Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
120. Airnya Semakin Keruh


__ADS_3

"Kampret itu si Irsyad, menang banyak dia. Gue kalah telak ini", Arya mengumpat pada keberuntungan Irsyad yang bisa satu kelas dengan Tita dan lagi tadi Irsyad mendapatkan kesempatan duduk makan berdua pula. Ditambah lagi dengan mereka pergi meninggalkan kantin terlihat sambil bergandengan tangan. Terlihat semakin dekat saja menurut Arya.


"Makin lengket wae keknya", Aldi menimpali sambil mengunyah siomay di mulutnya.


"Iyalah... satu kelas je... Seminggu lima hari barengan Dab.... Mana duduknya deketan lagi, bisa lirak - lirik sepuasnya", Arya kesal.


"Ngapain lirak - lirik.... orang mandang wae bisa sepuasnya kok. Udah berani gandengan pisan cuy....", Aldi malah makin membuat Arya panas.


Arya apa Bang Kennan ini yang panas yakk....???😁


Jangan tanya bagaimana wajah Kennan sekarang, saat mendengar percakapan ketiga temannya.


Kulit wajah Kennan yang putih bersih sekarang berubah merah bak kepiting rebus. Rahangnya mengeras dengan gigi yang gemertak menahan emosi. Kedua daun telinganya berdiri tegak dan memerah. Namun apa daya dirinya hanya bisa menahan amarah dengan tangan semakin terkepal kuat.


Beruntung tidak ada yang menyadari perubahan raut wajah Kennan karena ketiga temannya asyik makan dan menggoda Arya.


"Udah santuy, elo ngalah wae brother.... elo kagak bakalan dapetin itu cewek. Elo denger kan tadi Irsyad bilang apa... Calon imam selalu di depan. Dari situ sudah jelas Irsyad lebih unggul dari lo, cari yang lain aja", Bima mencoba menenangkan Arya sambil menepuk - nepuk pundak saudara kembarnya.


Arya mencebik, "Gak usah sok bijak lo... Elo sendiri apa kabar sama si gadis penjaga distro itu.... Emang elo bisa jadi imam buat dia?!", sinis Arya pada saudara kembar seirasnya.


"Eh... dia pemiliknya ya bukan sekedar penjaga, enak aja kalau ngomong!! Lagian gue mah selow.... gak ada pesaing brother", Bima terkekeh.


"Kalau gitu gue ikutan nyepik si jilbab panjang ya Ma... Biar seru, biar ada semangat buat elo ngedapetin dia" Aldi gantian menggoda Bima.


Bima sedikit menjauhkan tubuhnya dari Aldi seraya berkata, "Enak aja... gak usah ikutan nyepik gebetan gue lo. Kagak lepel....!!"


"Tapi kan gue seiman, bisa jadi gue menang telak kek Irsyad", ucap Aldi dengan kekehan.


"Ajakin si datar sekalian ya Al buat nyepik gebetan Bima.... biar rame", Arya merasa senang karena ada yang membantunya membuat kesal saudara kembar seirasnya tersebut.


Aldi menoleh ke arah Kennan yang sedang sibuk dengan ponselnya, kali ini bukan bermain game akan tetapi terlihat seperti sedang menghubungi seseorang.


Aldi kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada kedua sahabatnya.


"Dia mah gak usah diajakin, bikin riweh.... Lagian dia belum move on keknya", ucap Aldi dengan sedikit pelan, meskipun sebenarnya Kennan masih bisa mendengarnya.


Namun sepertinya Kennan si muka datar itu tidak menghiraukan teman - temannya, dirinya masih saja berkutat dengan ponsel di tangannya, dengan bibir yang tidak berhenti bergerak. Sebentar terlihat mengerucut, sebentar kemudian terlihat mengumpat kesal.


Bima meraup wajah Aldi dengan tangan, "Mulut lo ati - ati kalau ngomong, mode singanya on berabe kita. Hehehe...."


"Iya juga yak... moga wae gak denger", Aldi mendekatkan wajahnya pada Bima dengan sedikit berbisik saat mengatakannya.


"Kita nyepik Tita aja biar makin ruamee.... Iya kan Ar.... Hehehe", Bima berucap dengan terkekeh.


Entah dari mana asalnya ide itu, tetiba saja Bima mengucapkannya hingga membuat Kennan menoleh kepada ketiga temannya dengan rasa kesal yang semakin menggunung.


Kalau saja Kennan tidak kegedean gengsi, pastilah dirinya akan mengungkapkan hubungannya dengan Tita dan merobek - robek mulut Bima yang sudah berani memprovokasi teman mereka untuk mendapatkan Tita.

__ADS_1


Lagian kenapa seh semua cowok pada suka sama isteri gue.... Bahkan teman - teman genk basket gue yang notabene adalah cowok - cowok tampan dan menjadi rebutan di sekolah, semua ikut memperbincangkan Tita. Bukan hanya memperbincangkan, mereka malah hendak memperebutkan isteri gue, gumam Kennan dalam hati.


