Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
Extra Part


__ADS_3

Bayi mungil nan menggemaskan dulunya yang bernama Arsya Abimana itu kini genap berusia satu tahun dan sekarang adalah perayaan hari jadi Arsya yang pertama.


Seluruh keluarga besar Arya dan Alisya serta sahabat dan juga kerabat dekat mereka berkumpul untuk merayakan hari jadi Arsya yang cukup meriah untuk anak yang baru berusia satu tahun itu.


Selain keluarga besar, sahabat, dan juga kerabat dekat mereka, Arya dan Alisya juga mengundang anak-anak yatim piatu dari sebuah panti yang menjadi penerima dana rutin dari perusahaan Arya untuk ikut bergabung dalam perayaan hari jadi Arsya yang pertama ini.


"Gila lo ya Sya, ulang tahun anak lo yang pertama aja udah semeriah ini dan gimana untuk yang berikutnya nanti?" ungkap Sarah yang kini bisa turut hadir dalam hari bahagia sahabatnya itu.


"Anak sultan mah bebas" celetuk Luna menimpali ucapan Sarah.


"Nggak gitu juga sih, sebenernya mau buat tasyakuran yang sederhana aja tapi kata ibunda ratu untuk cucu pertama dan perayaan yang pertama haruslah berkesan dan mumpung anaknya belum mengerti juga makna hari jadinya maka harus dibuat se-special mungkin gitu kata mama" jelas Alisya pada kedua sahabatnya itu.


"bener juga sih, mumpung si anak belum paham apa arti perayaan ulang tahunnya jadi bolehlah dibuat se-istimewa mungkin" ucap Luna membenarkan pendapat Mama Rita.


"gue perhatiin muka laki lo ceria amat Sya dari tadi, masa iya cuma perayaan ulang tahun doang sampe secerah itu mukanya?" kepo Luna lagi yang memang selalu ceplas ceplos pada Alisya.


"ya jelaslah Lun dia bahagia, secara anaknya udah bertambah gede jadi dia bisa nambah anak lagi dong sama Lisya" celetuk Sarah menjawab pertanyaan Luna untuk mewakili Alisya.


"ada benernya juga sih Sar pernyataan lo itu" balas Luna pada Sarah.


"lah emang bener, karna sekarang gue lagi isi dan pas diperiksa usianya udah delapan minggu gitu. nggak terasa banget gue hamilnya yang sekarang" ucap Alisya tanpa basa basi.


Luna dan Sarah sempat tercengang mendengar pernyataan Alisya sebelum akhirnya mereka memberi ucapan selamat untuk Alisya.

__ADS_1


Berbeda lagi dengan obrolan para lelaki, yang kini tengah berbangga diri saling ingin unjuk kemampuan dalam membina rumah tangga mereka masing-masing.


"dulu aja nolak sampe si Sarah putus asa sama lo, lah sekarang sibuk mau nambah anak lagi sementara yang satu aja masih bayi" ejek Arya pada Fahri.


"iya nih si cunguk, gayanya dulu belagak nolak tapi habis juga di embatnya itu si Sarah sampe jadi nih bocil" ucap Wira menimpali ejekan Arya sambil menunjuk bayi mungil nan cantik yang berada dipangkuan Fahri.


"ejek aja sampe puas lo berdua mumpung gue lagi berbaik hati dan merelakan diri ini di ejek sama kalian berdua" balas Fahri pasrah atas ejekan kedua sahabatnya itu.


"santai mas bro, gue cuma becanda doang kok Ri dan jangan ditanggepin serius dong" ucap Arya.


"iya nih si Fahri, serius banget sekarang" sambung Wira.


setelah asyik berbincang-bincang ala emak-emak dan bapak-bapak, kini saatnya perayaan ulang tahun Arsya dimulai.


setelah selesai acara pembacaan doa dan pembagian snack beserta cemilan ringan lainnya untuk semua anak yatim piatu dan segala karabat yang di undang oleh kedua belah pihak keluarga Arya dan Alisya juga telah mencicipi segala hidangan yang telah disediakan, kini berakhirlah sudah acara perayaan ulang tahun Arsya yang pertama itu.


para tamu beserta kelurga besar Arya dan Alisya telah kembali kerumah mereka masing-masing, kini tinggallah Arya bersama Alisya beserta kedua orang tua Arya dan tentunya juga sang buah hati mereka yakni Arsya Abimana.


mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dari rasa lelah yang telah melanda tubuh mereka dan menyerahkan segala pekerjaan rumah yang masih tersisa dikerjakan oleh para pelayan dirumah besar itu.


"makasih mas untuk semuanya yang telah kau berikan untukku selama ini" ucap Alisya saat berada didalam kamar mereka.


"akulah yang harus berterima kasih padamu yank, karna dirimu aku kembali menjadi manusia normal seperti dulu lagi. perlahan tapi pasti kamu membawa kembali diriku yang dulu lagi, terima kasih sayangku... cintaku... emmuach" balas Arya sambil mengecup kening Alisya diakhir ucapannya.

__ADS_1


"hem... sama-sama mas, kau juga membawa perubahan untuk hidupku yang dulunya beku kini sudah mencair oleh sikapmu yang perlahan tapi pasti telah mencairkan setiap sikap dinginku yang dulu. makasih juga untukmu masku... cintaku... kasihku... sayangku... emmuach" balas Alisya pula berterima kasih dan mengecup pipi kanan Arya.


"pandai gombal deh kamu sekarang yank, jadi makin gemes deh sama kamu" puji Arya pada sang istri


"halah... dulu aja nuduh asal-asalan, sekarang juga sendirinya yang cinta mati" ejek Alisya pada sang suami.


"jangan mulai dech yank, lebih baik kita nyicil buat adik untuk Arsya yuk yank" ajak Arya pada Alisya.


"masih belum malam kali mas, udah mesum aja kamu mas" balas Alisya oada sang suami.


"emang mesti malam dulu baru bisa kerjakan yang itu yank? kan nggak masalah walaupun masih sore gini" sahut Arya pula.


"terserah kamulah mas" jawab Alisya malas berdebat dengan sang suami.


akhirnya pembicaraan tersebut bearkhir dengan pergumulan panas sepasang suami istri yang ingin menambah pasukan untuk keluarga mereka.


...****************...


terima kasih untuk para pembaca sekalian yang telah bersedia mampir di novelku yang nggak jelas ini.


akhirnya bisa finish beneran novel ini.


πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2