Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
EXTRA PART 14


__ADS_3

"Mas tidak ingin menjenguk Yuna?"


"Maksud kamu dek?"


Kennan yang semula memandang Tita dengan wajah teduh, berubah tiba tiba. Wajahnya yang semula putih bersih, berubah merah padam dengan tulang rahang yang mengeras.


"Mas tidak ingin mengunjungi Yuna atau setidaknya mengetahui kabarnya saat ini?"


"Bisa nggak kamu nggak mengungkit namanya." Kennan yang semula berkata lembut pada Tita, berubah mode angry. Hal itu terdengar jelas dari nada bicaranya yang meninggi.


"Tapi mas..."


"Kamu tau kan karena dia kita terpisah selama ini?!" Nada bicara Kennan naik satu oktaf lebih tinggi. Dan itu membuat Keanu yang semula telah tertidur dalam dekapan Tita menjadi terusik.


"Unda... hiks..."


"Cup... sayang... cup..." Tita menepuk pelan bokong Keanu.


"Kamu lihat kan dek, anak kita aja nggak mau mendengar nama itu." Kennan melembutkan suaranya seraya mengusap lembut punggung sang anak. "Beruntung Kenina nggak terusik." Kennan dengan mengalihkan pandangan pada anak perempuannya yang terlelap, mendengkur seraya terlentang memenuhi setengah ranjang.


"Mirip kamu kan mas..." Tita mengikuti arah pandang sang suami.


Kennan tersenyum.


"Benar saja Naura bilang dia wajah kecil aku versi perempuan pas kita pertama kali bertemu." Kennan terdengar seperti menggumam.


"Dulu Alex juga bilang, pas memperhatikan wajah Kenina mengingatkannya pada wajah salah satu sahabatnya. Aku nggak menyangka itu kamu mas, aku pikir sahabatnya itu seorang wanita. Alex nggak pernah menyebut atau bercerita tentang sahabatnya itu."


"Sekalipun?" Kennan penasaran.


Tita mengangguk.


"Dia bukan orang yang terbuka tentang kehidupan pribadinya. Meski kami bersaudara, dia sangat tertutup."


"Kamu benar." Kennan membenarkan.


"Dia sangat menyayangi anak anak, melebihi dirinya sendiri."


"Kamu nyindir aku dek?"


"Enggak gitu mas, mas ih..."


Kennan terkekeh kecil. "Haruskah aku memberikan hadiah padanya?"


Kening Tita mengerut. "Sepertinya iya."


"Apa hadiah yang pantas untuknya? Dia sudah mampu untuk menghidupi kehidupannya sendiri, dia juga punya banyak uang untuk membeli apapun yang dinginkannya." Kennan terlihat berfikir bingung.


"Menurutmu hadiah apa yang pantas buat dia dek?"


"Carikan dia isteri." Tita dengan santai.


"Nggak mungkinlah, aku nggak tau selera dia." Kennan dengan melengking.


"Sstt... mas..." Tita mendelik karena lengkingan suaranya kembali mengusik Keanu.


"Maaf." Kennan lirih.


Tita tidak menyahut, tangannya tidak berhenti mengusap punggung Keanu dengan lembut.

__ADS_1


"Baringkan saja ke ranjang, kamu pasti lelah dek."


"Biar lelap dulu, takut bangun lagi. Lagian aku udah biasa kek gini mas. Selelah apapun saat melihat wajah damai anak anak seperti ini, rasa lelah itu lenyap begitu saja." Tita dengan mengusap alis mata Keanu yang mendongak ke atas dengan mulut yang sedikit terbuka.


"Lucu banget kan?" Tita mengalihkan wajah pada Kennan yang duduk di sisinya.


Kennan tersenyum. "Persis kek kamu sayang. Kalau tidur mangap."


"Mas ih... yang diinget jeleknya doang." Tita menyodok perut Kennan dengan sikunya.


"Aku nggak ngomong itu jelek kan yang, justru pas kamu tidur kek gitu yang aku rindukan. Nggemesin tau nggak."


"Pyek... gombal."


"Beneran yang, nggak gombal. Emang kenyataannya kek gitu."


"Pas aku cantik kek gini nggak dirindukan?!" Tita mengerjapkan kelopak mata sok imut.


