
Waktu berjalan.
Hari telah berganti bulan, bahkan tahun pun telah terlewati.
"Appapapa...." Seruan cadel disertai derap langkah kaki kecil di belakang tubuh Kennan membuatnya menghentikan langkah kaki jenjangnya dan segera membalik tubuh ke belakang.
Mendapati jagoan kecilnya, Kennan membingkai senyum di wajah tirusnya.
Semenjak Tita koma, Kennan memang tidak mengurus diri dengan baik. Di samping sibuk mengelola perusahaaan konstruksi dan usahanya yang lain, Kennan juga harus membagi waktu untuk ketiga anaknya.
Meski saat ini Kennan dibantu oleh kedua orang tuanya dalam mengurus anak anak, tetap saja berbeda jika ada Tita di sisinya.
Kennan segera membungkukkan badan seraya merentangkan kedua tangannya.
Jagoan kecil Kennan itu mempercepat langkah kecilnya seraya tersenyum lebar. Terlihat tak sabar untuk menjangkau tubuh kekar sang ayah yang telah duduk berjongkok di depannya dengan kedua tangan yang terbuka lebar. Siap untuk merengkuh tubuh mungilnya ke dalam dekapan.
"Hei jagoan ayah... sini ayah peluk..." Kennan menangkap tubuh mungil anak lelaki kisaran satu tahun lebih yang berjalan kesusahan ke arahnya. Anak lelaki itu adalah anak ketiga Kennan.
Wajah tampan perpaduan dirinya dengan Tita tercetak jelas. Bahkan menggeser kedudukan Keanu sang kakak yang notabene anak kedua Kennan yang juga tampan maksimal. Hanya saja jagoan kecil yang diberi nama Kennatria Putra Atmadja itu memiliki wajah ramah layaknya sang bunda.
Jagoan kecil Kennan yang semenjak lahir hingga usianya satu tahun lebih sedikit itu tidak pernah merasakan nikmatnya menyusu pada sang bunda karena hingga kini Tita masih terbaring koma di rumah sakit tempatnya melahirkan.
Beruntung Naura telah melahirkan anak berjenis kelamin laki laki. Dia memiliki asi yang melimpah. Sehingga Kennatria tetap merasakan asi meski bukan dari ibu kandungnya.
Cup
Cup
Cup
Kennan mencium hampir seluruh wajah jagoan kecilnya bingga membuat bocah kecil itu menggeliat kegelian.
Bukannya menghentikan aksinya, Kennan malah semakin mencium intens. Membuat wajah tampan bocah kecil itu basah akibat ciuman Kennan.
"Appapa eugh...." tangan kecil itu mendorong wajah Kennan menjauh karena merasa risih akan ciuman sang ayahnya membuat wajahnya basah.
Kennan pun menjauhkan wajah dengan terkekeh senang melihat aksi kesal jagoan kecilnya.
"Lucu banget sih anak ayah yang satu ini..." Kennan menggoyang tubuh mungil dalam dekapannya gemas. Bibir mungil yang semula mengerucut itu seketika berubah tertawa.
Sungguh Kennatria adalah moodboster Kennan acapkali dirinya merasa penat dan lelah buat menjalani aktivitasnya.
__ADS_1
"Cuma dia yang lucu? Kakak enggak?" nada sinis Keanu membuat Kennan mengalihkan pandangan pada asal suara.
"Bukan begitu kak..." Kennan dengan megulas senyum pada anak tengahnya.
Anak tengah Kennan menjadi semakin dingin dan tak tersentuh setelah sang bunda terbaring koma di rumah sakit.
Keanu memang merasa tersisih akan kehadiran Kenatria. Di samping semua perhatian tertuju pada bocah kecil itu, Keanu merasa marah karena adik kecilnya itu telah membuat sang bunda tidur lama.
Dalam pikiran Keanu, Kenatrialah yang membuat kedua mata bunda tertutup rapat. Meski berkali-kali Kennan menjelaskan dan mencoba memberitahu bahwa itu bukan salah adiknya. Keanu tetaplah Keanu yang dingin dan kaku. Lelaki kecil itu memilih menutup mata dan telinga akan kebenaran yang disampaikan sang ayah maupun seluruh keluarga besarnya.
"Kak..." tangan kanan Kennan hendak menggapai tubuh Keanu. Namun dengan sigap Keanu memundurkan tubuhnya menjauh dari jangkauan tangan sang ayah.
Kennan pun hanya bisa mendesah pelan mendapati reaksi Keanu.
Keanu memang menjaga dirinya dari sang adik. Seolah adiknya itu adalah benda yang harus dia jauhi.
Keanu tidak pernah mau mendekat pada siapapun jika ada Kenatria di sana. Sekalipun dengan Kennan, Keanu pun menjaga jarak.
