Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Hal sederhana tapi indah (II)


__ADS_3

Mohon maaf bila masih ada banyak typo yang bertebaran πŸ™πŸ™πŸ™.


Selamat membaca πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


🌺🌺🌺🌺


Alvin memang tidak jelas. Katanya mau mengajak ku jalan-jalan, ternyata ia hanya membawa ku keliling taman kompleks. Sedari tadi kami hanya berjalan mengelilingi taman sembari bergandengan tangan.


"Jalan-jalan itu tidak perlu ketempat yang jauh. Selagi masih ada aku dan kamu, semuanya akan indah."


Aku menoleh kearah nya, yang menatap lurus ke depan. Walau aku tidak tau hal indah nya itu dimana, tapi yang ku rasakan sejak tadi aku merasa damai, nyaman dan bahagia selagi aku berada disamping alvin. Alvin membawaku berhenti di depan Abang es keliling, lalu ia membeli dua cup es krim berwarna coklat itu. Yang satu ia berikan padaku. Sebelum makannya, kami mencari tempat duduk. Setelah kamu benar benar duduk, perlahan kami memakan es krim nya.


"Cuma ini yang bisa saya beri, Vi."


Aku menoleh, menatap nya dari samping. "Ini lebih dari cukup, mas."


"Kalau saya memberikan kamu baju mahal, tas limited edition, berlian atau yang lainnya pasti kamu menolak. Jadi saya hanya bisa memberikan hal seperti ini untuk menciptakan kebahagiaan yang kamu harapkan." Lalu menoleh ke arah ku.


"Kamu sudah benar mas. Kebahagiaan bukan diukur dari seberapa mampu kita membeli barang-barang mahal. Tapi dari hal yang sederhana pun jika kita bahagia, itu sudah lebih dari cukup."


Alvin tersenyum. "Terimakasih selama ini kamu telah bersabar menghadapi saya."

__ADS_1


Ku letakkan cup es yang sudah habis dibawah. Ku pegang sebelah tangan Alvin. "Tidak perlu berterima kasih. Itu sudah kewajiban seorang istri."


Setelah merasa cukup berkeliling tamannya, kami memutuskan pulang. Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke kamar ku, sedang kan Alvin masuk ke kamarnya. Aku Menganti baju, lalu melangkah ke kamar Alvin. Ku lihat Alvin sudah tertidur. Pasti ia kelelahan. Aku berjalan mendekati Alvin, terduduk ditepi ranjang sembari memperhatikan wajahnya. Aku tersenyum, mengingat hal sederhana tadi namun indah.


"Tidurlah, Vi." Lalu membuka mata.


"Ku kira kamu sudah tidur, mas."


"Dini, tidur." Sembari melentangkan sebelah tangannya.


Aku tersenyum. Sudah tau kebiasaan Alvin yang sekarang. Aku naik keatas ranjang, meletakkan kepalaku ditangan Alvin, lalu Alvin membawa tubuh ku kedalam dekapannya. Tangannya membelai lembut rambut belakang ku.


"Tak apa, Vi. itu sudah menjadi kewajiban seorang suami."


Aku terkekeh kecil. "Ikut-ikut aku saja sih kata-katanya."


"Suka suka saya." Lagi dan lagi, aku tersenyum dibuatnya hari ini.


Entah sudah keberapa kali hari ini aku tersenyum. intinya aku sangat bahagia hari ini. Alvin begitu manis hari ini, saking manisnya ngalahin gula. Memang tidak ada hal yang istimewa hari ini, cukup hari yang sederhana yang aku dan mas Alvin ciptakan. Walau tidak ada yang istimewa, tapi tetap aku bahagia. Ini awal yang bagus untuk rumah tangga ku dan mas Alvin. Kita dua orang manusia yang menikah tanpa cinta, jadi hal seperti ini adalah hal yang bagus, sebuah kemajuan. Memang belum terlalu terlihat perjuangan Alvin belajar mencintai ku, tapi aku bisa merasakan bahwa Alvin benar benar sedang belajar mencintai ku dan menjadi suami yang baik. Lama kelamaan aku mengantuk, biarkan aku dan mas alvin melewati siang ini dengan tidur siang. Kami sedikit kelelahan. Terimakasih untuk hari yang sederhana ini.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Perlahan ku buka mata ini. Selalu saja akhir akhir ini ketika sehabis bangun tidur yang kulihat pertama kali Alvin. Maklum saja, kami kan sekarang sekarang bahkan seranjang. Ku lihat jam dinding yang ternyata hari sudah sore, perlahan aku terbangun dan bergegas menuju kamarku untuk mandi. Badan ku terasa sangat lengket.


Ketika aku sedang membuka laci meja rias, tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangku. Awalnya aku terkejut, takutnya hantu. Ketika kucium aroma vanila pasti Alvin.


"Saya kira kamu pergi kemana."


"Kamu mencari ku ?."


Alvin melepaskan pelukannya, lalu membalikkan tubuh ku kearahnya. " Iya."


"Aku tidak akan pergi tanpa izin mu, mas." Lalu tersenyum.


Alvin memeluk ku, memeluk ku sambil berjalan. Hinga kaki ku berhenti dipinggir ranjang, tanpa sadar alvin terus saja maju sampai kami jatuh ke atas ranjang. Terjatuh dalam posisi berbahaya. Aku yang berasa dibawah Alvin. Alvin menatap ku dengan wajahnya yang masih mengantuk. Degupku seperti biasa, berlarian. Alvin terus saja seperti itu tanpa berniat untuk bangun. Sepertinya ia sedang mencoba menggoda ku. Dengan kekuatan, aku mendorong tubuh Alvin hingga ia limbung ke samping. Aku bernafas lega.


Aku berdiri, menatap Alvin. "Sebaiknya kamu mandi, mas. Sudah sore." Lalu pergi keluar.


🌺🌺🌺🌺


Terus dukung author ya readers ku tersayang 😘😘.


Terimakasih atas dukungannya 😘😘😁.

__ADS_1


__ADS_2