Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
113. Posesif 1


__ADS_3

Cup.


Tuh kan bener....Tita harus waspada.....πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


"Abaang.....", kesal Tita saat Kennan melepaskan ciuman singkatnya dari bibir Tita.


Kennan tersenyum smirk sambil mendongak menatap wajah Tita yang merona.


"Kenapa.... masih malu wae sih...".


Posisi Kennan yang duduk jongkok bertumpu pada kaki membuatnya leluasa menggoda Tita yang menunduk malu.


Tita meremas jemari yang berasa dingin, sedingin es batu. Entah mengapa efek ciuman singkat Kennan tersebut memberi reaksi berlebihan pada sekujur tubuhnya. Panas dingin telah menyergap tubuhnya, padahal ini bukan ciuman bibir mereka yang pertama. Bahkan suami kulkas dua pintu yang berubah mesum tingkat dewa itu sudah merasakan setiap inci tubuhnya, namun tetap saja Tita merasakan suhu tubuhnya meningkat drastis.


"Ta...", suara Kennan terdengar serak di telinga Tita.


Tita memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya menatap wajah Kennan, "Apa...?"


"Lagi ya....", suara Kennan terdengar memohon.


Tita mengerutkan dahinya, bingung.


Seakan mengerti kebingungan isterinya Kennan meraba bibir Tita dengan ibu jarinya.


"Ini...", ucap Kennan dengan parau menatap bibir pink isterinya yang telah menjadi candu baginya.


"Enggak!!", tegas Tita dengan melotot pada Kennan.


"Ayolah Dek.... sekali wae..."


Kalau ada maunya aja, si Bang_Kenn inget manggil dek.... ya kan readersπŸ˜‰πŸ˜‰


"Enggak"


"Ck sekali doang"


"Eng...ggakk..", Tita berucap dengan penuh penekanan.


"Bentar wes... gak akan lama - lama", Kennan berusaha keukeuh.


"Enggak Abaang....". Kali ini Tita berucap sambil menangkup wajah Kennan dengan kedua telapak tangannya hingga membuat wajah tampan Kennan mengerucut.


Tita pun tersenyum geli melihat wajah tampan suaminya yang tampak lucu di matanya.


"Gemesin banget sih....", Tita menggerakkan wajah tampan dalam tangkupan tangannya itu ke kanan dan ke kiri secara berulang.


"Hisshhh... Dek jangan gitu, sakit ini", Kennan mengeram dengan berusaha melepaskan tangkupan tangan Tita dari wajahnya.


"Tita lepasin dengan syarat gak ada cium - cium lagi. Dan satu lagi.... Abang hutang penjelasan tentang tadi siang di sekolah...."


"Iya...iya.... gue jelasin, tapi lepasin dulu....". Ucap Kennan dengan memonyongkan bibirnya efek tangan Tita yang belum lepas dari wajahnya.


Kennan menarik tangan Tita untuk menuju ranjang, setelah Tita melepaskan tangkupan tangan dari wajah Kennan.


"Kok ke kasur sih... bukane Abang mau cerita soal tadi siang", Tita mengernyit bingung.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Tita isterinya, Kennan malah menaiki ranjang lalu duduk menyandarkan punggung pada kepala ranjang.


"Sini...", Kennan menepuk sisi kosong pada ranjang agar isterinya itu mengikutinya duduk.


Melihat Kennan yang duduk bersandar, Tita pun mengikuti arahan Kennan.


"Kirain Abang mau tidur", Tita berucap setelah duduk di samping kiri Kennan.

__ADS_1


"Gue kan udah janji mau cerita", Kennan datar.


Tita menolehkan wajahnya pada wajah tampan suaminya, "Cepetan cerita gih".


Kennan menghembuskan nafas pelan, menata diri untuk memulai bercerita.


"Elo ingat waktu gue berantem sama Irsyad dan berakhir di UKS beberapa bulan lalu...?", Kennan bertanya pada Tita yang duduk di sampingnya.


Tita mengerutkan dahi seakan mencoba mengingat kejadian yang baru saja diucapkan oleh Kennan.


Tak lama kemudian dirinya mengangguk, "Iya...Tita Ingat. Kenapa emangnya Bang...?"


"Elo tau penyebab gue berantem sama dia?", Kennan.


"Karena rebutan cewek kan...?!", jawab Tita dengan sedikit merasakan nyeri di dalam dadanya. Tak ayal Titapun menundukkan wajahnya karena takut jika ucapan Kennan selanjutnya akan membuat hatinya semakin sakit.


"Iya... Elo bener"


Deg...


Tu kan, hati Tita kini serasa terbentur palu godam milik thor.... inget thor bukan author yakkπŸ˜‚πŸ˜‚


Tita meremas ujung jemarinya, untuk menahan rasa sesak di dadanya.


"Elo gak pengen nanya siapa cewek itu?!"


Tita masih diam membisu tanpa berucap kata.


