
Stella mengepalkan kedua tanganya,ia segera meninggalkan restauran itu,saat mendengar kalau Reyhan memilih menyerahkan diri. kini dia harus memikirkan bagaimana caranya menyingkirkan Dita dari sisi Azka dan merebutnya kembali,apapun caranya akan dia lakukan untuk mendapatkan Azka kembali.
awalnya Stella tak benar-benar mencintai Azka,ia hanya ingin menjadikan Azka sebagai partner sexnya saja,hingga suatu hari dia meninggalkanya karena di ajak menikah oleh lelaki itu.
tetapi setelah ia pergi dari Azka,dirinya merasa hampa dan kosong,padahal banyak laki-laki di sampingnya tetapi Stella merasa kosong dan dari situlah ia menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta kepada Azka,hingga ia memutuskan untuk kembali dengan Azka.
tetapi saat ia kembali ke tanah air,bermaksud untuk kembali dengan Azka,tetapi ia harus menelan kekecewaan ternyata Azka sudah menikah. tetapi Stella tak mau menyerah dia mulai mendekati Irina,dan dia merasa sangat beruntung saat tahu Irina tak menyukai Dita menjadi menantunya,dan ketika Irina membujuknya untuk mendekati Azka dan membuat Dita menderita tentu saja ia tidak menolak,dan betapa beruntungnya ternyata Azka masih mencintainya dan ingin menerimanya kembali,Azka berjanji akan meninggalkan Dita dan menikahinya sungguh ia sangat senang mendengar hal itu,dan tiba-tiba setelah hari pertunangan mereka Azka di hajar habis-habisan oleh Abi karena sudah menyakiti Dita,dan dirinya berada di rumah sakit,ia mencoba menjenguk calon suaminya itu tetapi ia mendapat penolakan dari mertua bahkan Azka juga menolaknya, entahlah ia tak tahu kenapa.
bahkan kedua orang tuanya tak mau tau masalah apa yang sudah ia hadapi,kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya Stella mencari pelampiasan di luar sana dengan berganti-ganti pasangan. tetapi jika ia melakukan kesalahan dan bisa mempermalukan keluarganya maka mereka tak segan untuk mengusirnya.
dan saat Azka memutuskan pertunangan mereka dan membatalkan pernikahan mereka,karena Azka mengentahui jika dirinya mempunyai kekasih lain di belakangnya. tentu saja Stella tak terima,karena hal ini akan mempermalukan keluarganya,dan hal itu Stella tak terima karena akibat masalah ini semua fasilitas yang di berikan oleh kedua orang tuanya di cabut sebagai hukuman.
dan saat itulah Stella bertekad untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya,
aaaarrrgggg.....
sraakkk....brakkk...pyar....
Stella membanting barang -barang yang ada di meja riasnya,bahkan kaca jendela kamarnya ia lempar dengan kursi hingga membuat kaca jendelanya hancur lebur,ia meluapkan segala emosinya dengan menghancurkan barang-barang miliknya.
__ADS_1
"awas kamu Dita,kamu harus mati di tanganku." gumamnya sambil mengepalkan kedua tangannya,otak kecilnya sudah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Dita dari sisi Azka.
π·π·π·
"Dek,maafin mas karena sudah membuatmu kawatir." Azka memeluk istrinya dari belakang,sejak kepulangan mereka dari restauran,Dita diam tanpa mau mengucapkan sepatah katapun kepada suaminya itu.
untuk masalah Reyhan Azka meminta Abi untuk mengurusnya,dan tentu saja Abi mau membantunya untuk membawa Reyhan ke kantor polisi.
"Dek..." panggil Azka lagi,karena tak mendapat respon dari Dita.
Dita membalikkan tubuhnya,ia memeluk Azka dengan erat,seolah takut jika Azka akan meninggalkanya lagi. seminggu tanpa Azka membuat Dita merasakan hampa,jika tidak mengingat Rafa mungkin Dita sudah menyerah dan memilih pergi meninggalkan negara ini.
