Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Kepergian Rayhan


__ADS_3

flashback on


Saat Vira sedang merapikan meja kerja Rayhan, ia melihat amplop yang berisi rekaman medis suaminya. Vira pun membukanya dan membaca isi laporan tersebut. Tak lama kemudian, ia melihat Rayhan sudah berada di ruangan.


"Vi...."


"Mas...apa ini..." ucap Vira sedih.


"Maaf kan, mas Vi. Bukan maksud mas mau berbohong padamu." Ucap Rayhan


"Mas hanya tak ingin kau bersedih." lanjutnya.


Vira pun berlari kearah Rayhan dan memeluknya. "Kenapa mas , bisa berpikir dengan menyembunyikan hal ini aku akan bahagia ?." tanya Vira


"Maaf."


"Vi... mau kah kau kabulkan permintaan mas ?." Tanya Rayhan.


"Apa permintaan mu, mas ?."


"Lupakan aku Vi . Kembalilah pada Alvin." Ucap Rayhan.


JDERRRR......


Vira yang mendengar permintaan suaminya itu hanya bisa bersedih dan lari meninggalkan ruangan tersebut.


Ia berlari keluar rumah di kondisi nya yang sedang hamil. Ia menangis dengan permintaan Rayhan.


"Mas, kenapa kau meminta hal itu. Apa itu berarti kau menyerah tentang ku dan anak kita ?." pikir Vira


#Biar makin menghayati author putarkan musik โ˜บ๏ธ.


โฆBhula Dena Lyricsโฆ


Bhula dena mujhe


Lupakan aku


Hai alvida tujhe


Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu


Tujhe jeena hai mere bina


Kau harus hidup tanpa aku


Safar yeh tera, yeh raasta tera


Ini adalah perjalananmu ini adalah jalanmu


Tujhe jeena hai.. mere bina


Kau harus hidup tanpa aku


Ho teri saari shoharatein


Semua ketenaran menjadi milikmu


Hai yeh duaa..


ini adalah doaku


Tujhi pe saari rehamatein


Semua anugerah bagimu


Hai yeh duaa..


ini adalah doaku


Tujhe jeena hai mere bina


Kau harus hidup tanpa aku


Bhula dena mujhe


Lupakan aku


Hai alvida tujhe


Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu


Tujhe jeena hai mere bina


Kau harus hidup tanpa aku

__ADS_1


Tu hi hai kinaara tera


Kau adalah pantai dirimu sendiri


Tu hi to sahaara tera


Kau dukung dirimu sendiri


Tu hi hai taraana kal ka


Kau adalah irama esok hari


Tu hi to fasaana kal ka


kau adalah kisah untuk esok hari


Khud pe yaqeen tu karna


Percaya pada diri sendiri


Banna tu apna khuda...


Menjadi tuhan bagi dirimu sendiri


Tu hi hai kinaara tera


Kau adalah pantai dirimu sendiri


Tu hi to sahaara tera


Kau dukung dirimu sendiri


Tu hi hai taraana kal ka


Kau adalah irama esok hari


Tu hi to fasaana kal ka


kau adalah kisah untuk esok hari


Khud pe yaqeen tu karna


Percaya pada diri sendiri


Banna tu apna khuda...


Menjadi tuhan bagi dirimu sendiri


Aku seperti malam


Tu hai nayi subah


Kau seperti pagi


Tujhe jeena hai mere bina-2


Kau harus hidup tanpa aku


Khilengi jahaan.. bahaarein sabhi


Dimana musim semi mekar


Mujhe tu wahaan.. paayega


Kau akan menemukanku disana


Rahengi jahaan.. humaari wafa


Dimana kepercayaan itu ada


Mujhe tu wahaan.. paayega


Kau akan menemukanku disana


Milunga main iss tarah, waada raha


Aku akan menemuimu dengan cara itu aku berjanji


Rahunga sang main sada, waada raha


Aku akan selalu bersamamu aku berjanji


Tujhe jeena hai mere bina!


Kau harus hidup tanpa aku

__ADS_1


Bhula dena mujhe


Lupakan aku


Hai alvida tujhe


Ini saatnya mengucapkan selamat tinggal padamu


Tujhe jeena hai mere bina


Kau harus hidup tanpa aku


Tujhe jeena hai, haan mere bina!


Kau harus hidup ya, tanpa aku


Sementara ditempat Rayhan , ia pun bersedih dengan keputusan nya.


"Maaf kan mas, Vi. Mas juga tidak mau berpisah dengan mu atau bayi kita. Tapi takdir berkata lain." Ucap Rayhan


Cukup lama Vira di luar rumah, setelah cukup menangis dia pun kembali kerumah. Rayhan yang melihat Vira kembali langsung menghampiri Vira.


"Vi.. Mas.." Belum selesai bicara Vira memotong pembicaraan.


