Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
kejutan


__ADS_3

Abi dan Rani sudah sampai di sebuah gedung mewah,Abi menggandeng


tangan Rani untuk berjalan masuk dia di buat kagum dengan interior gedung tersebut.


ya seperti yang Abi katakan,kalau dia akan menunggu Rani sampai ia selesai kuliah,dan disinilah mereka berada.


"kak kita mau ngapain disini?" tanya Rani menghentikan langkah Abi.


"aku mau kamu membantuku untuk menyiapkan acara lamaran Azka."


"maksudnya?" tanya Rani yang tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Abi.


"Azka meminta tolong kepadaku untuk menyiapkan kejutan untuk Dita,dia ingin melamar Dita dan ingin tempatnya di buat seromantis mungkin." jelas Abi.


"lah terus,gunanya saya?kan kak Abi bisa minta sama WO,atau apa itu namanya?" ucap Rani heran.


"kamu kan sahabat Dita, pasti tahu apa kesukaan Dita kan?lagian kalian sesama cewek pasti tau apa yang lebih di inginkan sesama cewek." ucap Abi enteng.


"hemmm...tapi ini gak gratis loh kak,harus ada bayarannya." ucap Rani sambil menaik turunkan alisnya.


cetak ..


Abi menyentil kening Rani,


"kamu ini,memang gak pernah berubah."


"sakit tahu kak,kan Rani butuh untuk menyambung hidup kak." ucap Rani mengerucutkan bibirnya


"kamu tenang saja,pasti akan ada imbalanya." Abi berucap enteng dan merangkul bahu Rani agar melanjutkan langkah mereka.


Abi dan Rani memulai pekerjaan yang harus segera mereka selesaikan,mereka berdua terlihat kompak mempersiapkan segala hal.


"aku yakin Dita pasti seneng." Rani tersenyum puas dengan hasil karyanya.


Abi mengangguk setuju,sungguh tak dapat di pungkiri memang Rani pandai untuk mendekor.


"ayo ikut aku?" ucap Abi menggandeng tangan Rani,tapi Rani secepatnya menarik tanganya sehingga Abi menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"mau kemana kak?bukanya kita harus nunggu Dita ya?" tanya Rani dengan wajah polosnya.


"memangnya kamu mau menunggu dan menghadiri acara lamaran dengan baju seperti ini?" tanya Abi sambil menunjuk Rani dari atas kepala sampai kaki.


Rani melihat penampilannya yang hanya mengenakan kaos putih polos dan celana jeans serta sepatu kets bewarna putih,setelah menyadari penampilannya Rani langsung nyengir kuda memperlihatkan gigi putihnya.


Abi hanya menggeleng dan menggandeng tangan Rani agar mengikuti langkahnya.


"kak,jangan gandeng ih kita kan gak mau nyebrang jalan." ucap Rani berusaha melepaskan gengaman tangan Abi.


Abi tak menghiraukan ucapan Rani,dan masih tetap menggandeng tangan bahkan semakin mengeratkan genggamannya,Rani akhirnya pasrah dan mengikuti langkah Abi.


"dandani dia,saya ingin dia terlihat berbeda malam ini." Abi memberi perintah kepada seorang wanita yang bertugas untuk mendadani Rani,yang memang sengaja Abi siapkan sebelumnya.


"oke...anda tak perlu kawatir." wanita itu berucap sambil membawa Rani ke dalam sebuah kamar dan memulai mengeksekusi Rani.


Rani keluar dari ruangan dengan dres panjang berwarna hitam tanpa lengan,rambutnya yang biasa di kuncir kuda kini di gerai,dan wajahnya terlihat begitu cantik dengan make up tipis,Abi terpana melihat kecantikan Rani.


"kak...ayo turun,nanti keburu Dita datang." ucapan Rani berhasil membuyarkan lamunan Abi,


"ekhem...kau tampak cantik sekali malam ini." ucap Abi lalu mengulurkan tanganya,mendengar pujian dari Abi seketika wajah Rani bersemu merah. malu-malu Rani menerima uluran tangan Abi dan berjalan sambil menggandeng tangan Abi.


mereka sudah sampai dimana tempat akan di adakan acara berlangsung,di sana sudah ada kakek dan kedua orang tua Azka sudah menunggu kedatanga Azka dan Dita.


sementara itu Azka sengaja membawa Dita berjalan-jalan ke mall dan bahkan Azka menyuruh Dita untuk ke salon,alasanya mereka akan bertemu dengan klien Azka sebenta,Dita yang tak menaruh curiga apapun menuruti ucapan sang suami dengan memanjakan tubuhnya dan berdandan di salon cukup terkenal di kota ini.


setelah selesai melakukan berbagai perawatan dan Dita sudah selesai di dandani Dita keluar untuk menemui Azka.