"aku harap mas tak mengulanginya lagi,apapun yang terjadi mas ceritalah padaku jangan tinggalkan aku tanpa mengucapkan sepatah katapun itu membuatku hancur dan sakit mas." ucap Dita lirih.
"maaf sayang,aku hanya tak ingin membebaniku dengan masalahku yang berhubungan dengan masa lalu. apa kau tahu saat aku mengetahui yang menjebakmu adalah Reyhan,jantungku rasanya berhenti berdetak karena aku sangat tahu bagaimana wataknya,bahkan dia bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. oleh sebab itulah aku menghindarimu untuk sementara waktu. maaf sudah membuatmu kawatir sayang." Azka mengecup puncak kepala Dita
"maafkan aku mas,karena sudah berpikiran buruk tentangmu,berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku. jika aku mempunyai maka tegurlah aku mas,jangan mendiamiku,dan jangan pernah menyembunyikan apapun dari ku,jika ada masalah kita akan mencari solusinya bersama." Dita mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"tentu sayang,apapun yang terjadi aku takkan pernah meninggalkanmu. begitu sebaliknya dek,jika mas punya salah kamu juga harus menegur mas,dan mulai sekarang aku berjanji tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu dek,karena kamu adalah bagian dari hidup mas,dan mas tidak akan pernah bisa hidup tanpa kamu."
__ADS_1
Azka mengurai pelukanya,ia menangkup wajah Dita dan mencium bibirnya dengan lembut,awalnya ci u man mereka biasa menjadi semakin dalam dan menuntut. Azka membaringkan tubuh istrinya dan dia menindih tubuh mungil istrinya.
Azka melepas ci u manya,dan tersnyum lembut,ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
"boleh kah dek?" tanya Azka.
dengan malu-malu Dita mengangguk,tanpa banyak kata Azka kembali me lu mat bibir tipis Dita yang sudah sangat ia rindukan,mereka saling me lu mat menyalurkan rasa rindu yang sudah selama ini mereka tahan. mereka berbagi peluh dengan suka cita saling memberi ke nik matan dan saling melontarkan kata cinta di tengah percintaan mereka.
Azka ambruk di samping Dita tanpa melepas penyatuan mereka,membawa istrinya yang kelelahan ke dalam pelukanya mengecup singkat bibir istrinya yang membengkak akibat ulahnya.
"makasih dek,sudah mau menemani mas selama ini. dan mau bersabar menghadapi sikap mas yang terkadang kasar dan sekali lagi terima kasih karena sudah mengijinkan mas untuk menjadi suami sekaligus ayah dari anak-anak kita." Azka semakin mengeratkan pelukanya,tentu saja Dita membalas pelukan Azka tak kalah erat,dia merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Azka karena Azka sangat mencintainya dan juga menyayangi Rafa anak mereka.
"seharusnya aku yang berterima kasih mas,karena mas sudah mau percaya sama aku dari pada orang lain. aku sempat takut kalau mas akan meninggalkanku akibat masalah kemarin." sungguh Dita masih merasa takut,bayangan Azka meninggalkanya sungguh membuatnya sepeti di cekik membuatnya sudah bernafas.
"aku tahu kamu tidak akan pernah melakukan hal sekotor itu dek,karena aku tahu kalau kamu sangat mencintaiku."
"siapa bilang aku mencintai mas?aku bahkan sangat-sangat mencintai mas melebihi cinta mas terhadapku." Dita berucap sombong.
"ya...ya...aku percaya,karena aku bisa merasakan hal itu,terima kasih istriku karena sudah mencintaiku,bukan...sangat-sangat mencintaiku." mereka tertawa bahagia dan mereka sangat lega karena masalah Reyhan sudah terselesaikan mereka berharap tidak akan ada lagi yang menganggu kebahagiaan keluarga kecil mereka
__ADS_1
tetapi ada satu yang mereka lupakan yaitu Stella,iblis betina itu sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat mereka sedikit menderita lagi.