Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
199. Duet


__ADS_3

Tita tersenyum puas memandang penampilannya saat ini di depan kaca besar yang menempel pada dinding ruang ganti kafe.


"Sepertinya cukup, gak buruk juga gak berlebihan." Tita sembari membenarkan pasmina yang menutupi surai hitamnya.


Lagi lagi Tita membingkai senyum dengan puas pada wajah putihnya yang cantik.


Hingga sebuah suara memanggil namanya sembari membuka pintu ruang tunggu.


"Tita... anak band udah nungguin tuh, pengunjung kafe juga udah mulai ramai." pegawai kafe yang memintanya untuk perfom melongokkan setengah tubuhnya pada pintu.


"Iya. Tita bakal ke sana bentar lagi." Tita dengan tersenyum.


"Baiklah... cepetan yak." pegawai tersebut membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan ruang ganti.


"Eh... tunggu!" Tita berseru hingga membuat pegawai tersebut mengurungkan niatnya untuk beranjak pergi.


"Ada apa Ta?" pegawai itu bertanya dengan tersenyum.


"Em... gimana penampilan Tita." Tita bertanya dengan malu malu.


Terlihat sang pegawai memindai penampilan Tita dari atas sampai bawah dengan kening yang mengerut.


"Ehmm... bagus... cantik kok. Sederhana tapi elegan." Bagaimanapun pakaian yang membalut tubuh Tita adalah pakaian bermerek pemberian bunda mertuanya jadi meskipun sederhana tetap saja membalut tubuh Tita dengan apik.


"Gak menor kan?" Tita masih merasa khawatir dengan riasan wajahnya.


"Enggak. Sesuai dengan gaya anak remaja masa kini." pegawai itu tersenyum tulus dengan menyatakan kebenarannya.


"Makasih." Tita.


"Sama sama. Udah cepetan keburu pengunjung kafe marah nungguin penyanyinya gak nongol nongol." ucapnya berlalu meninggalkan Tita. Tidak lupa dengan melambaikan tangannya.


Sepeninggal pegawai kafe tersebut Tita pun segera memberesi alat make upnya. Meskipun Tita adalah gadis yang sederhana dan selalu berpenampilan natural untuk wajahnya, namun jika hanya sekedar bedak dan liptin dan sejenisnya Tita selalu menyediakan di dalam tasnya. Bagaimanapun anak zaman sekarang tetap saja mengenal yang namanya produk kecantikan. Begitupun dengan Tita.


Merasa semua sudah beres Tita pun bergegas keluar dari ruang ganti. Mengayunkan langkah kakinya menuju ke dalam kafe.


Glek.


Tita menelan ludah nya kelat saat sampai di depan panggung tempat perfomnya, mendapati sosok Kennan suaminya yang telah diabaikannya selama beberapa hari ini.


Kennan terlihat sibuk mengecek alat drumnya dengan menunduk.


Tita pun bingung, terlihat ragu untuk menaiki panggung yang hanya memiliki ketinggian setengah meter dari lantai kafe tersebut.


Ah... bagaimana dirinya dapat bernyanyi di depan suaminya, bagaimana jika tiba tiba saja suaranya menghilang karena gugup ataupun grogi... pikir Tita dengan membatin karena dirinya merasa belum pernah menunjukkan suara emasnya di depan sang suami.


"Eh Tita... cepetan naik." Sebuah suara bariton pemegang gitar yang sudah Tita kenal menginterupsi kebekuan Tita.


Hingga membuat Kennan yang semula menunduk fokus pada drumnya, mendongakkan kepalanya.


Set.


Manik mata keduanya bertemu dan saling mengunci hingga beberapa detik berlalu.


"Ta... hello..." Cowok pemegang gitar itu dengan melambaikan tangan di depan wajah Tita, hingga membuat Tita tersentak dan memutuskan pandangan dari Kennan suaminya.


"Eh... iya." Tita mengalihkan pandangan dari Kennan, sedangkan Kennan masih menatapnya tanpa berkedip.


Selain terkejut karena kehadiran sang isteri, Kennan juga sangat terpesona dengan penampilan Tita yang sederhana namun terlihat cantik di mata Kennan. Mungkin efek polesan tipis pada wajahnya yang menguarkan kecantikan natural sang isteri. Tita memang sangat jarang menghias wajahnya dengan make up, maka dari itu sedikit saja riasan menghias wajahnya membuat gadis itu sangat berbeda.


"Cepetan naik! Mau gue gendong?" Sang pemegang gitar menggoda Tita. Tita dan anak band tersebut sudah cukup akrab, jadi mereka biasa menggoda gadis yang terkenal murah senyum itu.


"Eh enggak... Tita naik sendiri aja." Tita kikuk dengan sedikit melirik sang suami melalui ekor matanya.


Ingin rasanya Kennan segera berdiri dan menghampiri sang istri dan memapahnya menaiki tangga yang tidak seberapa tinggi tersebut. Akan tetapi egonya melarang. Takut jika gadis itu menolaknya karena mereka berdua dalam mode perang dingin.


Tak berapa lama Tita pun melajukan langkah kakinya menuju tangga yang hanya beberapa tingkat untuk menuju ke panggung.


