Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
restu dari kakek


__ADS_3

dua hari Azka di rawat di rumah sakit,dan hari ini ia sudah di ijinkan untuk pulang,


"mas kami yakin mau menemui kakek sekarang?" tanya Dita kepada Azka.


"ya tentu saja sayang,mas hanya ingin masalah segera selesai dan mas juga sudah tak sabar ingin hidup bersama dengan kalian dek." ucap Azka mencium pipi Dita.


selama Azka di rumah sakit kakeknya itu sama sekali tak mengunjunginya,hal itulah yang membuat Azka ingin segera bertemu dengan kakek dan memastikan kalau kakeknya sudah merestuinya dengan Dita. apalagi Rafa juga sedang bersama dengan kakek buyutnya itu,hal itu juga takkan ia sia-siakan untuk bertemu dengan sang kakek dan dia juga sangat berharap jika kakek akan memberikanya Restu dan segera memboyong istri dan anaknya ke rumah baru mereka.


"ya sudah ayo mas,kita pulang sekarang." ajak Dita saat sudah selesai mengepak barang-barang Azka,dan segera meninggalkan rumah sakit itu.


tak butuh waktu lama mereka sampai di kediaman sang kakek,dan ternyata kakek sudah menunggu kedatangan keduanya. memang tak dapat di pungkiri kalau kakeknya itu begitu mengkhawatirkan cucu menantunya itu,tetapi selalu beliau tutupi dengan sikapnya yang cenderung acuh.


"assalamualaikum..." mereka memberi salam.


"walaikumsalam..." jawab kakek tanpa mengalihkan perhatiannya dari cicit yang telah di gendongnya sejak tadi. padahal hatinya begitu lega saat melihat keduanya kembali dengan selamat,tapi lagi-lagi gengsinya terlalu besar untuk mengakui hal itu.


Azka dan Dita menyalami kakek secara bergantian,


"sini kek,biar Rafa sama Dita saja. bukanya tadi kakek bilang ingin bicara dengan mas Azka berdua?" ucap Dita mengambil alih Rafa dari gendongan kakeknya dan berlalu pergi meninggalkan dua lelaki yang berbeda generasi itu.

__ADS_1


"ekhem..."kakek berdehem mengalihkan perhatian Azka dari Dita dan menatapnya,ia lalu memberi isyarat agar Azka mengikutinya untuk masuk ke dalam.


"apa kamu benar-benar mencintai cucu saya?" tanya kakek menatap Azka lekat.


"tentu saja sangat mencintai Dita kek,kakek tak perlu meragukanya lagi." ucap Azka yakin dan membalas tatapan kakek.


kakek menghela nafas dalam dan menatap lurus kedepan,


"apa kau tahu kenapa dulu saya tidak menyetujui hubungan Alvaro dan Nadia?" tanya sang kakek tiba-tiba.


Azka hanya diam tanpa menjawab ucapan sang kakek,Azka lebih memilih mendengarkan dari pada menyela ucapan sang kakek.


sungguh sakit rasanya saat itu,dan lagi-lagi saya harus menunda bertemu dengan cucu saya karena kejadian itu penyakit saya kambuh lagi dan saya harus kembali ke Korea untuk pengobatan lagi,tapi beruntung saya disana bertemu Abi kamu tahu betapa bahagianya saya bertemu dengan dia,dan ketika dia sedang menceritakan adiknya sungguh saya tidak sabar ingin menemui cucu perempuan saya,tetapi saya menjadi kawatir ketika Abi menceritakan kalau Dita telah menikah denganmu anak mantan sahabat anak dan menantu saya.


saya kawatir kalau kamu akan melampiaskan dendam ibumu,tetapi ketakutan saya terjadi,hal itu membuat saya marah dan ingin sekali memberi pelajaran pada kalian,tetapi Dita melarang saya,karena bagaimanapun kamu adalah ayah dari cucu saya.


dan ketika saya mendengar kamu datang menemui Dita di Korea untuk meminta maaf dan meminta Dita kembali. berbagai cara kamu lakukan untuk meminta Dita kembali dan hal itu membuat Abi memberimu restu,tetapi saya meragukanya,dan kemarin ketakutan saya terjadi,kamu sudah melukai hati cucu saya lagi,ingin sekali saya membawa Dita pergi darimu,tetapi lagi-lagi kamu sudah membuktikan kalau kamu memang sudah berubah.


jadi kali ini saya akan merestui kalian dan saya berharap kamu tidak akan mengkhianati cucu saya dan saya sangat berharap kamu akan membahagiakan cucu dan cicit saya,itulah harapan saya saat ini. tolong jaga Dita dan cucu saya karena saya yakin kamu lelaki yang baik." ucap kakek pada Azka yang masih setia menatap sang kakek,Azka bisa melihat kelegaan di mata kakek dan sedikit penyesalan.

__ADS_1


"tentu kek,saya berjanji untuk selalu menjaga dan membahagiakan Dita dan Rafa,terima kasih karena sudah memberikan kesempatan dan mempercayakan Dita kepada saya,terima kasih kek." ucap Azka senang dan memeluk kakek dengan sangat erat,sungguh ia tak menyangka kalau kakeknya ini akan merestui hubunganya dengan Dita sang istri.


"tapi aku punya permintaan satu lagi Azka." ucap sang kakek mengurai pelukanya.


"biarkan Dita tinggal disini sampai Rafa berumur tiga bulan saja,karena jujur kakek masih kangen dengan Dita dan juga masih ingin bersama dengan cicit kakek." pinta sang kakek.


"tentu saja kek,asalkan kakek bahagia akan saya turuti apapun itu,dan jika saya sudah membawa Dita saya berjanji akan sering mengunjungi kakek." ucap Azka.


"kakek...." ucap Dita berlari memeluk sang kakek,ternyata Dita dari tadi mendengarkan percakapan yang terjadi antara kakek dan suaminya itu.


"sudahlah sayang jangan menangis,apapun akan kakek lakukan untuk kebahagiaanmu." ucap sang kakek mengelus lembut kepala Dita


"jadi cuman Dita saja yang di sayang kakek?" tanya Abi yang baru saja datang dari luar.


"tentu saja kamu juga Abi,kamu adalah cucu kebanggaan kakek.terima kasih karena selama ini sudah menjaga adik kamu dengan baik." ucap sang kakek memeluk Abi dengan erat.


"seharusnya Abi yang berterima kasih pada kakek,jika bukan karena kakek Abi takkan bisa seperti ini."


"akhirnya aku bisa berkumpul dengan kedua cucuku,dan saya sangat berterima kasih karena kalian sudah memberiku dua cucu yang begitu hebat dan membanggakan,walaupun tanpa kalian disini,tetapi kalian tetap ada di hatiku." ucap hati kakek.

__ADS_1


__ADS_2