Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
177. Ruang Kepala Sekolah


__ADS_3

Tita menuju ruang kepala sekolah dengan berbagai pertanyaan yang memutari tempurung kepalanya.


"Apa yang terjadi, kenapa Tita dipanggil ke ruang kepala sekolah?" tanya hati Tita dengan tidak berhenti meremas ujung seragam sekolah bagian atasnya. Karena Tita memakai kerudung di sekolah, maka baju seragam atasnya tidak dimasukkan ke dalam rok.


Ceklek.


Tita dengan tangan gemetar membuka pintu ruang kepala sekolah setelah beberapa saat lalu mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk dari dalam.


"Assalam... mmualaikum." salam Tita terjeda sesaat saat kedua matanya mendapati Kennan di ruang kepala sekolah.


Tubuhnya mematung sesaat.


Bukan hanya Kennan melainkan Andra, Sisil, Sinta juga beberapa anak osis yang lainnya.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh..." jawab beberapa murid dan kepala sekolah hampir bersamaan.


Dengan langkah sedikit berat, Tita memasuki ruang kepala sekolah dengan tidak berhenti memandang Kennan. Tita sekarang tahu pokok permasalahan yang membuatnya dipanggil ke ruang kepala sekolah.


Semalam Tita sudah membujuk Kennan agar tidak memperpanjang peristiwa saat pisah kenal beberapa hari lalu, dan saat itu Kennan mengiyakan permintaannya. Tapi kenapa sekarang mereka semua ada di ruangan kepala sekolah?


Apakah Kennan mengabaikan permintaannya, dan memilih melaporkannya ke pihak sekolah?!


Tita menghentikan langkahnya saat sudah berada satu meter jaraknya dengan meja sang kepala sekolah.


Menundukkan kepala dengan sopan, lalu kembali memandang kepala sekolah di depannya setelah mendapatkan anggukan serta senyum tipis dari kepala sekolahnya.


Setelahnya Tita kembali menunduk dengan jantung yang berdebar, kegelisahan melanda hatinya saat ini.


Ehhmm... hemm...


Terdengar deheman dari bapak kepala sekolah.


"Baiklah, karena sekarang semuanya sudah berkumpul maka bapak akan memperjelas kejadian saat pisah kenal kemarin."


Bapak kepala sekolah menceritakan serta menanyakan kembali kepada Tita tentang kejadian yang menimpa dirinya saat kegiatan osis di Kaliurang kemarin.


Tita dengan berat hati mengiyakan pertanyaan bapak kepala sekolahnya, karena memang kejadian tersebut benar adanya. Hanya saja dirinya sangat menyayangkan tindakan Kennan yang tetap mengadukan kejadian tersebut. Padahal dirinya sudah memohon pada Kennan untuk mengabaikan kejadian tersebut, bahkan sudah berjanji untk menuruti keinginannya. Karena sejatinya dirinya tidak ingin menimbulkan keributan.


"Andra!" seru kepala sekolah dengan mengalihkan pandangan pada sang mantan ketua osis.


"Iya Pak." Andra menjawab seruan Bapak kepala sekolah dengan setenang mungkin, meskipun kegelisahan melanda hatinya saat ini.

__ADS_1


Selama menjadi murid di sekolah, bahkan hingga dirinya menjabat sebagai ketua osis Andra tidak pernah melakukan kesalahan. Sekali masalah menghampirinya, ini adalah kesalahan yang cukup fatal baginya.


Bagaimanapun ini memang kesalahan dan kelalaiannya. Bahkan dirinyalah yang mengizinkan Sisil untuk bisa hadir di acara osis, karena dirinya tidak menyangka jika Sisil akan melakukan hal tersebut pada Tita.


Flashback On...


Saat itu Sisil menemui Andra di koridor sekolah menuju ruang perpustakaan.


"Ayolah Ndra... ini solusi terbaik buat kita berdua, elo... gue sama sama untung. Gue bisa dapetin Kennan dan elo bisa dapetin Tita buat jadi pacar elo."


"Enggak Sil, sekali gue bilang enggak ya enggak! Biarlah sekarang gue sama Tita fokus sama masa depan. Sebentar lagi akan ada banyak ujian sekolah, kita harus rajin belajar biar bisa lulus." Andra menolak bujukan Sisil saat gadis itu ingin mengikuti acara pisah kenal anak - anak osis.


"Ndra! Gue gak bakal aneh aneh, gue cuma mau bantuin lo dapetin Tita itu doang. Please..." tatapan Sisil memohon dengan sangat.


