Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
174. Pagi yang Cerah


__ADS_3

Dengan kedua mata yang masih terpejam Kennan menggerakkan salah satu tangannya meraba ranjang di sisinya.


Merasa tidak ada tubuh isterinya di sisi ranjangnya, Kennan segera membuka kelopak matanya. Dengan gegas mendudukkan diri pada ranjang, mengedarkan pandangan ke seluruh ruang kamar lalu menoleh ke arah pintu kamar mandi saat dirinya tidak menemukan sosok isterinya.


Beruntung Kennan sudah mengenakan pakaian yang subuh tadi dipakainya untuk melaksanakan kewajiban sholatnya bersama Tita, setelah melakukan mandi wajib tentunya. Sehingga Kennan segera menurunkan kedua kakinya menuju kamar mandi karena pintu itu sedikit terbuka. Berharap ada sosok Tita di sana.


Di dalam hati Kennan merasa sangat cemas, takut kejadian menghilangnya Tita kembali terjadi seperti saat dirinya memasuki tubuh Tita untuk yang pertama kalinya.


Meskipun shubuh tadi Tita terlihat baik baik saja bahkan mencium punggung tangannya setelah selesai sholat shubuh namun Kennan tidak ingin kejadian Tita meninggalkannya kembali terulang. Bayangan menyedihkan Tita meninggalkannya memenuhi tempurung kepalanya, bahkan kelebatan wajah Tita yang berurai air mata silih berganti memenuhi pelupuk matanya.


Brak...


Kennan membuka pintu kamar mandi dengan kasar, tidak lupa dengan memanggil nama Tita isterinya.


Kennan semakin cemas saat di dalam kamar mandi tidak terdengar sahutan dan tidak menemukan sosok yang sedang dicarinya.


Dengan langkah tergesa, Kennan kembali keluar dari kamar mandi untuk mencari ponsel pintarnya dan mencoba menghubungi Tita.


Saat pandangan matanya tertuju nakas di samping ranjang tidurnya. Kennan mempercepat langkahnya menyadari di sana terdapat secarik kertas tergeletak di dekat ponsel pintarnya. Buru buru meraih selembar kertas berisikan tulisan tangan Tita. Ternyata di atas nakas juga telah tersedia segelas susu hangat.


Tita keluar lihat pantai... Abang jangan lupa minum susunya buat pengganjal perut.


Nanti sarapan kita cari sarapan di sekitar pantai saja ya...


Begitu isi tulisan dari selembar kertas yang Tita tinggalkan di atas nakas.


Senyum mengembang, membingkai pada wajah bantal Kennan. Lega rasanya saat melihat catatan kecil Tita untuknya. Rasa cemas akan hilangnya Tita, menguap seketika itu juga.


"Kenapa tadi gue gak menyadarinya ya..." gumam Kennan lirih dengan senyum yang tidak berhenti menghiasi wajah bantalnya yang tetap saja tampan.


Kennan menghela nafas lega.


Ternyata semua tidak seperti apa yang ada di dalam pikirannya. Tita sepertinya keluar kamar untuk menikmati keindahan pantai.


Kennan meraih gelas susu yang telah disiapkan oleh Tita untuknya. Gelas itu masih hangat, mungkin Tita belum lama meninggalkan kamar mereka. Kennan pun segera meminum setengah gelas susu hangatnya.


Beberapa saat setelahnya memasuki kamar mandi untuk membasuh tubuhnya agar terasa segar.


Kennan melepas seluruh baju yang membungkus tubuhnya, menempatkan diri di bawah shower dan mulai mengguyur rambut hitam hingga kakinya.


Berulangkali mengibaskan kepalanya yang basah untuk mendapatkan sensasi air segar yang membasahinya seluruh tubuhnya. Kemudian membalur seluruh tubuhnya dengan sabun mandi beraroma strawberry yang menambah sensasi segar pada tubuhnya.


Setelah merasa cukup, Kennan mengakhiri rutinitas mandinya dengan menangkup tubuh bagian bawahnya dengan handuk lalu kembali ke kamar.


Kennan mmemakai bajunya lalu segera keluar dari kamar untuk menyusul Tita ke pantai.

__ADS_1


...🍭🍭🍭🍭...


Kennan mengedarkan pandangan ke segala arah. Menyusuri pinggir pantai dengan kedua matanya, menelisik keberadaan sosok cantik yang semalam berhasil membuatnya terbang melayang menikmati surga dunia yang memabukkan.


Kennan berfikir cemas, saat menyapu sisi pantai yang sepi tidak menemukan sosok Tita.


