
Azka menatap kepergian Dita yang tak mau menoleh ke arahnya,ia mengepalkan kedua tangannya saat melihat kedua tangan Brian mendarat di kedua bahu Dita dan menuntunya untuk masuk ke dalam kamarnya.
"lebih baik kamu pulang dan jangan pernah mengagnggu Dita lagi." ucap Abi berhasil mengalihkan pandanganya dari Dita dan menatap Abi dengan pandangan yang sulit di artikan.
"sekarang saya pulang,tetapi saya tidak akan pernah berhenti sebelum istri saya kembali ke sisi saya." ucap Azka tegas.
"lebih baik kau lupakan mimpimu itu,karena saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Abi membalas ucapan Azka dengan nada ketus.
"sampai kapanpun saya tidak akan pernah menyerah apapun akan saya lakukan untuk mendapatkan istri saya kembali,meskipun kamu membentenginya saya akan sekuat tenaga untuk merobohkan benteng itu."
"jangan harap saya akan mengijinkanmu untuk kembali kepada adik saya,sebaiknya jangan kamu sia-siakan waktumu untuk hal yang tidak penting."
"bagi saya apa yang saya lakukan adalah hal yang sangat penting bagi hidup saya,dan waktu saya masih banyak untuk menunggu ijin darimu untuk memiliki adikmu sebelum ajal menjemput maka sampai saat itu waktuku masih banyak dan aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan restu darimu."
Abi terdiam mendengar ucapan Azka,ia menatap kedua mata Azka mencari kebohongan disana tapi ia tak menemukanya yang ia lihat hanyalah sebuah kejujuran.
tanpa banyak kata Abi mendorong tubuh kekar Azka keluar apartemen miliknya lalu menutupnya dengan kasar.
BRAK...
Azka menutup matanya mendengar suara pintu di tutup secara kasar oleh pemiliknya.
"aku tidak akan pernah menyerah,walaupun nyawa taruhannya aku akan tetap memperjuangkan cintaku." gumam Azka lalu pergi menuju apartemen miliknya yang ada di samping milik Abi.
setelah mengusir Azka Abi langsung berjalan menuju ke kamar adiknya,ia membuka pintu kamar adiknya secara kasar,membuat dua orang yang tengah mengobrol itu langsung menghentikan obrolanya.
__ADS_1
"sekarang jelaskan kenapa kamu bisa bersama dengan Azka lagi?" tanya Abi kepada sang adik yang tengah menunduk tak berani menatapnya.
"mm...tadi Dita tak sengaja bertemu dengan mas Azka di lif kak,terus mas Azka membantuku membawakan barang belanjaanku lalu..."
"lalu dia memaksamu untuk dengannya dan kamu mau ikut ajakanya begitu?" ucap Abi menyela.
sementara Dita semakin menunduk dan saling menautkan jari-jari lentiknya,ia takut saat Abi marah seperti ini.
hah...
Abi menghela nafas kasar lalu mendekati sang adik yang masih setia menunduk.
"sebaiknya aku keluar dulu." ucap Brian membiarkan kedua Kaka beradik itu untuk berbicara.
Abi hanya mengangguk dan membiarkan Brian keluar kamar Dita. Abi menatap Dita yang masih setia menunduk ia berjongkok agar bisa mensejajarkan tubuhnya,ia menggengam erat tangan Dita.
"tapi kak,mas Azka sudah berjanji untuk berubah dan dia janji untuk tidak menyakiti Dita lagi." ucap Dita menatap kakanya.
"lalu kamu langsung percaya denganya?"
Dita hanya mengangguk,
"anak Dita membutuhkan sosok ayahnya kak,Dita gak mau kalau dia besar nanti akan menjadi bahan ejekan oleh temanya karena tak memiliki ayah." ucap Dita berusaha merayu Abi.
"jadi kamu mau kembali lagi dengan Azka?"tanya Abi untuk memastikannya.
__ADS_1
Dita mengangguk sebelum berucap,
"untuk anak ini dan jika kakak merestui." ucap Dita menatap Abi dengan pandangan memohon.
Abi menghembuskan nafas kasar lalu berdiri.
"baiklah kakak akan memastikan ya terlebih dahulu,sekarang kamu harus istrihat dan kamu gak boleh kecapekan." ucap Abi lembut dan membaringkan tubuh Dita lalu menyelimuti tubuh adiknya dan memberinya kecupan lembut di keningnya.
"tidurlah dek,jangan terlalu banyak pikiran biar masalah ini kakak yan atasi." setelah mengucapkan itu Abi langsung mematikan lampu dan membiarkan sang adik tidur.
Abi menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa samping Brian yang tengah asik menonton televisi. melihat Abi yang memejamkan matanya ia mengambilkan air dari dalam kulkas lalu memberikanya kepada Abi.
" apa Dita sudah tidur?"tanya Brian.
"MMM..." gumam Abi mengangguk sambil meminum air yang di sodorkan oleh Brian.
"Dita mau balikan sama Azka Bri." Abi memulai obrolan.
Brian langsung menoleh kearah sahabatnya itu dengan tatapan tak percaya.
"terus kamu setuju?" tanya Brian.
"sebenarnya aku tidak setuju,tetapi melihat tatapan memohon Dita dan sepertinya lelaki itu benar-benar tulus mencintai adek gue mau tidak mau gue harus setuju." ucap Abi pasrah.
"aku gak tahu harus ngomong apa bi?mungkin Dita masih mencintainya makanya di ingin balikan lagi dengan suaminya itu." ucap Brian dengan nada kecewa.
__ADS_1
"kata Dita ini demi anak yang ada di kandunganya,ia tak ingin kalau anaknya nanti menjadi bahan ejekan oleh temanya kalau ia tak memiliki ayah bahkan sebelum ia di lahirkan. dan Dita juga bilang kalau Azka sudah berubah dan dia janji tidak akan menyakitinya lagi.", ucap Abi pasrah.