Awas saja kalau mereka sampai berani...., peringat Kennan dalam hati.


"Mulut lo Bim... pengen gue sumpal pakek kaos kaki Pampam yang gak pernah dicuci itu hah!", Arya berucap dengan memelototkan mata pada saudara kembarnya.


"Jangan marah brother.... kan elo yang mulai...", Bima.


"Awas saja kalau sampek ada yang berani nyepik neng Tita", Arya memperingati.


Harusnya gue yang ngomong kek gitu Ar, bukan elo, ucap Kennan dalam hati sambil memandang Arya, lalu beralih pada ponselnya dan tidak berhenti mencoba menghubungi Irsyad yang tidak mau mengangkat panggilan darinya. Bahkan teman yang duduk di kelas yang sama dengan isterinya itu mengabaikan chat dari Kennan.


"Keknya gue harus cari cara lebih keras buat ngedapatin neng Tita, gue harus bisa jalan bareng sama dia buat ngajak nonton.....", Arya berucap setelah menyelesaikan makan siangnya.


Brakk


Tiba - tiba Kennan memukul meja kantin dengan keras hingga membuat ketiga teman dan penghuni kantin lainnya menoleh ke arahnya.


Kennan membuang nafas dengan kasar kemudian beranjak meninggalkan kantin tanpa kata dan dengan emosi yang memuncak, diiringi tatapan bingung dari ketiga sahabatnya.


...🍭🍭🍭🍭...


"Syad.... ikut gue lo". Kennan berkata penuh dengan penekanan di depan bangku Irsyad dengan raut wajah yang penuh emosi.


Irsyad yang sedang menunduk karena menulis di atas mejanya, mendongak.


"Ngapain?!", tanya Irsyad malas meski sebenarnya dirinya tahu apa maksud ajakan Kennan padanya.


Dan benar saja Kennan dengan wajah merah padam menandakan jika saat ini dia sedang marah serta dengan kedua tangan yang berada di dalam saku celana seragam sekolah, sedang berdiri di hadapan Irsyad.


Tita memandang Kennan dan Irsyad silih berganti, namun kedua cowok itu tidak ada yang menoleh kepadanya sama sekali, bahkan Kennan suaminya itu terkesan mengabaikan keberadaan Tita yang berada hanya dua langkah dari Kennan berdiri.


"Gak usah pura - pura bego lo, elo tau kan maksud gue". Ucap suami dari Tita Andriana itu kemudian berlalu meninggalkan kelas Irsyad dengan langkah kaki lebar tanpa sedikitpun memandang atau setidaknya melirik wajah Tita.


"Syad", ucap Tita pelan dengan penuh kecemasan, setelah tubuh Kennan menghilang di balik pintu kelas.


Irsyad pun menoleh setelah menghembuskan nafas pelan, kemudian beranjak dari duduknya.


Berjalan dua langkah mendekati Tita.


"Udah gak papa, gak usah cemas. Gue bisa atasin", ucap Irsyad sedikit berbisik pada Tita. Setelahnya keluar kelas mengikuti kapten tim basketnya yang sudah meninggalkan kelasnya.


Banyak pasang mata yang memandang kejadian tersebut, juga kasak kusuk di antara mereka yang mempertanyakan interaksi Kennan dan Irsyad yang terlihat sedang bersitegang. Namun Tita tidak memperdulikan hal itu, Tita memilih meraih ponselnya kemudian membuka chatnya dengan Kennan.


Kulkas2pintu


Abang mau ngapain lagi sama Irsyad??

__ADS_1


Berkelahi lagi?


Tidak ada balasan dari chatnya pada Kennan.


Tita pun terlihat menghela nafas panjang.


Kemudian menekan tombol kontak Kennan dan melakukan panggilan pada ponsel pintarnya.


Tidak ada jawaban dari empunya ponsel, bahkan di saat Tita mencoba melakukan panggilan kembali hanya terdengar suara operator yang bersuara.


Tita kembali mengetik pada ponselnya.


Kulkas2pintu


Bang....????


Kulkas2pintu


Abaangg.....


Kulkas2pintu


Angkat telfonnya, seenggaknya balas chat Tita!!!


Lima menit Tita menunggu tak kunjung ada balasan dari suami kulkas 2 pintunya, bahkan suaminya itu tidak membuka chat darinya.


Akhirnya Tita memilih men_chat Irsyad.


Irsyaadd


Jangan berkelahi, telfon aku kalau abang main tonjok.... please!!!


Dan ternyata chatnya pada Irsyad pun bernasib sama, Irsyad tidak membalas maupun membuka chat darinya. Hal itu terlihat dari kedua chatnya yang hanya centang satu.


Tita pun memasukkan ponsel pada laci mejanya meski rasa cemas belum hilang dari dalam hatinya. Mau bagaimana lagi guru mata pelajaran selanjutnya sudah datang memasuki kelas untuk memulai pembelajaran.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2