Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
#64


__ADS_3

hari ini Azka dan Dita memutuskan untuk kembali ke Indonesia,karena Irina sudah merengek untuk segera di pertemukan dengan Dita. awalnya Dita menolak untuk bertemu dengan Irina jujur saja dia masih merasa takut jika bertemu dengan mertuanya itu. tetapi Azka meyakinkan untuk istrinya tidak takut kepada mamanya,karena mamanya sudah bisa menerima Dita sebagai menantunya.


"kamu jangan takut dengan mama dek,mama sudah berubah,jika nanti mama menyakitimu mas akan membelamu dek ada mas yang akan selalu di sampingmu." ucap Azka meyakinkan.


membuat Dita mau tak mau menuruti Azka untuk segera pulang ke tanah air dan segera bertemu dengan mertuanya.


sementara Abi tidak bisa melarang,karena adiknya sudah menjadi milik suaminya dia tidak berhak melarang Dita untuk kembali ke tanah air. sama halnya dengan Dita Abi juga merasa takut jika disana nanti kejadian waktu itu akan terulang lagi. tapi ia tak bisa berkutik dengan kenyataan Azka adalah suami adiknya,maka ia percayakan semuanya kepada Azka tetapi jika kejadian itu terulang lagi maka Abi tak segan-segan memberi pelajaran terhadap mereka.


dengan berat hati Abi mengantar Dita ke bandara,


"dek kamu hati-hati ya disana jika ada apa-apa telpon kakak,dan jangan lupa jenguk kakek disana dia juga sudah sangat merindukanmu."


Dita mengangguk dan memeluk Abi dengan erat,rasanya tak rela berpisah dengan kakaknya ini.


"ayo dek pesawatnya sudah mau berangkat."mendengar ucapan Azka Dita langsung melepas pelukanya dengan kakanya.


"ya udah kak,Dita pergi dulu ya kakak baik-baik disini." pamit Dita.


Abi mengangguk melambaikan tangannya dan tersenyum melihat Dita yang masih menoleh ke arahnya.


"semoga kamu bahagia selalu dek..." gumam Abi saat sudah tak melihat Dita dari pandanganya.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


pukul delapan malam mereka tiba di tanah air,perlahan Azka membawa Dita dalam gendongannya,ia tak ingin membangunkan istrinya.


pasalnya sedari tadi Dita mual-mual saat berada di dalam pesawat,bahkan wajahnya terlihat pucat saat ini dan baru bisa tertidur sebelum akhirnya mendarat.


jika tahu kalau Dita tidak bisa di bawa untuk menaiki pesawat maka Azka akan tunda penerbangan mereka sampai Dita melahirkan.


sungguh Azka tak tega saat melihat sang istri mual dan muntah terus menerus bahkan Dita tak sudah sangat lemas.


"mas sudah sampai?" tanya Dita karena merasa Azka tengah menggendongnya.


"iya sayang,tidurlah lagi mas akan membawamu sampai kemobil." perintah Azka lembut.


Dita yang sudah tak bertenaga langsung memejamkan matanya dan kembali tertidur,sungguh dia begitu sangat pusing dan lemas akibat mabuk udara tadi.

__ADS_1


Azka membawa masuk ke apartemen miliknya,awalnya Irina dan Andreas ingin menjemput mereka tetapi Azka menolak dengan tegas,ia tidak ingin Dita bertemu dengan orang tuanya dulu. karena dia tahu kalau istrinya itu belum siap untuk bertemu dengan kedua orang tuanya karena itulah dia meminta sang mama untuk lebih bersabar lagi sampai Dita sudah benar-benar siap untuk bertemu dengan mereka.


perlahan Azka membaringkan tubuh lemah Dita,dia melihat wajah pucat istrinya tanpa pikir panjang dia langsung menelpon dokter keluarganya untuk memeriksa kondisi sang istri.


tak butuh waktu lama dokter Joan datang membawa peralatan medisnya,dia segera memeriksa kondisi istri tuanya.


"bagaimana keadaanya dokter?" tanya Azka


"nona Dita hanya kelelahan saya sudah memberinya vitamin,dan juga nona hanya butuh istirahat." jelas Joan.


