
Dan ...
Benar saja, Kennan pun berdiri dengan cepat, mencoba memburu Tita yang sudah beranjak meninggalkannya.
Kennan mengambil langkah lebar untuk memburu Tita.
Dengan gesit Tita menghindari Kennan memutari sofa agar tidak tertangkap oleh Kennan.
"Elo mulai berani sama gue ya Dek ...." Kennan menatap tajam Tita seolah benar - benar marah.
"Hehehe ... maafin Tita deh Bang, Tita gak sengaja ngucapinnya. Peace ...." ucap Tita sembari menunjukkan jemari tanda damai. βπ»βπ»
"Enak aja minta maaf ... ngucap dua kali kok gak sengaja ...." Kennan menggeser tubuhnya ke kiri, Tita pun ikut menggeser tubuhnya agar tidak tertangkap oleh Kennan. Karena saat ini keberadaan Kennan dan Tita saling berhadapan dan hanya terhalang oleh sofa panjang.
"Abang yang nyuruh ngulang, Tita cuma nurut sama suruhan abang ...." Tita membela diri sembari tak berhenti bergerak ke kanan dan ke kiri untuk meloloskan diri dari Kennan.
"Harusnya elo gak nyebutin lagi kalau elo sadar sebutan lo itu ngejek gue." Kennan berusaha menangkap Tita dengan mengikuti arah gerakan istrinya.
"Sorry Bang ... sorry banget. Tita gak bakal ngulangin lagi." Tita tidak berhenti mengusap dua telapak tangannya di depan dada sembari menggeser tubuhnya.
"Tidak semudah itu kuberikan maafku untukmu gadis kecil ...." Kennan tersenyum dengan bersidekap dada.
"Oh ... ayolah Bang Tita capek nih ..." Tita tidak berhenti mengusap telapak tangan memohon.
"Siapa suruh godain gue." Kennan menggerakkan otot lengannya, seolah mampu menangkap Tita.
Pada saat Kennan memberikan pandangan mata pada lengannya yang tak berhenti bergerak, saat itu lah Tita merasa memiliki celah.
Sreet.
Tita pun berlari menuju ke arah kamar saat mendapatkan kesempatan untuk menghindar dari Kennan.
"Ehh kabur ... mau kemana lo?!" Kennan berlari kecil menyusul Tita.
Tita membuka pintu kamar lalu memasukinya. Pada saat Tita hendak menutup pintu kamarnya, Kennan mengganjal pintu dengan kakinya. Alhasil Tita tidak dapat menutupnya.
Karena kekuatan Tita tidak sebanding, Kennan pun mampu menerobos kamar dan menangkap tubuh ramping isterinya.
"Abaang ma_af ... Titt_tta gakk seng_nga_jja ...." ucapnya tersendat di tengah dekapan tangan Kennan yang mengunci tubuhnya.
"Enak aja cuma minta maaf ... elo harus dapat hukuman, karena udah berani ngejek gue ...." Kennan mengeratkan kunciannya pada tubuh Tita, karena isterinya itu memberontak ingin melepaskan diri.
Setelah beberapa saat Tita memberontak dan tidak berhenti menggerakkan tubuhnya untuk melepaskan diri, akhirnya dirinya merasa lelah.
Heh ... heh ... heh ... Tita terengah.
"Abang udah ... lepasin Tita, Tita gak bakal nyebut kek gitu lagi, ampun deh ...." ucap Tita dengan terengah. Wajahnya mendongak, memberikan tatapan memohon agar suaminya itu memberikan ampuni padanya.
Kennan hanya diam tidak menyahut, manik matanya fokus pada wajah isterinya serta kedua tangannya masih mengunci tubuh ramping itu dengan kuat.
Kedua bola mata Kennan bergerak - gerak menelisik wajah cantik di depannya. Tita pun berulangkali mengerjapkan kedua kelopak matanya, tanpa sadar jika hal itu membuat hasrat kelakian Kennan muncul.
Kennan menelan ludahnya kelat, lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah cantik yang masih saja menatapnya dengan mulut yang sedikit terbuka.
Cup.
Bibir kenyal itu pun saling bertautan, mencecap dan menghisap di dalam rongga masing - masing. Keduanya silih berganti bertukar saliva serta saling menyusuri setiap inci sel dalam rongga mulut yang semakin menuntut.
