Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
125. Ternyata oh Ternyata


__ADS_3

Hah.


Tita membelalakkan kedua matanya dengan lebar.


"Abang dapat informasi dari mana, dari siapa kalau Tita hamil?!", tanya Tita beruntun pada Kennan dengan pandangan mata heran menatap suaminya yang masih berbaring di ranjang.


Kennan mendudukkan tubuhnya mengikuti Tita kemudian menyilangkan kakinya untuk bersila.


Kennan meraih telapak tangan Tita, kemudian mengusap lembut kedua telapak tangan itu, untuk memberikan sedikit ketenangan pada gadis yang telah menjadi isteri sekaligus calon ibu untuk anak - anaknya kelak. Kennan melakukan itu karena melihat wajah Tita yang terlihat kaget, syok mungkin itu lebih tepatnya.


Maklumlah Tita masih sekolah, masih banyak hal yang ingin diraihnya. Minimal Tita pasti menginginkan dapat menyelesaikan Sekolah Menengah Atas nya dengan normal tanpa adanya gangguan perut yang membesar ataupun gangguan rengekan tangisan bayi di usianya yang masih berumur belasan tahun. Mungkin saja isteri dari Kennan Atmadja itu sudah memiliki cita - cita atau keinginan yang ingin diraihnya saat masih muda ini.


"Gue dikasih tahu sama Irsyad", Kennan tak berhenti mengusap lembut telapak tangan Tita.


"Hah.... Irsyad", Tita lebih kaget lagi mendengar Kennan menyebut nama Irsyad.


Apa hubungan Irsyad sama kehamilan Tita coba, pikir hati Tita.


Kennan mengangguk, "Iya... Irsyad yang kasih tau"


"Gimana ceritanya Irsyad ngomongin Tita hamil Bang... Ada - ada aja deh...", Tita menggaruk pelipisnya bingung.


Hilang deh rasa kantuk dan lelah yang tadi sempat mendera neng Tita🀣🀣


"Jadi gini ceritanya Dek... elo inget kan waktu gue nyamperin Irsyad ke kelas kalian...?"


Tita mengangguk. "Ingat"


Flashback On....


"Sekarang lo ikut gue", ucap Irsyad pada Kennan setelah mereka sama - sama terdiam seusai aksi saling tonjok menonjok mereka.


Kennan menoleh pada sahabatnya yang telah berjalan menuju bangku taman belakang sekolah terlebih dahulu.


Dengan langkah gontai Kennan mengikuti Irsyad yang terlihat telah menduduki bangku panjang terbuat dari beton dengan menghadapkan diri pada lapangan bola.


Kennan berjalan sambil memegangi perut sebelah kirinya yang terasa nyeri akibat tonjokan dari Irsyad, sepertinya Irsyad menonjoknya dengan kuat. Entah untuk membalas rasa sakit hati Tita atau sakit hatinya sendiri akibat Kennan yang memupus keinginannya untuk memiliki Tita.


Brek.


Kennan mendaratkan tubuhnya, duduk di samping Irsyad.


"Elo tau kan kalau sedari pagi kemaren Tita sakit...?!", Irsyad langsung menghujani Kennan dengan perkataan sinis.


"Ya.... gue tau", Kennan menyahut pelan, dengan menahan nyeri perutnya.


"Elo tau dia sakit apa...?", tanya Irsyad pada sahabatnya yang terlihat tertunduk lesu tersebut.


"Masuk angin katanya...", jawab Kennan masih dengan suara pelan.


"Katanya... elo bilang!!! dan elo percaya gitu aja... Elo itu suaminya bukan seh Kenn....!! Sok - sok_an posesif di depan gue, nyatanya elo tu gak peduli sama isteri lo sendiri", Irsyad berujar dengan nada kesal juga marah.


"Gak usah nyolot lo Syad.... gue emang beneran peduli sama dia, bukan cuma sok - sok an!!", Kennan membalas ucapan sahabatnya dengan ketus.


