapati lelaki asing,berada di sampingnya. Dita masih mencerna apa yang terjadi,dia melihat pada tubuhnya yang bertelanjang sontak mundur dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


"kau sudah bangun?" ternyata guncangan Dita berhasil membuat lelaki yang tak ia kenali terbangun dan bertanya kepadanya dengan suara serak khas bangun tidur.


Dita masih terdiam tak percaya dengan apa yang dia lihat,


"apa kau memerlukan sesuatu?" tanya pria itu lagi.


"si-siapa kamu?lalu sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Dita bergetar menahan tangis,dia masih berharap jika semalam tidak terjadi apapun.


"apa kau tidak mengingatnya?bahkan kau semalam begitu ganas saat berada di atas ranjangku." ucap pria itu enteng.


"tidak...itu tidak mungkin,pasti kamu sudah menjebakku." ucap Dita histeris sambil memukul-mukul pria yang ada di depanya itu.


"apa kau sekarang mengelak dengan apa yang sudah terjadi semalam?"

__ADS_1


"hiks...hiks...aku tidak mungkin melakukanya,aku tidak mungkin mengkhianati suamiku." ucap Dita menangkup wajahnya dan menangis.


"sudahlah...toh semuanya terjadi."


"diam kamu,sekarang katakan apa motifmu?siapa kamu sebenarnya kenapa kamu lakukan ini kepadaku?" ucap Dita dengan penuh emosi.


sementara lelaki itu dengan santainya berdiri dan mengambil baju yang berserakan lalu memakainya.


Dita yang melihat pemandangan itu langsung memalingkan wajahnya,karena lelaki itu dengan tak tahu malunya mengenakan bajunya tepat di depanya.


"mauku mudah saja,aku hanya ingin kau berpisah dengan suamimu." ucapnya enteng.


Dita langsung menatapnya tak percaya,berbagai macam pertanyaan ada di kepalanya.ingin sekali ia tanyakan kepada pria tak di kenalnya itu.


"baiklah...sepertinya tugasku sudah selesai,nikmatilah kemarahan suamimu,maaf jika nantinya kamu harus berpisah dengan suamimu karena memang itu keinginanku."


dia menyesal karena tanpa ia sengaja sudah mengkhianati sang suami,dia marah pada dirinya sendiri karena dia tak bisa menjaga dirinya untuk suaminya.


"sekarang apa yang harus aku katakan pada mas Azka?aku yakin sekarang mas Azka pasti sedang kawatir dan mencariku." gumam Dita.


dengan perasaan campur aduk Dita memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan memakainya. dengan langkah gontai dia keluar dari kamar hotel yang menjadi petaka baginya.


sementara itu dua orang yang berbeda jenis kelamin melihat setiap gerak gerik Dita bahkan Dita memasuki taxi dan meninggalkan hotel yang mereka sewa untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


"aku tak menyangka kalau akan sangat mudah bagi kita untuk melancarkan rencana kita dengan mudahnya Dita masuk ke perangkap kita." gumam Stella.


"tentu,ini semua berkat idemu. sekarang yang kita lakukan mengirimi foto-foto itu kepada suaminya aku yakin hubungan mereka pasti akan langsung retak." mereka tertawa penuh kemenangan karena rencana yang mereka susun ternyata berhasil dengan sangat mulus tanpa kendala apapun.


Reyhan menarik pinggang stela dan mencium bibir Stella mesra, " sekarang puaskan aku,kau tahu sejak tadi aku sudah sangat menahan untuk tidak menyentuh tubuh istri Azka itu,karena jujur tubuhnya sangat menggodaku." Reyhan berucap dengan suara berat.


Stella mengalungkan kedua tanganya dan mencium mesra bibir Reyhan ,"mari kita lakukan,karena aku juga sudah sangat merindukanmu."


tanpa banyak kata Reyhan meraup bibir yang sudah menjadi candunya itu.mereka melakukan sesuatu yang menyenangkan bagi mereka.


sementara itu Dita menatap kosong ke arah luar jendela,entah bagaimana dia harus menjelaskan apa yang tengah terjadi padanya semalam,semuanya begitu sangat tiba-tiba.


bahkan Dita sama sekali tak mengenal lelaki itu,tapi kenapa lelaki itu menginginkan dia dan Azka berpisah apakah semua ini ada hubunganya dengan Stella.


"apa yang harus aku katakan pada mas Azka?aku takut kalau mas Azka tidak mempercayaiku." gumamnya sambil meneteskan air matanya.


tetapi satu hal yang Dita yakini,kalau dirinya dan lelaki itu semalam tidak melakukan hal yang tidak senonoh. dan dia sangat berharap Azka akan lebih mempercayainya dari pada orang lain.


tanpa terasa Dita sampai di rumah kakeknya,disana Azka sudah menunggunya. Azka berjalan mondar-mandir wajahnya tampak kekhawatiran,Azka menghentikan langkahnya saat ada sebuah taxi berhenti di halaman rumah,Azka melihat siapa yang sudah datang betapa leganya saat melihat Dita keluar dari taxi,Dita langsung berlari menghambur memeluk suaminya itu. di benamkan wajahnya di dada bidang suaminya. dia terisak pilu,menyesali apa yang sudah terjadi,seandainya dia kemarin menerima tawaran Azka untuk menjemputnya pasti semua ini takkan pernah terjadi.


"dek...kamu kemana aja,mas kawatir banget tau gak?kak Abi juga sampai mencari kemana-kemana dan bahkan kak Abi mendapati pak Slamet pingsan di dekat butik kemarin dek,kami takut terjadi sesuatu padamu." ucap azka tanpa jeda.


memang kemarin saat Dita tak kunjung pulang Abi dan Azka mencari Dita dengan mendatangi butik yang Dita kunjungi dengan Rani,betapa terkejutnya saat mendapati pak selamet yang tak sadarkan diri di depan ruko kosong. pak salamet bercerita kalau ada orang yang memberinya minuman dan pak Slamet yang sedang haus pun menerimanya tanpa ragu dan segera meminumnya. tapi tak berselang lama setelah meminum minuman itu pak Slamet tak sadarkan diri dan tak mengingat apapun.

__ADS_1


Hal itu membuat Azka dan Abi semakin panik karena nomor Dita tak bisa di hubungi,Abi pergi mencari Dita,Azka ingin ikut tapi Abi mencegahnya karena Rafa sangat rewel dan sangat membutuhkan ayahnya. bayi itu seolah tahu apa yang sedang terjadi pada ibunya sehingga Rafa tak bisa diam dan menangis sepanjang malam.


"hiks..maafin Dita mas..." Dita menangis histeris saat mengingat apa yang sudah terjadi semalam. sungguh bagaimana dia harus menjelaskanya pada Azka.


__ADS_2