Perlahan kuncian tangan Kennan mengendur, salah satu tangannya mendorong tengkuk leher isterinya agar memudahkan dirinya menikmati ciumannya. Sedangkan salah satu tangannya yang lain merapatkan tubuh ramping itu untuk lebih dekat pada tubuhnya.
Sedikit demi sedikit Kennan menggerakkan kakinya untuk membawa tubuh dalam pelukannya tersebut menuju ranjang.
Kennan melepaskan tautan bibirnya saat merebahkan tubuh ramping isterinya di atas ranjang.
__ADS_1
Salah satu tangannya menyibakkan surai hitam yang sedikit terurai menutupi wajah cantik isterinya yang masih terengah dengan kedua mata yang terpejam itu.
Kennan tersenyum berbinar melihat deru nafas Tita yang naik turun, sepertinya gadis itu pun menikmati ciuman bibir mereka.
"Saatnya gue tagih janji lo kemaren." ucap kennan dalam hati.
Kennan pun kembali menyerang bibir pink Tita yang sedikit membengkak itu dengan hasrat penuh.
Kedua bibir kenyal itu pun kembali bertautan dan bergerak dengan irama cecapan yang memenuhi ruang kamar apartemen yang sunyi.
Sementara bibir Kennan menjelajah pada rongga mulut Tita, salah satu tangan Kennan menyusuri punggung mulus Tita untuk membuka pengait rumah benda kenyal squisy yang mulai tegak membusung.
Lenguhan serta desahan terdengar dari mulut Tita di sela sentuhan dan ******* bibir kenyal Kennan.
Kennan semakin dipupuk gairah saat mendengar desahan - desahan lirih pada gendang telinganya.
Kennan melepaskan bibirnya dari bibir pink Tita yang membengkak akibat hisapan darinya. Kini bibir kenyalnya itu beralih pada dua pucuk squisy yang terpampang jelas, entah kapan penutup gunung kembar milik Tita itu lepas dari sana. Bahkan Tita tidak menyadari saat tangan kekar Kennan melepas kancing baju atasnya.
Tita pun terbuai dengan sentuhan Kennan yang membuat sekujur tubuhnya meremang. Perlahan jemari tangannya menyusup pada surat hitam suaminya, dan menekan tempurung kepala itu seolah menginginkan ciuman yang lebih dalam pada dua pucuk gunung kembar miliknya.
Kennan dengan senang hati semakin menenggelamkan tempurung kepalanya pada dada Tita yang semakin membusung. Lidahnya tidak berhenti menghisap pucuk squisy silih berganti, sedangkan salah satu tangannya mulai turun ke bawah dan menyibak rok pendek rumahan yang Tita kenakan.
Perlahan jemari tangan Kennan mengelus dan menyusuri paha mulus isterinya dari bawah. Kennan sedikit mengangkat bagian bawah tubuhnya untuk memudahkan jemari tangannya menjelajah palung laut yang akan menjadi tempat berlabuh teripangnya yang sudah menegang dengan sempurna.
Hek.
Kennan tercekat, melepaskan tangkupan bibirnya dari pucuk squisy milik Tita saat jemari tangannya merasakan suatu benda tebal menutupi area segitiga bermuda milik isterinya.
"Dek ...."
Tita yang semula memejamkan kedua bola matanya saat menikmati sentuhan Kennan, membuka kedua matanya.
"Apa?" tanyanya serak, sembari mengerjapkan mata berulang.
"Elo ...."
"Elo lagi dapet ya?" Kennan bertanya.
Tita tersentak, seperti baru menyadari sesuatu.
"Eh ... iya ...." ucapnya lirih sembari merapikan pakaian atasnya yang sudah diobrak - abrik oleh suaminya.
"Sejak kapan?" Kennan mengeram.
"Tadi sore" cicit Tita menunduk, terlihat sangat bersalah pada Kennan.
Arrgghh ...
Kennan mengacak surai hitamnya dengan kasar, kemudian merebahkan tubuhnya di samping isterinya.
Huh ...
Kennan membuang nafasnya dengan kasar.
"Jadi ... gagal lagi nih ...." ucap Kennan seolah pada dirinya sendiri.
