
pagi-pagi sekali Azka datang ke apartemen milik Abi,sekarang dia duduk di ruang tamu apartemen milik Abi meski sikap Abi terlihat cuek,tetapi Azka tidak mempedulikan hal itu. ia akan terus berusaha untuk mendekati kakak iparnya itu sampai kakak iparnya itu luluh dan memberi restu.
"apa kamu benar-benar ingin kembali dengan adik saya?" pertanyaan Abi sontak membuyarkan lamunanya.
"iya kak,aku sangat ingin kembali dan memperbaiki semuanya."jawab Azka mantap.
"baiklah ayo ikut aku,buktikan jika kamu sungguh-sungguh ingin mendapatkan restu dariku." ucap Abi beranjak dari duduknya dan meminta Azka untuk mengikutinya.
"tapi bolehkan aku bertemu dengan Dita sebentar?" tanya Azka penuh harap.
"tidak...sebelum aku merestui kalian jangan harap kamu bisa bertemu denganya." ucap Abi berjalan meninggalkan Azka yang masih diam membisu menatap punggung Abi.
Azka hanya menghela nafas berat,mau tidak mau ia mengikuti Abi dari belakang. meski kecewa tetapi dia harus tetap semangat untuk mendapatkan restu,entah apa yang direncanakan oleh Abi,yang jelas dia sudah siap untuk menghadapinya.
sementara Dita,ia sedang berjalan-jalan tanpa alas kaki di sebuah taman di depan rumah miliknya.
Abi memang semalam langsung memindahkan Dita untuk tinggal di rumahnya,awalnya Dita menolak tetapi setelah Abi memberi penjelasan akhirnya Dita mau tinggal di rumah mereka. rumah yang sengaja di beli sang kakek saat beliau berobat cukup lama di Korea dan sekarang beliau lebih memilih untuk tinggal di tanah kelahirannya.
setelah lelah berjalan kaki Dita duduk di kursi yang sudah di sediakan dan meminum satu gelas jus jeruk hingga tandas.
"Alhamdulillah...seger banget." ucap Dita sambil menyunggingkan senyum.
"sayang...maafin mama ya,untuk sementara kita tidak bisa bertemu dengan papa. kamu doain mudah-mudahan papa bisa mendapatkan restu dari om Abi agar bisa bersama dengan kita." ucap Dita sambil mengelus perut buncitnya,kini perut Dita sudah berumur tujuh bulan dan sekarang dia sudah bisa bagaimana aktifnya anak yang ada di dalam perutnya itu.
ya Dita memutuskan untuk kembali rujuk dengan Azka dengan catatan jika Abi sudah memberikan restu,jadi semua keputusan ada di tangan sang kakak.
deret,..deret....
ponsel Dita bergetar tanda ada yang sedang menelponya,Dita melihat siapa yang tengah menelponya seketika ia menyunggingkan senyumnya saat tau siapa yang menelponya.
__ADS_1
"hallo...kakek apa kabar?"
"kabar kakek baik,bagaimana dengan kabar cucu dan calon cicit kakek?" tanya kakek.
"Alhamdulillah Dita dan calon cicit kakek baik kek." jawab Dita sambil mengelus perut buncit nya.
"syukurlah kalau begitu,oh iya kakek dengar suamimu datang kesana untuk menemui kamu,dan kakek dengar dia juga memintamu untuk kembali. bagaimana keputusanmu Dita?" tanya sang kakek.
"emmm...iya kek,mas azka meminta Dita untuk kembali,dan dia juga berjanji ingin memperbaiki semuanya. jujur Dita memang masih mencintainya Kek tapi Dita masih merasa takut jika mas Azka akan menyakiti Dita lagi kek."
"lalu apa keputusan akhirmu nak?" tanya sang kakek lagi.
" Dita ingin kembali kek demi anak Dita,dan jika kak Abi sudah merestui maka Dita akan kembali dengan mas Azka kek." ucap Dita ragu
"apa kakek setuju dengan keputusan Dita?"