Tita mendudukkan diri pada kursi tinggi yang telah disiapkan untuknya menyanyi, lalu menghembuskan nafas berat. Entah mengapa dirinya merasa sedikit tidak nyaman setelah menatap mata Kennan beberapa saat lalu.


Tita memang tidak memberitahu ataupun meminta izin pada suaminya tersebut jika malam ini dirinya perform di kafe. Tita merasa gugup saat dirinya mengingat pandangan Kennan padanya beberapa saat lalu.


Tita pun mengambil nafas dalam lalu membuangnya perlahan untuk mengurangi kegugupannya. Sesaat memejamkan mata, lalu membukanya untuk meyakinkan diri bahwa dia akan bisa melakukannya meski harus satu panggung dengan sang suami.


Tita tau betul jika suami kulkas dua pintunya tersebut jago memainkan alat musik pukul itu. Hanya saja Tita tidak merasa pede dengan dirinya sendiri, menundukkan kepala dengan berucap dalam hati untuk memberi semangat pada dirinya sendiri.


Tita mendongak saat tiba - tiba sebuah telapak tangan kekar mengambang dengan ponsel di depan wajah Tita.


Tita sedikit terkejut saat mendapati pemilik tangan kekar itu adalah Kennan suaminya.

__ADS_1


"Nyanyiin lagu ini." suara Kennan terdengar lirih namun tegas seakan membuat Tita tidak boleh menolak keinginannya.


Perlahan Tita meraih ponsel dari tangan Kennan yang menyala. Tita mengernyit saat melihat sebuah lirik lagu yang tidak asing baginya, karena lirik lagu tersebut lagi booming di sosial media maupun media televisi saat ini.


"Harus ini?" Tita bertanya karena Kennan masih berdiri di hadapannya.


Hmm... Kennan.


"Ini kan lagu duet." Tita memandang Kennan bingung.


"Duet sama gue." Kennan lalu membalikkan tubuhnya dan meninggalkan ponselnya di tangan sang isteri tanpa menunggu Tita yang masih terlihat berfikir.


Emangnya abang bisa nyanyi... Tita membatin dengan memandang punggung Kennan yang berjalan menjauhinya.


Kennan menghampiri pemain gitar sesaat sebelum dirinya menduduki kursi untuk menabuh drumnya, terlihat membisikkan sesuatu.


Alunan piano mulai terdengar mengalun lembut.


Tita menghembuskan nafas perlahan lalu menggeser stand mic untuk mendekat padanya. Dengan salah satu tangan menangkup stand mic dan tangan yang lain memegang ponsel Kennan untuk membantunya menghafal lirik lagu. Karena Tita tidak terlalu menghafal liriknya, bagaimanapun semua tanpa persiapan lebih dahulu sebelumnya.


Tiba saatnya kita saling bicara


Tentang perasaan yang kian menyiksa


Tentang rindu yang menggebu


Tentang cinta yang tak terungkap


Suara Kennan terdengar merdu dan enak didengar, hingga membuat Tita terperangah menatap sang suami seakan tidak percaya dengan pendengarannya, karena dirinya memang belum pernah sekalipun mendengar sang suami mengalunkan sebuah lagu. Apalagi suara tersebut terdengar serak serak basah, membuat hati neng Tita makin meleyot.


Bahkan para pengunjung kafe pun tak kalah terpukau dengan suara sang pemilik kafe K&Y tersebut. Siapapun gadis yang berada di kafe saat ini pasti bakalan meleleh melihat perform kulkas dua pintu tersebut.


Sayangnya si kulkas dua pintu yang sudah berubah menjadi oven dua tungku tersebut sudah jadi milik neng Tita... coba kalau belum ada yang punya, othor juga bakalan meleyot ikih🤭🤭🤭


Kennan yang menyuarakan lirik lagu tersebut pun


menatap Tita dengan pandangan yang penuh kerinduan, tidak peduli jika ada yang menyadari arti tatapan matanya.


Sudah terlalu lama kita berdiam


Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam


Malam kita


Suara merdu Tita mulai mengalun lembut membawakan lirik lagu bejudul aku dan dirimu milik Bunga Citra Lestari feat Ray Prasetya tersebut. Duet yang sempurna antara padangan suami isteri tersebut meskipun keduanya bukanlah anggota band google.


Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah


Kennan dengan tidak memutus pandangan dari sang isteri yang telah dirindukannya selama beberapa hari terakhir.


Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu


Tita pun menyahut dengan mengucap lirik tersebut dengan memandang suaminya, dengan sorot mata yang juga mengungkapkan kerinduan yang sangat untuknya.


Dan kini hanya ada aku dan dirimu


Sesaat di keabadian


(Lirik dinyanyikan bersama oleh Tita dan Kennan dengan cemistry yang menunjukan kerinduan yang sama)


Jika sang waktu bisa kita hentikan


Dan segala mimpi mimpi jadi kenyataan


Meleburkan semua batas


Antara kau dan aku


Kita.....


Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah


Perasaanmu rindumu, seluruh cintamu


Dan kini hanya ada aku dan dirimu


Sesaat di keabadian


Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah

__ADS_1


Perasaanmu rindumu, seluruh cintamu


Duhai cintaku, sayangku lepaskanlah


Perasaanmu rindumu, seluruh cintamu


Dan kini hanya ada aku dan dirimu


Sesaat di keabadian


Dan lagu pun berakhir setelah dinyanyikan oleh Kennan dan Tita dengan menyiratkan kerinduan yang mendalam antara dua pasangan yang beberapa hari ini dalam mode beku tersebut.


Sorak sorai pengunjung kafe membahana, sepertinya para pengunjung sangat puas dengan penampilan keduanya. Hingga pengunjung pun tidak berhenti berteriak untuk membuat keduanya menyanyikan lagu duet lagi.


Bahkan ada pengunjung yang meminta keduanya membawakan lagu keinginan mereka untuk melewati malam minggu yang panjang tersebut. Kennan dan Tita pun berakhir dengan duduk bersama membawakan lagu lagu keinginan pengunjung kafe.


Awalnya keduanya terlihat canggung namun lama kelamaan mereka berhasil menyesuaikan diri, apalagi permintaan lagu yang didominasi oleh lagu cinta antar pasangan membuat keduanya semakin menjiwai dalam membawakan lagu. Meruntuhkan tembok tinggi yang menghalangi diantara keduanya.


(Saat nulis part ini othor auto buka youtube


Bunga Citra Lestari feat Ray Prasetya, Aku dan dirimu at tokped playfest. Lagu ini sebenernya sudah booming satu tahun lalu, saat othor mulai menulis cerita Bang Kenn sama Eneng Tita biar dapet feeling😘).


Malam semakin larut, hingga tak terasa perform keduanya pun berakhir. Kennan yang sudah berhasil membuat isterinya berbicara banyak dengannya, mengajak sang isteri untuk masuk ke dalam ruangannya di lantai atas karena Kennan harus mengambil jaket dan kunci mobil di sana.


Bruk...


Kennan mendekap tubuh Tita dari belakang saat keduanya sudah berada di dalam ruangan Kennan. Tidak lupa menyusupkan kepala ke dalam ceruk bahu sang isteri, untuk meluapkan rasa rindunya.


"Biarkan kek gini sebentar." ucap Kennan parau saat merasakan tubuh sang isteri bergerak seolah ingin melepaskan diri dari dekapannya.


Tita menghembuskan nafas perlahan, menuruti keinginan sang suami. Membiarkan tubuh kekar itu mendekapnya erat, karena tidak dapat dipungkiri jika Tita pun merasakan kerinduan yang sangat pada suami kulkas dua pintunya tersebut.


"Dek, elo gak kangen sama gue." Kennan dengan deru nafas yang menderu berucap kata karena Tita hanya berdiri menerima pelukannya tanpa sedikit pun memberikan respon, hal itu diperkuat dengan tangan Tita yang hanya jatuh lurus pada sisi tubuhnya.


Tita menelan salivanya kelat, sesaat menata hati dan pikirannya.


"Kang.. ngenn." ucap Tita tersendat dengan dada yang berdetak kencang tanpa mampu disembunyikan lagi olehnya.


Kennan memanjangkan bibirnya, senyum pun menghiasi wajahnya yang menyusup pada ceruk bahu sang isteri.


"Kenapa lo gak bales pelukan gue..." Kennan dengan deru nafas hangat yang menerpa kulit bahu Tita karena pasmina yang dipakai oleh Tita tersingkap.


Tita yang sudah tidak dapat membendung kerinduannya, dengan segera membalik badan lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami. Memeluk erat tubuh tinggi kekar itu dengan erat, melampiaskan seluruh rindu yang Tita simpan beberapa hari belakangan.



note : sekali lagi othor ingatkan yak, gambar hanyalah memperkuat gambaran adegan... so neng Tita tetep berhijab yakk😉


Kennan sempat terperangah dengan aksi isterinya, tidak menyangka jika sang isteri yang beberapa hari ini terkesan malas dan ketus kepadanya juga merindukan dirinya. Akhirnya Kennan pun memilih membalas pelukan Tita, tak kalah erat


Perlahan keduanya mengendurkan pelukannya, saling menatap untuk memuaskan memandang wajah yang mereka rindukan.


Kennan dengan sedikit menunduk memajukan wajah perlahan dengan disertai letupan degub jantung yang seakan berdisko, hingga...


Cup...


Bibir keduanya bertemu, perlahan masing masing menutup mata saling mencecap dan menikmati sentuhan yang lama mereka rindukan.


Detakan jantung yang meletup mengiringi cecapan demi cecapan diantara keduanya. Kedua bibir yang bertautan itu tidak berhenti saling mencecap dan satu sama lain.


Hingga tiba tiba saja....


"Kennan! Tita! Elo berdua ngapain...??"


🍨🍨🍨🍨


Jangan bilang dikit... partnya lumayan panjang loh 1750 kata.... beehhh pantesan aja jemari lentik othor keriting🤣🤣🤣🤣


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen


Tambahkan favorit❤

__ADS_1


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘


__ADS_2