
Azka dengan perasaan kesal pergi ke restoran Abi. dia kesal karena tadi pagi tidak bisa bertemu dengan Dita, dan kesalnya bertambah karena dia bertemu dengan Brian dan Brian malah tertawa terbahak melihatnya di kerjai Abi dan Brian.
"entah apa yang sedang di rencanakanya." Azka menggerutu.
"kamu lihat jam berapa ini?" Sura bariton membuat Azka terkejut.
Azka melihat Abi yang sedang berdiri di dapur sambil melipat kedua tanganya di da danya.
"baru juga pukul delapan." ucap Azka cuek.
"heh...baru jam delapan heh. hari ini kamu harus pergi belanja untuk keperluan dapur,karena stok sudah habis. dan sekarang kamu datang terlalu siang jadi selamat menikmati mencari bahan dengan harga murah."
"kenapa kamu tidak bilang dari kemarin?" ucap Azka kesal.
"bukankah aku kemaren sudah bilang,datang pagi kenapa kamu tidak peka dengan arti ucapanku?kalau dengan kata saja kamu tidak peka bagaimana kamu bisa peka terhadap adik saya?" tanya Abi meremehkan.
Azka mendengus mendengar ucapan Abi,
"jangan samakan Dita dengan masalah ini,kalau dengan Dita aku pasti akan lebih peka." ucap Azka kesal.
Abi hanya mengedikan kedua bahunya,
"kemarikan dompet dan ponsel kamu." ucap Abi mengadahkan tanganya,
Azka mengerutkan kening heran,
"untuk apa?"
"kamu harus mencari bahan yang lebih murah,agar restauran untung dan ini uangnya. masalah dompet dan ponselmu,aku tidak mau kamu menambahkan uang belanja karena kamu tak dapat mendapat bahan yang lebih murah,dan aku tidak ingin kamu meminta asistenmu untuk membantumu."
Azka mendengus dan mengambil dompet serta ponselnya dan memberikanya kepada Abi. Abi tersenyum menerima dompet dan ponsel milik Azka.
"ingat jangan buat rugi usahaku." ucap Abi sambil menepuk pundak Azka dan berjalan meninggalkan Azka yang tengah kesal.
hancur sudah moodnya hari ini,dengan langkah malas Azka pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang sudah di catat oleh Abi.
__ADS_1
Azka mencari pasar terdekat untuk berbelanja,ia berjalan kesana kemari mencari bahan-bahan yang ia butuhkan tetapi karena dia kesiangan semua bahan yang ia butuhkan banyak yang sudah habis,lalu ia memutuskan untuk pergi ke pasar yang lain.
sungguh ia tak menyangka seorang Azka Mahespatih pemilik hotel terkenal di berbagai negara harus belanja ke pasar sendirian dan mencari harga yang paling murah,sungguh tak pernah terbayangkan olehnya sama sekali.
"Abi memang ingin membuatku menderita." gerutu Azka.
"di pasar ini semua bahan ada,tetapi harganya begitu mahal,sementara Abi memberiku uang yang sangat pas." Azka bingung apa yang harus ia lakukan jika sudah begini,jika saja dia tau arti kata datang pagi versi Abi pasti dia akan datang lebih pagi lagi.
"haih...apa yang harus aku lakukan sekarang?' gumamnya sambil mengacak rambutnya frustasi.
"ah...aku tahu apa yang harus aku lakukan." ucap Azka sesaat dari keterdiamanya.
netranya menatap penjual sayur yang agak genit terhadap pelangganya,muncul ide gila dari otaknya. ia berjalan sambil tersenyum menggoda melihat penjual sayur itu.
"hai...nyonya harga sayur ini berapa?" tanya Azka sambil memegang sebuah terong berukuran besar sambil sesekali memainkanya.
sebenarnya Azka agak risih melakukan ini,tetapi demi mendapatkan harga murah dari sang penjual genit ini Azka rela melakukanya.
dia menggunakan ketampananya untuk mengikat sang penjual dan beberapa trik ia keluarkan.
