
Arrrgghhhh.....
Prang... prang....
Yuna mengacak rambutnya dengan sesekali mengobrak abrik seluruh make up yang berjejer di atas meja riasnya, hingga membuat kamarnya berantakan bak kapal pecah.
"Kennan sialan!!"
"Awas lo berani bohongin gue... Elo pikir gue nggak bakal tau kebohongan lo."
Yuna tidak berhenti mengumpat dan merutuki Kennan yang telah membohonginya perihal kedekatannya dengan Tita. Gadis yang sengaja Yuna jauhkan agar tidak mendekati Kennan.
Yuna mengetahui siapa sebenarnya Tita yang tak lain adalah saudara perempuan Satya yang dulu menjadikan dirinya sebagai simbol kekasihnya, agar diri Yuna tidak dapat memiliki Kennan.
Prang....
Kali ini Yuna menghantam cermin di depannya dengan salah satu tangannya hingga cermin tersebut pecah berserak.
"Yunaaaa....." teriakan wanita paruh baya sembari memasuki kamar Yuna, dia adalah mama Yuna.
"Sayang... kenapa? Ada apa, kenapa kamu seperti ini...?" mama Yuna mendekati tubuh Yuna yang bersimpuh di lantai kamar dengan darah segar yang mengalir di tangan kanannya.
"Sadar nak... sadar..." mama Yuna memeluk tubuh yang menegang tersebut dengan miris.
"Kennan ma... Kennan... selingkuh dari Yuna ma..." ucap Yuna dengan geram serta bibir yang bergetar menahan marah. Tangannya pun mengepal menahan rasa marah, tak peduli dengan rasa sakit pada tangannya yang masih mengalirkan cairan merah segar.
"Nggak mungkin nak... nggak mungkin dia selingkuh dari anak mama yang cantik ini...." mama Yuna mencoba menenangkan Yuna, sembari menyibakkan surai hitamnya berurai pada wajahnya.
Dalam hati mama Yuna miris melihat tingkah anaknya yang masih saja terobsesi dengan Kennan.
Padahal setelah kepulangannya beberapa minggu yang lalu dari pengobatan di luar negeri, Yuna sudah terlihat membaik. Bahkan dokter pun sudah mengatakan jika kondisi Yuna sudah pulih total dari gangguan Obsessive Compulsive Disorder atau yang biasa didebut OCD.
Obsessive Compulsive Disorder adalah sejenis gangguan mental. Orang yang memiliki gangguan ini memiliki pikiran dan perilaku yang tidak dapat dikendalikan dan berulang. Dan itu menjangkiti Yuna. Hal itu juga yang menyebabkan Yuna di bawa ke luar negeri untuk mengobati penyakitnya.
Keluarga Yuna sangat tahu dengan obsesi Yuna pada Kennan. Bahkan keluarganya juga tahu jika Kennan dekat dengan Yuna hanya karena ingin membantu meredakan emosi gadis itu. Tidak ada sedikitpun rasa cinta untuk Yuna.
"Tapi dia beneran selingkuh ma... Yuna lihat sendiri..." Yuna dengan gigi gemertak dan sorot mata marah. Sepertinya Yuna mengucapkan kata itu sembari mengingat kejadian beberapa saat lalu dimana dirinya melihat Tita dan Kennan keluar dari butik langganannya.
__ADS_1
Dan tanpa Kennan sadari Yuna membuntutinya hingga ke restoran yaang menjadi tempatnya dan Tita dinner.
Flashback on....
"Bukane itu Kennan ya... lagi ngapain dia ke sini..." gumam Yuna lirih saat dirinya berhenti di depan butik yang dulu pernah menjadi langgannya.
Yuna memang sengaja pergi ke butik untuk membelu gaun. Yuna berencana untuk mengajak Kennan bertemu dan makan malam bersama. Yuna sudah sangat merindukan wajah tampan Kennan yang sudah digilainya semenjak lama.
Saat ini Kennan terlihat berjalan keluar dari butik dengan setelan jas navy yang memancarakan aura ketampanan bak pangeran yang menjadi incaran para putri nan jelita.
Yuna menyunggingkan senyum pada bibir tipisnya.
Namun saat tangannya hendak membuka handel pintu mobil, sosok gadis berkerudung dengan gaun senada terlihat berjalan di belakangnya.
Yuna mengurungkan niatnya.
Dengan kening mengerut Yuna melihat Kennan membuka sisi mobil penumpang dan sang gadis memasukinya. Tak lama kemudian Kennan pun memasuki sisi pengemudi lalu mengendarai mobilnya meninggalkan parkiran butik.