Dan Kennan sangat tahu itu. Untuk itu Kennan melonggarkan rengkuhan tangan kirinya dari tubuh Kenatria. Bermaksud ingin beralih pada Keanu. Akan tetapi seolah belum puas, kedua tangan kecil Kenatria memeluk lengan Kennan kuat.
"Sayang... lepas dulu ya. Ayah mau gendong kakak." bujuk Kennan pada jagoan kecilnya.
Bukannya melepaskan Kenatria malah semakin mengeratkan tangannya pada lengan kiri Kennan dengan celoteh tak jelas keluar dari mulut mungilnya.
"Loh abang sudah pulang?" suara bunda Vida di tengah kebingungan Kennan.
"Baru saja bun." Kennan akhirnya bisa bernafas dengan lega karena kedatangan bunda akan membantunya keluar dari masalah perebutan antara dua jagoan kecilnya.
"Kenapa peluk adek, harusnya abang bersih diri dulu." Bunda Vida dengan tergopoh mendekat.
"Maaf." lirih Kennan.
"Adek sama titi ya, ayah kotor bau acem." dengan segera bunda Vida meraih tubuh mungil Kennatria ke dalam gendongannya.
Tanpa penolakan Kenatria pun melepaskan tangan kecilnya dari sang ayah. Berganti memeluk leher sang nenek yang telah menggendong tubuh kecilnya.
"Abang itu bawa banyak kuman dari luar. Sana mandi dulu baru deket sama anak anak." omel bunda Vida pada Kennan.
Kennan pun tersenyum tipis menyadari kesalahannya, karena dirinya memang baru saja pulang dari kantor. Pastilah banyak kotoran yang melekat pada tubuhnya. Apalagi sebagai seorang arsitek Kennan tadi sempat ke lapangan untuk meninjau proyek yang tengah digarap olehnya.
Hembusan nafas pelan keluar dari mulut Kennan tatkala dirinya mengingat sang isteri.
__ADS_1
Ah... Tita pasti bakal lebih heboh mengomelinya jika saat ini ada bersama dengannya... ucap batin Kennan tersenyum miris sembari menatap Kennatria yang tertawa kecil dalam gendongan bunda Vida. Kenatria terlihat tak berhenti tertawa karena sang nenek menduselkan wajah pada perut jagoan kecil Kennan.
Sungguh Kennan sangat merindukan sang istri.
"Kakak juga jangan deket deket sama ayah" lanjut bunda Vida beralih pada Keanu yang sedari tadi hanya menatap datar adegan di depannya. "Nanti kakak ikutan bau acem." seloroh bunda Vida dengan menutup hidungnya untuk menggoda anak tengah Kennan.
Namun Keanu tetap saja datar tak bergeming.
Kennan tersenyum melihat dinginnya sikap Keanu, dia mengikis jarak dan mengulurkan tangan hendak mengusak pucuk kepala anak tengahnya.
Plak.
Belum sampai pada pucuk kepala sang anak, Keanu menepis tangan Kennan.
"Rambut kakak habis dari salon." Ucap Keanu datar. Persis ekspresi Kennan saat remaja.
Kennan pun terkekeh dibuatnya. Jagoan kecilnya itu tak mau penampilan rambut klimisnya rusak karena tangannya.
"Yah..." seruan di balik punggungnya membuat Kennan menoleh.
"Kakak kangen sama bunda." Kenina dengan wajah mengiba berdiri di belakang Kennan.
"Kakak mau jenguk bunda?"
Kenina mengangguk cepat.
"Kalau gitu ayah mandi dulu ya. Habis itu kita jenguk bunda."
"Horee..." seru Kenina dengan girang karena sudah hampir seminggu Kennan tidak mengajaknya menjenguk sang bunda. Kennan hanya mengunjungi Tita sendiri tanpa anak anak.
Kennan beralasan, sekolah telah aktif masuk. Dia tidak ingin pendidikan anak anaknya terabaikan.
Karena hari ini adalah hari sabtu, tidak ada salahnya dia membawa anak anak untuk bertemu Tita.
"Kakak ikut juga?" Kennan bertanya pada Keanu.
"Kalau begitu kalian siap siap ya, ayah mandi dulu."
Kenina dan Kean pun beranjak pergi menuju kamar mereka masing masing untuk bersiap.
Anak anak sudah beranjak besar sayang... cepatlah bangun...apakah kamu tidak ingin melihat tumbuh kembang mereka, ucap hati Kennan sembari memandangi punggung kedua anaknya yang berjalan menaiki tangga rumah kegiatan keluarga Atmadja.
__ADS_1
π¨π¨π¨π¨