"Pastilah rindu dek. Apalagi kalau..." Kennan sengaja menggantung kalimatnya.


"Kalau apa?" Tita dengan raut wajah penasaran.


Kennan menggelengdengan menutup rapat mulutnya.


"Kalau apa coba?"


"Enggak jadi." Kennan tetap enggan mengatakannya.


"Kalo apa? Jawab mas ihh... Bikin penasaran aja."


Kennan hanya tersenyum.


"Mas..." Tita cemberut.


"Kalau lagi nggak pakek baju." Bisik Kennan tepat di telinga Tita seraya beranjak dari duduknya. Kemudian meraih tubuh Keanu dari pangkuan Tita lalu membaringkannya ke atas ranjang.


Seketika Tita terdiam membeku. Bahkan tidak menyadari jika Keanu telah berpindah dari tangannya.


"Jangan bengong. Ntar kesambet setan lewat." Kennan menggoyangkan telapak tangan di depan wajah Tita, menggoda.


"Enggak takut. Orangnya setannya ada di depanku kok, ganteng pulak."


Ucapan Tita sontak membuat kedua mata Kennan melebar. "Sudah berani menggoda ya sekarang."


"Mas yang ngajarin." Tita beranjak berdiri. Namun buru buru Kennan mendekap tubuh Tita saat sang isteri hendak mengayunkan langkah kakinya.


"Mas."


"Mau kemana?"


"Tidur."


"Oh tidur."


Tita mengangguk.


Hap.


Kennan tiba tiba membopong tubuh Tita hingga membuat Tita terkejut.

__ADS_1


"Tidur sama aku aja." Kennan saat Tita memandangnya bertanya.


"Anak anak?"


"Nggak usah kuatir, kita tidur di sini kok." Kennan dengan membaringkan tubuh ramping Tita pada sofabed yang entah sejak kapan telah berubah melebar.


"Kita tetap bisa memantau anak anak." Kennan membaringkan tubuhnya di sisi Tita.


"Mas nggak merasa kesempitan?"


"Enggak." Kennan merentangkan tangan kanannya untuk bantal kepala Tita. Tita pun memiringkan tubuh miring ke arah sang suami.


"Mas." Tita mengusap dada bidang Kennan lembut.


Hmn


"Kita cuma tidur doang kan mas?"


"Memangnya kamu mau yang lain?"


"Enggak. Jangan sekarang ya, aku beneran lelah hari ini."


"Iya sayang iya. Kita cuma tidur doang kok. Palingan juga cuma pelukan."


"Janji cuma peluk ya?" Tita mendongak.


"Takut banget sih kalau aku ngapa ngapain kamu?"


"Bukan gitu mas. Tangan mas kan suka nakal."


Kennan terkekeh kecil. "Dia emang bandel. Susah dibilangin, mainnya suka jauh jauh. Seneng bajak sawah."


"Tu kan." Tita menepis tangan kiri Kennan yang hendak merayap pada perut di balik piyama tidurnya


"Cuma mau peluk doang dek, kangen."


"Kalau peluk itu kek gini aja." Tita melingkarkan tangan kekar Kennan pada tubuhnya.


"Tau aja kalau mau cari kesempatan." Kennan dengan kekehan seraya menyusupkan wajah pada tengkuk leher Tita yang sekarang telah memunggunginya.


"Aku sudah hafal."


"Baiklah, baiklah kita tidur." Kennan mengeratkan pelukannya.


Detik berikutnya.


"Mas sudah tidur?"


"Belum. Nggak bisa tidur kalau cuma diem kek gini." Kennan tetap saja mencoba merayu Tita.


Tita pun segera membalik tubuh menghadap Kennan.


"Mas yakin nggak mau jenguk Yuna?" Tita kembali menyebut nama gadis yang telah membuat mereka salah paham.


"Dek, apa aku harus menjawab pertanyaan bodoh kamu itu?!" Kennan dengan nada tidak suka.


"Jangan marah dulu. Dengerin aku ngomong." Tita mengusap dada bidang Kennan untuk membuatnya tenang.


"Mau ngomong apalagi?" Kennan masih saja dengan nada kesal.

__ADS_1


"Yuna sudah mendapatkan karmanya mas. Dia masuk RSJ."


🍨🍨🍨🍨


__ADS_2