
Azka meraba-raba ranjang sampingnya,ia mencari istrinya. dia langsung mendudukan tubuhnya saat tak mendapati sang istri berada di sisinya.
"dek..." Azka memanggil,tak ada jawaban gegas ia berjalan menuju kamar mandi tetapi disana juga tidak ada.
"dek..." Azka terus memanggil istrinya dengan panik,karena tak ada sahutan dari arah manapun.
Azka memutuskan untuk keluar kamar,ia menuruni anak tangga sambil memanggil istrinya dengan sangat. berbagai pikiran buruk merasukinya.
"dek... Dita...dek..." panggil Azka berkali-kali,dia berjalan menuju dapur, di ruang keluarga bahkan seluruh rumah ia telusuri tetapi masih tak menemukan istrinya.
ingin bertanya pada asisten disini,tetapi tak satupun terlihat entah kemana perginya.
"kemana sih?kamu dimana sih dek?" ucap Azka sambil mengusap wajahnya frustasi.
bukan tanpa alasan Azka bisa sepanik ini,ia teringat dengan mimpinya semalam saat ia melihat Dita tersenyum bahagia dan seorang bayi bahkan dengan seorang lelaki asing.
di dalam mimpinya Dita terlihat sangat bahagia tanpa dirinya.
"gak...gak...itu cuman mimpi,pasti Dita ada di suatu tempat." gumam Azka.
Azka berjalan hendak ke ruang tengah siapa tahu Dita sudah berada disana,tetapi saat berjalan menuju kamar tengah matanya tak sengaja melihat keluar,disana terdapat sebuah taman yang di hiasi beberapa jenis tanaman bunga.
langkah kaki Azka segera menuju taman itu,
"bukanya Dita suka jalan-jalan pagi ya?"gumamnya ketika mengingat kebiasaan sang istri.
ha...ha...ha...
Azka mendengar suara tawa,dengan cepat Azka menuju asal suara ternyata benar dugaanya istrinya tengah berjalan kaki tanpa alas kaki bersama kakeknya.
saat melihat Dita sedang bersama kakeknya sontak ia bernafas lega.
"ternyata kamu disini dek,mas cariin kemana-mana." ucap Azka saat sudah dekat dengan istrinya itu.
"loh...mas kok gak pakai baju." ucap Dita saat menoleh ke asal suara,dan melihat suaminya hanya mengenakan celana pendek tanpa baju.
__ADS_1
Azka langsung melihat dirinya yang masih telanjang dada,langsung menggaruk tengkuknya yang tak merasa gatal.
"tadi mas panik nyari kamu dek,sampai gak sadar kalau mas gak pakai baju." jujur Azka
"panik kenapa mas,Dita disini kok sama kakek dari tadi." ucap Dita.
sementara kakeknya hanya diam dan mendengarkan mereka bercakap-cakap.
"udah ah,Dita capek gerah pengen mandi." ucap Dita lalu berlalu meninggalkan kedua lelaki beda usia itu.
"saya bisa mengabulkan ketakutan kamu,jika kamu tidak segera meninggalkan wanita itu dan malah menyakiti cucu saya." ucap kakek datar dan yakin jika Dita sudah menjauh dari mereka.
"sebenarnya apa maksud kakek,saya benar-benar tidak tahu kek?" tanya Azka yang sudah mulai jengah dengan ucapan kakek.
"kamu kira saya tidak tahu,kalau kamu kemaren bertemu dengan mantan tunanganmu itu si hotel?oh atau mungki bukan mantan melainkan masih tunangan."
Azka mengrenyitkan keningnya dan mengingat kemana saja dirinya pergi,mata Azka membulat kala mengingat dirinya kemarin tak sengaja bertemu dengan Shella,mangan tunanganya itu.
"kek...kemaren saya tak sengaja bertemu denganya di hotel setelah saya bertemu dengan salah satu klien saya. dia tiba-tiba muncul saat saya ingin keluar hotel itu,memang dia memeluk saya kemaren tetapi itu bukan keinginan saya kek. bahkan saya sudah menyuruh staf saya disana untuk melarang dirinya datang lagi ke hotel saya." jelas Azka panjang lebar.
"saya akan buktikan jika saya sudah berubah dan saya berjanji untuk selalu membahagiakan Dita." ucap azka lantang.
hal itu sontak membuat kakek menghentikan langkahnya,
"saya tidak butuh janji,saya hanya butuh bukti." ucapnya tanpa mau menoleh ke arah Azka dan berlalu meninggalkan Azka.
