Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
147. Lingerie Untukmu


__ADS_3

Tita mengerutkan kening. "Terus yang kek mana Bang?!"


"Entar gue kasih tunjuk sama lo kalo udah masuk ke outlet nya." Kennan berucap kata dengan menarik pinggang Tita untuk lebih mendekat. Kennan tidak suka jika ada banyak mata yang memandang wajah cantik isterinya.


Kalau saja Kennan boleh egois dan bisa memilih, dirinya lebih memilih mengurung gadis cantik itu di dalam kamar apartemen. Memeluk dan menikmati setiap inci tubuh mulusnya.


Sayangnya Kennan harus mengalah karena terlanjur berjanji pada gadis yang telah menjadi isterinya itu untuk mengajaknya jalan - jalan.


"Dek jangan jauh - jauh." Kennan kembali menarik pinggang Tita untuk berjalan beriringan dengannya.


"Apa sih Bang ... Tita gak jauh - jauh cuman tengok itu bentar." ucap Tita kesal karena memang dirinya hanya sedikit melambatkan langkah kakinya saat melewati sesuatu yang menarik baginya.


"Kenapa sih pakek dandan segala." Kennan menggerutu kesal.


"Tita gak dandan Abang, cuma pakek liptin sama bedak tipis doang."


"Ck ... gak mungkin, gak dandan kok bibirnya merah banget." Kennan masih saja kesal.


Tita hanya memutar bola matanya malas, percuma mendebatkan sesuatu yang bakal tidak di percaya oleh suaminya itu.


Kenapa saat berangkat tadi gue gak memperhatikan penampilannya lebih dulu seh, jadi kesal kan sekarang banyak yang liatin. Kennan mengeram dalam hati sembari melingkarkan salah satu lengan tangannya pada pinggang ramping Tita, untuk memeluknya lebih erat lagi. Memberikan tanda kepemilikan pada pasang mata cowok yang menatap Tita tanpa kedip.


Setelah beberapa saat berjalan, Kennan pun mengajaknya Tita memasuki sebuah outlet yang menyediakan pakaian wanita. Hal itu terlihat dari semua pakaian yang dipajang adalah pakaian khusus wanita. Outlet itu adalah outlet yang menyediakan pakaian bermerek ternama.


"Ngapain kita ke sini seh Bang." Tita berucap pelan.


"Udah gue bilang kita cari baju buat elo."


Tita mengerutkan keningnya, saat Kennan mengajaknya berhenti pada spot pakaian dalam dan pakaian berbahan tipis untuk tidur.


"Abang mau nyari apa di sini?" Tita berbisik lirih, timbul sedikit rasa malu pada dirinya karena Kennan membawanya pada jejeran serta tumpukan pakaian dalam khusus wanita.


Seringai mesum tercetak pada bibir Kennan. Kennan pun mendekatkan bibirnya pada gendang telinga Tita yang tertutupi pasmina. "Lingerie buat dipakek tidur lo tiap malem."


Hek ...


Lingerie??!


Kedua mata Tita terbuka lebar, dirinya kaget dan tubuhnya mematung. Bagaimana bisa otak mesum suaminya memikirkan hal itu. Tanpa baju tipis kurang bahan itu wae, suami kulkas dua pintunya itu sudah mesum tingkat dewa apalagi jika nanti dirinya memakainya. Tita pun bergidik ngeri membayangkan semuanya. Bahkan tetiba saja keringat dingin membaluri seluruh lapisan permukaan kulit telapak tangannya.


Sedangkan si tampan kulkas dua pintu tersenyum santai melihat reaksi Tita.


"Mbak minta yang hitam, merah, sama yang itu satu." Kennan menunjuk sebuah warna hijau lumut yang terlihat cantik warnanya. Warna - warna yang cukup


kontras untuk kulit putih Tita.


Penjaga outlet yang melayani Kennan pun mengangguk dengan tersenyum ramah. Dengan gegas meraih dan melepaskan pakaian tipis menerawang itu dari gantungan baju.


"Ngapain beli baju tipis nerawang kek gitu buat Tita seh Bang, malu - maluin wae. Tita gak bakalan mau pakek." ancam Tita lirih sembari menggerak - gerakkan kedua bola matanya pada sekitar, seakan takut mendapatkan pandangan yang menelisik padanya.


"Biar lo keliatan seksi, kalau gak mau pakek sendiri ntar gue bantuin makeknya ...." sahut Kennan, lagi - lagi dengan santai.


Memang benar - benar kulkas dua pintu yang menjengkelkan bin menyebalkan.


Tita pun mencebik kesal, sambil mengekori Kennan yang hendak membayar barang belanjaannya dengan menunduk menutupi rasa malu.


"Buat kado atau mau dipakek sendiri mas?" tanya petugas kasir pada Kennan.


"Buat kado mbak." Kennan terpaksa berbohong karena melihat raut wajah Tita yang tak berani mendongak karena malu.


"Oh ... dibungkus atau cukup paper bag aja mas?" tanya petugas kasir dengan menunjukkan sebuah kotak seperti untuk kado dan paper bag yang berlogo outlet tetsebut.

__ADS_1


"Paper bag aja mbak ... entar biar dibungkus sendiri sama adek saya di rumah." Kennan melirik sedikit wajah Tita yang terlihat lega.


"Baik Mas."


Petugas kasir pun menyerahkan paper bag yang berisi tiga potong lingerie pilihan Kennan setelah keduanya menyelesaikan proses transaksi mereka.


Kennan menerima paper bag berwarna coklat dengan logo outlet tersebut kemudian memberikan pada Tita, agar isterinya itu membawanya.


