
flashback on
Saat Vira sedang merapikan meja kerja Rayhan, ia melihat amplop yang berisi rekaman medis suaminya. Vira pun membukanya dan membaca isi laporan tersebut. Tak lama kemudian, ia melihat Rayhan sudah berada di ruangan.
"Vi...."
"Mas...apa ini..." ucap Vira sedih.
"Maaf kan, mas Vi. Bukan maksud mas mau berbohong padamu." Ucap Rayhan
"Mas hanya tak ingin kau bersedih." lanjutnya.
Vira pun berlari kearah Rayhan dan memeluknya. "Kenapa mas , bisa berpikir dengan menyembunyikan hal ini aku akan bahagia ?." tanya Vira
"Maaf."
"Vi... mau kah kau kabulkan permintaan mas ?." Tanya Rayhan.
"Apa permintaan mu, mas ?."
"Lupakan aku Vi . Kembalilah pada Alvin." Ucap Rayhan.
JDERRRR......
Vira yang mendengar permintaan suaminya itu hanya bisa bersedih dan lari meninggalkan ruangan tersebut.
Ia berlari keluar rumah di kondisi nya yang sedang hamil. Ia menangis dengan permintaan Rayhan.
"Mas, kenapa kau meminta hal itu. Apa itu berarti kau menyerah tentang ku dan anak kita ?." pikir Vira
#Biar makin menghayati author putarkan musik โบ๏ธ.
โฆBhula Dena Lyricsโฆ
Bhula dena mujhe
Lupakan aku
Hai alvida tujhe
Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu
Tujhe jeena hai mere bina
Kau harus hidup tanpa aku
Safar yeh tera, yeh raasta tera
Ini adalah perjalananmu ini adalah jalanmu
Tujhe jeena hai.. mere bina
Kau harus hidup tanpa aku
Ho teri saari shoharatein
Semua ketenaran menjadi milikmu
Hai yeh duaa..
ini adalah doaku
Tujhi pe saari rehamatein
Semua anugerah bagimu
Hai yeh duaa..
ini adalah doaku
Tujhe jeena hai mere bina
Kau harus hidup tanpa aku
Bhula dena mujhe
Lupakan aku
Hai alvida tujhe
Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu
Tujhe jeena hai mere bina
Kau harus hidup tanpa aku
__ADS_1
Tu hi hai kinaara tera
Kau adalah pantai dirimu sendiri
Tu hi to sahaara tera
Kau dukung dirimu sendiri
Tu hi hai taraana kal ka
Kau adalah irama esok hari
Tu hi to fasaana kal ka
kau adalah kisah untuk esok hari
Khud pe yaqeen tu karna
Percaya pada diri sendiri
Banna tu apna khuda...
Menjadi tuhan bagi dirimu sendiri
Tu hi hai kinaara tera
Kau adalah pantai dirimu sendiri
Tu hi to sahaara tera
Kau dukung dirimu sendiri
Tu hi hai taraana kal ka
Kau adalah irama esok hari
Tu hi to fasaana kal ka
kau adalah kisah untuk esok hari
Khud pe yaqeen tu karna
Percaya pada diri sendiri
Banna tu apna khuda...
Menjadi tuhan bagi dirimu sendiri
Aku seperti malam
Tu hai nayi subah
Kau seperti pagi
Tujhe jeena hai mere bina-2
Kau harus hidup tanpa aku
Khilengi jahaan.. bahaarein sabhi
Dimana musim semi mekar
Mujhe tu wahaan.. paayega
Kau akan menemukanku disana
Rahengi jahaan.. humaari wafa
Dimana kepercayaan itu ada
Mujhe tu wahaan.. paayega
Kau akan menemukanku disana
Milunga main iss tarah, waada raha
Aku akan menemuimu dengan cara itu aku berjanji
Rahunga sang main sada, waada raha
Aku akan selalu bersamamu aku berjanji
Tujhe jeena hai mere bina!
Kau harus hidup tanpa aku
__ADS_1
Bhula dena mujhe
Lupakan aku
Hai alvida tujhe
Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu
Tujhe jeena hai mere bina
Kau harus hidup tanpa aku
Tujhe jeena hai, haan mere bina!
Kau harus hidup ya, tanpa aku
Sementara ditempat Rayhan , ia pun bersedih dengan keputusan nya.
"Maaf kan mas, Vi. Mas juga tidak mau berpisah dengan mu atau bayi kita. Tapi takdir berkata lain." Ucap Rayhan
Cukup lama Vira di luar rumah, setelah cukup menangis dia pun kembali kerumah. Rayhan yang melihat Vira kembali langsung menghampiri Vira.
"Vi.. Mas.." Belum selesai bicara Vira memotong pembicaraan.