"kakek hanya bisa mendukung apapun itu yang terbaik untuk kamu nak,jika Abi sudah memberi restu itu tandanya suami kamu itu benar-benat serius ingin memperbaiki semuanya. lagi pula kakek melihat sebenarnya suami kamu itu lelaki yang baik,tetapi karena pengaruh dari mamanya maka dia menjadi sepeti itu.dan jika memang kalian kembali kakek harap kamu akan selalu bahagia nak." ucap sang kakek tulus
"iya kek,Dita sayang kakek."
"kakek juga sayang kamu nak,kamu baik-baik ya disana nanti kalau ada waktu kakek akan kesana untuk jenguk kamu."
"iya kek,Dita tunggu kedatangan kakek."
setelah lama mengobrol akhirnya sambungan telponpun terputus,dan Dita lebih memilih masuk untuk membersihkan dirinya. ia ingin ke restoran untuk menghilangkan rasa jenuhnya tetapi lagi-lagi Abi melarangnya.
"sebelum Kaka memberikan restu kalian tidak boleh bertemu,jika kamu membantah maka jangan harap kakak akan memberikan restu itu." ancam Abi kala Dita merengek ingin ke restauran.
"selain kakak melarang kalian bertemu,Kakak juga akan memberinya sedikit pelajaran untuk membuktikan seberapa besar ia ingin kembali bersamamu." ucap Abi lagi.
__ADS_1
entah apa yang direncanakan Abi,Dita hanya bisa pasrah dan mengikuti perkataan sang kakak. tak ingin memikirkan hal itu Dita lebih memilih beranjak ke kamar mandi untuk berendam air hangat sebentar,berharap semua beban pikiranya bisa sedikit berkurang.
sementara itu Abi membawa Azka ke restoran miliknya,ia menyuruh Azka untuk menjadi pelayan di restoranya.
"kamu harus bekerja disini,dan kamu harus membuat restoran ini ramai pelanggan." ucap Abi tegas.
memang Abi membuka cabang baru,dan di cabang ini memang sedang sepi pembeli karena memang belum ada yang mengenal restauran Abi. sudah berbagai macam cara Abi lakukan untuk meramaikan restauran baru ini tetapi restauran semakin hari semakin sepi. malah di perkirakan akan gulung tikar jika situasinya masih sama.
"bukankah kamu pemilik sebuah hotel yang sang sangat terkenal di berbagai negara,jadi tidak ada salahnya kan kamu meramaikan restoran saya?" ucap Abi lagi.
bukanya Azka tidak bisa memajukan restauran Abi,dia bisa saja merekomendasikan restauran baru ini kepada teman-temanya,rekan bisnisnya tetapi Abi memberi syarat agar Azka bekerja sendiri tanpa ada orang yang campur tangan termasuk teman atau coleganya. jika Azka masih tetap melakukanya maka jangan pernah mengharapkan restu dari kakak iparnya itu.
sekarang Azka sedang duduk di meja kasir melihat tak ada pengunjung sama sekali,ia berpikir keras cara apa yang harus ia lakukan untuk membuat restauran baru ini ramai pengunjung tanpa bantuan siapapun.
"ah...aku punya ide." ucap Azka berbinar.
dengan cepat Azka mengambil ponselnya lalu mengadakan live di salah satu aplikasinya dan mencoba mebuat video untuk menarik para pembeli melalui aplikasi hp yang dia punya.
Azka juga tak menyia-nyiakan dengan ketampanannya untuk menarik beberapa pelanggan terutama wanita.
setelah menyelesaikan video live-nya ,Azka menunggu di meja kasir lalu mengetuk meja dengan jari-jarinya,ia menunggu pelanggan untuk datang ke restoranya.
"permisi,apa benar ini restauran "NIKMAT" yang menyediakan berbagai macam menu khas Indonesia?" tanya seseorang.
dengan semangat Azka berdiri untuk melayani orang tersebut.
tak butuh waktu lama tempat itu langsung di datangi banyak pelanggan,
"ternyata ampuh juga ide ini,tak sia-sia folowerku banyak." ucap Azka tersenyum puas dengan hasil jerih payahnya.
__ADS_1