Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
118. Tita Pingsan


__ADS_3

Ting


Bunyi notifikasi dari ponsel Kennan berbunyi.


Buru - buru Kennan meraih benda pipih itu dari saku seragam lalu membuka aplikasi chatnya.


Pak Ustad


Tita pingsan, dia di UKS sekarang


"Gue ke toilet", pamit Kennan pada Bima dengan tergesa setelah guru mata pelajaran kimia keluar dari kelasnya.


Bima mengiyakan dengan memandang kepergian Kennan dengan berbagai pertanyaan mengitari tempurung kepalanya. Namun akhirnya memilih mengabaikannya.


Aldi dan Arya pun menoleh ke belakang.


"Kennan kemana?", tanya Aldi dan Arya hampir bersamaan.


"Toilet", jawab Bima singkat kemudian memilih mengambil ponsel pintarnya dari laci meja. Bermain game sebentar sambil menunggu guru mata pelajaran selanjutnya datang.


"Buru - buru banget", Aldi.


"Kebelet kali, kagak bisa ditahan", sahut Arya sekenanya.


"Mungkin", Bima sedikit tak yakin.


"Iya paling yakk....", Aldipun akhirnya tak ambil pusing lalu beralih kembali mengahadap ke depan.


Kennan berlari secepat kilat menuju ruang uks yang berada lumayan jauh dari kelasnya. Tidak peduli dengan langkah kakinya yang bersuara keras dapat mengganggu kelas yang masih melakukan pembelajaran, karena Kennan ingin segera mengetahui kondisi isterinya yang pingsan dan sekarang berada di uks seperti pesan dari Irsyad beberapa saat lalu.


Murid - murid yang berjalan bergerombol, baru saja keluar dari kelas yang lain. Sepertinya mereka akan mengikuti mata pelajaran olah raga, dan itu membatasi gerak langkah kaki Kennan yang berlari dengan tergesa.


Kennan terlihat tidak mau mengalah, bahkan hampir saja dirinya menabrak beberapa murid yang berjalan di depannya.


"Minggir woii..., kalau gak mau gue seruduk", teriak Kennan pada beberapa murid yang masih menghalangi jalannya.


Banteng kali Bang_Kenn, main seruduk wae yakkπŸ˜‚πŸ˜‚


Setelah mendengar teriakan Kennan, para murid yang berjalan memenuhi koridor sekolah serentak menepikan tubuh mereka agar tidak terseruduk oleh Kennan.


Kennan pun kembali berlari dengan langkah kaki lebar menuju ruang uks dengan lancar, bebas hambatan.


Bebas hambatan.... udah kek tol wae thor... thor.... πŸ˜…


Setelah berlari cukup jauh dari ruang kelasnya, Kennan akhirnya sampai juga di depan ruang uks.


Huh... huh....


Kennan mengatur deru nafasnya sesaat setelah sampai beberapa langkah di depan pintu uks, lalu setelahnya Kennan berjalan dengan langkah pelan mendekati pintu uks.


Namun saat tiba di depan pintu uks yang sedikit terbuka tersebut, dirinya melihat sosok murid laki - laki yang duduk di samping brankar uks. Dimana Tita sedang berbaring di sana.


Dan itu bukanlah Irsyad, punggung sosok itu bukanlah punggung Irsyad. Kennan hapal betul bentuk tubuh teman satu geng basketnya itu meskipun hanya tampak dari belakang.


Dengan perlahan dan hati - hati Kennan berjalan mendekati pintu.


Deg


Tubuh Kennan mematung, ada rasa nyeri menusuk jantungnya. Dirinya tak sanggup lagi melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang uks, karena tangan kanan Tita digenggam erat oleh sosok murid laki - laki yang duduk membelakanginya tersebut.


Setelah beberapa saat Kennan berdiri di depan pintu uks akhirnya dirinya memilih membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan ruang uks dengan tangan yang terkepal erat.