"Mas... aku sudah putuskan, aku akan tetap bersamamu sampai kau benar-benar tak ada disisi ku lagi. Jadi..... Selama kau masih bernafas biar kan aku disisi mu." Ucap Vira sembari menangis.
Rayhan yang tidak kuat melihat Vira menangis pun langsung memeluknya. "Mas janji, Vi. Selama mas bernafas kau akan tetap menjadi istri ku."
๐บ๐บ๐บ๐บ
Sebulan pun berlalu, kesehatan Rayhan semakin menurun. Sudah hampir seminggu Rayhan dirawat intensif diruang ICU. Kondisinya yang semakin menurun membuat Vira semakin sedih. Ia takut kehilangan Rayhan .
"Hiks...mas...bertahan lah...ku mohon... bertahan lah untuk ku...untuk anak kita.." Ucap Vira dari kaca ruang ICU.
"Sayang... kuatkan dirimu, kasian cucu mamah jika maminya terus menerus menangis." Ucap mama Tania, yang menghibur Vira.
Tiba-tiba, suster yang sedang memeriksa kondisi Rayhan keluar dengan panik. Vira yang melihat itu pun bertanya kepada suster tersebut.
"Sus, ada apa ? Bagaimana keadaan suami saya ?." Tanya Vira.
"Maaf, Bu. kondisi pasien semakin menurun dan detak jantung nya semakin lemah. Saya permisi Bu, untuk memanggil dokter." Ucap suster tersebut, lalu pergi meninggalkan Vira
Vira yang mendengar nya pun semakin sedih dan terpuruk. Ia menangis tersedu-sedu. Mama yang tadi nya tegar pun langsung duduk tak berdaya.
Tak lama kemudian, suster pun kembali bersama dokter. Mereka bergegas masuk kedalam ruangan ICU. Tak lama seorang suster keluar.
"Maaf, diantara keluarga pasien yang bernama Alvira siapa ?." Tanya suster.
Vira yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menghampiri suster tersebut.
"Saya sus, yang bernama Alvira."
Suster pun menoleh kearah Vira. "Baiklah, Bu ikut saya kedalam. Suami ibu sudah siuman dan ingin berbicara dengan ibu."
Vira pun mengikuti suster tersebut kedalam ruang ICU. Dia masuk mengunakan semua perlengkapan untuk pengunjung ruang ICU. (Author ngak tau namanya ๐)
Sesampainya Vira didalam, ia melihat Rayhan yang terbaring lemas di ranjang. Ia langsung menghampiri Rayhan dan menangis sejadi-jadinya.
"Mas....hiks.." Tangis vira.
Rayhan pun menoleh kearah Vira, dan mulai berbicara walau bersuara kecil. Sehingga harus membuat Vira mendekat kan telinganya .
"Vi..mas..mohon.. jaga..anak ....kita dengan...penuh...kasih ...sayang...bilang... sama...dia..ayah...minta ...maaf..tidak bi..sa.. menemani....dia...bermain..."
"Mas ngomong apa, mas pasti sembuh. Mas harus kuat mas. hiks..." Ucap Vira.
"Vi....Mas...minta.... kamu...penuhi..lah... permintaan terakhir...mas... menikah..lah kembali... dengan Alvin....biar mas... tenang..."
"Mas... nggak boleh ngomong gitu...hiks..mas pasti sembuh.."
"Mas...udah lelah Vi...mas ..." Belum selesai Rayhan berbicara terdengar suara yang menakutkan menandakan bahwa Rayhan telah tiada. Dokter pun bergegas mengunakan mesin kejutan jantung, tetap saja Rayhan tak merespon. Dokter akhirnya pun pasrah.
"MAS !!!! BANGUN !!! JANGAN TINGGALIN AKU MAS !!!" Ucap Vira, ia yang tak kuat menahan kesedihannya pun pingsan.
Dengan cepat suster dan dokter pun membawa Vira Keluar dan memasukan nya ke ruangan normal. Seluruh keluarga yang melihat Vira pingsan pun panik. ( Dari tadi disini udah ada Alvin, Arnav,Kayla dan seluruh keluarga Pandey. Karena permintaan mama, yang meminta bantuan membujuk Vira beristirahat.)
Arnav pun menanyakan kondisi Rayhan. Sang suster pun mengatakan bahwa Rayhan telah tiada. Seluruh keluarga pun terpukul.
๐บ๐บ๐บ๐บ
Hai semuanya, maaf ya kalau ada yang terganggu dengan lirik lagu yang kepanjangan atau yang lainnya.
Soalnya sudah detik-detik terakhir dan author belum mau buat ini tamat hari ini. Karena author belum selesai mengerjakan novel yang terbaru sebagai gantinya novel ini.
Jadi kemungkinan episode selanjutnya adalah episode terakhir dan launching novel terbaru author ๐ค๐ค
__ADS_1
Harap bersabar untuk episode selanjutnya ๐