
Bukh!
Satu pukulan mendarat di wajah Kennan. Pukulan itu dari tangan kekar Alex.
"Bangsat! Jadi elo suami Yana yang nggak bertanggung jawab dan ninggalin dia saat hamil." Alex dengan mencengkeram krah leher Kennan seraya mendaratkan pukulan kembali pada wajah Kennan. Kali ini mengenai rahang dan membuat sudut bibir Kennan membiru.
Terlihat jelas kemarahan dari wajah Alex yang saat ini menduduki tubuh Kennan yang telah terlentang, terkapar di lantai.
Kennan yang masih dalam kondisi sangat terkejut setelah mendapati Tita berdiri bersanding dengan anak lelaki seumuran dengan Kenina, menerima saja saat Alex tiba tiba berdiri dari duduknya dan mendorong serta memukul hingga membuatnya tersungkur di lantai.
Sebelumnya Tita baru saja memasuki Kenita's Cake and Bakery seraya menggandeng tangan anak lelakinya. Dengan ramah Tita tersenyum menyapa karyawannya.
Saat manik matanya melihat Alex tengah duduk berbincang dengan seorang lelaki yang memunggunginya, Tita melangkahkan kaki mendekat.
Tita mengerutkan dahi saat mendapati putri kecilnya bergelayut manja dan terlihat memeluk erat lawan bicara Alex sepupunya.
Tita memiliki anak kembar. Satu perempuan yaitu Kenina dan satunya lagi laki laki diberi nama Keanu.
Sebelumnya Kenina, putrinya tidak pernah seperti itu dengan siapapun kecuali Alex yang membantunya merawat sedari kecil.
Tita pun membatin keheranan. Dirinya penasaran dengan sosok yang membuat sang putri bergelayut manja tersebut.
Dengan pelan Tita meninggalkan kakinya mendekat.
Saat jarak mereka tinggal beberapa langkah saja, tiba tiba Keanu anak lelakinya berseru.
"Eyina! Jangan peyuk oyang gak dikenal sembayangan!"
Keanu dengan berkacak pinggang menginterupsi sang kakak. Keanu memang sangat overprotektif terhadap saudara perempuannya. Meski posisinya sebagai adik, namun lagaknya seperti seorang kakak saja.
Rupanya seruan Keanu membuat sosok lawan bicara Alex terkejut, segera memalingkan wajah ke arah mereka.
Kedua mata Tita membulat sempurna dengan mulut yang terbuka saking kagetnya. Pun sama dengan Kennan.
"Abang."
"Tita."
Melihat itu, Alex langsung memberikan bogeman pada wajah tampan sahabatnya.
"Gue nggak nyangka lo tega ninggalin sepupu gue Kenn..." Alex dengan nafas memburu. Satu tangannya masih mencengkeram kerah baju Kennan sedangkan tangan satunya mengepal kuat.
"Sepupu?" desis Kennan lirih dengan menahan kepalanya yang berdenyut.
"Iya. Gadis yang elo nikahin dan lo tinggalin saat hamil itu sepupu gue. Ngerti!" Alex tepat di wajah Kennan.
Alex tidak mengetahui jika dirinya salah paham pada Kennan saat ini.
__ADS_1
Kennan memejamkan kedua matanya, denyut pening terus menerus memutari kepalanya.
"Gue nggak ninggalin Yana, dan gue nggak pernah tau kalau lo sepupuan sama dia." elak Kennan bingung dengan tuduhan Alex padanya.
"Nggak usah ngelak lo, jadi lelaki yang jantan. Akui kesalahan lo."
"Gue engg... ak-h." Kennan tidak sempat menyelesaikan kalimatnya Alex sudah memberikan satu pukulan pada wajahnya kembali.
"Bangs@t lo Kenn!" Alex seraya mengayunkan tangan kembali. Sepertinya Alex belum puas memberikan bogeman pada wajah tampan sahabatnya. Terlihat kalau dia tidak dapat menahan diri.
"Lex... Cukup!" seruan dari belakang tubuh Alex membuatnya mengambangkan tangan di udara.
"Sudah ku bilang dia tidak meninggalkanku, aku yang memilih pergi." Tita dengan mendekap kuat kedua bocah kecil yang tubuhnya bergetar karena takut melihat aksi Alex.
Alex menurunkan tangannya, menghembuskan nafas kasar.
"Nggak usah melindungi dia. Lelaki brengs3k ini nggak pantas mendapatkannya." salah satu tangan Alex masih mencengkeram kuat kerah leher Kennan.