"Lagian elo tu gak usah sok care sama isteri gue, udah ada gue yang selalu siap care sama dia...", tambah Kennan masih dengan ketus.


"Heh.... elo care sama Tita?!! Yang ada elo tu ngebiarin dia, elo tu gak peduli sama dia. Gue tau elo sok peduli sama dia karna elo gak mau gengsi lo turun, iya kan.... Semua itu elo lakukan karena gengsi lo kan Kenn...?!!", Irsyad berucap dengan sinis dengan memandang hamparan rumput hijau lapangan bola, tanpa mau menatap wajah kapten tim basketnya yang pastinya semakin kesal.


"Bangs*t lo Syad....!!", Kennan mengumpat sambil beranjak dari duduknya.


Padahal Kennan sempat berharap jika Irsyad akan membuat emosinya tenang akan tetapi sahabat yang dipanggilnya pak ustadz itu malah semakin membuatnya tersulut emosi kembali.


"Buktikan kalau lo peduli sama Tita, atau gue rebut dia dari lo!!", Irsyad mengancam dengan berseru lantang tanpa memperdulikan umpatan dari mulut Kennan.


Kennan pun menghentikan langkah kakinya setelah mendengar ancaman Irsyad lalu menoleh ke belakang, di mana Irsyad terlihat santai namun sorot matanya terlihat serius dengan ucapannya.


Kennan menahan nafas, kembali beranjak menuju bangku panjang di mana Irsyad duduk.


Dengan kedua tangan terkepal dan menahan emosi, Kennan berkata sedatar mungkin, "Maksud lo apaan...".


Ucapan Kennan penuh dengan penekanan.


"Elo tau kalau pas sakit kemaren Tita muntah gak ada hentinya...??", Irsyad terlihat belum percaya jika Kennan benar - benar peduli sama gadis yang juga telah mencuri hati Irsyad tersebut.


"Taulah... bahkan gue udah cegah dia buat izin gak sekolah. Dianya aja yang ngeyel pengen tetep masuk sekolah dan bilang kalau dia cuma masuk angin aja".


"Dan elo ngizinin dia gitu aja...?"


"Iyalah... gue bisa apa selain ngebolehin kepala batunya itu daripada dia ngambek ke gue", Kennan membuang nafas kasar dengan masih berdiri di hadapan Irsyad.


"Kenapa elo ngediemin dia hari ini.... padahal harusnya elo kasih perhatian sama dia..." Irsyad menatap Kennan sinis.


Kennan mengerutkan keningnya. "Kok lo tau... dia cerita sama lo??", Kennan berucap gusar, tidak menyangka jika isterinya itu mengumbar masalah rumah tangganya dengan sahabat yang dianggapnya sebagai rival karena berniat merebut Tita darinya.

__ADS_1


"Gak usah cemburu lo, dia ngomong ke gue gak sengaja. Dan itu jelas karena elo udah nyakiti perasaan dia, dia tanpa sadar mengucapkan isi hatinya karena gak kuat dengan sikap lo yang semau lo sendiri". Irsyad memperjelas situasi yang sepertinya akan membuat Kennan salah paham kembali pada Tita.


Kennan menghela nafas pelan, kembali duduk di samping Irsyad.


Dengan kedua tangan bertaut dan menumpu pada pahanya Kennan berucap, "Gue marah karena dia mau saja tangannya dipegang sama Andra"


"Elo cemburu??", tanya Irsyad dengan memiringkan tubuhnya pada Kennan.


"Elo dah tahu jawaban gue", Kennan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Harusnya elo tetep masuk nemuin Tita di UKS meskipun ada Andra di sana, biar lo gak salah paham. Dan lagi elo seharusnya tanya baek - baek sama Tita, bukannya ngambek terus ngediamin dia", Irsyad.


"Gue gak salah paham Syad... gue beneran lihat dengan mata kepala gue sendiri, si ketos menggenggam erat tangan Tita. Dan lagi dia diem wae, kek menikmatinya. Apa gue salah kalo gue marah...?", Kennan berucap dengan suara bergetar menahan emosi.


