
Selamat membaca π€π€π€
πΊπΊπΊ
Aku terdiam. Ku kira ia mengigau, ternyata ia sadar. Aku hanya mampu terdiam tidak bertingkah sama sekali, karena aku merasa nyaman dan perasaan aneh ini yang membuat ku untuk jangan melakukan hal yang merusak momen ini.
Objek pertama yang kulihat ketika ku membuka mata di pagi ini, membuat ku tersenyum. Wajah Alvin yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya, menyelipkan sedikit rasa bahagia didalam hatiku. Ternyata kami masih tidur dalam posisi seperti semalam. Sebalah tangan ku mendarat tepat di pipinya, perlahan ku sentuh dengan lembut. Sebelum membuat nya terbangun, aku menyudahi aktivitas ku. Aku beranjak untuk turun ke bawah, lebih tepatnya ke dapur untuk membantu bibi memasak.
"Ibu." Ujar ku yang sudah sampai dapur, melihat ibu yang sedang memasak bersama bibi.
"Sudah bangun, nak." Ucap ibu sembari memotong wortel.
"Seharusnya kan aku yang masak."
"Tak apa. Sebaiknya kamu mandi sana !."
Aku pun menuruti perkataan ibu. Sesampainya di kamar, Alvin masih tertidur. Ku tepuk lengannya sembari memanggil namanya. Alvin hanya menggeliat kecil, tak kunjung bangun. Sampai akhirnya aku mempunyai ide. Ku dekatkan wajahku ke telinganya.
"Mas, bangun." Dengan suara dibuat buat lembut, lalu ku tiup telinga nya. Hahaha, sesungguhnya melakukan ini sangat membuatku geli sendiri.π€π€π€
Alvin membalikkan tubuhnya, dan tiba-tiba menarik tangan ku hingga sebagian tubuh ku jatuh tepat diatas badannya. Ketika aku hendak bangun, ku rasa tangan Alvin menahan badan belakang ku hingga aku sulit bangun. Ku coba melihat wajah nya.
"Mas, ayolah jangan seperti ini."
"Kamu duluan yang menggoda saya." Sembari menatap ku datar.
__ADS_1
"Aku tidak menggoda mu."
"Yang kamu lakukan tadi, berbisik di telinga saya dengan suara seperti itu sama saja menggoda."
"Vi....." Ujar suara perempuan paruh baya.
IBU....
Sontak aku langsung menoleh ke arah pintu, yang sudah terdapat ibu diambang pintu. Ku lihat ibu tersenyum. Aku yang tersadar akan posisiku, langsung terbangun. Alvin, ia sudah membuat ku malu didepan ibu.
"Ibu cuma mau mengingatkan jika makanannya sudah siap. Tapi jika mau dilanjutkan, silakan." Lalu ibu menutup pintu.
"Sebaiknya, kamu keluar !." Ujar ku dengan wajah kesal, sembari menatap kearah pintu.
Sudah rapih, aku bergegas turun ke bawah. Alvin sudah terduduk di kursi meja makan, dengan pakaian kantor nya. Aku duduk disamping Alvin. Sebelum makan, kami membaca doa dulu. Setelah itu aku menyendokkan nasi ke piring Alvin, masalah makanan yang lain ia mengambil sendiri. Aku menoleh ke arah ibu, yang ternyata sedang tersenyum.
"Kapan kalian berencana punya anak ?." Tanya ibu, disela sela kami makan.
Aku hanya terdiam karena tidak tau harus menjawab apa.
"Belum tau, Bu. Inginnya sih secepatnya."
Sontak aku menoleh ke arah Alvin. Jawaban macam apa itu. Aku saja belum kepikiran sama sekali soal anak, yaa karena masalah cinta saja belum ada titik temunya.
Selesai makan. Aku mengantar Alvin sampai depan teras, sebelum ia masuk ke dalam mobil aku menggapai tangannya, mencium punggung tangan kanannya.
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊ
Kini aku sedang berjalan bersama ibu keliling komplek. Aku dan ibu memutuskan untuk singgah sebentar ke minimarket. Ketika hendak menyeberang handphone yang sedari tadi ku pegang bergetar, ku lihat panggilan dari Alvin.
"Hallo, mas."
"Kamu lagi apa ?."
Ku lihat ada sebuah mobil yang melintas dengan begitu cepat, ibu tengah menyebrang duluan. Seketika aku yang masih ditepi jalan lari ke arah ibu, untuk membuat ibu menghindar dari mobil itu. Mobil semakin dekat, untung saja aku bisa membawa ibu menghindari mobil itu. Tapi sialnya, aku tersandung sesuatu sehingga aku terjatuh dengan kepala terpentok trotoar.
"Astaghfirullah, Vira." Ujar ibu yang berasa dihadapan ku dengan wajah cemas.
Aku tersenyum. Kepalaku terasa pusing, dan aku merasa sesuatu seperti mengalir didahi ku. Ku arahkan sebelah tanganku kearah dahi, ku sentuh sebuah cairan yang berada di dahi yang belum aku tau itu apa. Ku lihat sebuah darah dijari ku. Dahi ku berdarah. Tiba-tiba pandangan ku menjadi buram dan gelap.
πΊπΊπΊπΊ
Hallo para readers ku tersayang πππ, jangan lupa like dan komen nya ya.
Biar author semakin semangat ππ.
#Khusus weekend update nya ngak nentu ya, bisa update bisa ngak. Jadi kalo mau author update, kasih tau ya....π
Jadi.... komen lah kalian semua sobat author π€π€
Sekian terima kasih. ππ
__ADS_1