Bahkan saat di ujung koridor uks, bertemu Irsyad yang memanggil namanya pun Kennan enggan untuk menghentikan langkah kakinya. Kennan memilih menghiraukannya dengan langkah kaki yang semakin diercepat olehnya.

__ADS_1


...🍭🍭🍭🍭...


Tita berkali - kali melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya saat duduk menunggu Kennan suaminya di depan mimarket dimana dirinya biasa menunggu untuk pulang sekolah dengan Kennan.


Namun saat ini sudah satu jam Tita menunggu di sana, Kennan bahkan tidak juga menampakkan batang hidungnya.


Kembali Tita membuka tas punggungnya untuk mengambil ponsel dan menghubungi suaminya.


Dan hasilnya pun tetap sama tidak ada jawaban dari empunya ponsel, bahkan beberapa chat yang Tita kirimkan untuk Kennan hanya terlihat centang satu. Belum dibaca oleh Kennan sama sekali.


Titapun gelisah.


"Abang ke mana sih, kok gak kasih kabar.....?!", gumam Tita lirih dengan memandangi chatnya dengan Kennan yang tak kunjung dibaca oleh suaminya.


Akhirnya Tita memutuskan untuk memberitahu Kennan bahwa dirinya pulang lebih dahulu.


Kulkas2pintu


Bang Tita pulang duluan


Setelah Tita mengirim pesan pada suaminya Titapun memesan taxi online melalui aplikasi.


Tita sudah tidak tahan untuk menunggu suaminya lebih lama lagi. Tubuhnya tidak mau diajak kompromi, rasanya sedikit pusing dan tidak nyaman. Dirinya ingin segera sampai di rumah dan membaringkan tubuhnya untuk istirahat.


Tin...tin...


Sebuah taxi online berhenti di hadapan Tita yang sudah berdiri di depan minimarket tempatnya menunggu Kennan.


"Dengan Mbak Tita Andriana?", tanya seorang lelaki paruh baya dengan menyembulkan kepala melalui jendela mobil.


Tita pun mengangguk.


Tak lama kemudian, lelaki paruh baya tersebut keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu belakang untuk Tita dengan tersenyum ramah.


Tita pun membalas senyuman tersebut dengan ramah juga, lalu memasuki taxi online pesanannya.


Sepanjang perjalanan tempurung kepala Tita dipenuhi oleh banyak pertanyaan tentang Kennan suaminya yang tampak aneh menurutnya.


Bahkan dirinya berfikir tidak mungkin kalau suami kulkas dua pintunya tersebut tidak mendengar jika dirinya pingsan di sekolah tadi.


Meskipun Tita tidak mengharapkan Kennan menemuinya karena di sekolah, namun setidaknya Kennan mengirimkan pesan hanya untuk menanyakan kondisinya mengingat akhir - akhir ini hubungan mereka sudah sangat baik.


Bahkan tadi pagi pun Kennan sangat memberikan perhatian yang berlebihan kepadanya, namun kenapa sampai saat ini Kennan tidak membalas bahkan chatnya sama sekali belum dibaca olehnya.


Apa yang dikerjakan oleh suaminya itu hingga tidak sempat memegang ponselnya....


Setelah beberapa saat Tita akhirnya sampai ke apartemen, dirinya bergegas memasuki apartemen ingin segera mengistirahatkan tubuhnya.


Tita terkejut saat membuka pintu kamar ternyata Kennan sudah berada di sana dengan tubuh tengkurap di atas ranjang dan masih memakai seragam sekolahnya. Seragam atas yang sudah keluar dari celananya serta sepasang sepatu yang masih menempel di kedua kakinya.


Tita menghembuskan nafas pendek kemudian menggelengkan kepalanya berulang saat melihat suaminya.


Kemudian dengan perlahan Tita berjalan mendekati ranjang dan mendapati kedua mata suaminya yang ternyata tertutup rapat.


Sepertinya Kennan tidur dengan nyenyak, mungkin dia lelah, pikir Tita dalam hati setelah mengecek suhu tubuh Kennan dengan punggung tangannya yang ternyata normal.