"Gimana Tita gak diem wae, membiarkan Andra memegang tangannya orang Tita emang belum siuman waktu itu", Irsyad memberitahukan kebenarannya.


Deg


"Belum siuman", lirih Kennan menegang karena kaget.


Irsyad memandang sekilas wajah kaget Kennan, kemudian berkata, "Tita pingsan pas lagi rapat osis. So wajarlah Andra nungguin Tita di uks atau mungkin malah Andra yang bawa Tita ke sana dan merawatnya sampai siuman", Irsyad sengaja melebihkan ucapannya meski dirinya tidak tahu yang sebenarnya. Irsyad hanya ingin sahabat polar bearnya itu menyadari sikap salahnya.


"Dan untuk masalah pegangan tangan bukan karena isteri lo suka pegangan tangan sama si ketos tapi emang karena dia belum siuman beg*k, jadi dia gak tau apa - apa atas kemarahan elo ke dia", jelas Irsyad lagi hingga membuat Kennan semakin merutuki kesalahannya.


Shiit....Beg*k banget gue udah ngasih kesempatan si ketos buat pegang tangan istri gue.... Kennan pun mengumpat dalam hati.


"Coba lo turunin dikit gengsi lo... lagian di saat - saat seperti ini isteri lo butuh banget perhatian dari lo. Jangan sampai lo nyesel Dab...", Irsyad menepuk - nepuk pelan bahu sahabat sekaligus kapten tim basketnya yang terkenal datar dan kaku itu. Seolah dirinya memberi dukungan untuk sahabatnya itu.


Kennan menganggukkan kepalanya berulang tanda mengerti ucapan dari sahabat ustadz nya tersebut.


"Jangan cuma manggut - manggut doang... lo beneran ngerti kagak...?", Irsyad memiringkan kepalanya ke arah Kennan yang masih terlihat menganggukkan kepalanya.


Kennan menghela nafas pelan. "Iyee gue ngerti ustadz...", Kennan berucap sambil menyenggol bahu Irsyad dengan bahunya.


"Ck awas lo.... kalo entar gue lihat mata isteri lo sembab atau terlihat tersiksa karna elo, gue siap ngegantiin posisi lo buat jadi suami Tita", Irsyad terkekeh pelan.


"Njir ngarep mulu lo...", Kennan menatap Irsyad, tak lama kemudian ikut terkekeh.


"Tapi beneran Kenn... kakak gue, di waktu awal kek gini bener - bener harus extra sabar ngadepin isterinya. Belum lagi kalau tengah malem pengen ini itu yang mustahil. Behhh... ngambeknya gak kuat gue liatnya. Moga saja bini lo kagak kek gitu ya Kenn...", Irsyad masih dengan kekehan kecil sembari menepuk - nepuk punggung Kennan. Seolah dirinya benar - benar sudah mengikhlaskan gadis impiannya untuk sahabat polar bearnya.


"Tita gak kek gitu, meski akhir - akhir ini moody_an... tapi gak ada tengah malem pengen aneh - aneh. Apalagi yang mustahil bin mustahal", Kennan ikut terkekeh kecil tanpa tahu maksud ucapan Irsyad yang sebenarnya.


"Beruntung lo, semoga dia gak ngidam aneh - aneh jadi lo gak kerepotan ngadepinnya", Irsyad seolah memberi semangat pada Kennan.


Loh ngidam....😲😲


"Lo ngomong apaan seh Syad...?!", Kennan bertanya dengan wajah bingung, karena Tita tidak pernah mengatakan kalau dia hamil. Namun Kennan tetap harus waspada jika itu benar karena mereka pernah melakukan hubungan suami isteri tersebut meski baru sekali. Dan kita tidak akan pernah tahu kehendak Allah bukan....


Irsyad pun melakukan hal yang sama, mengerutkan dahi serta memiringkan wajahnya menatap Kennan.


"Sorry.... elo pernah kan ngelakuin itu sama Tita??", tanya Irsyad hati - hati.


