
"Kantin Ar....?". Aldi bertanya pada teman sebangkunya yang langsung berdiri setelah guru mata pelajaran Kimia meninggalkan kelas mereka.
Karena sekarang Irsyad tidak berada dalam kelas yang sama dengan teman - teman pemain basket inti SMU Gemilang, maka posisi duduk mereka adalah Aldi duduk dengan Arya dan Bima duduk dengan Kennan.
Duo kembar itu kekeh menolak untuk duduk sebangku. Enggak asyik 24 jam ketemunya muka yang sama, itu ungkapan duo kembar itu saat Aldi bertanya mengenai penolakan mereka untuk duduk sebangku.
"Iya... ke kelas Irsyad dulu tapi, gue lama gak ketemu sama Pak Ustadz.... berasa kangen gue", alhasil ucapan Arya tersebut mendapatkan toyoran dari Aldi pada bahunya.
"Kek jeruk makan jeruk lo.... jijik tauk. Di luar sana masih banyak apel, anggur, pisang duren juga ada Dab....", Aldi bergidik.
"Kalo gitu gue milih duren wae.... duda keren", Arya semakin ngaco.
"Cihh.... sama wae ogeb". Aldi menoyor kepala Arya, beruntung cowok blasteran itu berhasil menghindar hingga membuat Aldi mengumpat.
"Sialan lo nj*ng"
Arya terkekeh.
"Kenn... Ma.... ikut gak?", Aldi menoleh pada bangku di belakangnya.
Kennan tidak menjawab karena asyik mengetik pada ponsel pintarnya.
"Kantin?", Bima bertanya.
"Yoi... tapi jemput Irsyad dulu", Aldi.
"Ngapain.... ini gimana?", Bima memberi tanda pada Aldi dengan melirik pada Kennan yang duduk di sebelah kirinya.
"Kenn.... Kennan....", Aldi.
"Hem", Kennan menyahut pendek tanpa beralih dari ponselnya.
"Kita mau ngantin, ikut gak?". Aldi bertanya sengaja tidak memberitahu kalau akan mampir ke kelas Irsyad terlebih dahulu, takut sahabatnya itu menolak karena sepengetahuan teman - temanya Kennan dan Irsyad masih dalam mode perang dingin.
"Gak... kalian duluan wae", Kennan berucap sambil meletakkan ponselnya di atas meja karena sedang menunggu balasan chat dari Tita.
"Oh... ya udah kalo gitu, ntar nyusul ya?!", Aldi.
Kennan mengacungkan ibu jarinya, "Sip".
Bima berdiri lalu merengkuh pundak Arya dan Aldi karena posisinya di tengah kedua cowok tersebut.
"Jadi mampir kelas Pak Ustadz kan....?!", seru Bima cukup keras dan itu tertangkap oleh gendang telinga Kennan yang sedang membaca balasan chat dari Tita yang mengatakan bahwa gadis itu tidak akan pergi ke kantin.
Kennan beranjak berdiri dengan tergesa.
"Tungguin woyy", Kennan berseru memanggil ketiga temannya yang sudah berada di bibir pintu kelas.
Ketiga temannya menoleh ke arah Kennan bingung karena Kennan tadi menolak ajakan mereka, meskipun demikian ketiganya urung melangkah. Memilih menunggu kapten tim basketnya itu mendekat.
"Ayang Kenn.... mau ke mana?", Sisil tiba - tiba mendekat dan bergelayut manja pada lengan Kennan pada saat suami Tita Andriana itu berjalan di dekat bangku Sisil.
Kennan dengan kasar menepis tangan Sisil yang sudah dengan berani menggelayut pada lengan tangan kanannya. "Elo apaan seh Sil... nyolot banget itu tangan!!"
"Ihhhh.... Ayang kok gitu sih", Sisil menghentakkan kaki berulang dengan kesal saat mendapati Kennan berlaku tidak seperti harapannya.
Kennan bergidik. "Sama Pampam sono, lebih cocok lo, gue udah teken...". Kennan menunjuk cowok tambun yang duduk di pojok kelas, bersebrangan dengan bangku pojok milik Kennan.
"Ck.... Ayang nyebelin!", teriak Sisil pada Kennan karenah cowok itu sudah berlalu meninggalkan kelas dengan ketiga sahabatnya.
"Elo keknya harus memperkuat iman dan taqwa untuk berhadapan dengan kuntilini satu itu Kenn....", Aldi mengejek Kennan dengan senyum miring.
"Sialan lo Al.... Entah dosa apa yang nenek moyang gue buat sampek gue harus ngalamin sekelas sama itu lenong", Kennan mendesah kesal.
Sebenarnya Sisil itu cantik, most wanted sekolah. Namun dandanan menor dan seragam minimnya membuat Kennan bergidik ngeri.
...ππππ...
Arya bersiul memasuki kelas Irsyad diikuti oleh kembarannya yaitu Bima lalu Aldi dan Kennan paling belakang.
"Wahh... elo enak ya Syad, duduk sebelahan sama eneng Tita yang caem. Ck...ck...ck... gue kalah telak ini". Ucap Arya saat menghampiri bangku Irsyad yang memang bersebelahan dengan Tita.
__ADS_1
Tita hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Arya, lalu menunduk pada novel di tangannya.
Bersebelahan yang othor maksud bukan dalam satu meja yang sama yak... Maksudnya bangku Tita ada di sebelah kiri Irsyad dengan teman sebangku cewek yang saat ini sudah ngacir entah ke mana so Tita duduk sendiri dengan novel di tangannya, karena saat ini adalah jam istirahat.
Setelah itu di jeda dengan jarak dengan bangku Irsyad di sebelah kanan bangku Tita. Jadi duduk mereka berjejer gitu. Teman sebangku Irsyad juga sudah menghilang entah kemana, hingga membuat Irsyad sempat asyik mengobrol dengan Tita.