Yuna yang penasaran dengan gadis yang sedang bersama Kennan pun segera mengikuti mobil Kennan sembari mengingat siapa gadis itu.
Sepanjang perjalanan, Yuna tidak berhenti berfikir dengan sesekali menggigit bibirnya. Tempurung kepalanya seolah berselisih memikirkan dan menebak siapa gadis itu. Rasa takut akan siapa sosok gadis itu membuat Yuna semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. Apalagi Yuna melihat senyum berbinar tercetak jelas pada wajah tampan Kennan.
Set...
Yuna menaikkan handrem dengan kedua manik mata yang tidak berhenti fokus pada mobil Kennan di depannya. Yuna menghentikan mobilnya dengan berjarak tentunya.
Terlihat Kennan keluar dari mobil lalu berjalan memutar pada sisi penumpang.
Kennan terlihat membuka pintu tersebut, lagi lagi terlihat jelas pada pandangan Yuna saat bibir Kennan menyunggingkan senyum. Senyum bahagia nan tulus yang selama ini selalu Yuna dambakan dari wajah tampan itu. Namun Yuna tidak pernah mendapatkannya, karena selama ini Kennan hanya memberikan senyuman datar untuknya.
Tak sedetik pun Yuna mengedipkan kelopak matanya karena tak untuk kehilangan momen untuk mengetahui siapa sesungguhnya gadis yang telah bersama cowok incarannya tersebut.
Meskipun dalam hati Yuna menebak sosok itu namun Yuna menepisnya. Yuna masih ingin memastikan dengan benar sosok gadis itu.
Jantung Yuna berdegub dengan kencang saat gadis yang memakai gaun senada dengan Kennan tersebut keluar dari dalam mobil Kennan.
Deg...
__ADS_1
Jantung Yuna berdentum kencang saat itu, sekali dan sangat kencang seolah menghentikan detakan selanjutnya.
Tempurung kepala Yuna berusaha menolak kebenaran tentang sosok yang dilihatnya.
Yuna tidak pernah menyangka jika gadis itu, yang tak lain adik Satya. Sosok yang sama dilihatnya di kafe K&Y dan diakui oleh Kennan sebagai pekerjanya tersebut saat ini bersama dengan Kennan.
Dan lagi keduanya terlihat akrab.
Keakraban yang lebih dari hubungan sebagai bos dan pekerjanya.
"Mungkinkah Kennan menjalin hubungan dengan gadis itu..." gumam Yuna lalu menggelengkan kepalanya dengan kuat.
Sekuat tenaga Yuna menolak kemungkinan keduanya memiliki hubungan hingga akhirnya Yuna pun memutuskan untuk mengikuti Kennan dan gadis yang tak lain adalah adik perempuan Satya.
Yuna pun harus menelan pil pahit saat manik matanya mendapati Kennan mencium Tita di roftop restoran tempat keduanya dinner.
Bukan sekedar ciuman pipi maupun kening. Yuna harus mendapati kenyataan pahit saat Kennan mendaratkan bibirnya pada bibir Tita.
Bukan sekedar ciuman singkat melainkan ciuman bibir yang saling memagut seolah menggambarkan bahwa hubungan keduanya sudah sangat dekat.
Bahu Yuna meluruh, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Wajah putihnya berurai air mata bak air bah yang tetiba saja datang membanjiri seluruh permukaan wajah mulusnya.
Flashback Off....
"Tenanglah sayang Kennan nggak mungkin seperti itu. Kamu pasti salah orang..." mama Yuna membelai lembut punggung Yuna yang bergetar dalam dekapannya.
Berharap anak perempuan kesayangannya tersebut meredakan emosi yang menyelimuti dirinya.
Namun harapan itu hanyalah tinggal harapan.
Yuna dengan cepat beranjak dari dekapan sang mama, segera berdiri. Meraih apapun yang ada di sekelilingnya lalu melemparkannya ke segala arah, dengan mulut yang meracau dengan histeris.
Mama Yuna pun tak mampu menghentikan aksi anak gadisnya.
Hingga sang papa pun masuk ke dalam kamar tersebut dan mendekap kuat tubuh Yuna hingga gadis itu berhenti bergerak karena kelelahan.
"Haruskah kita minta bantuan Kennan lagi pah..." mama Yuna dengan linangan air mata.
__ADS_1
π¨π¨π¨π¨