Kennan menelan ludahnya kasar, tidak menyangka jika sahabatnya itu akan menanyakan urusan ranjangnya dengan Tita.


"Elo gak perlu tau...". Kennan menjawab datar dengan memalingkan wajahnya, tidak ingin Irsyad mengetahuinya.


Namun Irsyad adalah anak lelaki yang tidak bodoh, dia tahu reaksi Kennan adalah jawaban yang dapat ditebaknya dengan mudah.


"Sorry Kenn... gue gak bermaksud mengorek urusan rumah tangga lo. Tapi berdasarkan pengamatan gue.... apalagi gejala isteri elo yang sama persis kek kakak ipar gue, gue kira dia hamil", Irsyad berucap sambil menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal hanya saja dirinya merasa tidak enak hati karena sepertinya Kennan belum tahu jika Tita mengalami fase ngidam.


Kennan tidak menyahuti ucapan Irsyad, namun dirinya kembali membuat dahinya semakin mengerut sembari mengingat kejadian kemarin. Mulai dari Tita yang muntah - muntah di pagi hari, mood nya yang naik turun serta wajahnya yang terlihat pucat.


Shiit, benar.... semua itu mirip dengan fase awal kak Vina hamil, kenapa gue bod*h banget seh gak menyadari itu. Malah gue udah bikin dia nangis lagi.... gumam Kennan dalam hati penuh dengan penyesalan.


"Kenn... lo gak papa?!", Irsyad menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Kennan yang terbengong.


"Ah... iya... gue gak papa, gue cuma ngerasa beg*k banget karna gak menyadari itu semua", ucap Kennan pelan. Ada nada penyesalan dalam ucapannya, dan itu tidak luput dari pendengaran Irsyad.


"Udah gak papa... yang penting rubah sikap lo, jadilah suami yang lebih peka. Jangan buat isteri lo sedih lagi, apalagi sampai menyakitinya. Gue pastiin_", Irsyad belum menyelesaikan ucapannya Kennan sudah memotongnya.


"Iya gue tau, elo bakalan rebut Tita dari gue kan... Sorry elo jangan berharap, karna gue gak bakalan bikin hal itu terjadi!!", ucap Kennan dengan yakin.


Kedua sahabat yang sempat menjadi rival itupun akhirnya terkekeh bersama.


Flashback Off....


Tita tertawa setelah mendengar cerita dari Kennan.


"Kok elo ketawa sih Dek... apanya yang lucu coba...", Kennan bingung melihat reaksi Tita.


"Abang sama Irsyad yang lucu", Tita masih belum menghentikan tawanya, bahkan terlihat memegangi perutnya untuk menahan tawanya.


"Dek... udah hentikan!! Kasihan dedek bayinya", Kennan menarik tangan Tita yang memegangi perutnya sembari berusaha membuat gadis itu menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Habisnya kalian seenaknya wae kasih kesimpulan, sok tau. Lagian gak ada dedek bayi di perut Tita Abaaang....", Tita berucap dengan berusaha menahan geli, dan kembali kedua tangannya memegangi perutnya.


"Dek.... ati - ati... Makanya besok ke dokter biar diperiksa ya...", Kennan menggeser tubuh Tita yang tidak berhenti tertawa. Tubuh Tita yang semula berhadapan menjadi memunggungi Kennan. Kemudian Kennan memeluk tubuh ramping yang tidak berhenti bergetar karena tidak berhenti tertawa tersebut dari belakang.


"Udah stop ketawanya", bisik Kennan di telinga Tita sambil mengusap perut istrinya, tidak lupa sebelumnya menarik kedua tangan Tita dari atas perut agar tidak menekan perut gadis itu.


"Gak perlu ke dokter Bang... Tita gak hamil", ucap gadis itu sambil menghentikan tawanya dengan terengah, menghirup dan melepaskan oksigen perlahan.


"Gak usah sok tau, kita ke dokter besok biar jelas", Kennan masih mendekap Tita dari belakang. Kini kepalanya menumpu pada bahu Tita sambil mendusel tengkuk leher Tita.