Titapun melepaskan kedua sepatu Kennan kemudian meletakkannya di luar kamar.


Setelahnya Tita menaruh tas sekolah ke atas meja belajar dan mengganti baju seragam dengan baju rumah dirinya menaiki ranjang dan ikut merebahkan diri di samping suaminya.


Dirinya pun sangat lelah, entah mengapa hari ini tubuhnya sangat letih.


...🍭🍭🍭🍭...

__ADS_1


Suara percikan air dari kamar mandi terdengar oleh gendang telinga Tita saat dirinya perlahan membuka mata.


Tita pun menoleh pada sisi kanan ranjangnya, ternyata Kennan sudah tidak ada di sana.


"Mungkin abang sedang mandi", gumam Tita.


Dengan perlahan Tita beranjak dari ranjang, kemudian tangannya terulur untuk merapikan ranjang yang sedikit berantakan.


Setelahnya Tita berjalan menuju balkon, untuk menghirup udara segar.


Ternyata hari sudah mulai gelap, sebentar lagi pasti saat Maghrib akan tiba. Beruntung tadi Tita menyempatkan diri untuk sholat Ashar di sekolah jadi dirinya tidak melewatkan kewajiban ibadah Asharnya tadi.


Titapun beranjak kembali memasuki kamar dengan tidak lupa menutup pintu balkon dan menutup tirainya.


Pada saat Tita membalikkan tubuhnya yernyata berbarengan dengan Kennan yang keluar dari kamar mandi.


Kennan keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya serta rambut hitamnya yang basah.


Tita pun sedikit menunduk melihat itu. Meskipun pemandangan itu sudah biasa Kennan lakukan namun tetap saja Tita merasa sedikit malu saat memergokinya.


Kennan berlalu begitu saja, seakan acuh dengan keberadaan Tita.


Tita pun mendongak setelah Kennan berjalan menuju almari pakaian.


"Kok abang kek aneh gitu sih", pikir Tita dalam hati.


Titapun duduk di tepi ranjang dengan memunggungi posisi Kennan yang sedang berganti baju.


Setelah menyelesaikan mengganti bajunya Kennan berjalan hendak memasuki kamar mandi untuk mengembalikan handuknya.


Lagi Kennan berjalan melewati Tita tanpa sepatah katapun, dan itu membuat Tita mengerutkan keningnya heran.


Tita meraih tangan kanan Kennan, saat suaminya itu keluar dari kamar mandi. Kennan pun menghentikan langkah kakinya, namun tidak sedikitpun menoleh ke arah Tita. Kennan lebih memilih memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan.


Tita menggoyangkan lengan Kennan seraya bertanya, " Abang jadi ngajakin Tita beli nasi gandul malam ini?"


Kennan menghela nafas panjang.


"Gak. Gue sibuk", Kennan berucap datar namun terkesan ada emosi di dalamnya.


Sebenarnya Tita menyadari ucapan dan tingkah laku Kennan saat ini berubah, akan tetapi dirinya berusaha mengabaikannya.


"Tapi Tita masih pengen Bang. Lagian Abang sibuk apaan sih, gak bisa di tinggal bentar buat ngajakin Tita makan po?", Tita masih memegang lengan tangan Kennan dan berharap suami yang tadi pagi masih memberikan banyak perhatian dan sekarang tetiba berubah kembali dingin itu memenuhi permintaannya.


"Gak bisa... Lepasin tangan gue!". Kennan menghardik.


Dan itu membuat Tita terkejut kemudian melepaskan tangan kekar itu dengan cepat.


Setelahnya Kennan keluar kamar begitu saja tanpa kata dan tanpa peduli dengan wajah cantik Tita yang sudah berurai air mata.


🍨🍨🍨🍨


What happen aya naon atuh Bang_Kenn.....


Di tunggu :


Like


Vote


Rate


Komen

__ADS_1


Tambahkan favorit❀


Tengyu for reading tulisan receh othor😘😘😘😘


__ADS_2