Kennan kembali memegang pergelangan tangan Tita agar gadis itu mensejajari jalannya.


"Bang ...."


"Hem"


"Jadi baju ini tadi buat kado ya Bang?" Tita bertanya sembari mencondongkan wajahnya pada Kennan.


Kennan mengangguk dengan tanpa menoleh pada wajah isterinya. "Iya."


"Alhamdulillah ... syukurlah ... kirain beneran buat Tita."


Tita menghembuskan nafas lega setelah mendengar jawaban dari suaminya.


Tita memang berharap jika dirinya tidak akan pernah memakai baju tipis kurang bahan tersebut. Membayangkan saja membuatnya bergidik ngeri, apalagi jika harus memakainya. Amit - amit jabang bayi, ucap dalam hati Tita.


"Emang beneran baju itu buat elo Dek ...."


"Loh ... tadi Abang bilang buat kado, kok berubah seh?!" Tita mengerutkan kening terheran.


"Iya ... kado dari gue buat elo Dek ...." Kennan kembali tersenyum menyeringai melihat wajah Tita yang kembali tertekuk kesal.


"Tita gak bakalan mau pakek." ucapnya ketus.


Kennan terkekeh.


"Terus kalau elo gak mau pakek, siapa yang pakek coba ... gue gitu?!" Kennan bertanya dengan mencondongkkan wajahnya ke wajah isterinya.


"Iya ... Abang aja yang pakek, pasti Abang makin cakep ...." sahut Tita dengan tersenyum sendiri seolah membayangkan sesuatu.


"Enak aja!! elo pikir gue bencong perempatan lampu merah!" Kennan menyentil pelan kening Tita.


"Abaaang iihhh ... kdrt mulu deh dari tadi, sakit tauk!" Tita mengusap keningnya dengan bibir mengerucut.


"Elo seh ... berani - beraninya mengejek gue."


"Tita gak ngejek cuma ngebayangin aja cakepnya abang kalau pakek baju ini." sahut Tita sembari mengacungkan paper bag coklat yang sedari tadi dia tenteng.


"Lah malah berani ngebayangin gue pakek baju itu lagi ...." sekarang Kennan ganti menoyor pelan kepala Tita.


Hiss ... Tita mencebik dan berdesis sembari menampik toyoran dari Kennan.


Tita pun menggerakkan tubuhnya seolah ingin melepaskan diri dari rangkulan tangan suami tampan yang narsis bin mesum tersebut agar dirinya tidak mengalami perlakuan kdrt dari sang suami.


Namun sayang, Kennan tidak membiarkan Tita untuk melepaskan diri dari rangkulan tangannya. Bahkan kini Kennan menahan pundak lebih kuat agar berhenti bergerak.


"Abang ..." Tita tidak berhenti berusaha melepaskan tangan kekar Kennan dari atas pundaknya.


Hem ... Kennan santai seolah tidak peduli dengan Tita yang tidak berhenti bergerak.


"Gandengan tangan wae, gak usah rangkulan kek gini. Banyak yang liatin tuh ..."


"Biarin aja, memang mereka punya mata kan ... palingan mereka iri doang liatin cewek jelek jalan bareng cowok ganteng kek gue." Kennan sedikit menaikkan dagunya seolah ingin menunjukkan ketampanannya.

__ADS_1


Tita mencebik. "Tita gak jelek ... cuma kurang cantik wae."


"Eh ngaku." Kennan terkekeh.


"Daripada Abang narsis banget jadi orang," Tita mencebik. "Bang jalannya susah ini ...." Tita kembali memohon.


"Ck ... gak ikhlas banget seh cuma dirangkul suami doang." Kennan melepaskan rangkulan tangannya dari pundak Tita lalu beralih menggandeng tangan sesuai keinginan isterinya.


"Bukan gak ikhlas Bang ... Gini kan enak ...." Tita seolah bergumam pada dirinya sendiri.


"Jangan jauh - jauh jaraknya." Kennan menarik pergelangan tangan isterinya agar berjalan sejajar dengannya.


"Udah kek truck gandeng gini mosok dibilang jauh seh Bang?!" ucapan Tita terdengar menggerutu.


Kennan mengangsurkan tangannya lalu menjepit hidung mbangir isterinya hingga membuat gadis menggerakkan kepalanya berusaha melepaskan.


Kennan terkekeh sembari melepaskan jepitan tanganya.


Lagi - lagi Tita menggerutu kesal.


😣😣


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memandang interaksi keduanya semenjak keluar dari outlet tadi. Bahkan beberapa kali mengambil gambar kemesraan mereka dari kamera ponselnya.


🍨🍨🍨🍨


Alhamdulillah hari terakhir puasa Ramadhan 1442 bagi yang melaksanakannya.


Semoga segala amal ibadah selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan ini di terima oleh Allah SWT.


Dan lagi, semoga kita termasuk golongan orang - orang yang senantiasa mendapatkan rahmat, berkah dan lindungan dari Allah SWT.


Selamat berbahagia ... berkumpul bersama keluarga dan berbagi banyak cerita.


Bagi yang tidak bisa mudik, tetap semangat πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻


Stay at Home demi kesehatan bersama.


Bagi yang bisa mudik, tetap patuhi protokol kesehatan dengan 3M, demi kesehatan diri dan keluarga.


πŸ“Memakai Masker


πŸ“Mencuci Tangan dengan Sabun


πŸ“Menjaga Jarak


Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita dapat beraktivitas dengan normal seperti semula. Aamiin YRA ...


😍😍😍😍


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❀

__ADS_1


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2