"kamu boleh mengambil semuanya asalkan kamu mau menemaniku malam ini." ucap sang penjual dengan mengedipkan sebelah matanya.
sebenarnya Azka agak risih tetapi demi misinya dia rela melakukanya. Azka dengan gerakan sensual mengambil sayuran yang dia butuhkan. setelah dirasa cukup Azka mendekat ke arah sang penjual sambil berbisik.
"tapi sayang saya tidak berminat." ucap Azka sambil tertawa lalu meninggalkan sang penjual yang tengah memberengut kesal dengan perlakuan Azka.
"itu uangnya,terima kasih atas diskonanya." ucap Azka lagi sambil melambaikan tanganya.
"dasar,awas kamu kalau kita bertemu lagi." teriak sang penjual dengan kesal,dan mengambil kasar uang yang di taruh Azka di atas sayuran miliknya.
sementara itu Azka masih cekikikan dengan apa yang telah di lakukanya.
"untung saja wajahku begitu tampan,hingga aku tak kesusahan untuk melakukan hal semacam ini." ucap Azka bangga.
lalu dia memeriksa belanjaan apa yang belum ia beli,
__ADS_1
"untung aku sudah membeli semuanya,wah uangnya masih tersisa aku mau makan dulu ah,setelah itu aku akan kembali ke restauran." gumam Azka lalu membelokkan langkahnya di sebuah kedai makanan,jujur dia begitu lapar setelah seharian berkeliling untuk mencari bahan-bahan yang di butuhkanya.
sementara itu Abi mm berjalan mondar mandir menunggu Azka,karena bahan yang di butuhkanya sudah habis semua dan para pelanggan masih saja berdatangan.
"aku datang..." ucap Azka santai masuk ke dapur.
"kenapa lama sekali,jangan bilang kalau kamu tidak mendapatkan bahannya." ucap Abi kesal
"memangnya kamu pikir gampang mencari bahan yang masih segar dan murah di jam segini?" jawab Azka kesal.
"his... seharusnya tadi aku beli saja di langgananku seperti biasa kalau tau kau bakal lama." sontak Abi menutup mulutnya saat menyadari ia keceplosan.
"apa kamu bilang?" ucap Azka terkejut dengan ucapan Abi.
"memangnya apa yang aku katakan? cepat berikan bahan itu aku membutuhkanya." Ucap Abi langsung menyambar kantong belanjaan ya MB g di genggaman Azka.
"kamu harus menjelaskan ini kakak iparku tersayang." Azka berucap kesal.
sementara Abi tak menghiraukan ucapan Azka,dia lebih memilih fokus untuk memasak. memang hari ini Abi membantu untuk memasak di restauran ini,dia ingin memantau pekerjaan Azka.
Abi yang merasa masih di tatap tajam oleh Azka sontak menoleh kearah Azka,benar saja Azka masih menatapnya dengan tajam dan menahan amarah,
"untuk apa kau masih berdiri di situ,cepat bantu berselang meja depan sana." ucap Abi tanpa rasa bersalah.
Azka mendengus sebal melihat abi yang tanpa dosa menyuruhnya untuk membersihkan meja di depan.
"aku membutuhkan penjesalanmu Kaka ipar." ucap Azka kesal.
"tidak bisakah kita bicarakan itu nanti,oh...atau kau sudah tidak ingin bersama dengan adikku?oke,aku akan..."
"tidak...tidak...aku akan mengerjakannya." ucap Azka memotong ucapan Abi,lalu bergegas menuruti perintah Abi.
sementara Abi tersenyum senang bisa melihat Azka yang tengah menahan kesal,Abi sungguh senang bisa mengerjai adik iparnya yang bodoh itu.
"emang enak? ini belum seberapa dengan sakit yang Dita rasakan Azka,tapi aku sedikit puas melihatmu tersiksa seperti ini." gumam Abi sambil melihat Azka yang tengah kesusahan membawa piring-pring kotor yang begitu banyak.
__ADS_1