Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
lembaran baru


__ADS_3

Dita merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang yang sudah di hiasi layaknya pengantin baru. setelah seharian berdiri menyalami para tamu,kini Dita bisa bernafas lega karena acara telah usai.


sambil menunggu suaminya selesai mandi,Dita memejamkan matanya sejenak sungguh hari ini dia benar-benar lelah.


khusus malam ini Rafa akan tidur bersama Omanya. awalnya Dita menolak karena ia tak ingin merepotkan siapapun termasuk mertuanya. tetapi Irina terus memaksa,karena Irina ingin anak dan menantunya itu menikmati malam pertama mereka tanpa ada yang mengganggu.


ceklek...


suara pintu terbuka,menandakan kalau sang suami sudah selesai membersihkan dirinya,sementara Dita masih menikmati acara rebahanya.


Azka tersenyum melihat istrinya tidur miring sambil memeluk dirinya,Azka menaiki ranjang lalu di kecup pipi tembem sang istri.


terasa dingin sentuhan tangan Azka,karena sehabis mandi dan tak lupa wangi shampoo dan sabun menerpa Indra penciuman Dita,ia lalu membuka matanya menatap sang suami yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum.


"mandi dulu dek,setelah itu baru istirahat."


Dita menangkup wajah Azka lalu di kecup bibir Azka sekilas,Azka yang mendapat perlakuan seperti itu tak membiarkan Dita melepas ci u man,bahkan dia menahan kepala sang istri dan me lu mat bibir Dita dengan rakus.


merasa pasokan udara hampir habis barulah ci uman mereka lepaskan,


"Aku mau mandi dulu mas gerah."


Azka mengangguk dan membantu Dita untuk bangun dari rebahanya,dan membiarkan sang istri berjalan menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


butuh waktu dua puluh menit Dita menyelesaikan ritual mandinya,dia keluar dari kamar mandi dan mendapati sang suami tengah duduk dan menyender di tepi ranjang.


Dita tampak malu-malu berjalan menuju ranjang.


"kenapa aku jadi salah tingkah gini sih,ini kan pertama kalinya buat kami." gerutu Dita dalam hati.


Azka menarik Dita untuk lebih dekat denganya,karena Dita duduk agak jauh darinya dan terlihat malu-malu.


"kamu kenapa sih dek,kok kayak canggung gitu?" Azka bertanya karena gemas melihat tingkah sang istri.


Dita menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya,mencari posisi paling nyaman.


"aku gak tahu mas,kenapa hari ini terlihat beda?aku juga bingung."


Azka tersenyum mendengar jawaban Dita,dia meraih dagu sang istri agar dia bisa menatap wajah merah Dita.


cup...


Azka mengecup singkat bibir ranum sang istri.


"karena mungkin kita sudah sah Dimata hukum dan agama,dan bahkan seluruh dunia sudah mengetahui kalau kamu adalah milikku jadi sudah tidak ada beban dan tidak ada yang harus kita tutupi.jadi rasanya agak berbeda." ucap Azka panjang lebar.

__ADS_1


"mungkin juga ya mas,kalau dulu kan mas kan gak mau mengakui ku sebagai istri bahkan mas begitu benci sama aku."


entah kenapa Dita tiba-tiba teringat masa-masa dimana Azka begitu membencinya bahkan enggan untuk mengakuinya sebagai suaminya.


Azka menarik Dita dalam dekapannya,sungguh ia menyesal jika mengingat hal itu.


"maafkan aku ya dek,karena kebodohan mas kamu jadi hidup menderita.sekarang kita akan memulai hidup baru, bersama dengan Rafa. dan mas berharap jika mas melakukan kesalahan tolong tegur mas dan ingatkan mas untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. dan mas berjanji akan selalu mencintaimu dan membuatmu bahagia dek."


Azka mengencangkan pelukanya setelah mengucapkan semua isi hatinya,


"iya mas,pasti kita akan memulainya dari awal,memulai hidup baru dan membangun keluarga kecil yang bahagia."


Dita mendongak menatap Azka dan Azka menunduk untuk menatap wajah cantik istrinya.


perlahan Azka memajukan wajahnya dan perlahan men ci um bibir istrinya,awalnya ci u man itu lembut,tapi seiringnya waktu ci u man itu berubah menjadi lu ma tan yang menuntut dan penuh ga irah. keduanya larut dalam nafsu dan gairah mereka menikmati hubungan suami istri yang menyenangkan dan menggapai surga dunia secara bersama.


