
"Bunda nggak mau liat kamar ayah nih?" Kennan sengaja membuka pintu kamar yang telah dipersiapkan untuk Keanu dengan lebar.
Tita pun menoleh ke belakang, di mana Kennan masih berdiri di ambang pintu.
Keanu pun mengikuti arah pandangan sang bunda. Lelaki kecil itu sedikit melongokkan setengah tubuhnya untuk mengintip kamar di belakang sang ayah.
Kedua mata Keanu melebar saat mendapati sebagian kamar yang sedikit terlihat menarik.
Bagaimana tidak menarik jika dari tempatnya berdiri Keanu mendapati banyak miniatur avengers kesukaannya berderet dalam lemari kaca yang tingginya melebihi tinggi sang ayah. Cat dinding kamar juga diberi beberapa gambar pahlawan yang menjadi idolanya tersebut.
Tanpa sadar Keanu memindai ruangan kamar yang terlihat sebagian itu dengan takjub. Kalau saja dirinya tidak bersikap dingin dan membuat benteng dengan sang ayah, pastilah dirinya sudah menghambur memasuki kamar tersebut.
Keanu pun mengeratkan kedua tangannya pada kaki sang bunda, ingin rasanya mengajak bundanya untuk memasuki kamar. Namun Keanu malu untuk mengungkapkannya. Dan Kennan menyadari reaksi kecil anak lelakinya. Kennan sangat tahu jika Keanu saat ini sedang bimbang, ingin memasuki kamar miliknya.
"Bun, mau masuk nggak lihat kamar ayah?" Kennan semakin memperlebar daun pintu kamar seraya memberi tanda pada Tita melalui gerakan matanya.
"Kayaknya enggak deh yah, Kean pasti nggak mau. Bunda jadinya juga nggak mau." Tita dengan sengaja, meski dia tahu jika anak lelakinya menunjukkan ingin masuk ke dalam kamar.
Keanu menarik ujung tunik yang dikenakan sang bunda saat mendengar jawaban Tita yang tidak sesuai dengan harapannya.
"Apa sayang?" Tita sedikit menunduk.
Keanu mendongak dan hanya mengerjapkan mata tanpa sedikit mau berucap kata.
"Kean nggak mau kan?" tanya Tita dengan sengaja. Tita sangat paham akan maksud dan tujuan Kennan untuk itu Tita mencoba membantunya. Tita juga menginginkan Keanu dan sang ayah akur.
__ADS_1
"Kean gak mau kan tengok kamar ayah?" Tita mengulang pertanyaan pada Keanu karena anak lelakinya itu tidak memberikan jawaban.
Lelaki kecil itu hanya diam tak bereaksi. Namun sorot matanya menatap lurus ke dalam kamar yang disiapkan sang ayah untuknya. Sorot mata itu terlihat menginginkan untuk melihat ke dalam kamar.
"Sayang..." Tita mengusap lembut pucuk kepala Keanu.
Keanu pun mendongak.
"Mau masuk?" Tita
Kepala Keanu mengangguk perlahan dengan canggung karena semula menolak mentah mentah.
"Kalau gitu masuk yuk..." Tita menarik lembut tangan mungil anak lelakinya.
Keanu masih diam di tempatnya, ekor matanya menatap Kennan untuk meminta izin.
Keanu pun melangkahkan kakinya antusias. Lalu segera menghentikan langkah kakinya, menoleh ke arah sang ayah.
"Anu boyeh pinjam ainan yaa-yyah?" Keanu bertanya takut takut pada Kennan yang telah duduk di atas ranjang yang juga memiliki bedcover yang bertemakan pahlawan avengers kesukaan Keanu.
Sesaat Kennan hanya terdiam memperhatikan raut wajah takut namun juga imut anak lelakinya dengan seksama.
Keanu terlihat menunduk, menggigit bibir bawahnya seraya memilin ujung kemeja yang dikenakannya. Sungguh pemandangan yang sangat lucu nan menggemaskan saat melihat Keanu berperang dengan kekerasan hatinya yang semula tidak menyukai sang ayah.
"Boleh kok. Kean boleh main sepuasnya."
__ADS_1
Akhirnya Kennan pun memilih mengiyakan dengan dengan penuh senyum. Sungguh Kennan tidak tega melihat reaksi sang anak.
Tanpa sadar Keanu segera menghambur memeluk Kennan. "Maacih yah."
Membuat kedua mata Kennan melebar sempurna, efek terkejut akan aksi anak lelakinya yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Mengingat sejak pertama kali bertemu Keanu sangat dingin pada Kennan.
"Sama sama sayang." Kennan balas memeluk tubuh mungil itu dengan sayang.
Detik berikutnya Keanu segera melepaskan diri dari pelukan Kennan. Terlihat kecanggungan dalam sorot mata lelaki kecil itu.
"Semua mainan itu milik Kean. Kamar ini juga milik Kean kalau Kean mau." Kennan seraya mengusap lembut pucuk kepala Keanu.
Dalam hati Kennan tersenyum senang karena usahanya menarik perhatian Keanu sedikit membuahkan hasil. Nyatanya lelaki kecil yang selalu menolak kehadirannya itu sedikit menerima dirinya.
Meski belum sepenuhnya, Kennan yakin suatu saat Keanu akan menerima dirinya seutuhnya. Layaknya seorang ayah kandung pada umumnya.
Setelah mendapat persetujuan dari sang ayah Keanu pun segera berlari mendekati almari kaca dimana miniatur avengers berada.
Tita dan Kennan pun saling pandang sembari tersenyum saat melihat Keanu sangat antusias mengeluarkan satu persatu miniatur avengers dari almari kaca.
π¨π¨π¨π¨
Bagi yang merasa kecewa karena up nya terlalu lama, othor tidak berhenti merayu untuk meminta maafππ»ππ»ππ»
Detik detik terakhir menuju ending part, semoga tidak mengecewakan.
__ADS_1
Othor sudah sebisa mungkin memberikan tambahan ektra part agar novel Kennan dan Tita ini tidak berakhir sad ending.
Lope... lope... sekebon untuk para pecinta Bang Kennan n Neng Tita....πππππ