Irsyad membalikkan tubuhnya saat mendengar kicauan suara Arya, lalu tersenyum penuh arti saat mendapati Kennan ikut dalam rombongan geng basket tersebut.
"Berisik lo Ar... gangguin orang lagi usaha wae...", Irsyad tersenyum miring.
"Sialan lo Syad.... gercep juga lo", Arya menoyor bahu Irsyad sambil mendudukkan diri pada meja di hadapan Irsyad.
Bima memilih duduk di bangku kosong sebelah kanan Irsyad disusul oleh Aldi yang duduk di meja depan Bima.
Posisi itu ternyata menguntungkan Kennan yang akhirnya mendaratkan bokongnya pada meja Tita hingga tubuhnya yang tinggi dan tegap menutupi tubuh Tita karena Tita membaca novel dengan menumpukan tangannya pada meja.
Meski tadi Kennan sempat merasa sedikit emosi saat melihat Tita dan Irsyad asyik mengobrol, namun rasa itu menguap begitu saja saat dirinya berhasil menghalangi tubuh Tita dari pandangan Irsyad.
Tita duduk di pinggir ya readers, gak di dekat tembok seperti saat duduk dengan Hani. Jadi punggung Kennan bersentuhan dengan bahu dan tangan kanan Tita yang bertumpu pada meja. Dan wajah Titapun tertutupi oleh tubuh tegap Kennan yak.
Kalo othor jadi Tita, othor auto menyenderkan kepala othor pada punggung lebar Bang_Kenn ikih...., othor mah ngarepnya gitu yak....π€£π€£π€£
Arya yang sebenarnya juga ingin memandang Tita dengan leluasa akhirnya hanya berdecak sebal, sedangkan Irsyad harus menahan geli melihat temannya yang kaku kek kanebo kering itu terlihat posesif terhadap Tita.
Irsyad tahu jika sebenarnya Kennan menutupi Tita dengan tubuh nya agar dirinya dan Arya tidak dapat memandang wajah cantik Tita.
Sedangkan Tita yang sudah sedikit memahami maksud suami nya yang posesif itu berusaha tidak ambil pusing, dirinya memilih menekuri novel yang baru saja dibelinya dua hari lalu.
"Kenn... lo ga bisa apa cari tempat duduk laen, gue kan mau lihat neng Tita cantik", Arya terlihat sangat kesal saat mengucapkan kata - kata itu pada Kennan.
"Gak bisa.... mata lo gak liat apa, ga ada tempat duduk yang posisinya pas buat gue selain di sini", Kennan berucap ketus sambil meraih ponsel dari saku seragam sekolahnya. Setelahnya membuka aplikasi chat dan mengirimkan chat untuk gadis di belakangnya.
Kulkas2pintu
Kenapa gak ke kantin....
MyWife
Abang???
Kulkas2pintu
Tauk liat ntar...., masih ngekorin si resek Arya ke sini
MyWife
Bukan karena ngawasin Tita sama Irsyad kan....
Kulkas2pintu
Itu yang utama
MyWife
Ck.... Tita udah bilang kan semalemπ π
Kulkas2pintu
Sapa tau wae isteri cantik gue khilafπ
MyWife
ππ
Kulkas2pintu
πππ
MyWife
Nyebelin
__ADS_1
Kulkas2pintu
Tapi ngangenin kan....kan....
(Kennan mengetik ini dengan senyum - senyum dewean dan itu tidak lepas dari pandangan mata Irsyad)
MyWife
Gak
Kulkas2pintu
Gak salah ya kan....
Harus jawab iya, kalo gak....
MyWife
Kalo gak kenapa??
Kulkas2pintu
Tar malem gue bikin gak bisa tidur nyenyak
MyWife
Ngapain emangπ€π€
Kulkas2pintu
Lembur minta jatah
MyWife
Kumat mesumnya....π΅
ππππ
Klotak.
Kennan memasukkan kembali ponsel pintarnya pada
saku seragam atasnya saat mendengar Tita menaruh ponselnya asal. Kennan tahu Tita tidak mungkin membalas chat darinya lagi, apalah mengingat emoticon roket yang menandakan bahwa gadis itu sudah keluar dari room chatnya.
Kemudian membawa tangan kirinya pada belakang punggungnya untuk menggenggam jemari tangan kannan Tita. Meski Tita berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tangan kekar suaminya, usahanya itu tidak berhasil karena disaat Tita berusaha melepaskan Kennan semakin mengeratkan genggaman tangannya.
Akhirnya Titapun pasrah, membiarkan jemari tangan kanannya bertautan dengan jemari tangan kiri Kennan, toh tertutupi punggung Kennan jadi tidak ada yang bisa lihat. Biarlah..... menunggu hingga nanti geng basket itu, keluar dari kelasnya.
Namun ternyata perlakuan Kennan pada Tita tersebut tak lepas dari pandangan mata Irsyad hingga Irsyad memberikan tatapan seolah mengejek Kennan "Cih...yang lagi bucin"
Dan Kennan pun memberikan tatapan mata yang tak kalah sengit "Apa lo liat - liat, iri kan lo.....!!!", begitulah kira - kira arti tatapan mata di antara keduanya.
Tanpa Kennan dan Irsyad sadari Bima memandang kedua cowok itu dengan tatapan menyelidik.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Kenn sama Pak Ustadz...?", Bima membatin hingga tidak mengikuti obrolan asyik teman - temannya.
π¨π¨π¨π¨
Di tunggu :
Like
Vote
Rate
Komen
Tambahkan favoritβ€
Tengyu for reading tulisan receh othorππππ
__ADS_1