🌷🌷🌷


Dita membuka matanya kala merasakan sebuah kecupan bertubi-tubi di wajahnya,ia melihat suaminya itu mengecupi wajahnya karena gemas.


"mas ih...geli ha...ha...ha..." Dita tertawa saat Azka menggelitik tubuhnya dan wajahnya tak di lepaskanya dari serangan bertubi-tubi.


"habisnya mas gemes dan bahagia banget dek,mas masih gak nyangka kalau kita bisa kembali bersama dan menjadi pasangan. terima kasih dek,aku mencintaimu."


cup...cup...cup...


ha...ha...ha..


"jawab dulu ungkapan mas..."


"iya...iya...aku juga mencintaimu mas,sangat mencintaimu malah..."


setelah mendengar jawaban Dita Azka langsung menyambar mulut Dita dan me lu matanya,dan akhirnya pergumulan itu terjadi lagi.


pukul delapan pagi Azka dan Dita baru turun untuk memakan sarapan yang sedikit terlambat itu.


"eh...pengantin baru udah bangun,bagaiman berapa ronde semalam?semangat ya buat adik buat Rafa." goda sang mama yang sedang duduk di ruang keluarga.


sementara kakek yang mendengar ucapan besannya itu,hanya menggeleng dan tersenyum dan lebih memilih melanjutkan bermain bersama cicitnya.


"tentu dong ma,nanti Azka bakal bikinin mama sama kakek cucu yang banyak." ucap Azka bangga.


sementara Dita wajahnya sudah merah menahan malu dan mencubit keras perut kotak-kotak suaminya.


"aaaa...sakit dek." Azka mengelus perutnya bekas cubitan Dita.

__ADS_1


ha...ha...ha...


semua orang yang ada di situ tertawa melihat tingkah pengantin baru itu.


"assalamualaikum..." ucap salam seseorang bukan satu melainkan dua orang.


"walaikumsalam..." jawab mereka serempak.


mereka menoleh ke asal suara,disana terlihat Abi dan Rani berjalan bergandengan tangan berjalan menuju dimana mereka berada.


"eh...kenapa kalian bersama dan gandengan?" tanya Dita yang keheranan,dan melihat tangan kakak dan sahabatnya saling bertautan.


Abi dan Rani tersenyum.


"duduk dek,mas mau ngasih tahu sesuatu sama kalian." ucap Abi menyuruh Dita duduk.


"nah...mumpung semuanya sudah pada ngumpul,Abi mau memberitahukan sesuatu."


"apa itu?" adiknya ini memang selalu tak sabaran,jika mengenai kakaknya.


"his...dengerin dulu kenapa sih dek,jangan nyela." Abi gemas dengan tingkah adiknya itu.


sementara Dita hanya nyengir kuda menampilkan giginya yang rapi dan putih.


"kakek,Dita,Tante,Azka...saya mau ngasih tau ke kalian kalau saya sama Rani sudah menjalin hubungan dan kami memutuskan untuk segera menikah setelah Rani menyelesaikan kuliahnya dan kami berencana untuk bertunangan terlebih dahulu agar ada ikatan yang mengikat kami." jelas Abi panjang lebar.


"terima kasih ya Allah,ternyata Abi masih normal." celetuk Azka.


Abi melotot ke arah Azka yang kalau ngomong tak pernah di filter.


plak...


Dita dan Irina secara bersamaan menggeplak paha Azka kanan dan kiri.


"aduh...sakit Ma,dek..." Azka mangaduh sambil mengelus kedua pahanya uang terasa perih dan panas akibat ulah istri dan mamanya.


"selamat ya kak, Rani akhirnya kalian gak jomblo lagi,eh...tunggu tapi kalian masih berhutang penjelasan sama aku." ucap Dita memicingkan kedua matanya.


Rani hanya tersenyum malu-malu,sementara Abi hanya tersenyum dan pandanganya mengarah ke arah sang kakek yang hanya diam saja.


"gimana kek?apa kakek setuju?" tanya Abi kepada sang kakek


kakek terdiam,sungguh ia tak menyangka jika cucu-cucunya sudah besar dan sudah memiliki pasangan,padahal dia belum puas untuk menikmati kebersamaan mereka.


kakek menghembuskan nafas pelan dan tersenyum.

__ADS_1


"tentu saja kakek setuju,selama kalian bahagia kakek menyetujui itu." ucap sang kakek.


mendengar jawaban dari kakeknya Abi tersenyum lega,dan semua orang disana ikut bahagia kala mendengar kabar yang membahagiakan yang datang dari Abi.


__ADS_2