
Selamat membaca π€π€π€π€
Maaf kalo masih banyak typo nya.
ππππππ
πΊπΊπΊ
Siang ini aku tengah sibuk memasak bersama mama mertua di kediaman keluarga Pandey. Ya kami sedang berkunjung ke rumah keluarga Pandey, nenek ingin makan bersama kami. Alvin sedang bersama nenek Salma dan papa Rudra di ruangan keluarga. Aku bahagia dapat diterima di keluarga Alvin, ya walau alvin nya sendiri tidak dapat menerima ku. Tak apa, yang penting kisah hidup ku tidak begitu tragis seperti beberapa cerita yang pernah ku baca, tidak ada yang sayang dengan tokoh utamanya. Kesepian dan menyedihkan.
Semua makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, aku bergegas memanggil Alvin, nenek, dan papa. Sebelum makan, kami berdoa bersama. Terus, makan deh.
"Kapan kalian akan memberi papa cucu ?."
Aku yang sedang mengunyah, seketika
tersedak makanan. Aku batuk batuk, lalu dengan cepat aku minum.
"Pelan pelan dong makannya, Vi." Ujar mama yang berada di hadapan ku.
Alvin yang berada di sebelah ku hanya terdiam, tanpa khawatir sama sekali. Jangan jangan dia malah menertawakan ku didalam hati nya. Tunggu. Aku kembali ingat ucapan papa. cucu ? Anak dariku dan Alvin ? Hahaha, tidak akan pernah terjadi. Kenapa tidak ? Ya karena kami tidak mempunyai gairah untuk melakukan nya, kami kan tidak saling mencintai.
"Papa, mama, apalagi nenek. Sudah semakin tua, kami ingin segera menimang cucu dari kamu." Ucap papa
"Iya Al, hanya kamu harapan mama dan papa. Kamu kan satu satunya anak mama yang sudah menikah, kalau kayla masih lama jadi mama tak mungkin menunggu cucu dari Kayla adik mu kan ?." Ujar mama dengan ekspresi penuh harap.
Kalau seperti ini aku jadi terpojok. Tidak tega melihat ekspresi mama dan papa yang begitu berharap, akan hal yang sulit terjadi. Jika pernikahan ini sejak awal bahagia, pasti sekarang aku sedang melihat wajah bahagia papa dan mama. Tiba tiba aku teringat ibu dan ayah, apa ibu dan ayah juga menginginkan hal yang sama dengan mereka ? Jika iya, aku pasti merasa bersalah sekali karena tidak bisa mewujudkannya, membuat kedua orangtuaku bahagia.
__ADS_1
Setelah selesai makan kami pun berkumpul diruang keluarga. Dan tak lama handphone Alvin berdering, ia bergegas mengangkatnya dan setelah berbicara di telepon, ia berpamitan pulang. Dan kami pun akhirnya berpamitan pulang, sebelum ke kantor nya, Alvin mengantar ku pulang terlebih dahulu.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 tapi aku belum juga beranjak tidur. Yang ku lakukan sedari tadi adalah duduk ditepi ranjang sembari memikirkan apa ibu dan ayah juga menginginkan seorang cucu. Ku raih handphone yang berada di atas nakah, lalu ku cari kontak ibu, menelpon nya.
"Hallo, Bu."
"Iya. biar ibu tebak, pasti kamu sedang banyak pikiran jadinya menelpon ibu jam segini."
Aku terkekeh kecil. "Ibu tau saja.... sebenarnya ada hal yang ingin Vira tanyakan sama ibu."
"Apa itu ?."
"Apa.... ." Tiba tiba ucapan ku berhenti. Aku bingung harus seperti apa menanyakan nya.
"Setelah aku menikah, apa ibu dan ayah mengharapkan seorang cucu ?." Dengan suara sedikit pelan.
Ku dengar ibu terkekeh kecil, tapi entah kenapa aku merasa dibalik itu ada rasa sedih yang terdalam.
"Kenapa kau menanyakan hal itu ? Jika ibu bilang iya, apa kamu akan melakukan hal yang sulit untuk kamu lakukan ?."
DAMN.
Pertanyaan ibu bagaikan tamparan keras untuk ku. Ibu benar. Ibu berkata iya pun, mana bisa aku mengabulkan nya. Itu benar benar hal yang sulit, bahkan memikirkannya hampir membuat ku frustasi.
"Aku hanya ingin tau, bu. Diluar sulit atau tidak melakukannya."
__ADS_1
"Dengar ibu baik baik ! Kebahagiaan kamu diatas segalanya bagi ibu dan ayahmu. Ibu tidak ingin menuntut banyak, karena ibu tau betapa sulitnya kamu menjalani ini semua." Aku terharu, sampai butiran air mata dengan tidak sabarnya keluar.
"Maafin Vira bu, yang belum bisa membahagiakan ayah dan ibu." Sembari mengusap air mata yang membasahi pipi.
"Sudah jangan menangis lagi, tidur lah ini sudah malam"
Saat hendak mengakhiri panggilan dengan ibu, ku lihat pintu kamar akan terbuka.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hayooooo siapa.....ππ
Β
Yeyyyy author ngak kebayang dalam beberapa hari, udah banyak yang baca novel author. π€π€
Sebagai rasa terimakasih author untuk 1,5π₯.
Author akan terus berusaha agar bisa update setiap hari.
Terus dukung author dengan kalian like and comen. karena author sangat membutuhkan like and comen dari kalian para pembaca.
Terus kalian mau author sekali update 2 episode apa 3 episode ?. Tapi..... semakin banyak author update kalian harus makin banyak kalian kasih author like. π€π€π€
Jangan lupa like komen Favorit dan vote
Dukung author di lomba MangaToon dengan kalian vote author bilang suka dengan karya author
__ADS_1