Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
hari pernikahan


__ADS_3

waktu terus berjalan dengan cepat,dan besok adalah hari yang ditunggu oleh Azka maupun Dita.


"dek,sedang apa?" tanya Abi yang melihat Dita duduk termenung sambil menggendong Rafa.


"aku hanya sedang mengingat ayah dan ibu kak,kalau mereka disini pasti Dita akan semakin bahagia,apalagi besok adalah hari yang sangat penting bagi Dita." Dita berucap sendu.


Abi berjalan mendekati Dita,dan memeluk bahu adiknya, "kita doakan saja untuk mereka dek,kakak yakin mereka akan ikut bahagia jika melihat kita bahagia."


Dita memeluk kakanya dengan erat, "eh...dek ingat ada Rafa,kasian kejepit." ucap Abi mengendurkan pelukan Dita.


mereka tertawa kala mengingat ada Rafa di antara keduanya.


"ada apa ini,apa yang kalian tertawaan kenapa kakek tidak diajak?" kakek masuk ke kamar cucunya saat mendengar suara tawa dari dalam.


"eh...kakek,sini kek duduk."


kakek menurut kalau ikut duduk di samping cucu perempuannya. sekarang Dita di apit oleh kakek dan Abi.


"Dita senang bisa berkumpul seperti ini,kek doakan Dita ya kek,supaya Dita hidup bahagia dan mudah-mudahan Dita dan mas Azka bisa melewati cobaan yang akan menerpa kami."


kakek tersenyum dan mengelus rambut Dita dengan lembut,


"tentu Kakek akan selalu mendoakan mu,maafkan kakekmu ini yang baru bisa menemui mu.kakek berharap kamu akan selalu di berikan kebahagiaan,dan kakek mengucapkan terima kasih karena kamu sudah memberikan cicit yang tampan kepada kakek."


Dita mengangguk lalu memeluk kakeknya,sementara Rafa sudah di ambil alih oleh Abi.


"terima kasih kek,atas doanya."


"seharusnya kakek yang berterima kasih,berkat kamu kakek bisa merasakan bagaimana rasanya mengadakan pesta pernikahan,dulu kakek juga ingin melakukan hal sama kepada ayahmu,tetapi tuhan lebih sayang mereka. dan sekarang di gantikan oleh kamu kakek sangat bahagia nak,terima kasih sekali lagi terima kasih nak." kakek memeluk Dita erat dan mengelus punggungnya dengan lembut.


sungguh penyesalan itu masih membayanginya,tetapi dengan kehadiran Dita dan Abi maka kakek bisa menebus kesalahanya di masa lalu.


malam ini mereka lalui dengan berbagai suka cita banyak hal yang mereka ceritakan kepada sang kakek,mengenai masa lalu Abi dan Dita,kakek merasa bersyukur dapat di pertemukan bahkan bisa berkumpul dengan kedua cucunya ini,hal ini bisa menggantikan rasa rindunya terhadap Alvaro dan Nadia. meskipun kakek tak pernah berbincang dengan Nadia,tetapi ia bis melihat sosok itu di dalam diri Dita yang memang sangat mirip dengan Nadia menantunya.


🌷🌷🌷


"Dita hari ini kamu cantik banget,aku yakin mas Azka pasti makin cinta sama kamu."

__ADS_1


Rani memuji sahabatnya itu,karena memang Dita terlihat begitu cantik dan elegan memakai kebaya khas Jawa tengah itu.


"his...gak usah berlebihan gitu deh Rani."


"dih...aku gak berlebihan ya,memang itu kenyataanya."


Dita tersenyum melihat Rani yang membrengut kesal.


"dek sudah siap?" tanya Abi


sementara Rani hanya tersenyum canggung saat Maya Abi beraitatap denganya.


Dita yang melihat gerak-gerik keduanya yang seperti salah tingkah,langsung menyipitkan matanya melihat Rani dan Abi bergantian.


"kenapa pada salah tingkah begini?ada yang kalian sembunyikan ya?"


"apaan sih dek,ayo turun Azka udah nunggu tuh di bawah." Abi mendekati Dita dan menuntun adiknya untuk turun kebawah,sambil sesekali melirik Rani yang menunduk malu.


memang sejak kejadian di rumah sakit kemarin Rani dan Abi mulai berpacaran dan mereka sepakat untuk sementara menyembunyikan hubungan mereka sampai acara pernikahan Dita dan Azka selesai.


