Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
menerka-nerka


__ADS_3

sudah satu Minggu semenjak kepergian Abi dan Rani,Dita merasa sangat kesepian. karena Abi belum memberikan kabar,dan walaupun Rani sering menelponya untuk bertukar kabar tapi Dita masih merasa sangat kesepian.


"apa aku cari kerja aja ya,buat buang rasa jenuhku ini?lagian jika aku kerja akan meringankan beban kak Abi." gumamnya


tok...tok...


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Dita,dia segera beranjak untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.


"Dita..." panggil Rani histeris, lalu memeluk dengan erat sahabatnya itu.


"Rani kamu kok disini?" ucap Dita yang masih setia memeluk Rani.


"kita masuk dulu yuk Dit,biar lebih enak ngobrolnya."


Dita mengangguk dan mempersilahkan Rani untuk duduk dan ke dapur mengambilkan minum dan beberapa camilan sebagai teman ngobrol mereka nanti,sungguh ia sangat penasaran kenapa Rani tiba-tiba ada disini?


"sekarang ceritakan,apa yang membawamu kesini?" tanya Dita saat sudah mendudukan bokongnya tepat di sebelah Dita.


Rani tersenyum menatap sahabatnya itu,


"mulai sekarang aku akan tinggal di sini,karena aku akan melanjutkan kuliahku di sini."


"sungguh?"


Rani tersenyum dan mengangguk,Dita langsung tersenyum lebar melihat Rani mengangguk dan memeluknya erat. Dita sangat senang ketika Rani akan kembali tinggal di kota metropolitan ini.


"bagaimana kak Abi apa sudah ada kabar?"


Dita menggeleng sedih, "kak Abi belum ada kabar Rani,aku sangat kawatir dan sangat kesepian tapi aku senang saat melihatmu ada disini. seenggaknya aku ada teman disini."


"bagaimana kuliahmu?apa kau tidak kuliah,bukankah kak Abi pergi ke sana untuk menguliahkan mu?"

__ADS_1


"sepertinya aku tidak akan melanjutkan kuliah untuk sementara waktu,ya sampai aku benar-benar memiliki cukup biaya untuk kuliahku. aku takut kak Abi merasa terbebani dan aku berniat untuk bekerja sambil menunggu kabar dari kak Abi."


Rani mengangguk,sungguh hatinya sangat rindu dengan sosok kakak sahabatnya itu,bahkan untuk perpisahan pun mereka tak sempat bertemu untuk mengucapkan salam perpisahan.


🌷🌷🌷


pada kenyataannya Abi yang sudah sampai di Korea,dia hanya bekerja selama beberapa bulan dan perusahaan tempat dimana dia bekerja sudah bangkrut,dan selema hampir setengah tahun dia terlunta-lunta mencari pekerjaan. agensinya lepas tangan dan membiarkanya begitu saja.


semua yang ia rencanakan hancur berantakan,tak tahu lagi dia harus bagaimana di negara orang ini. ia sudah memberi kabar kepada Dita,dan meminta maaf karena belum bisa membuat Dita untuk melanjutkan studinya,tetapi ia juga tidak memberitahukan ke adiknya kalau dirinya tidak bekerja dan hidup terlunta-lunta di negara orang takut adiknya akan merasa kawatir. dan saat Dita meminta ijin untuk bekerja Abi dengan terpaksa mengijinkannya,apalagi disini di juga sedang menganggur,untuk memenuhi kebutuhannya dia saja kualahan apalagi untuk mengirimi adiknya.


saat sedang berjalan mencari pekerjaan,dia tak sengaja melihat seorang kakek berjalan sendirian dan ingin menyebrang jalan. karena usianya sudah cukup tua dan kakek itu sedikit kesulitan untuk berjalan Abi berinisiatif untuk membantunya menyebrang jalan.


"kakek mari saya bantu."


kakek itu menoleh menatap pemuda yang membantunya,


"Abi..."


"maaf kakek siapa ya?kok kenal saya?"


"kamu Abimanyu Alvaro Basir kan?" bahkan kakek ini menyebutkan nama lengkapnya,Abi mengangguk keheranan.


