Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Last episode


__ADS_3

Setelah Vira sadar, Vira hanya terus menangisi kepergian sang suami. Seluruh keluarga terus membujuk Vira untuk makan, tapi dia selalu menolak dan menangis.


Keesokan harinya, dirumah Keluarga Gupta seluruh keluarga berduka atas kepergian Rayhan. Banyak kerabat dan tetangga yang menyelawat. Vira masih saja terus menangis, begitu pun dengan mama Tania.


Akhirnya waktu untuk mengantarkan Rayhan ke peristirahatan terakhir nya pun tiba. Saat jenazah Rayhan dimasukkan kedalam liang kubur, Vira menagis histeris. Hingga dirinya pingsan. Mama Tania berusaha tabah dan ikhlas untuk mendukung menantunya tersebut.


Kini, mereka telah kembali ke rumah keluarga Gupta. Vira masih saja pingsan, tak lama kemudian Vira sadar dan mulai memanggil nama Rayhan.


"Mas Rayhan, mas...." Teriak Vira.


"Nak, tenang kan dirimu. Ingat dirimu sedang hamil." Ucap mama Tania.


"Mah... dimana mas Rayhan mah.."


"Rayhan sudah tenang disana sayang. Mama mohon ikhlas kan kepergian Rayhan, ya sayang." Ucap mama Tania


Saat Vira ingin berbicara lagi, tiba-tiba seorang pengacara kepercayaan Rayhan datang dan membacakan permintaan terakhir Rayhan.


"Maaf nyonya besar dan nyonya muda. Saya datang diwaktu yang kurang tepat, tapi saya harus mengatakan sesuatu yang penting dengan nyonya muda." ucap pengacara tersebut.


"Katakan saja pengacara." Ucap mama Tania.


"Baiklah nyonya."


Mereka pun mendengarkan semua isi dari surat yang ditinggal kan oleh Rayhan untuk Vira dan anaknya. Mereka terkejut mendengar permintaan terakhir Rayhan yang menginginkan anak nya memiliki seorang ayah. Dan dia telah memilih Alvin sebagai ayah dari anaknya.


"Apa !! Berarti Rayhan telah mengetahui bahwa ia akan pergi selamanya ? Sehingga dia membuat permintaan seperti ini ." Tanya mama Tania. Dan di anggukan oleh pengacara tersebut.


Mama Tania pun melihat ke arah Vira, dan menanyakan apakah dia setuju dengan permintaan terakhir dari almarhum suaminya tersebut.


"Mas Rayhan pun meminta hal yang sama padaku sebelum dia menarik nafasnya yang terakhir. Baiklah, aku akan mengabulkan nya." Ucap Vira sembari menahan air mata nya terjatuh lagi.


"Tapi .. aku punya syarat. Semua anak anak ku kelak, mau bayi yang aku kandung sekarang atau seterusnya. Aku ingin anak anak ku Memiliki nama keluarga Gupta dan juga Pandey. Gupta untuk nama tengah mereka dan Pandey untuk nama akhir mereka." Lanjut Vira.


"Dan aku ingin mereka tetap mengenal Rayhan sebagai ayah mereka, dan Alvin sebagai papi mereka. Dan pernikahan akan dilangsungkan sebulan setelah aku melahirkan." Ucap Vira sebelum pergi meninggalkan ruang tamu.


Dia berjalan kearah kamar yang biasa dia dan Rayhan tempati. Didalam kamar Vira menangis di depan foto Rayhan.


"Hiks.... mas... semoga kau bahagia disana....hiks... aku dan Alvin akan ....hiks... membesarkan anak-anak kita bersama...hiks semoga kau menerima keputusan ku mas...hiks..." tangis Vira pecah dan tanpa sadar dia sudah tertidur sembari memeluk foto Rayhan.

__ADS_1


4 bulan kemudian.


Vira telah melahirkan seorang anak laki-laki yang lucu, sekarang anak itu sudah berusia 1 bulan. Vira memberi anaknya nama Aryan Gupta Pandey. Besok adalah hari pernikahan Vira dan Alvin, sesuai dengan keinginan Vira yang ingin pernikahan yang sederhana DNA tak terlalu mewah yang hanya dihadiri oleh para keluarga, kerabat dan sahabat. Pernikahan mereka berlangsung dengan lancar tanpa halangan.