Sret.


Kennan menelusupkan jemari tangannya di antara jemari tangan Tita. "Cewek itu elo..."


Hah....


Refleks Tita mendongak kaget.


"Kok bisa?", tanya Tita dengan wajah kagetnya.


"Hari itu entah bagaimana Irsyad tau kalo elo isteri gue....". Kennan pun menceritakan tentang perkelahiannya dengan Irsyad saat itu.


"Terus yang di sekolah Abang mau pukul Irsyad tadi kenapa?", Tita bertanya setelah Kennan selesai menceritakan penyebab perkelahiannya dengan Irsyad.


Kennan tidak menjawab pertanyaan Tita melainkan meraih ponselnya di atas nakas. Setelah membuka chatnya denga Irsyad Kennan menyodorkan ponselnya pada Tita. "Nih... baca sendiri"


Tita meraih ponsel apel tergigit milik Kennan.


Dahinya mengerut saat membaca satu persatu chat antara suaminya dengan Irsyad.


"Ini yang bikin Abang mau nonjok Irsyad tadi siang?"


"Hem", ucap Kennan memandang Tita datar.


"Gak mungkin Irsyad sungguh - sungguh Bang, palingan Irsyad cuma mau bikin Abang cemburu doang". Tita tersenyum, tidak menyangka jika suami kulkas dua pintunya bisa juga cemburu. Mungkinkah suami dinginnya itu sudah mulai menyukainya, Tita bertanya dalam hati.


"Mungkinlah Ta....dia kan cinta sama lo", Kennan mengeram.


"Iya.... Tita tau, tapi tetep wae Irsyad ga mungkin sungguh - sungguh Bang, Tita tahu Irsyad kek mana orangnya"


"Kok elo malah belain Irsyad sih Dek.....?!", Kennan mendelik tidak rela karena Tita lebih memihak pada teman basket nya itu.


"Tita gak belain Irsyad Bang... Tita ngerasa gak yakin wae omongannya itu serius", Tita mengusap lengan Kennan untuk menenangkan suaminya yang sebentar lagi dapat dipastikan mode angry nya muncul.


"Ck", Kennan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Ihh.... ngambek", Tita mencoba meraih wajah suaminya namun ditepis oleh tangan kekar Kennan.


"Nurun dari mana sih sifat Abang kek gini.... padahal Ayah sama Bunda gak kek gini. Mereka itu baik murah senyum gak kek Abang", Tita bermonolog.


"Elo ngeraguin kalo gue anak dari Ayah sama Bunda", Kennan beralih kembali dengan menatap Tita tajam.


Hehehehe.... Tita terkekeh geli.


"Gak gitu Bang... cuma bingung aja, sifat Abang nurun dari siapa", Tita tersenyum menangkup wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya tajam.


"Abang itu ganteng.... apalagi kalo murah senyum. Pasti tambah cakep kek Ayah". Tita mengingat wajah paruh baya ayah mertuanya yang masih terlihat tampan dan gagah meski gurat renta sudah mulai menghiasi wajahnya.


"Jadi gue masih kalah ganteng dari Ayah gitu maksud lo..."


"Haiiss... ngomong sama orang yang lagi emosi emang susah, dasar ambekan....", Tita melepaskan tangkupan tangannya dari wajah Kennan lalu membanting pelan tubuhnya pada ranjang dan memunggungi Kennan.


"Kok tidur sih.... kita belum selesai", Kennan.


"Ngantuk.... dah tidur aja, ntar kalo diterusin bikin Tita sama Abang darting", Tita memeluk guling erat tanpa peduli dengan suami di belakang punggungnya.


"Apaan itu darting?", Kennan membeo.


"Darah tinggi.... Abaaang"


Kennan tersenyum tipis lalu membaringkan tubuhnya di belakang isterinya, kemudian memeluk tubuh ramping Tita dengan erat.


"Makanya jangan deketan sama Irsyad biar gue gak darting", ucap Kennan menelusup belakang leher isterinya.


"Hemm", Tita.


"Kok hem sih Dek"


"Kek Abang gak suka gitu wae"


"Ta...."


"Iya Abaaanngg.... dah tidur Tita ngantuk banget"


"Hemm..", Kennan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh ramping Tita.


"Tu kan.... baru juga dibilangin", Tita.


"Tangannya gak usah grepe - grepe Bang....", ancam Tita saat tangan kekar itu menelusup di balik piyama tidurnya.


"Berdoa aja biar gue gak khilaf meluk cewek cantik semaleman kek gini", Kennan terkekeh menenggelamkan kepalanya pada lekukan leher Tita.


Hah apa itu tadi.... Kennan bilang Tita cewek cantik.....


Langsung dugun dugun ini ati Tita, kalo Tita gak bisa tidur sampai pagi gimana dong thor....


Othor ihhhh, malem - malem dokter jantung gak bukak praktek nich.... iya kan readers.....πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2