
malam ini kakek sengaja mengundang kedua orang tua Azka untuk makan malam bersama,beliau hanya ingin memperbaiki hubungan yang sempat rusak akibat kesalah pahaman. dan inilah waktu yang tepat bagi mereka untuk meluruskan dan meminta maaf satu sama lain,baginya sudah cukup kesalah pahaman yang terjadi selama beberapa tahun ini dan harus segera di akhiri.
"ayo makanlah,setelah makan kita akan membicarakan hal penting demi ketenangan dan kebahagiaan anak cucu kita nanti." ucap sang kakek mempersilahkan semua orang disana untuk menyantap makan malam.
mereka menuruti ucapan kakek,dan mereka menikmati makan malam dengan tenang.
"Andreas saya mau minta maaf kalau selama ini saya hanya diam saat ayahmu sudah memutar balikan fakta,sehingga muncul dendam terhadap saya dan anak saya. saya hanya ingin memulai kehidupan baru tanpa adanya dendam di masa lalu,jujur saya sudah terlalu tua untuk memperpanjang permusuhan ini saya harap kita bisa menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia." ucap sang kakek tulus.
setelah menyantap makan malam kakek membawa mereka keruang keluarga,disana terdapat foto pernikahan Alvaro dan Nadia yang terkesan sangat sederhana. bukan apa-apa kakek hanya ingin Alvaro dan Nadia ikut menyaksikan perdamaian keluarganya yang sempat bersitegang akibat kesalah pahaman di masa lalu.
Andrea menghirup udara dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan,ia sadar disini dialah yang bersalah tetapi kenapa justru pak Basir yang meminta maaf lebih dulu bukanlah seharusnya dia yang meminta maaf,
"maafkan saya tuan,seharusnya saya yang meminta maaf bukan malah anda. tetapi saya mengerti dengan maksud anda yang ingin memulainya dengan kehidupan baru yang tenang dan tanpa dendam akibat kesalahan di masa lalu. tentu saja saya sangat setuju dengan anda tuan Basir apalagi sekarang kita sudah memiliki cucu,dan saya sangat berharap tuan mau menerima keluarga saya di keluarga anda,dan saya sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi di masa lampau dan saya berharap hal itu tidak akan pernah terjadi lagi di kehidupan kita selanjutnya." Andreas berucap sambil melihat satu persatu orang yang ada di ruangan itu,dan matanya menatap foto pernikahan yang melekat di di dinding ruang keluarga itu.
"saya juga mau meminta maaf karena saya sempat melampiaskan kemarahan saya kepada Dita yang sama sekali tak tahu menahu masalah ini,sungguh saya juga sangat menyesal dengan apa yang sudah saya lakukan,saya berharap kalian mau memaafkan kesalahan saya. Dita kamu mau kan memaafkan mama?" tanya Irina sambil menggenggam erat tangan menantunya itu,sungguh ia sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap Dita anak sahabatnya ini.
"tentu ma,sebelum mama minta maaf Dita sudah memaafkan mama dan terima kasih karena sudah mau menerima Dita sebagai menantu mama." ucap Dita penuh haru.
Irina mengangguk dan membawa Dita dalam pelukanya,sungguh ia tak menyangka gadis yang ia benci begitu mudah memaafkan ya dan dia sangat beruntung bisa memiliki menantu seperti Dita.
__ADS_1
sementara itu Abi menyeka air matanya yang sempat keluar karena merasa terharu menyaksikan adegan di depan matanya ini,dan Abi juga tak menyangka adik kecilnya yang manja itu sudah menikah dan kini dia sudah memiliki keponakan yang sangat lucu.
"heleh...cengeng,gitu aja nangis." ejek Azka saat tak sengaja melihat Abi menyeka air matanya,Abi hanya berdecak kesal mendengar ucapan Azka. sementara seisi ruangan tertawa mendengar grutuan Azka dan Abi terlihat lucu karena mukanya merah menahan malu akibat kepegok Azka dirinya menangis.