"Tapi itu melanggar aturan Sil! Gue gak bisa ngajakin lo... Elo bukan anak osis." Andra tetap menolak saat Sisil memohon padanya untuk ikut acara osis.


"Elo mau kalau Tita jatuh cinta terus pacaran sama Kennan? Elo rela...?" Sisil mencoba memprovokasi sang ketua osis saat cowok berbadan jangkung tersebut mengacuhkan permohonannya dan hendak beranjak meninggalkannya.


Andra urung melangkah.


"Tita gak mungkin mau sama dia." Andra memilih mengelak meskipun dirinya pernah beberapa kali memergoki Tita dengan Kennan yang terlihat bersama.


"Tita bukan cewek gampangan. Gak mungkin dia mau semobil berdua doang sama Kennan, gue tau banget Tita seperti apa orangnya. Elo gak usah menghasut gue." sentak Andra.


"Gue enggak menghasut, yang gue omongin ini kenyataan. Tiap pagi cewek inceran lo itu diturunin di depan minimarket dekat sekolah, siangnya juga dijemput di sana. Elo sebenarnya juga pernah lihat kan?!" Sisil menyeringai jahat.


"Gak usah ikut campur lo!" Andra menahan sesak di dadanya.


"Ayolah Ndra... jangan bohong sama perasaan lo, elo gak rela kan kalau cewek itu jalan bareng Kennan apalagi kalau sampai mereka jadian?!"


Andra menghirup oksigen dalam, apa yang diucapakan oleh Sisil benar adanya. Hatinya tidak menerima jika Tita harus menjadi milik Kennan. Dan itu diketahui oleh Sisil.


Sisil tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan. "Terima tawaran gue... ini kesempatan lo buat bikin cewek itu jadi milik lo. Elo tau dengan baik kan gimana dia, dia gak bakal nolak lo di depan orang banyak. Dia enggak mungkin tega buat ngelakuinnya. Dan gue yakin seratus persen kalau dia bakal nerima elo."


Andra terdiam sesaat, bingung antara mengiyakan atau menolak tawaran Sisil.


"Come on Ndra... gak usah banyak mikir. Kapan lagi lo punya kesempatan buat nembak dia kalau enggak dengan surprise ini...?!" Sisil terus saja merepet Andra.


"Gue yang siapin acaranya elo tinggal tembak dia. Gak akan ada lagi kesempatan kalau elo melewatkannya. Percaya sama gue, dia gak bakalan nolak lo di hari ulang tahunnya besok. Dia pasti bakalan seneng sama kejutan yang elo buat." Sisil memastikan.


Andra membuang nafas panjang.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, gue terima tawaran lo. Tapai ingat... elo gak macem - macem sama Tita."


" Siipp pak boss! Tenang... gue cuma bantuin lo buat dapetin cewek itu, dan Kennan buat gue. Adilkan?!"


Flashback Off...


"Meskipun kamu adalah mantan ketua osis, bukan berarti kamu bisa berbuat semaunya. Kamu seharusnya bisa menjaga dan membuat kegiatan berjalan lancar, bukan malah sebaliknya." Kepala sekolah menyayangkan keputusan Andra yang mengajak Sisil yang notabene bukan anggota osis untuk ikut dalam kegiatan osis.


Andra hanya menunduk. Tidak berani membantah ucapan kepala sekolah, dirinya pun sepenuhnya sadar tentang kesalahnnya.


"Kamu seharusnya memberikan contoh yang baik buat anak osis yang baru bukannya malah bertindak seenaknya. Bedakan urusan sekolah dengan urusan pribadi." kepala sekolah berbicara dengan nada tegas.


"Iya. Saya mohon maaf, saya khilaf." Andra meminta maaf dengan menunduk. Sungguh dalam hatinya sangat menyesali keputusannya saat itu.


"Bukan saya yang berhak memaafkan, dan bukan kepada saya seharusnya kamu meminta maaf." Kepala sekolah mengalihkan pandangan ke arah Tita.


"Kamu Andra dan juga terutama Sisil... kalian harus meminta maaf kepadanya." Kepala sekolah menunjuk pada Tita.


🍨🍨🍨🍨


Othor gak bakal membela diri karena baru bisa up...


Banyaknya kiri kanan sekitar rumah yang terjangkit covid19, bahkan beberapa harus meninggal membuat othor harus rela tidak menjentikkan jari jemari othor pada layar ponsel...


Maap ... maap ... beribu maafπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan diberikan limpahan kesehatan serta umur panjang... Aamiin YRA


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2