"mas..." panggil Dita saat melihat Azka yang sedang menunggu sambil membaca majalah yang sudah di sediakan di salon itu.


mendengar namanya di panggil sontak Azka segera menoleh ke asal suara,sejenak ia terpaku dengan penampilan Dita yang berbeda malam ini.


sungguh Dita terlihat cantik dengan gaun panjang berwarna putih,rambutnya di gerai dan di beri beberapa hiasan untuk rambut dan wajahnya di poles secara natural,sungguh sangat cantik,membuat Azka tak berkedip sedikit pun.


"mas,kenapa gak pantes ya?" ucap Dita,karena melihat Azka yang hanya diam saja.


"ah..enggak dek,kamu cantik sekali." ucap Azka mendekati Dita dan mengecup kening Dita cukup lama.

__ADS_1


"kau terlihat sangat canti malam ini,sungguh mas suka."


"jadi cuman malam ini aku cantik,kemarin-kemarin nggak cantik?" tanya Dita dengan mengerucutkan bibirnya.


Azka menarik pinggang Dita,sehingga membuat jarak mereka semakin dekat,Azka menempelkan bibirnya ke bibir Dita singkat.


"bagiku kau selalu cantik,tidak ada yang menandingi kecantikan istri dari Azka mahespatih." bisiknya tepat di telinga Dita.


seketika wajah Dita langsung memerah karena mendengar ucapan Azka.


"sudah ah,jangan gombal terus ayo berangkat nanti kelamaan klien mas nungguin." Dita berusaha mengalihkan pembicaraan ini,sungguh ia sangat malu sekaligus senang karena Azka sudah benar-benar berubah dan mau menerimanya dengan sepenuh hati.


Azka tersenyum gemas melihat Dita yang malu-malu,ia mengangguk dan memeluk pinggang istrinya membawanya berjalan keluar menuju dimana mobilnya terparkir.


sepanjang perjalanan Azka tak pernah melepas genggaman tangannya dari tangan Dita,dan hal itu membuat Dita semakin senang karena Azka sekarang sudah mau secara terang-terangan mengakui kalau dirinya adalah miliknya.


"mas lepas dulu,fokus nyetir dulu mas." ucap Dita saat Azka mengecup punggung tanganya.


"lampu merah dek,makanya mas puas-puasin nyiumin tanganmu." ucap Azka di sela mencium tangan Dita.


mendengar jawaban Azka membuat wajah Dita semakin bersemu merah,


"tuh udah hijau mas,sekarang jalan ya." Dita berucap sangat lembut.


Azka tersenyum manis dan segera melajukan mobilnya menuju tempat dimana dirinya akan melamar Dita,sungguh ia tak sabar untuk melamar istrinya itu. bayangan wajah bahagia Dita sudah ada di pikiranya. tanpa ia sadari senyum manis terus tersungging di bibirnya kala membayangkan wajah terkejut dan bahagia Dita.


tak butuh waktu lama Azka dan Dita sampai di gedung yang sudah Azka sewa untuk acaranya nanti.


"dek,tutup mata dulu ya mas mau ngasih kamu kejutan." ucap Azka


"emang kejutan apa sih mas?katanya mau ketemu sama klien,kok pakai tutup mata segala." ucap Dita yang mulai bingung dengan tingkah sang suami.


"udah nurut aja ya,mas jamin kamu pasti suka." ucap Azka menutup mata Dita dengan kain hitam,sementara Dita hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya ini.


perlahan Azka menuntun Dita menuju ruangan yang sengaja ia sewa untuk acaranya,saat membuka pintu disana sudah ada kedua orang tua Azka,kakek Rani dan Abi,dan beberapa tamu undangan yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"siap ya dek,jika mas bilang buka mata,buka mata ya." Azka berucap lembut sambil melepas kain yang menutup kedua mata Dita.

__ADS_1


Dita mengangguk patuh,tetapi ia tak memungkiri kalau jantungnya kini berdetak kencang karena penasaran dengan kejutan dari Azka.


__ADS_2