"sudahlah jangan mengejekku,sekarang kapan kalian akan meresmikan pernikahan kalian?" tanya Abi mengalihkan pembicaraan.
"tentu saja secepatnya." sahut Irina antusia,jujur dirinya tak sabar ingin mengadakan pesta besar-bersaran dan memerkan kepada teman-teman sosialitanya kalau dirinya sudah memiliki menantu dan cucu yang sangat tampan.
"apa tidak sebaiknya kita adakan sukuran terlebih dahulu untuk menyambut hari lahirnya si kecil?" usul kakek.
"ya,itu ide yang bagus.sebelum kita merencanakan kapan di dalam resepsi lebih baik kita adakan sukuran untuk Rafa." sahut Irina antusias.
"Alhamdulillah...akhirnya setelah sekian lama banyak cobaan dan rintangan yang aku alami,dan aku bisa melewatinya,bahkan aku di karuniai seorang anak yang begitu lucu dan di sambut dengan baik oleh keluargaku dan keluarga suamiku. dan akhirnya setelah kesalah pahaman selama bertahun-tahun,kini semuanya membaik dan aku berharap ini akan berlangsung untuk selamanya,dan semoga kelak anak dan cucuku akan selalu akur dijauhkan dari masalah yang akan menyulitkan mereka,amin..."doa Dita dalam hati.
ia begitu bahagia saat menyaksikan keluarganya sudah mau saling memaafkan dan melupakan masalah yang sempat menghampiri mereka,Dita menatap foto kedua orang tuanya dengan tersenyum lebar meski mereka sudah tidak ada lagi bersamanya tetapi mereka selalu ada di hatinya.
"ayah ibu,apa kalian melihatnya?kesalah pahaman yang membuat kalian terbelenggu kini sudah selesai,mereka sekarang menjadi akur bahkan sekarang sudah menjadi keluarga. dan apa kalian melihat?sekarang kalian sudah memiliki cucu ibu,ayah..." gumam Dita dalam hati sambil terus menatap foto kedua orang tuanya.
Azka merangkul bahu istrinya ,ia sangat tahu kalau istrinya tengah merindukan kedua mertuanya. maka dari itu Azka berusaha menenangkan dan memberi kekuatan kepada istri tercintanya dia mencium pipi dan kening Dita dengan lembut.
__ADS_1
"stop...ingat tempat!" Abi menghentikan niat Azka yang ingin mencium bibir ranum milik istrinya itu.
"manganggu saja." grutu Azka
"aka kau tidak malu di lihat kedua orang tuamu dan disini juga ada kakek,kau ini selalu lupa daratan kalau sedang bersama Dita." kesal Abi.
"bilang saja kau itu iri,makanya cepat cari istri biar bisa seperti saya." ucap Azka bangga dan tanganya memeluk erat pundak Dita.
Azka tertawa puas melihat Abi yang tengah memberengut kesal karena selalu di ejek oleh Azka karena dirinya masih jomblo.
"tunggu saja,aku akan membalasmu jika aku sudah menemukanya." ucap Abi menantang.
"oke aku tunggu!" ucap Azka enteng.
sungguh ia sangat menantikan Abi yang bucin kepada istrinya nanti,dia juga ingin Abi merasakan bagaimana menjadi seorang pria bucin,yang takkan bisa melakukan apapun ketika istrinya sedang ngambek apalagi jika istrinya marah dan meninggalkan rumah jika mereka sedang bertengkar,pasti Abi akan terlihat sangat lucu jika terlihat kebingungan mencari istrinya jika dia pergi meninggalkan Abi sama sepeti Dita yang meninggalkannya waktu itu.
Azka menatap Abi dan tersenyum penuh arti.
"MAAF JIKA TULISAN OTHOR BANYAK TYPONYA,HARAP MAKLUM YA. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK,TERIMA KASIHπ€π€.
__ADS_1