"Maafin Tita Bang, Tita gak bermaksud gak nepati janji sama abang." ucap Tita lirih sembari memiringkan tubuhnya menghadap Kennan yang terlentang.
"Mau gimana lagi ... elo kan juga gak tahu kalau elo bakal kedatangan si merah itu." Kennan mendengus sebal.
"Maafin Tita ya Bang ... udah PHP in Abang ...."
Hem ... sahut Kennan kesal.
__ADS_1
Kesal?! bukan cuma kesal, sangat kesal malahan. Setiap kali hasratnya sudah tak terbendung, dirinya harus dihadapkan pada situasi di mana isteri cantiknya itu tidak dapat memenuhi keinginanya.
Padahal dirinya sudah sangat menahan hasrat yang seringkali muncul secara tiba - tiba saat berdekatan dengan isteri cantiknya itu.
"Udah tidur sana ...." Kennan menoleh pada Tita sesaat. Menegakkan tubuhnya kemudian mengecup kening isterinya lalu dengan segera beranjak menuju ke kamar mandi, menuntaskan hasrat yang sudah memucuk di balik celana jins Kennan yang mengetat.
Setelah menyelesaikan aksi memuaskan tubuh bagian bawahnya di kamar mandi, Kennan keluar dengan hanya memakai celana pendek selutut serta kaos oblong rumahan.
Kennan berjalan menuju ranjang dengan tidak berhenti mengusapkan handuk pada surai hitamnya yang terlihat basah.
"Loh malem - malem ngapain Abang mandi keramas?" Tita yang sedang duduk menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang bertanya dengan heran.
"Biar seger." sahut Kennan masih dengan mengusap rambut basahnya dengan handuk.
"Ntar masuk angin lo Bang ...."
"Enggak Dek ... cepet tidur sana udah malem." Kennan melempar handuk pada nakas lalu merebahkan diri pada ranjang sambil memunggungi Tita.
Tita yang melihat suaminya tidur miring memunggunginya, menarik tubuhnya dari kepala ranjang kemudian memeluk tubuh kekar Kennan dari belakang.
"Abang marah?" tanya Tita dari balik punggung suaminya.
"Enggak." sahut kennan pendek. Meskipun dirinya sempat kesal, bukan berarti harus marah karena hasratnya tidak tersalurkan.
"Kok abang tidurnya gak peluk Tita?" masih saja Tita bertanya mengenai posisi tidur Kennan yang membelakanginya.
"Gak papa Ta ... udah cepetan tidur. Entar si jojo bangun lagi." Kennan menyuruh isterinya untuk segera tidur sembari menahan tangan mungil yang tidak berhenti bergerak di atas perutnya. Takut si jojo kembali menegang jika tangan mungil itu tanpa sengaja menyentuhnya.
Tita yang mendengar Kennan menyebutkan kata jojo, sedikit menegakkan bahunya. "Siapa jojo Bang?"
Hek.
"Ah ... ehm ... itu burung tetangga." sahut Kennan asal.
"Mana ada yang pelihara burung di apartemen?!" ucap Tita bingung. Karena memang di apartemen tempat mereka tinggal tidak diperbolehkan memelihara hewan demi kenyamanan penghuni apartemen.
"Ada ...." Kennan ngeyel.
"Abang ngarang!" putus Tita kesal.
"Abang beneran gak mau peluk Tita nih?" berharap suaminya itu membalikkan tubuh kekarnya dan memeluk dirinya erat seperti biasanya. Entah mengapa Tita sekarang selalu menginginkan pelukan Kennan yang membuatnya tidur nyenyak semalaman.
"Udah tidur Dek ... udah malem." Kennan memilih tidak menjawab pertanyaan isterinya.
Tita pun membanting tubuhnya dengan kasar karena merasa Kennan tidak peduli dengannya.
Kennan mengambil nafas panjang, kemudian membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh ramping di depannya dengan erat.
"Sabar ya jo. Kesabaran elo lagi di uji, kek gini ni rasanya kalau gak lewat tol ... macet mulu ...." ucap Kennan dalam hati pada juniornya di balik celana pendeknya.
Berat memang kalau punya isteri polos Bang ... musti sabar yak ... π€£π€£π€£
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
__ADS_1
Tambahkan favoritβ€
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