Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
187. Kelicikan Kennan2


__ADS_3

Setelah beberapa saat pesanan pizza mereka telah datang.


Keempat sahabat itu pun langsung mulai menyantap pizzanya setelah sesaat sebelumnya mencuci tangan mereka


Kennan yang entah karena ingin mengerjai Irsyad atau memang dirinya bucin akut pada sang isteri terlihat berdebat dengan Tita.


"Gue suapin aja, sekalian kotor. Sayang tangan lo..." salah satu tangan Kennan menahan kedua tangan Tita saat hendak mengambil potongan pizza.


"Enggak abang, biar Tita makan sendiri aja." Tita sedikit berbisik takut membuat gaduh dan lagi dirinya merasa tidak nyaman dengan Hani dan Irsyad yang berada di hadapan keduanya.


Hani yang sedari awal sudah sangat kesal pada Kennan memiluh memakan pizzanya sembari berpura pura mengutak atik ponsel pintarnya.


Dalam hati Hani mengumpat pada pasangan suami isteri di depannya yang seperti memanas manasinya dengan tidak berhenti menunjukkan kemesraannya.


Meski sebenarnya hanya Kennan lah yang terlihat agresif memperlakukan Tita dengan mesra.


Hani sempat menyesali ajakannya pada Tita, namun karena adanya Irsyad di sana membuatnya sedikit lega. Setidaknya bukan hanya dirinya yang dianggap sebagai nyamuk oleh kapten tim basket yang tidak punya hati tersebut.


Tak jauh beda dengan Hani, Irsyad pun menahan dongkol dalam hatinya karena Kennan tidak berhenti menunjukkan kemesraannya dengan Tita di depannya.


Meski bukan kali pertama Irsyad melihat hal itu namun tetap saja jiwa jomblonya meronta ronta.


Meskipun di sebelahnya ada sahabat Tita yang tidak asing baginya namun, mereka belum terlalu kenal dekat.


Kennan yang menjadi objek kekesalan Hani dan Irsyad seolah tidak peduli. Tetap saja berlaku sok mesra dengan Tita, tanpa peduli dengan dua orang jomblo yang bukan pasangan di depannya.


"Aa..." Kennan mendekatkan potongan pizza ke depan mulut Tita.


"Abang... ngh... hap..." Awalnya Tita ingin protes namun hal itu malah memberikan Kennan kesempatan memasukkan potongan pizza ke dalam mulut Tita.


Tita pun dengan sangat terpaksa mengigit dan mengunyah potongan pizza pemberian sang suami.


Kennan tersenyum menang. "Good girl."


Lalu dengan santai Kennan memasukkan potongan pizza bekas gigitan Tita ke dalam mulutnya.


Hani dan Irsyad yang melihat aksi Kennan di hadapannya semakin memperlihatkan raut wajah yang tertekuk kesal.


Beberapa saat setelahnya, manik mata Irsyad mengernyit saat melihat sosok yang tak asing memasuki kedai pizza dimana dirinya berada.


"Ma..." Irsyad sedikit berseru dengan mengangkat telapak tangan kanannya dengan tersenyum licik.


Bima yang sedang berjalan memasuki kedai pizza bersama seorang gadis berkerudung pun menolehkan kepala karena merasa suara tidak asing memanggilnya.


Bima tersenyum saat melihat Kennan, Tita, Irsyad dan juga sahabat Tita berada di sana. Dengan memberi tanda pada gadis di sebelahnya, Bima mengajak mendekati meja mereka.


Dalam hati Irsyad tersenyum senang karena dirinya akan membagi rasa kesalnya dengan Bima. Enak aja gue dijadiin kambing congek... Bima harus ngerasain apa yang gue rasain... Irsyad berucap dalam hati.


"Hai dab... kalian berdua lagi double date nih?" tanya Bima langsung saat sudah berhasil mendekati meja sahabatnya.


"Kennan yang ngedate gue enggak..." Irsyad mengelak, terlihat tidak mau jika dirinya dikatakan sedang melakukan kencan oleh Bima.


"Pak ustadz gak ngedate tapi lagi pedekate..." Kennan santai, sontak membuat manik mata Irsyad melebar dan menatap tajam ke arah Kennan. Sedangkan yang Kennan yang ditatap seolah tidak peduli.


Hani terlihat terkejut dengan ucapan Kennan, dalam hati bertanya tanya mungkinkah kapten tim basket sekolahnya itu juga mengetahui jika dirinya menyukai Irsyad. Mengingat Tita adalah isteri dari sang kapten basket, sudah dapat ditebak jika kemungkinan besar Tita memberitahu Kennan.


Namun di luar itu semua, Hani tidak dapat menutupi rona merah malu pada kedua pipinya yang menghangat. Buru buru Hani menunjukkan wajahnya untuk menyembunyikan rona malunya.


Irsyad sedikit melirik ke arah Hani yang terlihat menundukkan kepalanya, lalu dengan sengaja Irsyad kembali menendang kaki Kennan di bawah meja.

__ADS_1


"Aww... kok lo tendang gue sih Syad... orang gue ngomong apa adanya kok." Kennan seolah tidak terima.


Irsyad semakin melotot pada Kennan. "Mulut lo nj*ng..." umpat Irsyad tanpa bersuara, hanya mulutmu yang berkomat kamit hingga membuat Kennan terlihat mengejeknya.


"Kita gabung sama mereka ya, mereka temen sekolah gue..." Bima terlihat meminta pendapat pada gadis di sebelahnya.


"Terserah." sang gadis menyahut pendek.


