
sore hari Azka sudah di perbolehkan untuk pulang. Abi dan Dita membawa Azka untuk kembali ke apartemen miliknya.
Abi sudah memberikan restu kepada azka,Abi mengijinkan mereka kembali ,dengan catatan mereka harus pisah rumah dengan kedua orang tua Azka dan jangan mencampuri urusan rumah tangga mereka. apapun masalahnya mereka harus bisa mengatasinya sendiri,boleh meminta solusi tetapi tidak boleh ikut campur. dan hal yang paling penting Azka tidak boleh main fisik terhadap Dita jika di dapati jangan harap Abi akan mengijinkan Azka untuk bertemu dengan Dita dan anaknya.
dan jika Dita sudah melahirkan mereka harus segera meresmikan hubungan mereka,Abi tak mau kalau adiknya hanya di nikahi siri,Abi tak Sudi.
tentu saja Azka menyanggupi semua syarat itu,tetapi dia juga meminta agar sesekali mereka boleh mengunjungi kedua orang tuanya,Azka juga sudah memberi tahu kalau mamanya sudah menyesal dan berharap bisa bertemu dengan Dita.
Abi juga menyetujui selama itu tidak mencampuri urusan rumah tangga mereka dan tidak menyakiti adik kesayangannya.
"tidak bisakah kau bersikap biasa saja,ini di tempat umum." ucap Abi jengah melihat kelakuan Azka yang tak pernah mau melepas pelukannya dari Dita.
"bilang saja kamu iri,dasar jomblo." ucap Azka mengejek Abi.
"hais...yang sopan,ingat aku ini kakak ipar kamu."
Azka hanya memutar bola matanya malas,dia menggendong Dita untuk menuju mobilnya.
"mas turunin,aku bisa jalan sendiri malu di lihat orang lagi pula mas kan sembuh betul." ucap Dita berusaha untuk turun.
"kata siapa mas sudah sehat jika ada kamu di sisi kamu dek." ucap Azka semakin mengeratkan pelukannya dan mencium pipi Dita dengan gemas.
"sudahlah tak ada gunanya mendebat denganya." gerutu Abi berjalan lebih dulu menuju mobil mereka dia sudah jengah melihat Azka yang banyak Tingkah.
Azka tersenyum penuh kemenangan,sementara Dita menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya karena Malu karena banyak pasang mata tertuju kepadanya.
π₯π₯π₯
"kakak harus segera pergi,karena banyak pekrjaan yang harus kakak selesaikan." pamit Abi kepada Dita saat mereka sudah berada di apartemen Azka.
"pergilah,mangganggu saja." usir Azka yang langsung dapat cubitan dari Dita,sementara Abi melotot tak suka melihat Azka.
"sakit dek..." ucap Azka meringis dan mengelus bekas cubitan Dita.
__ADS_1
"iya kak,hati-hati ya..." ucap Dita tersenyum dan mengantar Abi keluar dari apartemen milik Azka.
setelah yakin Abi sudah pergi Dita menutup pintu,ia di buat terkejut dengan Azka yang tiba-tiba sudah ada di hadapannya sambil tersenyum jahil.
"mas ih...ngagetin aja." ucapnya berusaha mendorong Azka agar menjauh darinya,tetapi Azka tak bergerak sedikitpun.
dia malah mempersempit jarak,semakin mengukung tubuh mungil Dita,hingga ia tak sadar menggencet perut buncit Dita.
"mas...anakku,awas..." Dita mendorong tubuh Azka agar menjauh darinya,Azka yang mendengar kata anak langsung mundur.
"kenapa dek,gak apa-apakan?maaf mas gak sadar." ucap Azka menyesal
"sudahlah mas Dita pengen istirahat,capek." ucap Dita berjalan menuju kamar,
aaaa...suara Dita melengking ketika Azka mengangkat tubuh kecil istrinya,
"kalau begitu ayo kita istirahat,mas pengen tidur sambil peluk kamu mas pengen melepas rasa rindu terhadap kamu dek." ucap Azka sambil menggendong istrinya dan menuju kamarnya.
dengan sangat hati-hati Azka membaringkan Dita di atas kasur king size miliknya,lalu dia mengikuti Dita berbaring disampingnya dan membawanya dalam pelukannya.
ia berharap ini akan berlangsung lama dan Dita tidak akan meninggalkannya lagi. banyak harapan di benaknya dengan pernikahan ini. tangan Azka mengelus perut Dita lembut,sesekali ia merasakan tendangan kecil di perut istrinya. sungguh ia sangat bahagia bisa merasakan tendangan kecil di perut buncit istrinya ia menunduk dan mencium perut istrinya.