"baiklah dokter terima kasih..." ucap Azka


Joan mengangguk lalu berpamitan kepada Azka. setelah kepergian dokter Joan Azka menghampiri Dita yang masih terlelap dengan wajah pucatnya.


"maafin mas dek..." gumamnya dan mencium kening Maya dengan lembut.


setelah itu Azka beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,sebelum ia ikut berbaring di samping istri tercintanya.


tengah malam Dita membuka matanya meski berat ia harus membuka matanya,karena perutnya minta di isi.


ketika membuka mata hal pertama yang Dita lihat adalah wajah tampan Azka yang tengah tertutup. Dita mencoba bergerak untuk melepas pelukan erat suaminya.


"mas...ih..." Dita mencubit lengan Azka yang melingkar erat di pinggangnya.


"AW...kenapa dek?" Azka kaget dan terduduk mengusap lengannya dari bekas cubitan Dita.


Dita yang kesusahan untuk mendudukan dirinya langsung mengulurkan tanganya meminta bantuan untuk duduk. Azka yang mengerti langsung membantu Dita untuk duduk.


"kenapa dek?perlu sesuatu?apa ada yang sakit?" pertanyaan bertubi-tubi.


"satu-satu nanyanya mas,Dita lapar tolong pesankan ya..." ucapnya manja.


"mau mau makan apa dek?" tanya Azka lembut,ia lega mendengar permintaan istrinya dia takut kalau istrinya ini mengeluh sakit karena bangun di tengah malam,ternyata cuma lapar.


"mau makan nasi goreng seafood mas,tolong pesankan ya Dita mau ke kamar mandi dulu sambil nunggu pesanan."


Azka mengangguk dan berdiri ia membungkuk lalu memasukkan tanganku di leher dan di kedua kaki Dita ingin menggendongnya.

__ADS_1


"eeee...mas,mau ngapain?" tanya Dita menghentikan gerakan Azka.


"mau antar kami ke kamar mandi dek." ucap Azka dan melanjutkan gerakanya.


"turunin mas,aku bisa jalan sendiri."


"gak...aku gak mau kamu jatuh,lihat wajah kamu saja masih pucat,biar mas yang bawa kamu."


akhirnya Dita pasrah tak bisa menolak ucapan Azka,memang wajahnya masih terlihat pucat walau tak sepucat tadi.


Azka mendudukan Dita di atas kloset,


"kalau ada apa-apa bilang ke mas ya,mas mau pesan makanan dulu." ucap Azka yang di angguki oleh Dita.


mendapat anggukan dari Dita Azka keluar kamar mandi dan mencari ponselnya untuk memesan makanan untuk sang istri.


ceklek...


Azka menoleh saat mendengar suara pintu kamar mandi di buka,Azka setengah berlari menghampiri Dita yang sedang berjalan dengan perlahan keluar kamar mandi.


"kenapa gak panggil mas dek,kalau kamu jatuh gimana?" tanya Azka kawatir.


"aku gak apa-apa mas,lagian cuman dekat ini."


tak mau berdebat Azka menuntun Dita untuk menuju ranjang dan mendudukanya di bibir ranjang.


"belum datang ya mas?"


"belum dek,sabar ya mungkin sebentar lagi." ucap Azka.


ia berjalan menuju dapur untuk membuat teh jahe dan membawa beberapa camilan untuk Dita sambil menunggu nasi goreng pesanannya.


"ini minum dan makanlah,sembari menunggu nasi goreng datang." Azka menyodorkan Bali yang berisi segelas teh jahe hangat dan beberapa camilan kepada Dita.


dengan tersenyum Dita menerima baki itu,dan meminum teh jahe yang di buat oleh suaminya dan memakan camilan yang diberikan Azka.


Ting tong...

__ADS_1


bel pintu berbunyi,Azka bergegas membuka pintu betapa terkejutnya saat ia membuka pintu bukan pesananya yang datang melainkan orang lain yang datang.


MAAF SANGAT TELAT UPDATENYA,JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA TERIMA KASIH πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2