"huft...baiklah,kita lihat saja nanti." monolog Azka,dan pergi menuju kamar istrinya.
π·π·π·
Azka merenggangkan ototnya setelah seharian berkutat dengan beberapa berkas yang harus ia periksa ulang.
"tolong pesankan makanan saya sekarang." perintah Azka pada sekeetarisnya.
sambil menunggu Azka berdiri lalu melangkahkan kakinya menuju jendela besar,disana ia bisa melihat pemandangan ibu kota yang selalu terlihat padat.
__ADS_1
pikirannya menerawang tentang mimpi yang semalam,ia takut jika mimpi itu akan menjadi kenyataan,jika hal itu terjadi maka dia bersumpah akan mendapatkan Dita kembali bahkan dia akan menculik Dita dan membawanya ketempat dimana tidak mengenal mereka.
sungguh ia tak bisa membayang bagaimana jika dirinya benar-benar kehilangan Dita, wanita yang sangat di cintainya.
untuk masalah Stella memang kemaren wanita itu nekat datang untuk menemuinya dan memintanya untuk merakit cinta kembali. tetapi Azka menolaknya mentah-mentah,dia sudah mengusir wanita itu,tetapi wanita itu dengan tidak tahu malunya malah memeluk Azka di depan umum,dan sialnya lagi kakek Basir melihat Stella yang memeluknya dengan sangat erat.
Azka tersenyum saat merasakan ada lengan kecil yang tengah memeluknya erat dari belakang.
"kamu datang sayang?aku sudah bilang untuk tidak perlu datang nanti kamu kecapekan." ucap Azka langsung membalikkan tubuhnya untuk melihat sang istri.
saat berbalik seketika senyum yang tadinya terlihat sangat manis,seketika luntur saat melihat orang yang tengah memeluk Azka bukanlah istrinya melainkan Stella.
"untuk apa kamu datang kesini?" ucap Azka marah lalu mendorong tubuh Stella kasar.
"aku merindukanmu sayang,tolong maafkan aku." ucap Stella mendekat lalu dengan cepat Stella meraih bibir Azka untuk di ciumnya,
Azka yang tidak siap dengan serangan Stella masih terbengong,
brak....
suara benda jatuh membuat Azka tersadar dengan apa yang terjadi,dengan kasar Azka melepas pagutan Stella,dan melihat siapa yang sudah melihat kejadian barusan.
mata Azka membulat saat melihat Dita menatapnya dengan kecewa,lalu menggeleng kuat dan segera berlari meninggalkan Azka dan Stella di sana,
"tidak...tidak...dek,tunggu..." teriak Azka langsung mengejar Dita yang tengah berlari dengan kencang meninggalkan ruangan Azka.
"ah...si al...!!!" umpat Azka karena Azka telat memasuki lift,tanpa pikir panjang Azka langsung turun melalui tangga,dia berharap Dita belum pergi meninggalkan kantornya dan Dita baik-baik saja,dia harus menjelaskan semua ini sebelum terlambat.
sementara itu Stella tersenyum senang karena rencananya berhasil. memang Stella sengaja melakukan ini,tadi saat si jalan ia tak sengaja melihat Dita membeli makanan di sebuah restoran,muncul ide cemerlang di otak kecilnya.
meskipun ia sudah di larang untuk masuk di kantor Azka dia berhasil mengendap dan masuk ke ruangan Azka.
ia memang sengaja datang lebih cepat dari pada Dita,untuk melancarkan aksinya. ternyata rencananya berhasil ia sudah berhasil membuat Dita melihat dirinya dan Azka tengah berciuman,bukankah Dita akan menganggap mereka masih memiliki hubungan?dan jika itu terjadi maka Dita akan lebih memilih untuk meninggalkan Azka.
"akhirnya rencana ku berhasil." monolog Stella dan segara pergi meninggalkan kantor milik Azka dwngan perasaan senang penuh kemenangan.
__ADS_1
# MAAFKAN SAYA JIKA CERITANYA MEMBOSANKAN ,TAPI OTHOR SUDAH BERUSAHA KERAS, MOHON DUKUNGANYA KRITIK DAN SARANYA TERIMA KASIH...ππππ€π€