Kennan mengerjapkan mata. Dengan pandangan mata sedikit berkabut, dia menangkap sosok Kenina yang menyusup pada Tita. Tubuh gadis kecil itu bergetar hebat. Isakan lirih tertangkap oleh geng telinga Kennan.
"Kenina..." lirih Kennan dengan menahan kepalanya yang berdenyut nyeri.
"Bawa mereka pergi." lanjut Kennan dengan meringis menahan perih pada sudut bibirnya.
Tita yang mendengarnya pun segera beranjak membawa kedua buah hatinya untuk pergi dari sana.
Beruntung kondisi toko saat itu tidak terlalu ramai, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang berarti.
πππ
Tita berjalan mendekati Kennan dengan membawa kotak P3K di tangannya.
Dia meletakkan kotak P3K di lantai, lalu berlutut di depan Kennan.
Kennan yang semula menunduk pun mendongak, menatap Tita yang hanya diam seraya membuka kotak obat.
"Biarkan dia mengobati lukanya sendiri." Alex yang duduk tak jauh dari Kennan berucap dengan sinis.
Tita hanya diam, tidak menyahut. Mengabaikan ucapan sepupunya dengan mengambil kapas dan menuangkan alkohol di atasnya.
"Sini."
Tita memberi tanda pada Kennan agar memajukan wajahnya yang memar.
Kennan menurut dengan memajukan wajahnya. Tak dapat dipungkiri jika jantungnya berdegub kencang saat ini.
Tita menopang dagu Kennan dengan salah satu tangannya sedang tangannya yang lain mengaplikasikan kapas pada luka sang suami.
__ADS_1
"Akh!" ringis Kennan saat tanpa sengaja Tita menekan lukanya sedikit kuat.
"Maaf." Tita mengendurkan kapas dari sudut bibir Kennan.
"Nggak usah lebay. Elo laki." Alex tetap dengan nada sinis.
"Abaikan saja dia." Tita dengan hati hati kembali membersihkan sudut bibir Kennan juga pipinya dari noda darah. "Masih sakit?"
Kennan menggelengkan kepalanya tanpa memutus pandangan dari wajah cantik Tita yang terlihat keibuan. Sungguh tak sabar rasanya ingin segera merengkuh tubuh wanita yang berlutut di hadapannya itu.
"Maafkan Tita atas semuanya mas." lirih Tita dengan mengoles obat pada luka sang suami.
"Heh... apa?" Kennan dengan sedikit tersentak dari lamunannya. Bukan kennan tak tahu akan maksud ucapan Tita. Melainkan Kennan sedikit tidak yakin mendengar panggilan yang tak biasa dari wanita yang seharusnya masih bergelar isterinya tersebut.
"Maafkan Tita karena telah egois."
"Bukan bukan itu." Kennan dengan menggeleng. "Kamu tadi panggil aku apa?" Kennan masih tidak percaya dengan indera pendengarannya.
"Mas. Dia panggil elo mas. Mosok kuping lo nggak denger, gue aja yang di sini denger dengan jelas."
Alex yang menyahut dengan mencebik kesal, raut wajahnya masih terlihat masam.
"Nggak usah ikut campur urusan gue." Kennan tanpa memalingkan wajah dari menatap dalam sang isteri.
"Mas." Tita tersenyum tipis dengan memberikan sentuhan lembut pada jemari tangan Kennan. Tita tahu Kennan telah memaafkan atas kepergiannya di masa lalu.
Masih dengan tanpa memutus pandangan dari wajah Tita, Kennan membalik tangan Tita, menyusupkan jemari kekarnya dengan jemari sang isteri lalu mengeratkannya.
"Mereka kembar?"
Tita mengangguk mengiyakan.
"Siapa namanya?"
Tita menautkan kedua alis matanya.
"Si tampan yang wajahnya mirip kamu."
"Keanu. Namanya Keanu mas." sahut Tita dengan memberanikan diri membalas tatapan mata Kennan lebih dalam. Jemarinya pun mencengkeram kuat jemari Kennan, seolah menyalurkan kerinduan yang selama itu dipendamnya.
"Jangan tergoda. Lelaki itu pernah meninggalkan kamu Na..." lagi Alex dengan sinis melihat adegan rindu pasangan suami istri yang baru bertemu itu. Meski sepupunya itu selalu kekeh bahwa dirinya yabg memutuskan untuk pergi namun Alex tetap saja tidak percaya dan merasa kesal pada Kennan.
Kennan menghirup oksigen dalam seraya memejamkan kedua matanya sesaat. Perlahan memalingkan wajah ke arah Alex.
"Asal lo inget. Elo yang bikin gue memperkosa isteri gue waktu itu."
π¨π¨π¨π¨
__ADS_1