Mendadak Nikah

Mendadak Nikah
EXTRA PART 1


__ADS_3

Hai... hai... haaaiiiiiii........πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»


Sorry worry don't worry my beloved readers😍😍😍


Setelah sekian purnama hiatus, akhirnya berhasil juga menulis part terakhir novel pertama othor MENDADAK NIKAH.


Apa yang kalian rasakan setelah membaca part ending mendadak nikah versi Kennan dan Tita?


Marah


Sedih


Kesal


Atau


Ada suasana hati yang lebih geregetan mungkin??


Apapun rasa yang ada di dalam hati kalian othor hanya bisa mengatakan kata MAAF....


Othor telah melalui perdebatan hati yang sangat puuuaannnjjjaaaangggg dalam membuat ending yang menyedihkan atau bahkan tidak jelas ini...


Sesungguhnya othor nggak tega buat membuat akhir yang nyesek seperti ini, mengingat ketengilan kulkas dua pintu yang sudah mesum n bucin abiss.... tapi apa mau dikata othor sudah menyusun jalan ceritanya seperti ini. Kalau kata editornya mah udah tidak dapat diganggu gugat gitu😞😞


Maap maap jika endingnya membagongkan tidak seperti yang para readers harapkan.


Sungguh othor sebenarnya sangat berat hati memutuskan mengakhiri cerita ini.


Beribu ribu maaf othor harapkan dari kalian semua atas kekecewaan yang telah othor torehkan ke dalam hati kalianπŸ˜žπŸ˜žπŸ˜žπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Othor juga nyesek.... sumpah✌🏻✌🏻


Othor pun nggak tega membuat mereka berpisah seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, othor harusnya konsekuen dengan alur cerita dari awal seperti yang telah othor serahkan kepada pihak NT.


Satu pelajaran buat kita semua bahwa JUJUR dan TERBUKA adalah kunci untuk sebuah hubungan. Tidak ada yang namanya BOHONG untuk KEBAIKAN karena bagaimanapun kita menyembunyikan bangkai pasti bakalan tercium juga.


Dalam sebuah hubungan apalagi hubungan pernikahan, KOMUNIKASI antar pasangan sangat dibutuhkan untuk menghindari timbulnya masalah di kemudian hari.


Kabar baiknya adalah....


Jeng... jeng... jeng....


Othor kasih extra part nih....


🍭🍭🍭


LIMA TAHUN KEMUDIAN


"Lama banget sih lo, gue udah nungguin lama nih..." seru seorang lelaki berjas mahal dengan ponsel di telinga dan pandangan yang bergerak memindai sekeliling mall. Rupanya laki laki itu sedang berbicara melalui sambungan telepon.


Beberapa kalu celingak celinguk tak sedikitpun batang hidung orang yang dicarinya tampak. Membuat wajah tampannya mengerut kesal.

__ADS_1


"Sabar. Bentar lagi ini masih antri mau bayar gak sabaran amat sih." sahutan suara dengan nada kesal seorang gadis dari seberang telepon. "Jadi laki laki itu yang sabar biar disayang istri, nggak kapok juga ditinggalin." lanjut suara itu dengan mengejek.


"Sialan lo. Pantesan aja cowok lo gak mau nganterin lo, dasar bawel." Bales lelaki itu kesal. " Gue tungguin di depan star**ck. Gak pakek lama." lanjut lelaki itu seraya menutup ponselnya setelah mendapat jawaban iya dari seberang telpon.


Baru saja beberapa langkah kakinya berjalan.


Bruukk...


Tetiba seorang gadis kecil menabrakkan tubuh mungilnya pada kaki sang lelaki yang tak lain adalah Kennan Wijaya Atmadja.


"Omyayah... Eyina kangen." wajah cantik nan mungil itu mendongak seraya memeluk kaki jenjang Kennan dengan gaya bicara cadel. Khas anak paud.


Kennan pun terkejut akan kehadiran gadis cilik itu. Kepalanya menunduk.


Set pandangan matanya bertemu dengan manik hitam berbinar di bawahnya.


Deg.


Jantung Kennan berdegub kencang tanpa sebab.


Sesaat menelisik wajah imut nan lucu yang menggelayut pada kakinya. Lalu perlahan, Kennan menurunkan badan, mensejajarkan tingginya dengan gadis cilik yang kemungkinan baru berusia 4 atau 5 tahun tersebut.


Kennan yang selama beberapa tahun ini berubah ke dalam mode kulkas dua pintu setelah kepergian Tita isterinya. Hanya diam seraya memandangi gadis cilik itu dengan dahi yang mengerut.


Wajah cantik gadis kecil itu terasa tidak asing baginya.


"Omyayah..." Gadis itu menggoyang tubuhnya, membuat Kennan tersentak dari lamunannya.


"Eyina kangen."


Meski sedikit tidak paham dengan ucapan anak kecil tersebut, serta panggilan aneh yang disematkan untuknya.