"hei...jangan lupa bernafas,dan kedipkan matamu. kamu tidak mau kan matamu jadi kering." tegur Andreas saat melihat anaknya yang terpukau dengan penampilan istrinya itu.


Azka langsung terlonjak dan segera mengedipkan matanya,dan dia mencoba mengatur nafasnya dan detak jantungnya.


Dita duduk disamping Azka dengan tersenyum malu,karena melihat Azka tak berkedip ataupun berniat untuk memalingkan wajahnya.


"kamu hari ini cantik sekali dek,mas sudah tak sabar untuk memilikimu seutuhnya dan memperkenalkan ke seluruh dunia kalau kamu adalah milikku." bisik Azka.


hal itu sontak membuat wajah Dita memerah seperti buah ceri,ia menunduk tak berani menatap Azka.


sementara Azka di buat semakin gemas,dengan tingkah malu-malu istrinya.


"heh,ingat masih belum ijab,baru setelah itu kalian boleh melakukan sesuka hati kalian." bisik Abi pada Azka.


sementara Azka mencebik,Abi ini selalu saja mengganggu kesenanganya.


"apa kita bisa mulai sekarang?" tanya pak penghulu.

__ADS_1


"iya pak kita mulai sekarang saja pak." Azka dengan semangat menjawab ucapan dari pak penghulu.


Azka dengan lantang dan lancar saat mengucapkan ijab qobul,setelah mendengar kata sah,Dita tak kuasa untuk tidak meneteskan air matanya. sungguh ia tak menyangka jika ia akan menjadi istri sah dari Azka mahespatih,pasalnya setelah berbagai masalah ia hadapi akhirnya ia bisa menjadi milik Azka seutuhnya.


Dita meraih tangan Azka dan menciumnya dengan takzim,dan Azka membalas dengan mencium kening Dita dengan sangat lembut.


acara di langsungkan dengan cukup meriah,pesta pernikahan yang selama ini di idam-idamkan Irina untuk memamerkan menantunya ke semua teman sosialitanya menjadi kenyataan. bahkan ia dengan bangganya memperkenalkan Rafa sebagai cucunya.


bahkan tak sedikit teman Irina merasa iri karena dia memiliki menantu yang begitu cantik apalagi menantunya ini adalah cucu dari keluarga Basir yang cukup terkenal di kota ini Bahakan ada yang membujuk Irina untuk memperkenalkan Abi kepada anak mereka untuk di jodohkan,tetapi Irina bilang kalau selera Abi itu tinggi jadi mereka bukan level Abi,jadi pasti akan di tolak mentah-mentah oleh Abi.


sementara Andreas melihat kelakuan sang istri hanya geleng-geleng kepala,


"dek,sudah...jangan berlebihan." tegur Andreas.


mendengar teguran dari sang suami Irina langsung diam dan memilih pamit karena Rafa rewel mencari sang ibu.


sementara itu Azka dan Dita sedang berbincang dengan rekan bisnisnya.


"selamat ya pak Azka,akhirnya anda melepas status lajang anda,dan anda juga tak salah memilih,istri anda begitu cantik." puji rekan bisnisnya.


"tentu saja,mana mungkin saya memilih bagi saya istri saya ini sangat sempurna."


"selamat ya pak Azka atas pernikahanya semoga langgeng."


"terima kasih ibu Tiara telah datang ke pernikahan saya." ucap Dewa.


"selamat ya mbak Dita," Tiara bergantian mengucapkan selamat pada Dita.


Dewa langsung merangkul Tiara dengan mesra,dia juga tak ingin kalah dengan pengantin baru yang ada di depan mereka.


"mereka ini suami istri dek,dan pak Dewa adalah rekan bisnis mas." Azka memperkenalkan mereka kepada Dita,sementara Dita hanya mengangguk dan tersenyum.


sungguh tamu datang tak ada hentinya,membuat kedua mempelai kualahan untuk menerima ucapan selamat.


"MAU TAHU GAK,CERITANYA DEWA SAMA TIARA?KALAI MAU TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA?KALAU GAK MIMIN GAK MAKSA KOL🀭"


"untuk bab selanjutnya khusus cerita Rani sama Abi."(mungkin)

__ADS_1


__ADS_2