"dari mana kakek tahu nama panjang saya?kakek mengenal saya?"


"Abi,akhirnya kita bertemu nak..."


kakek sekarang memeluk Abi dengan sangat erat,sementara Abi masih dalam keadaan bingung dan membiarkan kakek asing ini memeluknya.


"maaf kakek siapa ya?" tanya Abi saat sang kakek sudah melepas pelukanya.


"maaf kakek,begitu senang sampai kakek lupa untuk memperkenalkan diri kakek."

__ADS_1


"maaf tuan,sudah waktunya Anda untuk check up." ucap Fahmi,orang kepercayaan kakek.


"baiklah...Abi ayo ikut kakek,nanti kakek akan menjelaskan semuanya."


dan dari situlah Abi bertemu dengan kakek,bahkan kakek memberi kepercayaan kepada Abi untuk meneruskan usahanya yang berada di Korea. tetapi Abi harus belajar terlebih dahulu bagaimana cara mengelola bisnis yang di geluti sang kakek. dan karena itulah Abi menjadi sangat sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk memberi kabar kepada adik tercinta.


Abi juga menceritakan tentang Dita adiknya,sampai akhirnya dia mendengar kabar kalau adiknya sudah menikah karena insiden yang tak di lakukan oleh adiknya. dan dia meminta penjelasan kepada adiknya,jelas saja Dita menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi.


bahkan terkadang ia juga menanyakan kabar Rani wanita yang ia cintai secara diam-diam.ia lega kala mendengar Rani baik-baik saja bahkan terkadang juga menanyakannya ke Dita, tetapi Abi masih belum berani untuk berbicara dengan Rani. ia hanya menunggu sampai dia pulang menemui adiknya dan Rani,ia berencana ingin mengutarakan isi hatinya dan meminta Rani menikah denganya.


sepulang Abi dari koreapun,ia masih belum bisa bertemu dengan Rani karena kondisi adiknya dan masalah yang harus ia selesaikan.


hingga suatu hari ia tak sengaja melihat Rani,mereka hanya saling menyapa dan belum mengobrol ataupun mencurahkan semua uneg-uneg yang mereka pendam.


beberapa hari setelah Abi mengantar Rani pulang,ia mencoba menunggu Rani di depan rumahnya,namun sial dia melihat Rani di antar oleh seorang pria dan itu membuatnya marah.


"siapa lelaki itu?" tanya Abi dingin.


"dia teman Rani kak,kakak ngapain disini?"


"apa dia pacarmu?"


Rani mendengus,apa Abi tidak sepeka itu terhadap perasaanya,bertahun-tahun ia menunggu Abi bahkan dia menolak jika ada pria yang menginginkanya hanya menunggu Abi,tetapi manusia yang ada di hadapanya sama sekali tak mengerti dengan perasaanya.


"pacarku atau bukan itu bukan urusan kakak." ucap Rani jengkel.


Abi mendengus dan lebih memilih pergi untuk menenangkan diri,dia tidak mau jika emosinya akan semakin meledak jika masih saja disini.


"hih...nyebelin...dasar manusia tak peka."


Rani masuk ke rumahnya dan merebahkan tubuh lelahnya. sungguh ia tak mengerti dengan Abi,apa pria itu memang tak punya perasaan terhadapnya,atau dirinya yang terlalu berharap kepada Abi?entahlah,jika begini terus maka ia akan memilih untuk mundur,untuk apa menunggu orang yang sama sekali tak mengharapkan kita. cinta memang tak bisa di paksakan,tetapi kenapa Abi begitu marah saat melihatnya pergi dengan lelaki lain?apa maksudnya?seharusnya Abi menjelaskan agar ia tak perlu menerka-nerka,jika suka kenapa tak bilang dan tidak suka seharusnya Abi jangan memberinya harapan,apa dirinya memang berniat untuk mempermainkan perasaan Rani?

__ADS_1


"sudahlah lebih baik aku mandi dan tidur." gumamnya lalu beranjak ke kamar mandi.


__ADS_2