
Selamat membaca π€π€π€π€.
Maaf bila masih banyak typo yang bertebaran ππππ
πΊπΊπΊπΊπΊ
Perlahan ku buka mata ini, ku lihat sekeliling ruangan serba putih dengan bau obat yang mendominasi. Sepertinya aku ada di rumah sakit. Ku coba ingat terakhir pandangan ku gelap setelah aku mengetahui dahi ku berdarah. Ku pegang dahi ku ternyata di perban. Tak ada siapapun di ruangan ini, kemana ibu ?.
Beberapa menit kemudian, pintu terbuka menampakkan Alvin dan ibu. Alvin berjalan kearah ku dengan langkah cepat, lalu lelaki itu memelukku dengan aku yang masih tertidur.
"Alhamdulillah, luka mu tidak terlalu parah." Sembari menatap ku lembut.
"Iya." Lalu tersenyum, simpul.
Alvin mengelus pucuk kepalaku lembut, lalu mencium dahi ku pelan. Aku merasakan perasaan aneh. Hatiku bergejolak, bahkan tiba-tiba rasanya panas dingin. Setelah Alvin mencium ku, entah kenapa aku menjadi malu. Bahkan aku tidak sanggup menatapnya, tidak jelas aku ini. π π
Karena luka ku tidak terlalu parah, jadi aku boleh pulang hari ini juga. Baru saja turun dari mobil tiba-tiba Alvin menggendong ku ala bridal style. Degup ku mulai tak karuan. Poin kesehatan ku bisa terus menurun, kalau mas Alvin seperti ini terus. Aku tidak berani menatap Alvin, dan memilih menatap kearah kemeja alvin. Alvin menurunkan ku tepat di ranjang ku.
"Istirahat, Vi. Jangan terlalu banyak bergerak dulu." Sembari berdiri.
"Iya, mas."
Setelah keluarnya Alvin, masuklah ibu dengan membawa segelas jus alpukat.
"Diminum dulu, Vi !." Sembari menyerahkan gelas.
Aku duduk, mengambilnya, lalu ku minum sedikit. Setelah minum, ku letakkan diatas nakah.
"Terima kasih."
"Untuk apa Bu ?."
__ADS_1
"Telah menyelamatkan ibu."
"Itu sudah menjadi kewajiban ku, Bu."
"Yasudah, kamu istirahat ya. Ibu mau membantu bibi memasak untuk makan siang."
"Iya, Bu."
Melihat Alvin yang begitu khawatir seperti tadi membuat ku sedikit bahagia. Ia semakin khawatir pada ku. Apa ini berarti aku harus percaya bahwa ia sungguh benar benar belajar mencintai ku ? Seperti nya iya. Tak ada salahnya aku coba untuk percaya. Kalau ia berhasil mencintaiku, aku tidak perlu khawatir lagi akan berakhir nya pernikahan ini. Dan bahkan aku bisa belajar mencintai nya. Rumah tangga ini akan bahagia. Entah dorongan dari mana, aku mengirim pesan kepada Alvin.
aku : Terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku.
Tidak butuh waktu lama, Alvin membalasnya.
Mas Alvin : Sama sama, istri ku β€οΈβ€οΈ
Aku tersenyum, bahagia. Rasanya aku memang harus percaya, dan belajar mencintai nya. Sungguh, ini membuat ku bahagia. Ternyata pernikahan itu indah jika dirasakannya seperti ini. Bukan seperti awal kami menikah. Yaa namanya juga pernikahan tanpa cinta, jadi butuh proses. Semua akan indah pada waktunya, cuma perlu percaya itu.
πΊπΊπΊπΊ
Aku sedang berada ditepi kolam renang, dengan kaki yang berada di air. Sedang menikmati ketenangan dalam kesendirian ini, di temani dengan segelas es jus stroberi. Handphone yang berada disampingku berdering. Ku lihat panggilan masuk dari Arxi, lalu ku arahkan benda persegi panjang itu ke telinga.
"Hallo, Xi." Sembari menggerak-gerakkan kaki dalam air.
"Lagi apa ?."
"Santai."
"Lunch bareng yuk."
Baru ingin menjawab handphone ku berbunyi, tanda pesan masuk. Ku lihat chat dari Alvin.
__ADS_1
"Sebentar ya Xi, aku lihat Chet dari mas Alvin dulu." Lalu membuka chet dari Alvin.
Mas Alvin : Lagi apa ?
Aku : duduk ditepi kolam renang.
"Hallo, xi."
"Gimana ?." Tanya arxi.
"Kalau nanti aku jadi, aku hubungin ya. Soalnya mas Alvin nanya aku lagi apa, takutnya dia juga mau mengajak ku lunch." jelas ku.
"Oke."
Alvin belum juga membalas chat ku, jadi ku letakan kembali handphone di samping ku. Beberapa menit kemudian handphone ku berdering, ku lihat chat dari Alvin.
Mas Alvin : saya mau mengajak kamu lunch, kamu bisa ?
Aku : bisa mas.
Mas Alvin : yasudah, nanti saya jemput.
Aku : Iya, mas.
Aku bangkit, beranjak menuju kamar. Sedikit lagi jam makan siang, aku harus segera rapi rapi. Alvin sudah datang, aku yang sudah bersiap segera menemuinya. Sebelum pergi aku bilang aku bilang ke bibi terlebih dahulu, jika aku akan pergi makan siang bersama Alvin,.jadi bibi tidak perlu membuatkan ku makan siang.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Hai para readers ku ππ
Jangan lupa like dan komen nya.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir πππ