Tita pun berusaha menahan sensasi gelenyer yang merayapi sekujur tubuhnya akibat hembusan nafas hangat dari mulut Kennan yang mengenai tengkuk leher jenjangnya.


"Beneran Tita gak hamil Bang...", Tita meyakinkan Kennan dengan menoleh sekilas pada suaminya sambil menahan debaran halus di dadanya.


"Ck... tandanya jelas kek Kak Vina waktu mau hamil Keina sama Kenzo Dek...", Kennan ngeyel dengan tidak berhenti mengendus antara bahu dan leher istrinya.


"Tapi Tita gak mungkin hamil Bang... orang sekarang wae Tita lagi dapet!"


Kennan menghentikan keasyikan mengendus antara tengkuk leher dan bahu Tita. "Maksud lo dapet apaan?", Kennan bingung.


Tita memainkan ujung jemarinya, "Itu... Tita emm..."


"Itu apa?", Kennan memiringkan wajahnya menatap wajah Tita dari samping.


"Itu.... Tita lagi menstruasi sekarang!", Tita berucap pelan takut membuat Kennan kecewa.


"Hah.... kok bisa.... Bukane elo ngidam waktu pengen nasi gandul sama martabak tadi...???", Kennan cengo.


Tita menggaruk pelipisnya. "Emang Tita sering kek gitu kalo lagi PMS.... moody_an, sering pengen sesuatu kek ngidam, kadang juga pengennya tidur seharian", jelas Tita dengan takut - takut sambil tidak berhenti memainkan jemarinya.


"Terus muntah sama pingsan kemaren...?", Kennan masih penasaran.


"Muntahnya memang masuk angin, mungkin Tita kelelahan ditambah mau PMS makanya tensi Tita drop jadi pingsan deh...", Tita berucap sambil melirik wajah Kennan yang tampak belum percaya sepenuhnya.


"Beneran elo lagi itu...?", Kennan memastikan dengan menekan kata itu pada Tita.


"Iya bener.... tadi waktu Tita mau ganti baju buat tidur baru ketahuan kalau Tita PMS", Tita meyakinkan.


Kennan menghela nafas panjang. Antara lega karena Tita tidak perlu melewati fase perut besarnya saat masih sekolah dan juga lega karena dirinya tidak perlu merasa bersalah karena istrinya itu masih bisa menggapai cita - citanya.


Namun Tita menangkap lain helaan nafas suaminya.


"Abang kecewa karena Tita gak hamil?", tanyanya hati - hati.


Kennan menggeleng. "Enggak", jawab Kennan dengan senyum smirk.


"Beneran Abang gak kecewa....?", Tita memastikan dengan menoleh ke samping kanan dimana wajah suaminya sedang menatapnya dengan tersenyum aneh menurutnya.


Kennan merapatkan pelukannya pada tubuh ramping Tita.


"Enggak.... kan bisa buat lagi", bisik Kennan lirih dengan mengusap lembut daun telinga Tita dengan hidung dan bibirnya. Tak ketinggalan kedua tangannya menelusup ke bawah piyama tidur isterinya.


"Abaaanng.... mulai deh"


🍨🍨🍨🍨


Hai...hai....


Maap... maap.... nih ya kalau readers setia othor kecewa dengan Tita yang enggak hamidun.....πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Sebenernya ini memang alur cerita yang udah othor siapkan....


Gimana kecewa.... sakit hati....?!!!


Enggak lah ya.....πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Bang_Kenn wae enggak kecewa kok, malah kek semangat buat nendang bola ke gawang hehehe....


Keknya Babang Kennan akan berhenti dari maen basket deh.... lebih memilih maen futsal sekarang🀣🀣🀣🀣


Peace Dab.... Nok....🀞🏻🀞🏻🀞🏻😍😍😍


Gak ada double up.... tapi part ini adalah part terpanjang yang othor tulis keknya, sampek jari jemari lentik othor berasa keriting. Besok harus ke salon buat rebonding jari wekkkekkkekkk.....


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2