"kamu baik-baik ya sayang,papa janji akan menjagamu dan mama kamu." bisik Azka.
Azka mendongak menatap wajah Dita yang juga tengah menatapnya,
"dek belum tidur?"
Dita menggeleng lalu tersenyum
,"bagaimana aku bisa tidur kalau mas sedari tadi tak bisa diam!" protes Dita.
tangan Azka terulur menyentuh pipi Dita,wajahnya di dekatkan dengan wajah Dita dia menempelkan bibirnya ke bibir istrinya yang sedari tadi menggodanya.
__ADS_1
Azka merindukan bibir ini,rasanya masih sama. awalnya ci uman ini biasa tetapi semakin lama semakin menuntut,Azka menggigit kecil bibir Dita agar terbuka dan memasukkan Li dahnya dan bermain-main di dalamnya.
Azka melepas pagutanya,keningnya ia tempelkan di kening Dita.
Dita meraup oksigen sebanyak-banyaknya karena ia kehabisan oksigen ketika ciuman dadakan yang di lakukan oleh suaminya itu.
Azka tersenyum dan mengusap bibir bengkak istrinya yang basah karena ulahnya,
"dek...bolehkah?mas sangat merindukanmu dek?" ucap Azka dengan suara berat,
wajah Dita Merona mendengar ucapan Azka,dengan pelan ia mengangguk,tak dapat di pungkiri ia juga sama dengan Azka,ia merindukan lelaki yang ada di hadapnya,
"boleh mas,tapi pelan ya jangan kasar seperti waktu itu jujur Dita takut." ucap Dita memohon.
"jangan kawatir sayang,mas akan pelan melakukanya." ucap Azka meyakinkan
setelah mendapat ijin dari sang istri Azka kembali mencium bi bir sang istri,kembali menyecap rasa manis yang berasal dari bi bir tipis Dita,tanganya juga tak tinggal diam,tanganya mulai meremas da da Dita yang semakin membesar akibat hormon kehamilan sungguh Azka menyukainya saat tanganya bermain di sana.
Azka menikmati setiap momen ketika dirinya berada di atas tubuh istrinya dan merasakan rasa manis dari setiap lekuk tubuh istrinya itu. sungguh rasanya tetap sama,tubuh istrinya ini selalu menjadi candu untuknya.
entah berapa kali Azka mengeluarkan benihnya,hingga Dita sudah tak tahan lagi untuk mengeluarkan ca iran keni kmatan miliknya,untuk yang kesekian kalinya,
"mas sudah aku capek..." ucap Dita
"tunggu sebentar lagi sayang,janji ini yang terakhir." ucapnya sambil menggerakkan tubuhnya dengan begitu cepat hingga akhirnya,
"aaaakkkkhhh.....dia keluar bersamaan Dita yang sudah tak sadarkan diri,karena kelelahan. Azka tersenyum dan menyelimuti tubuh te lan jang istrinya,dan membawanya dalam pelukannya.
cup...
"terima kasih karena sudah memberikan kesempatan kedua untuk mas dek,mas janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kamu berikan dek." ucap Azka mengecup kening Dita
dan tak lama ia juga ikut hanyut dalam alam mimpi, dengan tanganya memeluk erat tubuh mungil milik Istrinya.
__ADS_1
MAAF YA TEMAN-TEMAN SAYA JARANG UPDATE KARENA MEMANG DI DUNIA NYATA BANYAK HAL YANG HARUS SAYA KERJAKAN. TERIMA KASIH KARENA SUDAH SETIA MEMBACA CERITA RECEH MILIK SAYA. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA. TERIMA KASIH...π€π€π€