10 tahun kemudian


Vira telah dikaruniai dengan dua orang anak, satu dari pernikahan nya dengan Rayhan yang dia beri nama Aryan Gupta Pandey. Dan dari pernikahan nya dengan Alvin dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Ruhi Gupta Pandey.


Aryan yang kini berusia 10 tahun sangat menyayangi adik nya Ruhi yang berusia 8 tahun. Mereka saling menyayangi dan mendukung satu sama lain.


Hari ini adalah hari memperingati kematian Rayhan yang 10 tahun. Sudah 10 tahun Rayhan tak bersama mereka, tetapi mereka masih mengenang sosok Rayhan.


"Mami...papi.... cepetan....kakak sama Adek udah nungguin mami sama papi..." teriak Aryan dari lantai bawah.


"Mi...Pi... kok lama sih Ruhi sama Kaka udah lama nih nungguin dibawah... Jadi kan kita ke rumah Oma Tania untuk mengunjungi makam ayah Rayhan ?." teriak Ruhi.


Tak lama kemudian Vira dan Alvin pun turun. Mereka pun menghampiri kedua anak mereka yang sedari tadi berteriak.


"Apa kalian sudah siap semua ?." Tanya Alvin


"Udah dari tadi Pi, kakak sama Adek siap. Tapi papi sama mami aja yang lama." Rajuk Aryan.


"Udah yuk, mi. Kita ke makam ayah Rayhan. Ruhi udah kangen sama ayah terus langsung ke rumah Oma." Ucap Ruhi.


Mereka pun segera berangkat ke makam Rayhan. Setibanya disana, mereka berdoa . Setelah itu kami berempat pun segera kerumah Keluarga Gupta untuk menjenguk malam Tania. Sesampainya dirumah Keluarga Gupta, Aryan dan Ruhi langsung turun dari mobil dan berlarian masuk kedalam rumah untuk menemui Oma nya.


"Oma....Oma ..." Teriak Ruhi dan Aryan. sembari mencari Oma nya di seluruh rumah.


Sementara Oma Tania, yang sedari tadi ada dikamar Rayhan pun tersenyum mendengar suara kedua cucunya itu. Tak lama kemudian, Aryan dan Ruhi menemukan Oma mereka di kamar ayah Rayhan mereka.


"Oma....Ruhi sama kakak kangen Oma.." ucap Ruhi sembari memeluk Omanya.


"Iya Oma..Aryan sama Adek kangen banget sama Oma.." Ucap Aryan.


"Oma juga kangen banget sama kedua cucu Oma yang nakal ini." ucap Oma Tania.


"Dimana papi dan mami kalian ?" tanya Oma


"Mami sama papi kayak nya dibawah Oma." jawab Aryan.

__ADS_1


"Ya sudah Ayuk kita kebawah." Anak Oma


Mereka bertiga pun turun kebawah untuk menghampiri Vira dan Alvin. Sementara dibawah Alvin dan Vira berdiri disebuah foto Rayhan yang sangat besar. Vira pun mengambil nya dan memegang dan memeluknya.


"Mas Ray, lihatlah anak-anak sudah besar. Dan mereka sangat menyayangi mu dan juga kami mas." ucap Vira.


"Betul Ray semoga kau bahagia disana, dan aku akan menyayangi Vira dan kedua anak anak kita disini." ucap Alvin.


Tak lama kemudian, Arya,Ruhi, dan Omanya datang dan menghampiri mereka berdua.


"Apa kabar Vi, Vin ?." Tanya mama Tania


"Alhamdulillah, mah. Kami sehat, kalau mama sendiri ?." Tanya Vira.


"Seperti yang kamu lihat, sayang. mama sehat." Ucap mama Tania sembari memeluk Vira.


"Ya sudah, kita foto dulu yuk. Buat kenang-kenangan." Ajak Alvin


Mereka pun foto bersama bersama foto Rayhan disamping anak-anak.


TAMAT.....


🌺🌺🌺🌺


Author ucapin terimakasih banyak atas dukungannya selama ini πŸ™πŸ€—


Dengan ini novel Mendadak Nikah telah tamat.


Dan jangan lupa mampir ke novel terbaru author.



Bercerita tentang perjalanan cinta, disini terdapat banyak ujian dalam cinta Rena dan Rohit.


Sekian dari author 😘


Salam sayang author


ΰ€—ΰ€Ήΰ€¨ΰ€Ύ

__ADS_1


(Ratna)


__ADS_2