Tetap saja membuat bibir Kennan memanjang, tersenyum. Senyum yang telah Kennan sembunyikan dari wajahnya tersebut, terbit kembali untuk pertama kalinya.


"Adik kecil." ucap Kennan dengan lembut seraya mengusap surai hitam panjang yang tergerai tersebut. Pandangan matanya fokus pada gadis kecil yang sudah dapat ditembak jika dia berasal dari bibit unggul kedua orang tuanya.


"Iya." sahut gadis itu dengan mengangguk dan mengerjapkan kedua kelopak matanya. Ekspresi yang sangat imut dan menggemaskan menurut Kennan.


Kennan termangu sejenak saat mendapati ekspresi gadis cilik tersebut. Apalagi saat tangannya mengusap surai hitam itu seperti tidak asing baginya.


Tanpa menyurutkan senyum di wajahnya, Kennan bertanya. "Kamu tau siapa om?"


Gadis kecil itu mengangguk cepat.


Membuat Kennan sedikit tersentak kaget. Bagaimana bisa gadis kecil itu mengenalnya, sedangkan dirinya baru saja pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan studinya. Meski dirinya merasa tidak asing pada gadis kecil itu, namun tetap saja Kennan tidak dapat menebak siapa gadis kecil tersebut.


Mungkin anak kecil ini hanya salah mengenali, pikir Kennan dalam hati.


Kennan memindai kondisi sekitar yang cukup lengang, tidak ada tanda tanda keberadaan orang tua yang mungkin bersama sang gadis.


"Kamu ke sini sama siapa?"

__ADS_1


"Sama papa." sahut gadis itu cepat tanpa memutar pandangan pada wajah tampan Kennan.


Posisi Kennan yang berjongkok membuat kedua wajah mereka sejajar.


Deg.


Lagi terjadi letupan kencang pada dada Kennan.


"Papa kamu sekarang di mana?" tanya Kennan dengan lembut seraya menyungingkan senyum pada wajah tampannya yang sudah terlihat dewasa.


"Lagi ketemu sama teman temannya." sahut gadis kecil itu, lagi lagi tanpa memalingkan wajahnya. Hanya salah satu tangan mungilnya menunjuk ke arah belakang tubuhnya.


Kennan hanya mampu menghembuskan nafas pelan.


Ingin rasanya mengabaikan gadia kecil tersebut, toh dirinya memang tidak mengenalnya. Namun entah mengapa seolah ada magnet yang seperti menariknya untuk peduli pada gadis kecil tersebut.


"Eyina kangen. Omyayah gak kangen sama eyina?" tanpa Kennan duga gadis kecil itu mengalungkan kedua tangan pada leher Kennan, menggelayut manja. Manik hitamnya menelisik wajah tampan Kennan.


Kennan pun terhenyak. Sesaat tubuhnya mematung. Membalas tatapan gadis kecil di hadapannya yang hanya berjarak sejengkal saja dengan wajahnya.


Aneh.


Ada kerinduan yang sangat dalam pada sorot mata bening tersebut.


"Omyayah gak kangen sama Eyina?" Kembali gadis kecil itu bertanya dengan raut wajah yang berubah sendu.


Kennan menelan ludahnya kelat.


"Omyayah kangen juga sam..." Belum selesai kalimat


itu terlontar dari mulut Kennan, gadis kecil yang menyebut namanya sebagai Eyina tersebut segera menghambur memeluk Kennan. Mendaratkan ciuman pada seluruh wajah tampan Kennan. Bak seorang anak perempuan yang melepas rindu pada ayahnya karena telah lama tidak berjumpa.


Kedua mata Kennan membola, mendapati reaksi gadis kecil tersebut. Maksud hati hanya ingin membuat gadis kecil itu agar tidak bersedih hati, namu ternyata malah memeluk dan menciuminya tanpa henti.


Puas menciumi wajah tampan Kennan tanpa dosa, gadis kecil itu menghentikan aksinya. Memundurkan wajah beberapa senti.


"Kalo kangen kenapa gak balas peyuk Eyina?" tanya gadis itu dengan polosnya. Tampak jelas binar bahagia pada wajah gadis kecil tersebut.


Masih dengan kebingungan yang melanda dirinya, Kennan segera merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. Kennan tak ingin menyakiti hati gadis kecil tersebut serta berharap binar bahagia gadis kecil itu tidak menghilang dari wajah imutnya yang sangat menggemaskan.


"Kenina!"


Seruan sebuah suara bariton dari belakang punggung Kennan dan diiringi derap langkah kaki mendekat tersebut, membuat gadis kecil dalam pelukan Kennan mendongak.


"Papa!" gadis kecil itu berseru.


Membuat Kennan sontak menoleh ke belakang.


Kedua mata Kennan melebar mendapati sosok lelaki sebayanya yang lama tidak dijumpai olehnya tersebut.


🍨🍨🍨🍨

__ADS_1


Teryata oh ternyata.....


Othor gak kuat hati menghentikan cerita iniπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


__ADS_2