Kennan pun mengambil langkah lebar mendekati bibir pantai yang menghamparkan lautan berwarna biru cerah dengan sesekali buih putih bergelung menghempas pasir pantai.


Bibirnya mengembang dengan sempurna saat melihat tubuh ramping istrinya sedang berdiri menikmati keindahan pantai di depannya.


Ternyata sosok Tita yang sempat membuatnya khawatir tertutupi sebuah bangunan kayu, salah satu lapak pedagang yang mengais rejeki di sekitar pantai.


Pantai yang Kennan kunjungi saat ini adalah sebuah pantai yang terletak di daerah pinggiran kota Yogyakarta. Letaknya memang cukup jauh dari kota, Kennan membutuhkan waktu hampir dua jam perjalanan untuk menuju ke pantai tersebut.


Namun lamanya perjalanan, terbayar sudah dengan keindahan pantai yang masih sepi pengunjung dan tempatnya yang bersih dari sampah serta masih sangat alami.


Hanya segelintir orang yang mengunjungi pantai ini meskipun weekend. Karena memang pantai ini belum terkenal layaknya Paris (Pantai Parangtritis).


Tapi siapapun yang pernah berkunjung ke tempat ini pasti akan merasa sangat puas dan pasti berharap suatu saat bisa datang lagi.


Kennan berlari menuju pada keberadaan Tita yang berdiri memunggunginya. Saat jaraknya sudah semakin dekat Kennan mengganti dengan berjalan perlahan, tidak ingin Tita menyadari kepadatangannya.


Set.


Tangan kekar Kennan memeluk perut rata Tita dari belakang, membuat tubuh ramping itu tersentak kaget. Namun saat menoleh mendapati suami yang memeluknya, Tita mengambil nafas lega dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Tidur abang nyenyak banget." sahut Tita sembari mengusap tangan kekar Kennan yang memeluk perut ratanya erat dengan kembali memandang laut lepas.


"Emangnya lo gak ngantuk dek?"


"Ngantuk sih, tapi Tita gak mau melewatkan sunrisenya tadi." sahutnya dengan tersenyum senang.


"Kenapa gak bangunin gue?" Kennan menelusupkan wajahnya pada leher jenjang isterinya.


"Tita gak mau ganggu istirahat abang." Tita berucap dengan mengerak - gerakkan bahunya geli. Dan itu malah membuat Kennan semakin menyusupkan wajahnya, dengan sesekali mengendus aroma tubuh Tita.


"Abang jangan kek gitu, malu entar kalau ada yang liat." Tita berusaha menghentikan aksi mesum suaminya.


"Gak ada orang, gak bakal ada yang lihat." keukeuh Kennan masih dengan mengendus, bahkan sesekali mencecap memberikan tanda merah di sana.


"Abang ihh..." Tita membalikkan tubuhnya menghadap Kennan lalu mendongakkan kepala.


"Abang mesumnya ditahan dulu, entar lanjut di kamar wae... Tita malu." mohon Tita manja.


Kennan sedikit menunduk memandang wajah memohon isterinya lalu tersenyum tipis dengan menganggukkan kepala. "Janji harus ditepati lo ya..."

__ADS_1


"Iya Tita janji, sepuas abang deh. Tapi di sini di tahan dulu ya..."


"Iya ... iya ... peluk boleh kan?!"


Tita tersenyum lalu mengeratkan lingkaran tangannya pada tubuh kekar Kennan, kemudian merebahkan kepala ke dada bidang sang suami.



"Makasih bang... Tita seneng banget."


"Apanya yang bikin seneng? Yang semalem atau ..." belum selesai Kennan bertanya Tita dengan cepat memotong ucapannya.


"Semuanya... yang semalem juga keindahan pantai pagi ini, semuanya bikin Tita seneng." ucap Tita memeluk erat tubuh Kennan dengan membenamkan wajahnya pada dada bidang Kennan karena tidak ingin suami tampannya itu melihat rona merah yang menghiasi wajah putihnya.


Kennan membalas pelukan Tita tak kalah erat.


"Mulai sekarang gue mau kita terus seperti ini, saling menjaga, memeluk dan berpegangan tangan sampai menua." Kennan berucap kata dengan memandang laut lepas yang berwarna biru cerah secerah hatinya saat ini, dengan bibir yang tidak berhenti menyunggingkan senyum.


Tita menggerakkan kepala mengangguk dengan kepala yang masih terbenam pada dada bidang sang suami.


🍨🍨🍨🍨


Gimana nih enaknya, cerita bangKenn sama neng Tita...


Lanjut


Tamat


atau ...


Gantungin aja yak...


πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀

__ADS_1


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2