
Mohon maaf bila masih banyak typo yang bertebaran πππππ.
Selamat membaca π€π€π€π€π€π€π€.
πΊπΊπΊπΊ
5 tahun kemudian
Indonesian
Alia sudah menyelesaikan masa kuliahnya, dan kakaknya pun sudah selesai dengan perusahaan cabang. Sesuai dengan perkataan kakaknya 5 tahun lalu, saat ini mereka sedang bersiap untuk pulang.
"Kak."
"Hmm"
"Hmmm, aja terus."
"Iya ada apa, adik kakak yang cantik ?."
"Apa kita harus benar-benar kembali ?."
"Kenapa ? Apa kamu suka disini ?."
"Ya, aku sangat suka disini."
"Kamu tau sayang, kakak harus kembali kekantor pusat. Kakak sudah lama meninggalkan kantor itu, dan disini urusan Kaka sudah selesai."
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
"Maaf. Kamu jadi harus beradaptasi lagi."
"Tak perlu berterima kasih kak, Aku yang harus nya berterimakasih kepada kakak. Andai kakak tidak menyelamatkan aku...."
"Hentikan ! Sudah berapa kali kakak, bilang jangan ungkit kecelakaan itu lagi. Kakak sangat menyayangi mu, kakak tidak ingin kamu membahayakan nyawamu hanya untuk mengingat masa lalu mu itu." Sembari memeluk Alia.
__ADS_1
Setelah selesai dengan acara pelukan mereka langsung bergegas menuju Bandara. Sesampainya di bandara Soekarno-Hatta, kedatangan mereka telah ditunggu oleh karyawan yang akan kembali bersama mereka. Keberangkatan ke Delhi pun lepas landas.
Mumbai, India
Sudah 5 tahun meninggal nya Vira, Alvin masih belum bisa menerima nya. Selama 5 tahun ini, Alvin terus menyiksa diri nya dengan selalu lembur dan dinas keluar kota maupun negeri. Alvin yang sekarang sangat berbeda dengan Alvin saat masih bersama Vira. Alvin yang sekarang sangat benci disentuh oleh wanita manapun. Ya dia menjadi gunung es yang sangat susah digapai. Keluarga Pandey tidak ingin memaksa Alvin untuk menikah lagi, karena mereka tau apa yang membuat Alvin seperti itu. Rasa penyesalan yang mendalam membuat Alvin tak ingin memiliki pendamping hidup yang lain. Bagi nya, Vira hidupnya, segalanya karena Vira telah tiada. Dirinya ini hanya bagai mayat berjalan tanpa keinginan dan hasrat. Semuanya lenyap bersama Vira.
Alvin POV
"Vira sudah lima tahun kamu tak ada disini. Aku sangat merindukanmu." Batin Alvin
Tok...Tok... Tok..
"Masuk !."
"Maaf pak, sekarang waktunya bapak berangkat ke Delhi untuk menjalin kerja sama dengan Mehta company." Ujar sekertaris Alvin
"Baik, sebelum berangkat biar aku pulang dulu. Aku akan kerumah keluarga Pandey."
"Baik, pak."
"Sudah Sampai ? Duduk lah." ujar mama
"Ada masalah apa, mama sampai meminta ku kemari ?."
"Mama dengar kita akan bekerjasama dengan Mehta company ?."
"Iya."
"Hati-hati, saat di sana. Mama dengar Mehta company sekarang sangat banyak yang menginginkan kerjasama ini. Dan yang lebih banyak adalah ingin menjadi ipar dari seorang Arnav."
"Iya, Alvin tau mah. Maaf Alvin tak bisa lama-lama, penerbangan Alvin sebentar lagi."
"Hati-hati sayang."
Alvin bergegas meninggalkan kediaman keluarga Pandey, dan menuju bandara.
__ADS_1
Bandara internasional Indira Gandhi, Delhi
Pesawat yang ditumpangi Alia dan Arnav telah tiba di bandara internasional Indira Gandhi. Sesampainya di sana mereka disambut oleh para direktur perusahaan Mehta company. Disaat yang bersamaan pesawat yang ditumpangi Alvin pun mendarat . Disana saat Alvin datang ia diberitahu oleh sekertaris nya bahwa diseberang sana pesawat pribadi milik Mehta company, baru saja mendarat. Saat Alvin melihat kearah rombongan Mehta company, bertapa terpesona nya dia oleh seorang wanita yang berdiri dibelakang Arnav. Tak berapa lama wanita itu pingsan. Membuat semua orang disitu panik, saat Alvin ingin menghampiri, mereka terburu buru pergi.
Alia POV
Saat tiba di bandara, aku sangat rindu dengan negara ini. Aku bisa merasakan kehangatan yang tak pernah aku rasakan di Indonesia. Ya mungkin karena ini negara ku sendiri, dan menyimpan semua memori ku yang hilang. Saat aku lihat sekeliling, ternyata ada pesawat lain yang mendarat setelah pesawat kami. Aku melihat seorang pria turun dari pesawat itu, namun aneh saat pria itu turun entah kenapa aku merasa sangat merindukan sosok pria itu. Kepalaku terasa sakit saat aku mencoba mengingat nya. Pandangan ku perlahan gelap dan aku mendengar suara kakak panik.
Saat aku membuka mata, aku melihat dinding yang serba putih dan bau obat yang dominan. Ternyata aku ada dirumah sakit, ku lihat sekeliling ku tidak ada orang. tak lama kemudian pintu kamar terbuka, ku lihat lelaki yang selama 5 tahun ini merawat ku. Arnav masuk dengan wajah cemasnya.
"Alia... Kamu sudah sadar ?."
"Iya, kak. Maaf membuat mu cemas."
"Kenapa kau tiba-tiba bisa seperti ini ?."
"Aku juga tidak tau kak, saat orang yang turun dari pesawat lain di dekat kita. Aku merasa familiar dengan nya, aku merasakan rindu yang teramat besar padanya dan sakit saat bersamaan. Saat aku mencoba mengingat kepala ku sakit. Maaf."
"Jangan paksa dirimu untuk mengingat, aku masih bisa merawat mu. Hidup lah sebagai Alia Mehta adik ku, keluarga ku satu satunya. Saat kamu sudah mengingat siapa dirimu, tetaplah menjadi adik ku. Oke."
"Makasih kak."
πΊπΊπΊπΊ
Ok maaf ya readers ku, kalau alurnya agak berantakan. Dan spesial foto ππ
Arnav Mehta
Alia Mehta/alvira
Mohon maaf bila masih banyak typo πππ
__ADS_1
Maaf ya author ngak bisa nentuin update nya, tapi diusahakan setiap hari kok. Author masih pikirin alur dan ceritanya βΊοΈ.