"Mas... aku sudah putuskan, aku akan tetap bersamamu sampai kau benar-benar tak ada disisi ku lagi. Jadi..... Selama kau masih bernafas biar kan aku disisi mu." Ucap Vira sembari menangis.


Rayhan yang tidak kuat melihat Vira menangis pun langsung memeluknya. "Mas janji, Vi. Selama mas bernafas kau akan tetap menjadi istri ku."


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sebulan pun berlalu, kesehatan Rayhan semakin menurun. Sudah hampir seminggu Rayhan dirawat intensif diruang ICU. Kondisinya yang semakin menurun membuat Vira semakin sedih. Ia takut kehilangan Rayhan .


"Hiks...mas...bertahan lah...ku mohon... bertahan lah untuk ku...untuk anak kita.." Ucap Vira dari kaca ruang ICU.


"Sayang... kuatkan dirimu, kasian cucu mamah jika maminya terus menerus menangis." Ucap mama Tania, yang menghibur Vira.


Tiba-tiba, suster yang sedang memeriksa kondisi Rayhan keluar dengan panik. Vira yang melihat itu pun bertanya kepada suster tersebut.


"Sus, ada apa ? Bagaimana keadaan suami saya ?." Tanya Vira.


"Maaf, Bu. kondisi pasien semakin menurun dan detak jantung nya semakin lemah. Saya permisi Bu, untuk memanggil dokter." Ucap suster tersebut, lalu pergi meninggalkan Vira


Vira yang mendengar nya pun semakin sedih dan terpuruk. Ia menangis tersedu-sedu. Mama yang tadi nya tegar pun langsung duduk tak berdaya.


Tak lama kemudian, suster pun kembali bersama dokter. Mereka bergegas masuk kedalam ruangan ICU. Tak lama seorang suster keluar.


"Maaf, diantara keluarga pasien yang bernama Alvira siapa ?." Tanya suster.


Vira yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menghampiri suster tersebut.


"Saya sus, yang bernama Alvira."


Suster pun menoleh kearah Vira. "Baiklah, Bu ikut saya kedalam. Suami ibu sudah siuman dan ingin berbicara dengan ibu."


Vira pun mengikuti suster tersebut kedalam ruang ICU. Dia masuk mengunakan semua perlengkapan untuk pengunjung ruang ICU. (Author ngak tau namanya ๐Ÿ˜)


Sesampainya Vira didalam, ia melihat Rayhan yang terbaring lemas di ranjang. Ia langsung menghampiri Rayhan dan menangis sejadi-jadinya.


"Mas....hiks.." Tangis vira.


Rayhan pun menoleh kearah Vira, dan mulai berbicara walau bersuara kecil. Sehingga harus membuat Vira mendekat kan telinganya .


"Vi..mas..mohon.. jaga..anak ....kita dengan...penuh...kasih ...sayang...bilang... sama...dia..ayah...minta ...maaf..tidak bi..sa.. menemani....dia...bermain..."


"Mas ngomong apa, mas pasti sembuh. Mas harus kuat mas. hiks..." Ucap Vira.


"Vi....Mas...minta.... kamu...penuhi..lah... permintaan terakhir...mas... menikah..lah kembali... dengan Alvin....biar mas... tenang..."


"Mas... nggak boleh ngomong gitu...hiks..mas pasti sembuh.."


"Mas...udah lelah Vi...mas ..." Belum selesai Rayhan berbicara terdengar suara yang menakutkan menandakan bahwa Rayhan telah tiada. Dokter pun bergegas mengunakan mesin kejutan jantung, tetap saja Rayhan tak merespon. Dokter akhirnya pun pasrah.


"MAS !!!! BANGUN !!! JANGAN TINGGALIN AKU MAS !!!" Ucap Vira, ia yang tak kuat menahan kesedihannya pun pingsan.


Dengan cepat suster dan dokter pun membawa Vira Keluar dan memasukan nya ke ruangan normal. Seluruh keluarga yang melihat Vira pingsan pun panik. ( Dari tadi disini udah ada Alvin, Arnav,Kayla dan seluruh keluarga Pandey. Karena permintaan mama, yang meminta bantuan membujuk Vira beristirahat.)


Arnav pun menanyakan kondisi Rayhan. Sang suster pun mengatakan bahwa Rayhan telah tiada. Seluruh keluarga pun terpukul.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Hai semuanya, maaf ya kalau ada yang terganggu dengan lirik lagu yang kepanjangan atau yang lainnya.


Soalnya sudah detik-detik terakhir dan author belum mau buat ini tamat hari ini. Karena author belum selesai mengerjakan novel yang terbaru sebagai gantinya novel ini.


Jadi kemungkinan episode selanjutnya adalah episode terakhir dan launching novel terbaru author ๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


Harap bersabar untuk episode selanjutnya ๐Ÿ˜˜


__ADS_2