Bima pun segera menggeser meja serta kursi yang tak jauh dari Kennan and the gengnya untuk dirapatkan.


Selesai merapatkan meja dan kursinya Bima memperkenalkan gadis di sebelahnya pada teman temanya.


"Kenalin temen gue. Yang itu Irsyad, Hani, Kennan sama Tita..." Bima menunjuk satu persatu temannya dengan tidak lupa menyebutkan namanya.


Sang gadis berkerudung terlihat mengangguk tersenyum.


"Saya Kayla." ucap sang gadis dengan menyentuh dada dan sedikit menundukkan kepalanya sesaat untuk memperkenalkan diri. Lalu dibalas dengan senyuman oleh Tita dan lainnya.


"Silahkan duduk." Tita dengan tersenyum ramah.


Kayla pun mendudukkan diri setelah Bima menarik kursi untuknya.


"Gue tinggal pesen bentar ya..." Bima memandang teduh pada Kayla yang dibalas dengan anggukan kepala oleh sang gadis.


"Guys... nitip dia bentar ya, jangan dibully..." Bima tersenyum lalu meninggalkan meja mereka untuk memesan makanan.


"Sekolah di mana?" tanya Tita ramah pada Kayla, agar gadia itu tidak merasa canggung.


"Di SMU Tunas Bangsa." jawab Kayla pun dengan tersenyum tak kalah ramah.


"Aa lagi dek..." Kennan menarik dagu Tita untuk menghadapkan wajahnya agar kembali menghadapnya.


"Tita betul tu Kenn... jaga perasaan kiri kanan nih, nempel mulu dari tadi..." Sela Hani kesal.


"Halah bilang aja lo pengen kan mesra mesraan kek gue sama Tita..." bukannya sadar diri, Kennan malah mengejek Hani dengan merangkul bahu isterinya.


"Enggak... gue enggak ya..." Hani melotot ke arah Kennan.


"Kode tu Syad... kode... dia pengen di halalin..." Kennan meprovokasi Irsyad sembari mengendus bahu Tita, tidak lupa ekor matanya melirik Irsyad yang mencebik ke arahnya.


Kayla yang notabene melihat interaksi Kennan dan Tita merasa ilfeel, bagaimanapun dia yang tidak mengetahui status Kennan dan Tita sebagai suami isteri. Dia hanya merasa jika sikap Kennan pada Tita cukup berlebihan, meskipun jika mereka adalah pasangan remaja yang berpacaran.


"Kenn... gue perhatiin elo nyosor mulu dari tadi... Elo gak sungkan apa sama kita kita, ini di luar dab bukan di dalam rumah." Bima berucap kata sembari mendudukkan diri pada kersinya dengan membawa nampan berisi pizza pesanannya.


"Tau tu... dasar bucin..." Irsyad menimpali lalu menggigit potongan pizza di tangannya dengan kesal.


"Bilang aja kalian semua pengen kan... kek gue gini..." Kennan tetap saja santai.


"Gitu deh kalau masih piyik udah nikah... gak bisa bersikap dewasa." Irsyad kesal.


"Ihh cemburu lo..." Kennan sewot.


"Enggak..." Irsyad.


"Enggak salah..." Kennan ngeyel.


"Ck... abang udah." Tita berusaha melerai dengan membekap mulut Kennan dengan tangannya.


"Maaf... abang emang keras kepala." Tita sungkan.

__ADS_1


"Kalian udah..." Kayla bertanya penasaran, karena sedari tadi mang merasa kedekatan Tita dan Kennan tidak biasa.


"Iya mereka suami isteri... bukan sekedar pacaran. Nih makan." Bima menyahut dengan menyodorkan pinggan pizza ke hadapan kayla.


"Oh... pantesan..." Kayla manggut manggut.


Mereka pun akhirnya menyelesaikan makan pizza tetap dengan diselingi senda gurau.


"Habis ini mau pada kemana?" Bima bertanya setelah mengakhiri makannya.


"Tau..." Irsyad menggedikkan bahu.


"Nonton yuk..." Kennan dengan semangat 45.


"Okey..." Bima dan Irsyad serempak.


"Elo yang bayarin tapi..." Bima menunjuk Kennan.


"Okeh.... siyap... siapa takut..." Kennan segera berdiri dengan mengajak Tita serta.


Mereka berenam akhirnya menuju bioskop yang ada di lantai atas dengan berjalan beriringan dengan pasangan masing masing. Meski sebenarnya yang benar benar pasangan hanyalah Kennan dan Tita.


Setelah sampai di lantai atas, Kennan dengan segera menuju loket untuk membeli tiket. Kennan sengaja memilih film dengan genre romantis.


Setelah selesai membeli tiket Kennan segera menghampiri teman temannya untuk memberikan tiketnya karena pemutaran film segera di mulai.


"Nih tiketnya..." Kennan menyerahkan 4 tiket bioskop kepada Irsyad.


"Loh... kok cuma 4?" Irsyad bingung.


"Tiketnya habis tinggal itu." Kennan santai.


"Terus elo?" Irsyad masih saja bingung.


"Udah... kalian masuk sono, entar keburu telat." Kennan mendorong bahu Irsyad dan Bima agar segera memasuki bioskop.


"Jangan lupa ntar lo anterin pulang itu cewek." Kennan tersenyum licik ke arah Irsyad.


"Anjir... sialan lo Kenn..." umpat Irsyad.


Kennan terbahak.


"Terus kita ngapain Bang?" tanya Tita pada suaminya setelah keempat temannya memasuki bioskop.


"Pulang." Kennan.


🍨🍨🍨🍨


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀

__ADS_1


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘


__ADS_2